Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 82


__ADS_3

"Oohh. Bagus deh kalau sama. Jadi kamu akan lebih sering ke sini." ucap Diki.


"Bukan seperti itu, aku ingin tau siapa yang membuat ini. Kenapa semua nya bisa sama seperti yang aku pengen?" ucap Starla.


"Mungkin dia juga sama-sama suka warna Hijau. Dia mungkin suka juga dengan desain kreatif berbeda dengan orang lain." ucap Diki.


"Sayang.. Boleh gak aku minta tolong kamu cari tau siapa yang punya, aku mau bertemu dengan dia." ucap Starla.


Diki menggeleng kan kepala nya. "Tidak semudah itu."


"Kamu kan memiliki jaringan yang cukup jauh, kamu juga memiliki banyak teman yang dunia perbisnisan." ucap Starla.


"Aku tidak tau harus mencari nya kemana. Lagian untuk apa sih?" tanya Diki.


"Aku mau bilang makasih sudah membuat tempat seperti ini. Walaupun aku masih lama memiliki Cafe sendiri tapi melihat ini aku semakin semangat." ucap Starla.


Diki hanya diam saja. Mereka banyak bercerita di sana, ketika Diki mengajak pulang Starla belum mau.


"Menurut kamu apakah suatu saat nanti aku bisa memiliki Cafe seperti ini?" tanya Starla.


"Tentu dong." ucap Diki. "Tapi gak mungkin deh, aku tetap harus melanjutkan usaha ibu. Kalau nanti ibu sudah tidak bisa apa-apa, aku yang harus mengganti kan nya." ucap Starla.


Diki tersenyum dia memegang tangan Starla.


"Semua nya sudah di atur sama Tuhan..Kamu tidak perlu khawatir atau takut."


Di Meja kasir Jihan kaget melihat Diki memegang tangan Starla dari tadi dia memantau mereka dan sudah curiga mereka pacaran.


"Starla sebaiknya kita pulang saja." ucap Hima.


Starla dan Diki melepaskan tangan satu sama lain.


"Kamu di sini juga Ki?" tanya Rendi karena Rendi lebih tua dari Diki satu tahun.


Diki berdiri sambil mengangguk. "Sudah lama kita tidak bertemu. Aku dengar sekarang kamu sudah mulai berbisnis." ucap Rendi.


"Itu yang kamu dengar saja." ucap Diki.


"Oh iya malam ini aku boleh nganterin Hima pulang kan?" tanya Rendi.


Starla Menatap Hima.


"sebaiknya jangan deh, biar Hima pulang dengan kita saja." ucap Starla.


"Tidak apa-apa, aku ingin tau tempat tinggal Hima dan orang tua nya." ucap Rendi.


"Huff bagaimana yah bilang nya, orang tua ku sangat galak dia akan marah kalau melihat anak perempuan nya pulang malam-malam dan di antar oleh laki-laki." ucap Hima.


Rendi tersenyum. "Tidak apa-apa, mereka mungkin hanya marah tidak akan membunuh ku." ucap Rendi.

__ADS_1


Hima dan Starla kaget dengan jawaban Rendi yang sangat santai.


Sementara Diki salut dengan keberanian Rendi.


"Aku Yang mengajak kamu bertemu dan aku juga harus tanggung jawab sebagai laki-laki." ucap Rendi.


Hima tidak bisa menolak, Starla dan Diki tidak bisa menahan akhirnya mereka Pulang.


#


"Salut banget dengan keberanian Rendi deh, selain Tampan dia juga pemberani dan pria yang tanggung jawab." ucap Starla.


"Kamu memuji nya malam ini sudah dua kali." ucap Diki sambil menatap tajam.


"Huff aku hanya memuji saja, apa salah nya?" ucap Starla.


Diki tidak mengatakan apapun dia langsung ke kasir mau membayar tagihan nya.


"Kak perempuan itu siapa?" tanya Jihan.


Diki melihat ke arah Starla yang menunggu nya.


"Namanya Starla, dia pacar saya." ucap Diki. Jihan Langsung diam. "Ada apa?" tanya Diki karena Jihan langsung memasang wajah sedih.


