Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 119


__ADS_3

Tifani memukul Martin. Walaupun tidak terasa namun Martin menahan nya karena Tifani yang akan kesakitan.


"Tifani aku masih sangat mencintai kamu, aku minta maaf, aku minta maaf." ucap Martin sambil mencium tangan Tifani.


"Hanya karena rasa bosan, kesal dan kesenangan semata aku meninggal cinta sejati ku.. Perempuan yang sudah sangat tulus mencintai aku." ucap Martin.


Tifani tidak tau harus mengatakan apa dia hanya bisa menangis.


"Kamu mau kan memaafkan aku? Kamu mau kan balikan sama aku? Aku janji akan meninggalkan semua sifat buruk ku." ucap Martin.


Tifani tidak menjawab sehingga membuat Martin takut.


"Aku tau kesalahan ku tidak mudah untuk di maafkan, tapi aku akan berjuang untuk mendapatkan kamu." ucap Martin..


Tifani menoleh ke arah Martin. Martin mendekati Tifani menghapus air mata nya. Perlahan dia mendekati wajah Tifani.


"Aku tidak bisa memaafkan diri ku sendiri setelah apa yang aku perbuat sama kamu. Aku mohon jangan benci aku." ucap Martin.


Tifani menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak pernah marah sama kamu." ucap Tifani.


"Tapi aku sudah banyak melakukan kesalahan." ucap Martin. Tifani menggeleng kan kepala nya.


"Tidak. Aku sudah melupakan semua nya. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan." ucap Tifani.


"Jadi kamu mau memaafkan aku?" tanya Martin.. Tifani mengangguk.


Martin langsung memeluk Tifani.


Mereka berdua berbicara dengan kedua orang tua Tifani.


"Saya minta maaf Tante , Om, saya benar-benar minta maaf."


"Kalau kamu benar-benar serius dan mencintai Tifani nikahi dia secepat nya." ucap orang tua nya.


"Papah.." ucap Tifani.


"Baik om, saya akan menikahi Tifani..Saya akan meminta Keluarga saya datang."


"Baiklah."


"Martin.." ucap Tifani jadi bingung.


"Kamu tidak perlu khawatir Tifani, aku tidak akan membuang kesempatan lagi." ucap Martin.


Melihat keseriusan Martin membuat dia Percaya.


Martin tidak balik ke rumah nya dia menghubungi keluarga nya melalui handphone agar semua nya sampai di kota itu.


"Bentar yah." ucap Diki kepada Starla karena mereka sedang di Cafe berdua.


"Siapa?" tanya Starla.


"Kak Martin, kamu jangan berfikir perempuan lain." ucap Diki.

__ADS_1


"Halo kak Martin, bagaimana kak? Apa acara nya bisa kakak Batal kan?" tanya Diki.


"sialan kamu Diki! Kamu membohongi kakak kan?" ucap Martin kesal.


Diki tersenyum.


"Maksud nya?" tanya Starla.


"Eh Ada Starla, maafin kakak berbicara kasar itu semua karena Diki, dia membuat Surat undangan palsu dan bilang kalau Tifani di jodohkan, namun ternyata itu semua bohong." ucap Martin.


Starla Menatap Diki.


"Kamu!!!!" Ucap Starla mencubit pinggang Diki. Diki menahan sakit sambil tertawa.


Sementara karyawan Diki hanya bisa senyum-senyum melihat mereka berdua dari tadi sangat romantis.


"Jihan kamu pasti cemburu kan?" Jihan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Enggak kok, aku justru sangat senang melihat kak Diki bahagia dengan perempuan yang dia cintai, Starla juga mencintai Diki."


"Jadi kenapa kakak menelpon ku? Apa Hanya mau memarahi aku? abis nya aku tau kalau sebenernya kakak masih mencintai Tifani dan beberapa hari galau sehingga tidak datang ke kantor." ucap Diki.


"Kakak sebenarnya mau berterimakasih sama kamu, kalau bukan karena surat itu mungkin kakak tidak akan ke sini." ucap Martin.


"Jadi bagaimana kak? Apa mbak Tifani mau memaafkan kakak?" tanya Starla.


