Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 76


__ADS_3

"Ibu masih berharap nak, namun kalau kamu tidak mau ibu tidak akan memaksa nya." ucap ibu nya. Starla diam.


"Ya udah kamu mandi dan setelah itu makan malam yah." ucap Ibu nya. Starla mengangguk.


Sesampainya Diki di rumah nya dia melihat Martin sedang di ruang tamu.


Diki mau melewati Martin namun dia berhenti. Dia melihat kakak nya sedang santai menonton TV.


"Apa kakak sedang sibuk?" tanya Diki. Martin menoleh ke arah Diki.


"Eh kamu sudah pulang." ucap Martin. Diki duduk di sofa.


"Iyah." ucap Diki. "Kamu jangan salah paham tentang kemarin, tidak ada niat buruk ataupun mencoba merebut Starla dari kamu kok." ucap Martin.


"Lupakan saja tentang itu, aku mau bilang sama kakak kalau aku akan pindah." ucap Diki.


"Pindah? Apa maksud kamu?" tanya Martin dengan suara sedikit serak.


"Aku akan pindah ke apartemen ku sendiri." ucap Diki. "Apartemen? Sejak kapan kamu memiliki apartemen sendiri? Kamu pindah ke apartemen mana? semua apartemen kakak jauh dari kampus." ucap Martin.


"Aku sudah bilang pindah ke apartemen ku sendiri. Aku hanya memberi tau kakak." ucap Diki.


"Oohh kakak lupa kalau bisnis kamu sekarang lagi melonjak naik. Selamat buat kamu." ucap Martin.


"Tapi kamu tau kan kalau yang menjaga rumah ini hanya kamu. Kakak jarang di rumah jadi kakak kurang setuju kamu pindah." ucap Martin.


"Aku harus pindah ke apartemen yang lebih dekat dari kampus, aku juga sudah ikut organizer sehingga harus memiliki waktu yang banyak, di tambah lagi aku harus memantau bisnis ku." ucap Diki.


Martin terdiam sejenak dia menatap Diki.


"Baiklah terserah kamu saja." ucap Martin kembali duduk.


"Kakak harus segera menikah agar kakak bisa menjaga rumah ini." ucap Diki dan langsung pergi. Martin hanya diam saja.


"Seperti nya aku dengan Diki tidak akan pernah berdamai." ucap Martin. Prustasi dan Dan merasa gagal menjadi seorang kakak untuk adiknya itu.


"Diki sekarang sudah dewasa, dia juga sudah mandiri aku tidak bisa menahan nya lagi." ucap Martin.


Diki masuk ke kamar nya. Dia melihat koper yang sudah beberapa hari dia Siap kan.


Keesokan harinya Diki sudah mau pindah dia sudah merapikan semua barang-barang nya.

__ADS_1


Diki melihat ke sekitar kamar nya. "Dari kecil sampai sekarang aku sudah di sini bertahun-tahun, aku sudah sangat nyaman dan juga banyak kenangan di sini." batin Diki.


"Tapi sekarang aku harus meninggalkan kamar ini demi kehidupan ku yang baru. Aku tidak ingin mengenang dan mengingat semua nya yang sudah terjadi di masa lalu." ucap Diki.


Diki membawa semua barang-barang yang di perlukan terlebih dahulu, dan selebihnya akan dia jemput dengan jasa pengangkatan barang.


"Kamu yakin benar-benar mau pindah?" tanya Martin berdiri di depan pintu Diki.


Martin melihat barang-barang yang di bawa oleh Diki. "Apa rumah ini benar-benar sudah tidak nyaman lagi? Apa kakak harus pergi dari rumah ini agar nyaman?" tanya Martin.


"Kakak akan pergi dan tinggal di tempat lain, kakak mohon jangan pindah." ucap Martin. Diki menggeleng kan kepala nya.


"Aku tetap mau pindah. Aku berharap setelah keluar dari sini aku bisa menerima semua nya." ucap Diki.


