Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 11


__ADS_3

"Huff aku yakin dia pasti demam sekarang." ucap Diki dalam hati.


"Martin Kenapa kamu sangat buru-buru?" tanya teman nya.


"Aku mau ke rumah Starla." ucap Martin.


"Huff kamu terlalu mengkhawatirkan Starla yah?" ucap teman nya.


"Aku pergi dulu." Martin langsung pergi.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di depan rumah Starla. Yang membuat Martin heran adalah warung Bu Irma tutup, rumah nya tutup.


Banyak orang yang kecewa karena tutup.


"Kenapa tutup? Ada apa?" ucap Martin.


"Pak Martin yah?" tanya salah satu tetangga Bu Irma.


Martin mengangguk.


"Bu Irma sedang mengantar kan Starla ke rumah sakit." ucap Ibu itu.


"Emang nya Starla kenapa Bu?" tanya Martin.


"Saya juga tidak tau kenapa." ucap Ibu itu.


"Kalau boleh tau rumah sakit mana yah!" tanya Martin.


"Kalau itu saya kurang tau pak." ucap ibu itu dan pergi.


"Ini semua pasti karena ulah Diki." ucap Martin dia menelpon adik nya.


"Loh kak Martin kok menelpon ku?" ucap Diki.


"Angkat saja, nanti kalau gak di angkat kak Diki marah." ucap kekasih nya.


"Humm baiklah." ucap Diki.


"Halo kak." ucap Diki.


"Kamu lagi di mana?" tanya Martin.


"Lagi di luar kak. Ada apa?" tanya Diki.


"Sekarang kamu pulang ke rumah. Kakak tunggu." panggilan telepon langsung mati.


"Ada apa?" batin Diki heran.


"Ada apa sayang?" tanya Laura pacar nya.


"Kak Martin tiba-tiba meminta ku pulang." ucap Diki.

__ADS_1


"Ya udah deh kamu langsung pulang sana." ucap Laura.


"Kamu yakin gak apa-apa aku tinggal?" tanya Diki.


"Dari pada kamu di marahin sama kak Diki!" ucap Laura.


Diki langsung pulang, sebenarnya dia sudah tau kalau dia pasti akan kena marah, tapi dia penasaran kesalahan apa yang membuat nya sampai Martin meminta nya pulang.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah dia melihat kakak nya menunggu di ruang tamu.


"Ada apa kak?" tanya Diki.


"Kamu harus tau karena kamu mengurung Starla di kamar mandi dia jadi masuk rumah sakit sekarang!" ucap kakak nya.


Diki terdiam.


"Kakak benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang kamu lakukan, salah Starla kepada kamu apa?" ucap Martin.


"Aku tidak bermaksud membuat dia seperti itu kak, aku hanya ingin memberikan dia Pelajaran." ucap Diki.


"Starla sangat baik, dia tidak pernah jahat kepada siapapun, pelajaran apa yang mau kamu buat kepada dia?" tanya Martin dengan nada yang sangat marah.


"Aku tidak suka dia dekat-dekat kepada kakak, aku juga tidak suka melihat kakak perduli kepada dia." ucap Diki.


"Kenapa?" tanya Martin. Diki tidak menjawab.


"Kamu laki-laki bukan sih Diki? Sebagai ke laki-laki kamu harus bersikap dewasa, hanya orang bodoh yang membully sesama teman nya!" ucap Martin.


"Kamu benar, Starla adalah anak yang baik, dia pintar, rajin dan juga cantik. Selain itu dia sangat senang membantu orang tua nya, jujur dan selalu bersifat lembut." ucap Martin.


Diki langsung terdiam.


"Kalau bisa memilih kakak lebih senang memiliki adik seperti Starla dari pada memiliki adik seperti kamu!" ucap Martin dan pergi.


Diki duduk di sofa.


"Ternyata selama ini yang aku pandang rendah dan selalu aku hina lebih baik dari pada diri ku." ucap Diki.


