Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 44


__ADS_3

"Kamu satu tenda, jadi cadangan ku bisa kamu pakai.." ucap Starla.


Starla terdiam sejenak. "Aku tunggu nanti malam, karena besok kita sudah berangkat." ucap Diki.


Setelah itu dia pun pergi.


"Huff tidak salah lagi sih, dia pasti sudah pacaran dengan teman perempuan nya itu." ucap Starla.


"Nak Diki sudah pergi?" tanya Bu Irma yang datang membawa makanan untuk Diki.


"Udah buk."


"Yahh sudah lama Diki tidak mencicipi sup buatan Ibu. nih kamu habiskan saja." ucap ibu nya.


"Aku kenyang Bu, aku ke kamar dulu." ucap Starla meninggalkan ibunya. Bu Irma Heran melihat wajah anak nya yang sangat cemberut.


"Ada apa dengan anak itu? Tidak biasanya dia seperti ini." ucap Bu Irma.


Bu Irma kembali membawa sup itu ke belakang.


Keesokan harinya...


Mereka sudah berkumpul di salah satu tempat yang sudah di janjikan sebelum nya.


"Loh kok Diki lama banget sih?" ucap Hima dengan teman nya yang lain.


"Starla juga belum datang." ucap pacar Hima.


"Iyah, mereka kebiasaan deh lama-lama seperti ini."


"Aku sudah datang." Ucap Starla baru saja datang. Hima menghela nafas lega melihat Starla datang.


"Loh barang-barang kamu ini aja?" tanya Hima. Starla mengangguk.


"Ya ampun Starla, aku sudah bilang kalau kamu masih banyak kekurangan." ucap Hima.


"Sudah lah, aku bisa pinjam punya kamu." ucap Starla.


"Ayo kita berangkat saja." ajak Starla.


"Tunggu dulu, aku lagi menunggu Diki." ucap Hima.


"Huff palingan dia lagi jemput pacar baru nya." ucap Starla.


"Kenapa sangat lama yah?" ucap Hima. Starla diam saja. Dan tidak beberapa lama akhirnya Diki datang juga bersama perempuan yang di lihat oleh Starla dengan Hima di cafe waktu itu.


"Akhirnya kamu datang juga bro, kami sudah lama menunggu." ucap Teman satu kelas nya yang ikut gabung.


"Iyah bro, aku harus mengumpulkan barang-barang ini juga." ucap Diki menunjukkan barang-barang untuk Starla.


"Ini untuk Starla, aku sudah meminta nya untuk nya untuk datang menjemput namun tidak juga datang." ucap Diki.

__ADS_1


"Kalau kamu gak ikhlas gak usah." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang hanya bisa diam.


"Diki bantuin aku, ini berat banget." Cewek keluar dari mobil Diki.


Diki langsung membantu. Mereka Membantu membawa ke dalam bus yang sudah di sewa oleh mereka.


"Oh iya teman-teman kenalin teman aku nama nya Cici, dia kuliah sama seperti kita namun beda tempat saja." ucap Diki.


"Haii semua nya kenalin nama aku Cici. Aku boleh kan bergabung dengan kalian?" tanya Cici dengan sangat ramah.


"Boleh kok, kalau ramai pasti semakin seru." ucap Hima.


Starla tidak merespon dia hanya diam saja. Sesekali tersenyum tipis.


"Ya udah kalau begitu ayo kita berangkat."


Mereka masuk ke dalam mobil setelah barang-barang sudah di dalam mobil.


"Aku duduk di sini yah." ucap Diki kepada Cici yang tepat nya duduk di depan Starla.


Starla duduk bersama teman perempuan yang lain.


"Boleh kok, silahkan." ucap Cici.


"Huff aku sangat membenci itu, aku sangat muak melihat nya." ucap Starla dia berpindah tempat duduk ke depan agar dia tidak melihat Diki dengan Starla.


Setelah beberapa Jam di perjalanan akhirnya mereka sampai juga.