"Tidak apa-apa kok kak, ini tagihan nya." ucap Jihan memberikan kertas.


"Oh iya besok saya tidak ada jadwal kuliah, saya akan datang untuk memeriksa barang-barang yang kurang." ucap Diki.


"Kelihatan nya mereka sangat akrab sekali." batin Starla.


"Sudah, sebaik nya kita langsung pulang saja." ucap Diki. J J


"Kelihatan nya kamu sudah kenal dengan kasir itu. Kalian juga sangat dekat ketika berbicara." ucap Starla.


Diki mengangguk. Dan meninggalkan Starla.


Starla mengikuti ke dalam mobil.


"Tidak biasanya aku melihat kamu begitu Ramah kepada perempuan lain. Seperti nya kasir tadi sangat spesial yah." ucap Starla.


"Dia hanya kasir saja, apa salah nya kalau dekat dengan perempuan lain? Kamu dekat dengan laki-laki lain saja aku tidak banyak protes." ucap Diki.


"Buka gitu maksudnya, aku hanya penasaran saja." ucap Starla. "Penasaran kenapa?" tanya Diki.


"Kelihatan nya perempuan itu suka sama kamu." ucap Starla.


"Jangan ngaco deh Starla." ucap Diki.


"Kamu kok jadi marah-marah gitu sih? Aku kan berbicara dengan pelan, kamu malah marah-marah." ucap Starla.

__ADS_1


"Kamu yang memulai nya duluan, aku mau pulang istirahat." ucap Diki.


"Aku pulang naik ojek saja." ucap Starla langsung turun dari mobil Diki membanting pintu cukup kuat membuat Diki kaget.


"Aku sudah berusaha menahan diri untuk tidak marah namun starla memancing aku untuk marah." batin Diki.


Starla pulang ke rumah nya sudah sangat malam. Sampai di rumah ibu nya marah-marah karena Starla tidak ada kabar.


Starla tidak berhenti di omelin oleh Bu Irma.


Bahkan Bu Irma juga menyalah kan Diki.. Karena bergaul dengan laki-laki Starla jadi banyak bermain di luar.


Starla salah sehingga dia diam saja. Namun dia tidak terima kalau yang di salah kan Diki, karena itu kesalahan nya sendiri.


"Udah Bu jangan marah-marah, aku minta maaf." ucap Starla.


"Ibu gak suka kamu pulang malam-malam seperti ini." ucap Ibu nya. "Aku minta maaf." ucap Starla. Dia memeluk ibu nya agar tidak tambah marah.


Setelah beberapa lama akhirnya ibu nya tidak marah lagi. Starla menjelaskan dia dari mana dan kenapa tidak Ijin.


Starla bilang kalau dia dari rumah Diki dia juga bilang bermain dengan Hima. Ibu nya menghela nafas panjang.


"Kamu boleh berteman tapi ingat waktu. Setidaknya kamu ijin dulu sama ibu." ucap ibu nya..


"Iyah Buu.." ucap Starla.


"Ibu gak marah lagi kan? maafin aku yah." ucap Starla.


"Ya udah ibu maafin, jangan di ulangi lagi, ibu tidak mau memaafkan kamu dan kamu akan ibu hukum." ucap Ibu nya.


Starla tersenyum sambil mengangguk.


Mereka berpelukan. "Ya udah sana makan dulu baru tidur."


"Aku sudah makan Bu."


"Makan di mana?" tanya Bu Irma.


"Tadi di traktir sama Diki." ucap Starla.


"Oohh. Ya udah kamu istirahat gih, ibu juga mau istirahat." ucap ibu nya karena warung sudah tidak tutup dari tadi.


Keesokan harinya...


"Tok!! Tok!! Tok!! Bu Irma mengetuk pintu kamar Starla.


Starla bergeliat dia bangun dan membuka pintu.


"Ada apa bu? Ini masih pagi loh." ucap Starla.

__ADS_1


"Kamu belanja ke pasar hari ini." ucap ibu nya. "Tapi Bu."


"Ini adalah hukuman kamu tadi malam." ucap Ibu nya.


__ADS_2