Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 83


__ADS_3

Starla tersenyum sambil mengangguk.


Mereka berpelukan. "Ya udah sana makan dulu baru tidur."


"Aku sudah makan Bu."


"Makan di mana?" tanya Bu Irma.


"Tadi di traktir sama Diki." ucap Starla.


"Oohh. Ya udah kamu istirahat gih, ibu juga mau istirahat." ucap ibu nya karena warung sudah tidak tutup dari tadi.


Keesokan harinya...


"Tok!! Tok!! Tok!! Bu Irma mengetuk pintu kamar Starla.


Starla bergeliat dia bangun dan membuka pintu.


"Ada apa bu? Ini masih pagi loh." ucap Starla.


"Kamu belanja ke pasar hari ini." ucap ibu nya. "Tapi Bu."


"Ini adalah hukuman kamu tadi malam." ucap Ibu nya.


"Yahh aku masih ngantuk Bu." ucap Starla.


"Ayo berangkat." ucap ibu nya. Starla akhirnya mandi dan setelah itu berangkat ke pasar dengan satu karyawan Ibu nya.


Cukup banyak belanjaan mereka hari ini. Kedua nya sudah lelah mereka mau sarapan dulu karena dari rumah tidak sempat untuk sarapan.


Telpon Starla berbunyi telpon dari Kekasih nya.


"Halo." ucap Starla. Diki diam saja. Starla memastikan panggilan masih berlangsung dengan cara melihat layar handphone nya.


"Halo.. Diki." panggil Starla.


"Aku minta maaf Karena tidak menjawab telpon kamu tadi, aku lagi di pasar bantuin ibu belanja." ucap Starla.


Diki belum juga berbicara.


"Aku juga minta maaf sampai di rumah tidak memberikan kamu kabar tadi malam."


"Kamu aku khawatir kan?" ucap Diki. "Iyah aku tau. Lagian aku juga masih kesal." ucap Starla.


Diki menghela nafas panjang. "Aku minta maaf deh, aku yang memulai keributan. Aku minta maaf yah." ucap Starla.


Diki diam lagi. "Mau sampai kapan kamu diam? Aku sudah minta maaf loh." ucap Starla.


"Diki.." panggil Starla.


"Humm?"


"Setelah selesai belanja aku akan ke sana." ucap Starla.


"Tidak perlu, Lagian aku mau keluar pagi ini." ucap Diki.

__ADS_1


"Oohh ya udah deh." ucap Starla.


"Kalau begitu kamu lanjut saja belanja, aku mau siap-siap dulu." ucap Diki langsung mematikan sambungan telepon.


Starla menggeleng kan kepala sambil menghela nafas.


"Harus banyak bersabar agar tidak ada pertengkaran Lo lagi." batin Starla.


Starla Kembali ke rumah. Karena tidak kuliah dia membantu ibu nya seharian di rumah.


Sementara di tempat lain Diki baru saja sampai di Cafe nya.


"Sekarang aku akan membuat menu baru." ucap Diki kepada teman nya yang menjadi cheff.


"Huff seandainya saja aku jadi cheff aku pasti akan lebih banyak punya waktu bersama dengan kak Diki." ucap Jihan.


Hari ini Cafe seperti biasa sangat ramai. Apa lagi perempuan-perempuan muda yang datang dan melihat Diki sangat terpesona.


"Mbak laki-laki itu karyawan baru di sini yah? Tampan banget." ucap pelanggan di meja kasir.


Jihan melihat ke arah Diki yang sedang menghibur pelanggan nya dengan kue rasa baru itu.


"Bukan, dia adalah pemilik Cafe." ucap Jihan dengan sangat judes.


"Ternyata pemilik Cafe ini masih muda dan juga tampan." ucap wanita itu.


"Sebaiknya mbak sadar diri deh kalau mau dekatin bos kami." ucap Jihan.


"Humm saya cukup sadar diri. Saya sadar kalau saya cantik, kaya dan pasti nya bisa menjadi idaman pria." ucap perempuan itu.


