Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 105


__ADS_3

Diki menggeleng kan kepala nya.


"Semakin buruk kak, aku juga sudah tidak bisa mengharap kan Starla karena kami sudah putus dan Starla tidak mau bertemu dengan aku lagi." ucap Diki.


"Kakak minta maaf, kakak minta maaf karena semua ini karena kakak." ucap Martin.


Diki menggeleng kan kepala nya. "Sudah kak tidak perlu membahas itu lagi." ucap Diki.


"Baiklah kakak tidak akan membahas nya."


Diki diam menunduk. Martin melihat nya sangat iba.


Martin juga diam merenung dengan kehidupan nya.


Kedua nya sama-sama diam memikirkan masalah nya masing-masing.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka tertidur di tempat duduk masing-masing. Ruangan sangat senyap jadi mendukung untuk tidur bagi mereka yang kurang tidur.


Sementara di kampus Starla duduk bersama Hima di kantin.


"Jadi sangat sepi yah rasanya kalau Diki tidak ikut bergabung." Batin Hima.


Starla meletakkan minuman nya cukup kasar ke atas meja sampai Hima langsung terdiam.


"A-aku minta maaf, aku tidak sengaja mengatakan itu." ucap Hima.


"Aku mohon jangan membahas mereka lagi di depan ku kalau kamu masih mau berteman dengan ku." ucap Starla.


"Maafin aku yah Starla, aku tidak sengaja aku jadi tidak enak." ucap Hima.


"Tidak apa-apa, jangan merasa bersalah seperti itu.. Kalau begitu sebaiknya kita kembali ke kelas." ucap Starla.


Mereka kembali ke kelas lagi. Namun saat berjalan ke kelas mereka tidak sengaja bertemu dengan teman-teman Diki.


"Humm dengar-dengar kamu sudah putus dengan Diki. Apa karena kamu Diki tidak datang ke kampus lagi." ucap teman-teman nya.


"Tidak ada hubungan nya dengan Starla. jangan pernah melibatkan Starla karena Diki tidak datang ke kampus." ucap Hima.


Semua teman-teman nya langsung diam. "Ayo Starla kita pergi." ucap Hima mengajak Starla.


Starla mengikuti Hima masuk ke dalam kelas.


"Sudah kamu tidak perlu memikirkan perkataan mereka." ucap Hima.. Starla mengangguk.


Starla baru saja selesai kuliah, namun ada surat.


Starla duduk di kursi yang di depan kelas nya.


"Huff aku sudah tidak memiliki uang untuk membayar SPP. Semua nya sudah habis untuk pengobatan Ibu." batin Starla.


"Surat apa itu?" tanya Hima yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Starla.

__ADS_1


Namun Starla langsung menyembunyikan nya.


"Enggak, enggak ada kok. Kamu sudah selesai?" tanya Starla.


Hima mengangguk.


"Jawab saja itu surat apa? Dari siapa?" tanya Hima lagi.


"Enggak kok, ini hanya surat yang aku dapat dari dekat tempat sampah." ucap Starla.


"Oohh ya udah deh kalau begitu.. Kita jadi kan makan siang bersama Rendi?" tanya Hima.


"Humm bagaimana kalau kamu saja yang pergi Hima, aku lupa kalau ibu ku hari ini harus terapi." ucap Starla.


"Yahh kok gitu sih? Padahal aku sudah memesan kursi tiga." ucap Hima.


"Maafin aku yah." ucap Starla.


"Ya udah deh kalau begitu gak apa-apa. Kasian juga ibu kamu kalau tidak segera di antar. Ya udah aku nganterin kamu yah." ucap Hima.


Starla menggeleng kan kepala nya.


"Aku bisa pulang sendiri, kasihan Rendi kalau harus menunggu lama karena aku." ucap Starla.


Hima menghela nafas panjang. "Semua nya kamu tolak, aku bingung dengan kamu deh " ucap Hima.


"Tapi aku benar-benar tidak apa-apa Hima, justru aku akan merasakan bersalah kalau merepotkan orang lain." ucap Starla.


