Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 96


__ADS_3

Keesokan harinya..


"Starla kamu pasti bisa." ucap Hima mendampingi Starla.


"Makasih yah sudah mau menemani aku." ucap Starla. Hima tersenyum. Starla melihat ke arah pintu masuk. Acara sudah mau di mulai namun Starla seperti tidak fokus.


Tiba-tiba Pesan masuk ke handphone Hima.


"Baca deh " ucap Hima memberikan handphone kepada Starla.


"Starla ini aku Diki. Kamu semangat yah, aku selalu mendukung kamu. Kamu pasti menang aku percaya itu. Aku tidak bisa masuk ke dalam karena sudah di batasi aku ada di luar menunggu kamu." .


Starla memberikan ponsel Hima.


"Semangat yah. Fokus yah." ucap Hima.


Starla mengangguk dia pun bergabung dengan yang lain.


Di luar Diki sudah sangat gelisah dia sama sekali tidak bisa mendengar apa yang terjadi di dalam.


Tidak terasa Akhirnya acara pun selesai.


Semua orang berkeluaran. Diki tidak kunjung melihat Starla dan Hima.


"Kemana mereka? Apa mereka Tidak keluar?" tanya Diki dia berjalan masuk ke dalam dan ternyata Starla dan Hima sudah tidak di Sana.


Mereka keluar melalui pintu belakang.


Diki menelpon Hima.


"Halo Hima kamu di mana? Kok kalian langsung pulang? Bagaimana pengumuman nya?" tanya Diki.


"Starla tidak masuk Ki, dia gagal." ucap Hima. Diki seketika terdiam.


"Sekarang kamu di mana? Starla bagaimana?" tanya Diki.


"Starla sangat sedih, namun dia bilang mau sendiri dulu. Sekarang dia sudah pulang ke rumah nya." ucap Hima.


"Ini semua pasti karena masalah aku dengan dia, aku sangat bodoh sekali." ucap Diki menyalahkan diri sendiri.


"Tidak perlu berfikir seperti itu, jangan membahas itu lagi agar Starla tidak sedih." ucap Hima.


Keesokan harinya... Diki dan Hima di kampus memerhatikan Starla yang diam saja.


Semua orang tidak berhenti mengejek atau membicarakan nya karena kalah."


Starla tidak tahan akhirnya dia keluar dari kelas. Diki mengikuti nya.


"Nih minum dulu." ucap Diki memberikan Minum kepada Starla. Starla mengambil dan meminum.

__ADS_1


"Tidak perlu sedih, mungkin belum rejeki kamu. Kamu sudah berjuang." ucap Diki.


Starla diam saja. "Aku juga minta maaf yah, mungkin karena masalah hubungan kita kamu tidak fokus." ucap Diki.


Starla tidak mengetakan apapun dia langsung pergi.


Setelah kelas selesai dia langsung pulang ke rumah. Tidak mengatakan apapun kepada orang tua nya langsung masuk ke kamar.


"Ada apa dengan Starla akhir-akhir ini? Bahkan satu hari ini dia tidak mengajak saya bicara.'" batin Bu Irma.


Di kamar Starla menangis. "Bagaimana aku harus membantu Ibu membayar hutang? Bagaimana aku mendapatkan uang sebanyak itu?" ucap Starla.


Dia mengingat semua perjuangan nya namun tidak berguna sia-sia semua nya. dia sangat pusing dan juga sedih.


Diki sangat ingin menemani Starla namun seperti nya Starla tidak ingin di ganggu akhirnya Diki memilih memantau Starla dari jauh.


Hima sadar kalau Diki sangat khawatir. "Sekarang aku yakin dengan Diki. Cinta Diki kepada Starla benar-benar tulus, dia tidak pernah seperti ini kepada perempuan lain." batin Hima.


Keesokan harinya Starla sudah tidak datang ke kampus. Ibu nya tidak bisa memaksa kan Starla ke kampus karena seperti nya memiliki masalah. Akhirnya ibu nya membiarkan saja.


Hima dan Diki khawatir mereka mencoba menelpon namun Starla bilang dia baik-baik saja, hanya butuh istirahat saja.