"Iyah Starla. Kakak menelpon sekalian mau mengundang kepernikahan Kakak yang akan di langsung kan esok Jangan lupa ajak Ibu juga." ucap Martin.


"Apa? Ini tidak mungkin." ucap Diki.


"Ini seriusan kok, Kalian jangan lupa datang yah." ucap Martin.


"Iyah kak kami pasti datang kok, kami sangat senang mendengar nya." ucap Starla.


Telpon pun mati setelah selesai berbicara.


"Wahh kak Martin sangat beruntung sekali menikah mendadak. Kira-kira aku Kapan menikah yah?" ucap Diki.


"Selesai kan saja dulu kuliah mu dengan benar, kamu berpura-pura keluar dari universitas ternyata malah kuliah online." ucap Starla.


Diki tersenyum. "Aku melakukan nya untuk kamu." ucap Diki.


Keesokan harinya pagi-pagi Starla, Diki dan Bu Irma serta keluarga yang lain nya sudah sampai di rumah Tiffani.


Tidak lupa dengan membawa seserahan.


"Wahh kak Martin sangat tampan sekali dengan pakaian pengantin seperti itu." ucap Starla yang duduk di samping Diki.


Diki langsung menatap tajam ke arah Starla.


"Aku hanya memuji saja, lagian benar-benar tampan kan?" ucap Starla.


Diki semakin kesal. "Kalau begitu aku akan membeli baju pengantin agar kamu puji juga." ucap Diki.

__ADS_1


"Kamu tidak cocok memakai baju pengantin, masih sangat muda dan juga memiliki badan yang kecil." ucap Starla.


Diki semakin bete. Pengantin perempuan nya keluar.


"Wahhh..."


"Plak!!" Tamparan di paha Diki karena terlalu berlebihan melihat Tifani.


"Tifani sangat cantik sekali, aku yakin kak Martin pasti semakin jatuh cinta." ucap Diki.


Starla mengiringi pengantin.. Martin Melihat Tifani. Dia sangat pangling dengan wajah Tifani.


Acara yang sederhana tidak megah namun sangat ramai sekali.


Tidak beberapa lama Akhirnya mereka sudah sah menjadi suami istri.


"Kak Martin, mbak Tifani selamat yah, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah." ucap Starla sambil memberikan kado nya dengan Diki yang mereka sempat beli.


"Wah Starla kamu tidak perlu repot-repot membeli Hadiah, kamu datang saja sudah membuat kami senang."


"Selamat yah kak, semoga kakak bisa berubah menjadi lebih baik."


"Oh iya Mbak Tifani kalau kak Martin nakal hukum saja dia." ucap Diki.


Tifani tersenyum dia memeluk Diki.


"Terima kasih yah Diki." ucap Tifani. Diki tersenyum dia mengelus pipi Tifani.


"Aku sangat senang memiliki kakak ipar seperti mbak, selamat datang dan selamat sudah menjadi Anggota baru keluarga kami." ucap Diki.


"Sudah-sudah jangan lama pelukan nya, saya suami nya kamu tidak baik seperti itu." ucap Martin.


Starla dan Tifani tertawa, Diki langsung memasang wajah judes.


"Oh iya kamu dengan Starla kapan? Jangan lama-lama loh." ucap Tifani. Diki tersenyum sambil mengangguk.


Setelah itu mereka berbincang-bincang dengan keluarga.. Namun Diki sadar kalau Starla tidak ada di sana. Dia mencari keluar.


"Starla.." ucap Diki melihat Starla duduk di depan.


Starla menoleh ke arah Diki.


"Kenapa kamu di luar ibu mana?"


"Ibu lagi sama kak Martin dan Mbak Tifani." ucap Starla.


"Kesempatan bagus nih, untuk berduaan sama Kamu." ucap Diki.


Tifani tersenyum.


Diki memegang tangan Starla. Namun tiba-tiba ada anak kecil.


"Om.. Tante.. balon ku lepas, bantu ambil kan." ucap anak perempuan itu. Diki menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Ada saja yang menggangu." ucap Diki.


__ADS_2