Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 86


__ADS_3

"Tadi...." "Tadi apa Bu? jangan membuat aku penasaran."


"Tadi Pak Faisal datang."


Starla kaget.


"Apa dia datang meminta uang?" tanya Starla. Ibu nya mengangguk.


"Semua tabungan dan uang warung habis di ambil oleh pak Faisal." ucap Ibu nya.


Starla syok mendengar itu. Dia duduk lemas.


"Apa semua nya sudah lunas?"


"Tidak mungkin bisa lunas nak, uang sebanyak itu mana mungkin ibu bisa bayar." ucap ibu nya.


Starla sedih dia diam. "Pak Faisal juga bilang kalau dalam jangka Tiga bulan kita tidak bisa melunasi nya dia akan mengambil rumah ini." ucap ibu nya.


"Gak bisa gitu dong Bu." ucap Starla.


"Pak Faisal sudah terlalu berlebihan." ucap Starla marah dia mau menyusul pak Faisal namun di tahan oleh Ibu nya.


"Jangan nak, kamu tidak perlu menemui mereka, ibu takut terjadi apa-apa sama kamu " ucap Ibu nya.


"Lepaskan aku Bu, lepas kan aku." ucap Starla.


"Jangan nak, ibu mohon. Kamu tidak perlu menemui mereka. Ibu takut." ucap ibu nya.


"Mereka tidak bisa di biarkan terus Bu, mereka sudah keterlaluan." ucap Starla.


"Lihat ibu sudah terluka seperti ini. Dan juga tidak seharusnya kita ganti rugi dengan semua itu." ucap Starla.


"sudah nak, sudah. Ibu sudah ikhlas. Ibu akan mengusahakan membayar semua nya." ucap Ibu nya.


"Dari mana ibu akan mendapatkan uang itu Bu?" ucap Starla. "Ibu akan mengusahakan nya, kamu fokus saja dengan kuliah kamu." ucap Ibu nya.


"Kalau seperti ini aku akan membantu ibu."


"Tidak nak! Jangan!" ucap ibu nya.


"Kalau begitu ijinkan aku menemui pak Faisal." ucap Starla. "Tidak perlu nak, ibu mohon dengar kan ibu." ucap ibu nya.


Starla menghela nafas panjang dia menunduk kan kepala nya memang wajah yang sangat sedih sekali. Dia melihat wajah ibu nya yang sudah tua, badan yang terkadang sehat terkadang sakit.


"Bu..." Ibu nya langsung menggeleng kan kepala nya.


"Ibu hanya perlu kamu di samping ibu, selesai kan kuliah kamu dan dapat kan nilai yang bagus." ucap Ibu nya.

__ADS_1


Starla terdiam. "Apa aku boleh melihat surat tagihan utang itu?" tanya Starla. Ibu nya menunjukkan kepada Starla.


Melihat nominal uang yang harus di bayar membuat nya tarik nafas dalam-dalam.


"Bu tidak mungkin harga mobil itu segini." ucap Starla.


"Mobil yang di pakai Ayah mu ketika kecelakaan itu mobil mahal nak, pak Faisal sudah mengurangi harga nya dan juga sudah memberikan waktu bertahun kepada kita." ucap ibu nya.


"Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan uang sebanyak seratus lima puluh juta Bu?"


Ibu nya tersenyum dia mengelus rambut Starla.


"Percaya lah nak pasti ada jalan keluarnya." ucap ibu nya.


"Pergilah istirahat nak." Starla menggeleng kan kepala nya dia ingin menemani ibu nya di Sana.


Keesokan harinya Starla sedang duduk di taman sendirian. Diki melihat Starla termenung.


"Kamu tidak ke kantin?" tanya Diki sambil duduk di samping Starla. "Eh kamu." ucap Starla. "Kamu kenapa? Kok kamu murung seperti ini?" tanya Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Ayo jawab kamu kenapa?" tanya Diki.


"Tidak apa-apa kok, aku hanya sedang memikirkan Olimpiade itu."


