
"Apa kabar Starla hari ini? Kenap tiba-tiba aku teringat dia yah?" ucap Diki.
Di tempat lain Martin baru saja sampai di depan rumah Starla.
Dia melihat warung Bu Irma masih buka dan sangat ramai sekali, mungkin karena hari Minggu jadi semua nya pada datang.
"Ini sudah hampir jam sepuluh kenapa Warung Bu Irma masih buka, dan sangat ramai sekali." batin Martin.
"Permisi Bu..." ucap Martin. Bu Irma melihat ke arah Martin.
"Nak Martin, kenapa bisa di sini malam-malam seperti ini?" tanya Bu Irma kaget.
"Saya datang mau mencari Starla Bu, apa Starla nya ada?" tanya Martin.
Bu Irma menoleh ke arah dapur.
"Seperti nya masih ada di dapur membuat minuman nak, kamu tunggu lah sebentar." ucap Bu Irma kepada Martin.
Martin harap cemas memilih untuk duduk di kursi yang kosong paling pojok karena semua nya sudah sangat penuh.
Tidak beberapa lama Dia melihat Starla datang membawa minuman untuk pelanggan.
Dia mau memanggil nya namun sudah keduluan sama orang yang memesan Minuman.
Dan warung sangat ramai sampai satu jam Martin duduk di sana.
"Huff akhirnya aku bisa duduk." ucap Starla saat di depan ibu nya yang juga duduk istirahat.
"Hari ini sangat ramai." ucap ibu nya sambil menghitung uang pendapatan mereka. Starla sangat senang sekali.
"Semua nya terjual habis, kamu istirahat lah nak, Besok kamu pasti kuliah pagi." ucap Ibu nya.
"Tidak perlu khawatir Bu, aku kuliah siang kok besok." ucap Starla.
Warung masih ramai karena masih ada yang duduk-duduk santai.
Bu Irma sama sekali tidak ingat kalau Martin datang.
"Eh iya tadi nak Martin ke sini, kamu sudah berbicara dengan dia?" tanya Bu Irma.
"Kak Martin! Ngapain kak Martin ke sini? aku tidak melihat nya." ucap Starla.
"Dia datang mencari kamu, ibu juga tidak tau." ucap Bu Irma.
Starla melihat ke luar dia melihat satu persatu dan dia sangat kaget melihat Martin di ujung sudah ketiduran sambil melipat kedua tangan nya di dada nya.
__ADS_1
"Lihat itu kak Martin kan Bu?" tanya Starla menunjuk Martin.
"Loh itu Martin, kamu dari tadi ternyata gak ngomong sama dia?" tanya Bu Irma. Starla menggeleng kan kepala nya.
Starla langsung pergi menghampiri Martin.
"Kak.. Kak.." panggil Martin dia membuka mata nya perlahan.
"Apa yang kakak lakukan di sini?" tanya Starla.
Martin menatap wajah Starla.
Martin melihat ke sekeliling ternyata masih ramai.
"Sudah selesai kah?" tanya Martin.
"Kakak ngapain ke sini? Apa ada yang sangat penting?" tanya Starla.
Martin Menatap wajah Starla. "Saya ke sini mau minta maaf kepada kamu, saya benar-benar minta maaf." ucap Martin.
Starla menatap Martin.
"Ada apa kak? Kenapa kakak tiba-tiba minta maaf seperti ini?" tanya Starla.
Starla semakin bingung ada apa dengan Martin."
"Aneh sekali sih kak, ada apa sih?" tanya Starla.
"Kamu mendiamkan kakak seharian, kamu juga tidak membalas pesan dari Kakak." ucap Martin.
"Tunggu dulu, maksud kakak sekarang aku lagi marah sama kakak karena tentang tadi malam?" tanya Starla.. Martin mengangguk.
"Ya ampun kak, aku tidak marah, aku tidak membalas pesan kakak karena aku lagi Sangat sibuk sekali." ucap Starla.