"Starla ayo berdiri di sana, aku akan mengambil foto untuk kamu, setelah itu gantian yah." ucap Hima. Starla menggeleng kan kepala nya karena dia malu.


"Kamu saja." Starla Mengambil foto Hima dengan pacarnya.


Sementara Diki dan Cici berdiri berdua menikmati sunset dari atas sana.


"Huff tidak sia-sia kita berdua memutuskan ke puncak Starla. Di sini benar-benar sangat bagus sekali." ucap Hima.


Starla tersenyum. "Semua nya.. Sebelum gelap kita harus mendirikan tenda kita masing-masing." ucap Diki.


Semua nya mulai memasang tenda masing-masing. Dan mereka semua memiliki pasangan masing-masing. Hanya Starla yang tidak memiliki teman untuk membantu nya.


Starla yang tidak tau apa-apa hanya bisa meniru orang di samping nya.


Sesekali dia melirik ke arah Diki yang bercanda gurau dengan Cici.


Cici hanya duduk saja, sesekali membantu.


Dan mereka kelihatan sangat dekat sekali.


Starla mengingat beberapa Minggu yang lalu.

__ADS_1


"Starla bagaimana kalau kita memasang tenda di puncak? Kita bisa menikmati suasana yang tenang, sunset di sore hari dan Matahari terbit di pagi hari. Suara burung-burung yang indah." ucap Diki.


"Aku tidak pernah berkemah, aku takut kalau aku tidak bisa." ucap Starla.


"Tenang saja kan ada aku."


"Aku juga tidak bisa pasang tenda, aku takut tidur sendirian dan aku takut tidur di tempat gelap."


"Kamu jangan khawatir, aku bantuin deh pokoknya." ucap Diki.


Tidak terasa tenda nya hampir jadi dia sangat senang. Namun ketika melihat milik teman nya sedikit berbeda.


Hima datang dia melihat tenda Starla. Dia tertawa.


"Ya ampun Starla tidak seperti ini cara pasang nya. } Kalau kamu tidak tau kamu tanya saja." ucap Hima.


Starla terdiam. Diki menoleh ke arah Starla. Dia ternyata tidak sadar kalau Starla butuh bantuan nya.


"Sini aku bantuin." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya. "Aku bisa memperbaiki nya kok, Lagian namanya juga belajar." ucap Starla.


Mereka semua heran karena Starla tiba-tiba lebih banyak diam.


Padahal sebelum nya Starla masih sangat bersemangat.


Tidak beberapa lama akhirnya tenda nya berdiri. Starla sangat senang sekali.


"Wahh ternyata dalam tenda seperti ini yah." ucap Starla. Dia mulai menata tempat tidur dan juga barang-barang nya.


Hari sudah malam yang laki-laki membuat Unggun agar tidak terlalu dingin, sementara yang perempuan masak sama-sama.


Cici dengan Starla masak nasi bersama.


"Humm kalau boleh tau kamu ambil jurusan apa?" tanya Cici kepada Starla.


"Hukum!" jawab Starla seadanya.


"Oohh hukum." ucap Cici.


"Kalau aku ambil jurusan tehnik." ucap Cici. Starla tidak menjawab.


"Kamu sangat pendiam yah." ucap Cici. Starla diam.


"


Tidak beberapa lama akhirnya selesai masak. Mereka makan bersama-sama.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan mereka berkumpul di api unggun sambil bermain gitar dan bernyanyi.


Starla baru tau kalau Diki ternyata pintar main gitar. Suasana semakin menyenangkan. Bernyanyi bersama sampai tengah malam.


Starla melihat Cici mengantuk dan Diki meminta nya bersandar di pundak nya.

__ADS_1


"Huff kenapa aku merasa cemburu sih? Aku tidak harus seperti ini. Aku tidak memiliki perasaan kepada Diki." ucap Starla mencoba menepis pikiran nya.


"Starla.. Kalau kamu sudah mengantuk pergi lah tidur." ucap Hima kepada Starla yang sudah layu.


__ADS_2