"Oohh itu. Aku ke sini sekalian mau memberikan ini nih." ucap Diki memberikan satu formulir.


"Ini seriusan juara satu dapat uang senilai 50juta?" tanya Starla. Diki mengangguk.


"Iyah. Kamu tau kan ini olimpiade yang sangat besar." ucap Diki.


Starla memikirkan sesuatu.


"Kalau aku bisa mendapatkan uang ini, aku bisa membantu ibu. Tapi uang ini tidak cukup." batin Starla.


"Kamu memikirkan apa?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Enggak ada kok." ucap Starla.


"Kalau begitu aku harus lebih semangat belajar nya, aku akan menjadi juara satu." ucap Starla. Diki tersenyum.


"Aku akan mendukung kamu, semangat terus pacar ku." ucap Diki. Starla tersenyum dia memeluk Diki.


"Ekhem-ekhem!!! Ada apa ini? kelihatan nya kamu senang banget?" tanya Hima yang baru saja datang.


"Ini loh aku mau ikut lomba olimpiade. Semoga saja aku menang." ucap Starla.


"Wahh kamu yakin mau ikut ini Starla? Saingan kamu adalah orang-orang pintar dari universitas ternama." ucap Hima.

__ADS_1


"Selama aku yakin aku akan melakukan nya, dan aku yakin aku pasti bisa." ucap Starla. "Bagus deh kalau kamu yakin dan semangat, aku akan terus mendukung kamu." ucap Hima.


"Terimakasih Hima." ucap Starla.


Di rumah ibu Starla sedang duduk melamun.


"Ibu minum dulu." ucap karyawan nya. Bu Irma melihat ke arah karyawan nya.


"Ibu minta maaf yah gaji kalian bulan ini tidak bisa ibu bayar. Dan juga gaji kalian sudah terpakai untuk modal hari ini." ucap Bu Irma.


"Tidak apa-apa kok Bu, kami mengerti ibu sedang kesusahan."


"Ibu sangat minta maaf, tapi ibu mau kalian berhenti dulu sementara, ibu tidak ingin memperkerjakan kalian tapi tidak di gaji." ucap ibu nya.


Karyawan nya tidak bisa mengatakan apapun.


"Kalian tenang saja ibu akan membayar uang kalian setelah ibu menjual kalung Ibu." ucap Bu Irma.


Karyawan nya hanya bisa diam saja.. Mereka tidak berani menentang atau mengatakan banyak hal takut Bu Irma semakin pusing.


Di sore hari nya Starla baru saja pulang di antar oleh Diki.


"Kamu duduk di sini dulu yah, aku ke dapur melihat ibu." ucap Starla.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam Nak."


"Loh-loh ibu kok masak sendiri? Mbak-mbak yang bantuin ibu mana?" tanya Starla kaget.


"Ibu sudah meminta mereka berhenti nak, bagaimana ibu membayar mereka kalau keadaan seperti ini." ucap ibu nya.


Starla terdiam. Diki datang ke dapur.


"Kenapa ibu masak sendiri?" tanya Diki.


"Eh nak Diki. Tidak apa-apa.. Ibu hanya ingin masak saja sudah lama ibu tidak masak." ucap Bu Irma tersenyum.


"Nak Diki jangan kemana-mana dulu, nih cicipi dulu Masakan ibu." ucap Bu Irma sambil memberikan makanan kepada Diki.


Diki mencicipi nya dia terdiam sejenak sambil menoleh ke arah Bu Irma dan juga Starla.


"Bagaimana nak? Kenapa?" tanya Bu Irma.


"kenapa rasanya sangat aneh yah, seperti sup biasa saja, tidak seperti sup buatan Bu Irma yang seperti Dulu." batin Diki.


Starla langsung mencoba nya. "Humm enak kok Bu, ini adalah sup terenak, Diki diam pasti karena dia kaget rasanya tambah enak, Iyah kan Diki?" ucap Starla.

__ADS_1


Diki langsung mengangguk. "Kenapa aku merasa Bu Irma ada masalah?" ucap Diki dalam hati nya.


__ADS_2