Seketika pelanggan nya langsung kena mental. Dia dan kawan nya sudah malu dan langsung pergi dari sana.


"Bagaimana rasanya enak?" tanya Diki.


"Ini sangat enak sekali." ucap perempuan itu. Diki sangat senang sekali.


"Humm ngomong-ngomong kamu boleh minta foto gak? Mas nya sangat ganteng." ucap perempuan itu..Diki mengangguk.


Mereka berfoto bersama Diki.


"Dasar wanita-wanita gatal, aku saja belum ada foto bersama kak Diki, namun mereka semua sudah mempunyai foto bersama kak Diki." ucap Jihan.


Hari semakin siang waktu nya Makan siang.


"Kamu sudah makan Jihan?" tanya Diki kepada Jihan yang hanya melamun di meja kasir.


"Belum kak."


"Asik nih, seperti nya kak Diki mau ngajakin aku makan bareng." ucap Jihan dalam hati.


"Sebaiknya kamu pergi makan dulu, saya akan mengganti kan kamu." ucap Diki.. seketika wajah Jihan berubah menjadi cemberut.


"Ya udah deh kak."


Diki memeriksa handphone nya berharap ada notifikasi dari Starla namun tidak ada.

__ADS_1


"Seperti nya dia masih Sibuk bantu Bu Irma." batin Diki.


Namun tiba-tiba ada pelanggan datang.


"Selamat datang di Cafe kami, mau pesan apa? Ini ada menu nya." ucap Diki menyodorkan menu. Namun dia kaget ternyata itu adalah kakak nya Martin.


"Kak Martin." ucap Diki. Martin tersenyum.


"Tidak perlu terkejut seperti itu, Kakak datang ke sini juga mau jadi seorang pelanggan." ucap Martin.


Dia memesan minuman dan juga kue.


Diki membawa nya dia juga ikut duduk bersama Martin.


"Kakak sangat senang melihat usaha kamu maju seperti ini." ucap Martin.


Diki diam saja. "Sekarang kakak merasa sendiri. benar-benar sendiri." ucap Martin.


"Apa maksud kakak?"


"Semua nya pergi meninggalkan kakak hanya karena kesalahan kakak." ucap Martin. Diki diam.


"Tapi kakak tidak akan sedih, mungkin ini yang terbaik agar orang di sekitar kakak tidak terluka." ucap Martin.


"Oh iya bagaimana kabar kamu? Empat hari kamu tidak pulang ke rumah kakak juga tidak berbicara dengan kamu." ucap Martin.


"Seperti yang kakak lihat sekarang. Aku baik-baik saja, kakak tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membuat masalah, aku tidak akan merepotkan kakak." ucap Diki.


Martin tersenyum. "Ternyata Starla benar berpengaruh baik kepada kamu." ucap Martin.


"Semoga hubungan kamu dengan dia langgeng, jaga terus dan jangan pernah sia-siakan dia." ucap Martin.


Tiba-tiba ada pelanggan. Diki harus kembali melanjutkan pekerjaannya.


Martin melihat adik nya dari jauh..


"Dia seperti bukan Martin yang beberapa bulan lalu, dia jauh lebih baik, bahagia dan juga sekarang sukses." ucap Martin.


Di malam hari Diki baru bisa pulang ke rumah. Dia sangat kaget melihat Starla duduk di ruang tamu nya.


"Starla! Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Diki kaget.


"Kamu dari mana saja?" tanya Starla dengan tatapan tajam.


"Aku dari luar, ini baru saja pulang. Kamu sudah lama di sini? Kok kamu gak ngomong sih kalau Kamu mau ke sini?" tanya Diki.


Starla diam. "Lalu kenapa kamu bisa masuk?" tanya Diki.


"Menggunakan Pin."


"Loh emangnya Kamu tau?"


"Pin handphone kamu." ucap Starla..Diki duduk di samping Starla dia meletakkan sesuatu di atas meja.


"Kamu mau cobain ini?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2