Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 88


__ADS_3

"Seperti nya aku harus membawa semua ini untuk di jual sarapan pagi di kampus. Semoga saja banyak yang mau." Starla baru selesai masak, dia mencicipi nya.


"Humm rasanya pas, sudah lebih baik dari sebelumnya karena buatan ibu tidak ada rasa sama sekali." batin Starla.


Dia merapikan semua nya setelah itu dia ke kamar. Dia menyempatkan diri membuka handphone nya.


Dia menelpon Diki.


"Jam segini Diki Kemana sih? Kok dia gak jawab telpon ku?" ucap Starla.


Karena menunggu Diki dia jadi ketiduran. Ibu nya masuk ke kamar dia melihat Starla tidur sambil duduk.


"Ya ampun nak, kok kamu malah tidur seperti ini?" tanya Ibu nya.


Bu Irma membangun kan Starla. "Nak.. Ayo pindah ke tempat tidur? Kalau tidur di sini badan kamu akan sakit-sakit." ucap Ibu nya.


Starla bangun dia melihat ibu nya. "Eh ibu aku ketiduran di sini, aku akan pindah." ucap Starla sambil berjalan ke tempat tidur.


"Ya ampun nak, kamu seharusnya jangan belajar seperti ini. Ini terlalu berlebihan." ucap Bu Irma. Tidak lupa menyelimuti anak nya dan mematikan lampu setelah itu keluar dari sana.


Di tempat lain Diki pulang lebih lambat. Karena kalau di Apartemen dia bingung harus ngapain. Biasanya menelpon Starla atau Starla yang datang ke sana.


"Kali ini Starla tidak bisa datang. sebaiknya aku menghabiskan waktu ku di sini." ucap Diki.


"Kak Diki belum pulang?" tanya Jihan. Diki menoleh ke arah Jihan sambil menggelengkan kepalanya.


"Kakak besok gak kuliah?" tanya Jihan lagi.


"Besok kuliah tapi jam sembilan." ucap Diki.


"Oohh gitu yah kak." ucap Jihan.


Diki tersenyum.


"Humm kakak mau teh hangat? di luar hujan jadi cukup dingin." ucap Jihan. "Boleh." ucap Diki. Jihan tersenyum.


"sebentar yah kak, aku buatin dulu." ucap Diki.


Diki tersenyum.


"Kamu seperti nya kesenangan banget kak Diki lebih lama di sini." ucap teman nya. Jihan diam.


"Kamu mengambil kesempatan banyak untuk dekat-dekat dengan kak Diki."


Jihan menoleh ke teman nya. "Aku akan berusaha membuat kak Diki suka sama aku. Aku tidak akan menyerah." ucap Jihan.


Teman nya tertawa. "Kamu jangan mimpi deh, kak Diki sudah punya pacar, mana mungkin dia mau sama kamu. Kelihatan nya kak Diki sangat sayang sama Perempuan yang bernama Starla itu."

__ADS_1


"Kak Diki mungkin hanya kasihan kepada perempuan itu, palingan kalau sudah bosan dia langsung meninggalkan perempuan itu." ucap Jihan.


"Ya udah deh terserah kamu aja." ucap teman nya.


"Oh iya nanti kalau kak Diki berhasil menjadi pacar ku, kamu tidak akan bisa menyepelekan aku." ucap Jihan.


"Iyah-iyah, terserah kamu saja."


Jihan keluar dari dapur dia melihat Diki masih duduk di meja kasir.


"Ini kak, silahkan di minum." ucap Jihan menyodorkan Teh khusus buatan nya untuk Diki.


"Terimakasih yah." ucap Diki. Jihan mengangguk.


"Humm kalau begitu aku membersihkan meja dulu yah kak." Diki mengangguk.


Diki membuka handphone nya.


"Apa Starla sudah tidur?" sambil membuka handphone nya dan ternyata ada panggilan tak terjawab dari Starla.


Dia tidak sadar karena sangat sibuk dari tadi.


"Ya ampun kenapa aku pakai tunggal kan handphone ku sih tadi?" Dia membaca pesan dari Starla.