Martin terdiam. "Kemarin aku berjiarah ke makam mamah sama papah dengan Tifani." ucap Diki.


Martin seperti tersambar petir mendengar kata-kata Diki, seperti tidak percaya. Martin menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin.. Kamu pasti berbohong kan?' ucap Martin. Diki menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah ikhlas mereka pergi, aku juga akan membuktikan kalau aku sudah dewasa sekarang." ucap Diki.


Martin Menatap wajah adik nya dengan mata berkaca-kaca.


Martin terdiam. "Kalau begitu aku pamit dulu kak." ucap Diki langsung meninggalkan Martin.


Diki melihat ke sekeliling rumah. Dia masih bisa membayangkan wajah Orang tua nya dan di saat rumah itu ramai.


Mengingat bertumbuh besar, sedih senang berada di rumah itu. Namun sekarang dia pastikan kalau dia pasti sangat jarang ke sana.


Dia melihat ke arah Martin. "Maafin aku kak." batin Diki dan langsung pergi.


Di dalam perjalanan.


"Halo sayang..." Ucap Diki menelpon Starla.


"Hummm??" Starla seperti nya baru bangun siang.


"Kamu di mana? Apa kamu bisa bantu aku merapikan barang-barang ku?" tanya Diki. Starla duduk.


"Kenapa Deng barang-barang kamu? Aku masih di rumah." ucap Starla.

__ADS_1


"Kamu datang ke apartemen ku yah, aku tunggu." telpon langsung mati. Starla menghela nafas panjang dia langsung meletakkan handphone nya.


"Huff ada apa lagi sih dengan itu anak.. Bisa gak sih biarkan aku istirahat dengan tenang tanpa di ganggu." ucap Starla.


Namun dia harus bergegas ke kamar mandi. Memakai pakaian dan juga memoles wajah nya sedikit.


"Kamu mau kemana nak?" tanya ibu nya yang sedang duduk di teras.


"Aku mau membantu Diki Bu, aku pamit dulu yah." ucap Starla.


"Bantuin Diki? Kebetulan banget kamu ke sana nih ibu titip untuk Diki sama Martin. Sudah lama mereka tidak makan masakan ibu." ucap ibu nya.


Starla tersenyum dia menerima nya.


"Kalau begitu aku berangkat dulu yah Bu, assalamualaikum." Dia bergegas berlari meninggalkan rumah dan mencari Bus yang bisa di tumpangi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia langsung naik ke lantai apartemen Kekasih nya.


Saat membuka pintu dia kaget melihat apartemen Diki yang sebelumnya kosong sekarang sudah penuh dengan barang-barang yang baru mau pun barang-barang dari rumah nya.


"Ada apa ini?" tanya Starla. Diki menarik tangan Starla dan duduk di sofa.


"Ada apa?" tanya Starla.


"Aku memutuskan pindah dari rumah ke sini."


"Loh kenapa?" Starla kaget.


"Ada masalah lagi dengan kak Martin? Ada apa lagi sih Ki? Bisa gak sih sesama saudara itu akur?" ucap Starla.


"Dengar dulu Starla." ucap Diki.


"Gak bisa! Aku gak setuju kamu pindah ke sini. Kalau keluarga kalian tau, mereka pasti akan sangat Marah." ucap Starla.


"Pokoknya kamu harus kembali ke rumah lagi, kamu gak boleh pindah ke sini." ucap Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya. "Aku akan tetap di sini. Semua nya sudah aku pindah kan ke sini." ucap Diki.


"Kamu benar-benar sangat keras kepala. Kalau kamu tidak mau kembali ke rumah aku akan pu..."


"Coba dong Starla pahami aku. Ini sudah keputusan aku." ucap Diki.

__ADS_1


Starla seketika langsung diam. Diki menatap nya.


"Aku ingin keluar dari rumah itu agar aku bisa berubah, hidup dan pola pikir ku berubah." ucap Diki.


__ADS_2