"Itu artinya kamu tidak membaca atau tidak sadar pesan saya masuk?" tanya Martin.
"Jangan kan untuk membaca nya Kak, handphone ku ada di kamar aku tidak sempat melihat nya. Kasihan ibu kalau sendirian bekerja." ucap Starla.
Martin seketika langsung terdiam karena sudah berfikir yang aneh-aneh tentang Starla.
“Jadi kamu tidak marah kepada saya tentang kemarin?” tanya Martin mencoba bertanya lagi karena masih ragu, di amsih takut kalau Starla marah.
“Enggak kak, ngapain aku marah sama kakak?” ucap Starla.
“Humm kalau begitu saya akan menarik semua perkataan sya kemarin, entah mengapa saya jadi kefikiran.” Ucap Martin.”kenapa kakak menarik nya? Menyukai seseorang itu tidak ada yang melarang karena aku juga menyukai kakak.” Ucap starla tampa ragu sama sekali.
__ADS_1
“Kamu seriusan?” tanya Martin seperti tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Starla.
Starla tersenyum. “Ya udah kalau begitu kakak pulang saja, ini sudah larut malam.” Ucap Starla.
“tapi kita belum selesai berbicara.”
“Maih ada hari esok, lagian masih ramai, aku juga tidak sama ibu.” Ucap starla.
Martin menoleh ke arah bu Irma.
“Baikalah kalau begitu saya akan pulang, kamu jangan mengabaikan pesan saya lagi yah.” Ucap Martin.
“Baiklah, aku juga minta maaf karena sudah membuat kakak jauh-Jauh ke sini karena aku tidak memberikan kabar.” Ucap Starla.
“Tidak apa-apa sebenar nya sya juga sangat merindukan kamu, sekarang sya sudah lega karena sudah melihat kamu, dan ternyata kamu tidak marah.” Ucap Martin.
Tiba-tiba handphone martin berbunyi telepon dari teman-teman nya. Mereka sudah menunggu dari tadi, namun Martin namun dia tak kunjung pulang.
“Ya sudah kalau begitu sya akan pulang, saya pamitan dulu sama bu Irma.” Ucap Martin.
“Sebenar nya aku juga ada sesuatu untuk Kakak, kakak tunggu sebentar. Setelah Starla pergi martin berbicara terlebih dahulu dengan bu Irma di dapur, mereka membicarakan acara yang tidak lama lagi, karena khawatir bu Irma akan kecapean kalau sendiri dia meminta ijin terlebih dahulu mau menyewa orang lain membantu bu Irma.
Bu irma awal nya menolak karena dia yakin bu Irma bisa sendiri.
Dengan penuh kenyakinan martin mencoba membujuk bu Irma untuk mau.
Tidak bisa menolak bu irma akhir nya mau.
Nak Martin ini ada bingkisan dari ibu untuk nak martin sebagai pengucapan selamat ulang tahun,” ucap bu irma sambil memberikan bingkisan yang tidak terlalu besar.
“Di usia yang sekarang semoga apa yang nak martin bisa mewujudkan apa yang nak martin ingin kan, dan semua rencana nak martin berjalan dengan lancar, rejeki nak martin juga semoga lancar dan segera mendapat kan jodoh yang baik untuk nak Martin.” Doa Bu Irma untuk Martin.
“Aminn... terima kasih banyak bu.’ Ucap Martin sangat senang sekali.
Starla baru saja datang. “ Bu aku antar kak Martin ke depan dulu yah.” Ucap Starla.
“Iyah nak.”
Di depan rumah tepat nya di dekat parkiran.
“Ini untuk kakak.” Ucap Starla memberikan Martin Paperbag cukup besar.
“Apa isi nya ini? Apa sya boleh membuka nya di sini?” tanya Martin.
“Jangan di sini, setelah di rumah saja. Kalau begitu kakak hati-hati di jalan aku masuk dulu.” Ucap Starla langsung pergi meninggal kan Martin yang belum selesai ngomomg.
__ADS_1