Martin di dalam nya sangat khawatir dengan Starla di bingung harus mencari informasi di mana Starla karena dia tidak memiliki nomor Starla.


Dia meminta kepada teman Starla namun tidak ada Juga.


Diki keluar dari rumah dia langsung ke rumah Starla dan benar saja warung itu tutup.


"Di sini hanya satu rumah sakit terdekat. Sebaiknya aku mencari ke sana." ucap Diki.


Sesampainya di rumah sakit ternyata benar kalau Starla di rawat di sana.


"Nak Diki di sini juga." ucap Bu Irma Yang baru saja kembali membeli sesuatu.


"Iyah Bu, saya mendengar kalau Starla sakit, bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Diki.

__ADS_1


"Ayo langsung masuk saja ke ruangan Starla." ucap Ibu Irma.


"Loh Diki, kenapa kamu bisa di sini?" Tanya Starla.


"Humm mumpung Diki di sini, ibu keluar sebentar yah." ucap Bu Irma.


"Ibu mau kemana?" tanya Starla.


"Ibu pulang ke rumah sebentar. Nanti ibu segera pulang." ucap Bu Irma.


"Ibu tidak perlu khawatir, saya akan menunggu Starla." ucap Diki.


"Terimakasih yah nak. Starla sangat takut sendirian." ucap Bu Irma.


Setelah ibu nya pergi Starla bertanya kepada Diki.


"Kenapa kamu di sini? Kak Martin mana?" tanya Starla.


"Kak Martin di rumah, aku tau kamu sakit dari kak Martin." ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang. "Aku tidak suka kamu di sini, sebaiknya kamu pergi saja. Kamu datang ke sini pasti hanya mau melihat keadaan ku setelah itu meledek ku dan menyebarkan di satu sekolah aku gadis pemalu dan culun penyakitan." ucap Starla.


"Saya datang ke sini mau melihat keadaan kamu saja." ucap Diki.


"Tidak perlu! Kamu senang kan aku seperti ini, kamu yang membuat aku seperti ini." ucap Starla.


Diki diam. "Aku tidak tau salah ku apa sama kamu sehingga kamu sangat tega seperti ini." ucap Starla.


"Aku tidak ingin melihat kamu, pergi lah dari sini." ucap Starla.


"aku si sini di suruh nemenin kamu menunggu ibu kamu datang. Aku tidak akan pergi walaupun kamu tidak ingin melihat ku " ucap Diki.


"Pergi! Aku benci sama kamu." ucap Starla.


Diki merasa dirinya begitu buruk hari ini.


"Aku tidak pernah mencari masalah kepada kamu, aku tidak pernah membuat kesalahan sama kamu, namun karena kamu semua orang membuly dan tidak menyukai ku." ucap Diki.


"Selama tiga tahun di SMA aku menahan semua nya, aku berusaha untuk diam namun ternyata setelah lulus aku kuliah dan bertemu kamu lagi, kalau bisa memilih aku tidak ingin kuliah." ucap Starla.


"Kenapa kamu diam saja? Kemana semua ejekan, kekasaran yang kamu lakukan kepada ku? Kamu memimpin semua orang menindas ku sampai aku sakit berhari-hari." ucap Starla.


"Aku melakukan itu karena kamu mencuri perhatian guru, kamu mengalah kan nilai ku di kelas satu SMA." ucap Diki.


"Hanya karena itu kamu membenci ku bertahun-tahun. Kamu sangat tidak memiliki hati." ucap Starla.


Diki diam, dia melihat ke arah Starla yang menangis. Untuk pertama kalinya dia melihat Starla menangis. Sudah sangat kejam yang dia lakukan namun tidak pernah melihat Starla menangis.


"Maaf kan aku." ucap Diki sambil menunduk kan kepala nya.


"Aku tidak butuh maaf kamu, aku tau itu tidak tulus. Kamu sering mengatakan itu dan setelah itu kamu tertawa dan mengeluarkan kata-kata yang membuat ku sakit." ucap Starla.

__ADS_1


__ADS_2