"Kamu sungguh sahabat ku yang terbaik, kamu sudah seperti saudara bagi ku." ucap Starla.


"Lalu kenapa kamu menolak semua ajakan ku? Kamu memiliki masalah cerita sama aku." ucap Hima.


Starla tersenyum.


"Sebaiknya kamu pergi jangan membuat Rendi lama menunggu." ucap Starla. Hima menghela nafas panjang.


"Kamu yakin gak apa-apa kalau aku pergi?" tanya Hima. Starla mengangguk sambil tersenyum.


"Ya udah kalau aku pergi dulu yah." ucap Hima ijin.


Starla tersenyum.


Setelah Hima pergi Starla juga beranjak untuk pulang ke rumah.


Namun saat keluar dari universitas di tidak sengaja melihat Martin di gedung sebelah. Martin juga sadar kalau Starla tidak jauh dari nya.


Namun Starla langsung berjalan lebih cepat agar tidak bertemu.


Martin mau mengejar nya namun tiba-tiba berhenti.


"Sebaiknya aku jangan mengejar nya." batin Martin.

__ADS_1


Dia membiarkan Starla pergi.


Starla mendapatkan bus akhirnya dia langsung pulang ke rumah nya.


Di dalam bus dia melihat Surat itu. SPP yang sudah dua bulan tidak di bayar.


"Bagaimana aku harus membayar nya?" ucap Starla. Dia bingung harus bagaimana lagi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


Dia melihat ibu nya duduk di depan rumah sendirian sambil melamun.. Melihat dia datang ibu nya tersenyum.


"Ibu kenapa duduk di luar? Kenapa tidak istirahat di dalam.


"Ibu menunggu kamu, ibu takut kamu tidak pulang nak." ucap ibu nya. Starla menghela nafas panjang.


"Ayo masuk Bu." ucap Starla. Ibu nya mengangguk.


Starla tersenyum sambil membantu berjalan.


"Ibu siap-siap yah, aku akan mengantar kan ibu terapi." ucap Starla.


"Baiklah nak, tapi apa kamu memiliki uang?" tanya Ibu nya.


"Ibu tidak perlu memikirkan masalah biaya, aku akan mengusahakan nya." ucap Starla.


Ibunya tersenyum.


Mereka berangkat menggunakan Taksi ke rumah sakit terdekat.


Setelah selesai Starla membayar nya.


"Untung saja ini terapi yang terakhir, semoga saja ibu langsung sembuh dan tidak memakan banyak biaya, sekarang aku harus memikirkan bagaimana untuk membayar SPP karena semua uang sudah habis." batin Starla.


Sepulang dari sana Starla langsung masak untuk ibu nya. Tiba-tiba dia kefikiran untuk berjualan lagi namun tidak di warung ibu nya Melainkan mencari tempat di pasar malam yang sedang ada di dekat rumah nya.


"Ide yang sangat bagus, aku harus segera mencari tempat nya." ucap Starla.


"Kamu mau kemana nak? Apa kamu tidak makan dengan ibu?"


"Aku ada urusan mendadak Bu, ibu makan saja." ucap Starla.


"Jangan terlalu lama Pulang nak." ucap ibu nya. Starla terdiam sejenak.


"Dulu ibu nya sering meminta nya untuk sering-sering keluar, namun sekarang ibu nya sangat takut ketika Starla keluar.


Starla sudah mendapatkan tempat, namun dia harus membayar sewa tempat dulu.. Karena tidak memiliki uang terpaksa di menggadaikan handphone nya untuk sementara waktu. Dan sisa nya di pakai untuk modal jualan di malam hari.


Setelah semua nya sudah lengkap dia mulai Memasak dan mulai berjualan malam itu.


Starla sudah menyajikan makanan yang dia masak di sana, seperti gorengan, jajanan anak-anak dan banyak yang lain.

__ADS_1


Diki kebetulan lewat pasar malam mau ke rumah Starla. Karena melihat banyak Gulali dia teringat Starla akhirnya dia memilih untuk berhenti.


__ADS_2