"Huff seperti nya dia sudah tidur, dia pasti sangat kelelahan. Ya udah deh biar kan saja." ucap Diki.


Dia lanjut bekerja sampai larut malam tepat nya jam sepuluh. Cafe di malam hari semakin ramai karena banyak anak-anak muda yang nongkrong di sana.


"Saya tidak ngantuk, hanya sedikit pegal-pegal saja." ucap Diki.


Dan Jihan mengambil kesempatan untuk menyentuh leher Diki. Dia memijatnya perlahan.


"Wahh parah tuh si Jihan, dia benar-benar tidak mau menyerah demi mendapatkan Diki." batin teman Diki.


Setelah beberapa lama akhirnya cafe tutup. Diki pulang.


Sampai jumpa besok yah, pulang dan istirahat lah, kalian semua pasti sudah sangat lelah." ucap Diki.


Karyawan nya mengangguk. Mereka berpamitan untuk pulang.


Diki juga pulang menggunakan mobilnya. Namun dia heran melihat ternyata Jihan baru saja keluar dari Cafe.


"Loh Jihan kamu belum pulang?" tanya Diki.


"Belum kak, aku baru saja selesai membuat catatan untuk besok." ucap Jihan.


"Ya udah tutup pintu nya, aku akan mengantar kamu pulang." ucap Diki.

__ADS_1


"Kakak yakin? aku tidak mau merepotkan kakak."


"Tidak apa-apa, lagian sudah tidak ada bus dan Juga sudah tidak ada taksi." ucap Diki.


Jihan dengan senang hati langsung masuk ke dalam mobil Diki.


"Ya ampun mobil kakak mewah sekali." ucap Jihan. Diki tersenyum. "Kapan lagi aku bisa naik mobil mewah seperti ini?" ucap Jihan dalam hati.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. "Kakak tidak mau mampir dulu?" tanya Jihan.


"Tidak perlu. Saya harus pulang sekarang." ucap Diki. "Kalau begitu terimakasih banyak yah kak. Sampai jumpa besok dan hati-hati di jalan." ucap Jihan sambil melambaikan tangan nya.


Diki tersenyum. "Ya ampun mimpi apa aku di antar sama kak Diki pulang ke rumah." ucap Jihan kesenangan.


Diki baru saja sampai di apartemen nya. Langsung mandi dan tidur.


Keesokan harinya tiba-tiba dia bangun mendengar suara bel di depan.


"Itu pasti Starla." ucap Diki dengan sangat bersemangat dia membuka pintu depan dan ternyata bukan Starla melainkan Hima.


"Hima! Kamu ke sini sendirian?" tanya Diki sambil memastikan di luar siapa.


"Iyah aku sendiri ke sini, aku mau pinjam buku kamu boleh gak?" tanya Hima.


"Kalau begitu masuk lah dulu..Kamu Ke sini tidak dengan Starla?" tanya Diki. Hima menggeleng kan kepala nya.


"Starla sudah di kampus duluan. Kamu tau kalau dia sekarang sudah lebih sering bertemu dengan Dosen." ucap Hima.


"Iyah aku tau." Ucap Diki. "Nih bukunya. Kamu tunggu aku siap-siap dulu."


"Emang aku Starla yang harus nungguin kamu!" ucap Hima.


"Tungguin saja." ucap Diki. "Ya udah deh." Hima duduk di sofa ruang tamu.


"Jangan lama-lama!"


"Iyah.."


"Seperti nya Diki kesepian semenjak Starla sibuk dengan pelajaran nya." batin Hima.


"Tapi tidak apa-apa lah, anggap saja itu penguji cinta mereka berdua, kalau mereka berdua bertahan itu artinya mereka sama-sama saling mencintai." ucap Hima.


Dia lanjut membaca buku dari Diki.


"Sudah selesai! ayo berangkat." ucap Diki. Hima melihat penampilan Diki.


"Kamu yakin berangkat ke kampus seperti ini?" tanya Hima. Karena tidak rapi sama sekali.

__ADS_1


Diki melihat pantulan nya di cermin.


Dia langsung merapikan nya. "Seperti nya kamu terlihat sangat kacau setelah Starla sibuk dengan urusan nya." ucap Hima


__ADS_2