Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 46


__ADS_3

"Dasar perempuan keras kepala." batin Diki.


Diki mengambil jaket tebal dari Tas nya dan membuat ke badan Starla.


Di pagi hari yang cerah Starla bangun lebih awal. Dia merabah ke samping nya ternyata Diki masih memeluk nya.


Perlahan dia mulai melepaskan nya dan keluar dari Tenda.


Dia tersenyum melihat matahari yang hampir terbit.


Diki bangun. "Masih sangat pagi kamu terlalu cepat bangun nya." ucap Diki berdiri di belakang Starla.


"Tidak apa-apa." ucap Starla.


"Dari pada kamu bengong di sana, sebaiknya kamu ambil kayu untuk masak air hangat." ucap Diki.


"Tega banget sih kamu minta aku ambil kayu! Sedang kan Cici saja kamu suruh duduk santai saja kemarin." ucap Starla.


Starla tetap saja pergi mengambil kayu bakar walaupun dia marah.


Diki hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Starla yang berubah drastis.


Yang biasa nya selalu ramah berbicara kepada dia, namun tiba-tiba saja judes dan sangat kesal berbicara kepada nya.


Air sudah masak. Diki membawa kan kopi hangat kepada Starla.


"Minum lah biar badan kamu hangat." ucap Diki. Starla Mengambil nya.


"Kenapa mereka belum bangun?" ucap Starla. Diki melihat ke arah tenda yang masih tertutup.


"Mungkin mereka masih sangat lelah itu sebabnya mereka tidur lebih lama." ucap Diki.


Diki dan Starla duduk berdua di sana. Tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka berdua, Starla sibuk dengan diri nya sendiri yang selalu saja kedinginan.


"Apa kamu masih kedinginan?" tanya Diki. Starla mengangguk.


"Kalau begitu pakai lah ini." ucap Diki memberikan jaket nya.


"Lalu kamu?" tanya Starla.


"Sini jaket kamu." Diki memakai jaket Starla yang tipis.


Starla memberikan jaket nya.


"Huff pantesan saja kamu nyaman pakai ini, ternyata sangat hangat dan nyaman sekali." ucap Starla.


"Jaket itu khusus untuk di area dingin, asal kamu tau harganya itu benar-benar sangat mahal sekali." ucap Diki.


"Aku tidak bertanya tentang harga nya." ucap Starla.


"Humm oke."


Tidak beberapa lama Cici bangun.

__ADS_1


"Diki.. kamu sudah bangun dari tadi?" tanya Cici langsung duduk di samping Diki.


"Humm, kamu seperti nya sangat nyenyak tidur nya." ucap Diki.


"Sangat nyaman sekali. Aku sangat berterimakasih karena kamu membawa kan tempat tidur yang nyaman." ucap Cici.


Diki tersenyum. Starla berdiri.


"Kamu mau kemana?" tanya Cici.


"Gak kemana-mana kok, aku hanya mau berjalan-jalan ke depan." ucap Starla.


"Aku ikut yah." ucap Cici. "Aku juga ikut yah." ucap Diki. Starla tidak mengatakan apapun dia mengangguk saja.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka semua sudah bingung.


Seperti rencana mereka dari awal mereka akan berjalan-jalan di sana. Sebelum pergi jalan-jalan mereka sarapan dulu, minum kopi dan berangkat bersama jalan kaki.


"Sini aku bantuin." ucap teman laki-laki Starla ketika menyebrangi jembatan.


Starla menoleh ke arah Diki. Dia yang di depan Starla namun yang membantu nya orang lain.


Starla tersenyum dia meraih tangan teman nya dan berjalan bersama. Diki hanya bisa melihat nya walaupun wajah nya menjadi sedikit kesal.


"Sialan nih si Romi. Sudah jelas dia tau aku suka sama Starla namun dia berusaha mendekati Starla." batin Diki.


Mereka sampai di tujuan. Sungai tiga rasa dan yang sangat indah di pandang di mata.


"Wahh di sini semakin dingin yah." ucap Hima berdiri di samping Starla.