Di sore hari nya saat Hima belajar di depan rumah bersama Diki, sekalian membicarakan tentang Starla. ibu nya Starla datang.


"Loh itu kan ibu nya Starla." ucap Hima. Diki melihat bu Irma berjalan masuk dari gerbang.


"Kebetulan sekali kalian di sini. Ibu ke sini mau menanyakan sesuatu tentang Starla." ucap Bu Irma.


"Starla? ada apa buk?" tanya Hima.


"Akhir-akhir ini ibu merasa aneh dengan tingkah nya, dan tiga hari ini dia terlihat sangat sedih bahkan tidak mau keluar kamar, berbicara dan makan saja tidak mau." ucap Bu Irma.


"Apa kalian tau apa yang terjadi kepada Starla?" tanya Bu Irma.


Hima menoleh ke arah Diki.


"Bu Irma adalah ibu nya Starla, dia berhak tau." batin Hima.


"Sebenarnya Bu Starla ikut lomba olimpiade. Namun dia kalah." ucap Hima.


"Olimpiade? Olimpiade apa? Kenapa dia tidak bilang kepada ibu?" ucap bu Irma.


"Dia takut kalau ibu melarang nya. Karena pasti dia sangat lelah, dia belajar terus Tampa henti namun semua nya sia-sia karena dia tetap kalah." ucap Hima.


"Dia sangat berharap bisa menang karena Hadiah nya 50 juta, cukup banyak sehingga saat kalah dia mungkin sangat sedih." ucap Hima.


Bu Irma sangat kaget, dia diam tidak bisa berkata-kata lagi.


"Aku harap ibu jangan marah kepada Starla." ucap Hima.

__ADS_1


"Terimakasih yah nak informasi nya, ibu pamit pulang dulu."


"Saya antar yah Bu." ucap Diki. Bu Irma menolak namun Diki kekeh mau mengantar kan pulang.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka pulang ke rumah Starla.


"Pasti Starla melakukan ini hanya karena mau membantu bayar utang ke pak Faisal. Maafin ibu nak." Bu Irma jadi sangat sedih.


Sampai di rumah Bu Irma mengetuk pintu kamar Starla.


"Starla... Ayo makan dulu nak." ucap Bu Irma.


"Aku tidak lapar Bu." ucap Starla dari dalam.


"Kamu belum makan sama sekali, ibu khawatir."


"Enggak apa-apa Bu, nanti kalau aku Lapar aku akan makan." ucap Starla.


"Starla... Kasian ibu kamu sangat sedih melihat kamu mengurung diri di kamar, keluar dan makan." ucap Diki.


Starla kaget ada Diki di sana.


Dia membuka pintu. .


"Akhirnya kamu buka pintu juga." ucap ibu nya.


"Aku tidak apa-apa Bu, ibu istirahat saja." ucap Starla.


"Ibu mau bicara Sama kamu."


"Nanti saja yah Bu." ucap Starla. "Ya udah kalau begitu." ucap Ibu nya pergi keluar.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Starla kepada Diki.


"Aku mengantarkan ibu kamu pulang. Dia baru saja dari rumah Hima." ucap Diki.


"Jangan bilang kalian sudah menceritakan semua nya kepada Ibu?" ucap Starla. Diki mengangguk.


"Dia ibu Kamu, dia berhak tau." ucap Diki.


"Bisa gak sih kalian tidak perlu ikut campur dengan urusan pribadi ku? Aku sudah bilang jangan sampai ibu tau, namun kalian tidak bisa di percaya."


"Ibu kamu khawatir sama kamu, kamu yang membuat Ibu kamu sedih seperti ini." ucap Diki.


"Aku melakukan itu juga demi ibu ku, aku ingin membantu ibu." ucap Starla.


"Kamu tidak perlu melakukan hal yang tidak di setujui ibu kamu, ujung-ujungnya jadi seperti ini kan? Kamu sedih karena gagal." ucap Diki.


"Kamu tidak tau apa-apa. Sebaiknya kamu pergi." ucap Starla.

__ADS_1


__ADS_2