"Humm kamu tidak akan kedinginan karena memakai jaket dari Diki." ucap Hima.


Starla menghela nafas panjang. "Kamu bisa gak sih gak usah membuat aku kesal!" ucap Starla.


"Iyah deh Iyah." ucap Hima.


Hima menyusul Pacar nya.


"Sayang di bawah kelihatan nya lebih cantik deh, ayo ke bawah." ajak Hima.


Mereka semua turun ke bawah, tinggal hanya Starla dan juga Diki.


"Kamu juga tidak mau turun?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Kamu saja, aku masih mau di sini. Di sini saja sudah sangat dingin apa lagi di bawah." ucap Starla.


"Kamu yakin?" tanya Diki. Starla mengangguk.


"Ya udah kalau begitu aku juga akan di sini menemani kamu." ucap Diki.


"Tidak perlu!" ucap Starla.


"Kalau begitu aku mau di sini saja." ucap Diki. Starla menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Terserah kamu saja deh." ucap Starla dia duduk membuka handphone nya mau mengambil foto.


"Kamu ngapain?" tanya Starla melihat Diki mengarah kan kamera nya ke dia.


"Enggak... Aku hanya mengambil video pemandangan yang sangat indah." ucap Diki.


Starla menoleh ke arah samping nya. Sampai nya hanya pohon yang rimbun sangat jauh dari kata indah.


"Apa yang indah? Tidak ada yang indah di sini!" ucap Starla.


"Kamu! Aku mengambil pemandangan yang indah bukan?" ucap Diki sambil menunjuk kan video yang di ambil nya.


"Yahh kok aku sih? hapus gak? Aku sangat jelek di sana tidak memakai riasan dan rambut ku di ikat berantakan. di tambah lagi jaket tebal ini membuat aku terlihat sangat gendut." ucap Starla.


"Enggak kok, kamu terlihat sangat cantik di sini." ucap Diki. "Tidak mungkin! Kamu sengaja kan mau mempermalukan aku." ucap Starla.


"Kamu selalu saja berfikiran negatif kepada ku, aku akan menyimpan nya untuk aku lihat sendiri." ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang.


"Akhir-akhir ini aku selalu melihat kamu full makeup, aku ingin melihat wajah polos kamu ini." ucap Diki.


"Hapus Diki! Jangan membuat aku kesal." ucap Starla.


"Aku tidak takut. Karena kalau kamu kesal itu sangat menggemaskan sekali." ucap Diki.


Starla hanya bisa menghela nafas panjang.


"Huff sudah lah percuma saja aku memaksa nya, tidak ada gunanya." ucap Starla.


Dia mengambil foto pemandangan.


Starla mengarah kan kamera nya ke arah Diki yang juga mengambil foto pemandangan.


"Hayoo kamu mengambil foto ku kan?" tanya Diki. dan langsung merebut handphone Starla.


Setelah melihat hasil nya ternyata tidak ada dia.


"Sangat kepedean sekali!" ucap Starla mengambil handphone nya kembali.


"Huff kamu judes banget sih!" ucap Diki. Starla senyum karena melihat wajah kecewa Diki.


"Nih aku ambil kan satu." ucap Starla menunjuk kan nya kepada Diki. Diki langsung tersenyum.


"Kamera kamu ternyata lebih Bagus yah dari milik ku sehingga aku terlihat tampan di sana." ucap Diki.


Starla menghela nafas panjang. Dia seakan menyesal mengambil nya.


"Handphone nya di beliin kak Martin yah?" tanya Diki. "Kok kamu tau?"


"Casing dan juga hp nya Sama." ucap Diki. Starla tersenyum.


"Sebenarnya aku tidak enak, namun kak Martin memaksa aku untuk menerima nya." ucap Starla.

__ADS_1


"Kak Martin pantas kok berbuat baik kepada kamu, aku sangat berterima kasih karena kak Martin aku bisa seperti sekarang ini berhubungan baik dengan kamu." ucap Diki.


__ADS_2