Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 94


__ADS_3

Hima tersenyum.


"Bagus deh kalau kamu berfikir seperti itu, aku juga senang mendengar nya. Aku selalu mendukung apapun yang kamu lakukan. Karena bisa jadi saja salah paham." ucap Hima.


Starla masih memiliki kartu kunci jadi dia bisa masuk.


"Diki!!" panggil Starla, namun tidak ada jawaban. Dia mau berjalan ke kamar namun pintu kamar sudah terbuka duluan.


"Kamu!" ucap Starla sangat kaget melihat Jihan keluar dari kamar Diki dan seperti nya baru bangun.


"Tunggu.. kamu tenang dulu, aku bisa jelasin." ucap Jihan.


Diki bangun dia memegang kepala nya yang sangat pusing dia melihat Starla berdiri di depan pintu dengan tatapan marah dan ada Jihan juga.


Dia langsung berdiri. "Sayang aku bisa jelasin, kamu jangan berfikir yang aneh-aneh yah, aku mohon. Aku tadi malam..."


"Plak!!" Tamparan di pipi Diki membuat suasana menjadi tegang.


Diki memegang pipi nya yang sangat sakit karena tamparan keras dari Starla.


"Starla..." Ucap Hima mencoba menenangkan Starla.


"Aku tidak tau harus berbicara apa sama kamu. Aku sangat kecewa sama kamu, aku tidak pernah berfikir kalau kamu akan berbuat seperti ini kepada ku." ucap Starla.


"Jihan adalah karyawan ku, kebetulan tadi malam aku mabuk jadi dia membawa ku pulang."


"Mabuk? Mabuk bersama perempuan lain?" ucap Starla.


"Sayang aku mohon dengarkan aku baik-baik." ucap Diki.. Starla menggeleng kan kepala nya. "Tadi aku ke sini mau membicarakan hubungan kita baik-baik. Namun Aku rasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi." ucap Starla langsung pergi meninggalkan Diki dan Jihan.


Diki mengejar Starla ke bawah. Hima menatap Jihan yang sudah diam menunduk.


"Starla... Aku mohon jangan seperti ini." ucap Diki.


"Percaya sama aku, aku dengan Jihan tidak ada hubungan apapun." ucap Diki.


"Lepaskan aku!" ucap Starla. Diki menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau, aku ingin kamu percaya sama aku."


"Baiklah aku percaya sama kamu, tapi aku ingin putus sekarang." ucap Starla.


"Ya Allah Starla... Kasih aku kesempatan untuk menjelaskan dan membuktikan nya."


"Semua nya sudah terbukti Diki! Kamu makan malam dengan perempuan itu, bahkan mabuk bersama, dan sekarang kalian tidur bersama satu kamar." ucap Starla.

__ADS_1


Diki tidak tau harus mengatakan apa. Dia sedih melihat Starla tidak percaya lagi kepada nya.


Starla pergi meninggalkan Diki. Hima keluar dia melihat Starla sudah pergi. Hima menepuk punggung Diki.


"Kamu sudah mengecewakan dia sama seperti yang di lakukan oleh kak Martin." ucap Hima.


"Hima aku mohon bantu aku menjelaskan kepada Starla..Jihan bukan selingkuhan ku." ucap Diki.


Hima menggeleng kan kepala nya.."Aku tidak bisa, sifat kamu dengan kak Martin sama saja." ucap Hima langsung pergi.


Diki kesal dia masuk ke dalam dan melihat Jihan.


"Jihan kenapa kamu tidur di sini? kamu sengaja melakukan ini agar hubungan ku dengan Starla hancur?"


"Karena kamu menyukai aku kamu. jadi seperti ini? Kamu sangat jahat Jihan."


"Apa maksud kakak? aku ke sini mengantarkan kakak, aku juga tidak sadar kalau aku tidur di sini, aku sudah mabuk.".


"Bohong! Kalau pun begitu kenapa kamu tidak membantu aku menjelaskan nya kepada Starla? kenapa kamu diam saja?" tanya Diki.


"Aku tidak tau harus mengatakan apa." ucap Jihan.


"Aku kecewa sama kamu Jihan. Sebaik nya kamu pergi saja dari sini." ucap Diki.


Diki menatap wajah Jihan. "Aku muak melihat wajah kamu." ucap Diki langsung pergi masuk ke kamar nya.


Jihan terdiam dia tidak tau harus berbuat apa.


Akhirnya dia memilih untuk pulang karena harus ke Cafe.


Sampai di Cafe dia heran karena sudah satu jam Cafe di buka semua karyawan belum datang.


"Loh kok mereka tidak datang sih?" ucap Jihan bingung.


Sementara di Tempat lain Starla pergi ke sesuatu tempat yang membuat hati nya tenang tidak ada yang ganggu.


Hima juga sampai bingung mencari dia kemana.


"Aaaaaa!!!! Kenapa semua orang sangat jahat kepada ku? Kenapa aku tidak bisa bahagia? Aku melakukan kesalahan apa sehingga semua nya seperti ini?" ucap Starla menangis di pinggir pantai.


"Aku muak!!! aku muak dengan kehidupan ku yang seperti ini. Kenapa tuhan tidak kasihan kepada ku? Kenapa harus aku yang menerima semua ini?"


Karena ingin menangis dia masuk ke pantai membasahi semua tubuh nya.


"Apa yang di lakukan oleh wanita itu? Ombak sangat besar dia kenapa sangat jauh ke sana?" ucap para bapak-bapak dan ibu-ibu.

__ADS_1


Kebetulan Martin jalan-jalan di pinggir pantai dengan teman nya. Mereka mendengar suara minta tolong dari warga.


Martin penasaran ada apa. Dia melihat barang-barang yang di pegang oleh warga tas Starla dan juga sepatu serta handphone yang sangat dia tau siapa pemilik itu.


"Kemana pemilik barang ini?" tanya Martin.


"Seorang wanita berambut lurus panjang masuk ke Pantai, dan kami sangat khawatir ombak sangat kuat.


Martin melihat hanya ujung kepala.


"Martin apa yang mau kamu lakukan?" tanya teman nya. Martin meninggalkan handphone dan juga semua barang-barang di pinggir pantai dan masuk menyusul Starla.


"Starla! Starla! apa yang kamu lakukan?" tanya Martin karena Starla berusaha menenggelamkan wajahnya ke dalam air.


Bahkan wajah nya sudah pucat.


"Starla!! Apa yang kamu lakukan?" tanya Martin menarik Starla. "Kak Martin ngapain di sini? Lepaskan aku!" ucap Starla berontak.


"Apa yang kamu lakukan Starla? Bagaimana kalau kamu terbawa ombak?"


"Biarkan saja, aku sudah muak dengan semua ini, aku tidak tahan."


"Istighfar Starla! Ayo keluar dari sini." ucap Martin.


"Enggak! lepaskan aku."..


"Starla... Jangan seperti ini..Kamu membahayakan diri sendiri kalau seperti ini." ucap Martin.


"Aku mau mati. Lepaskan aku." Martin Langsung menarik Starla dari sana.


"Lepaskan aku kak, aku mau di sini." ucap Starla.


Starla berhasil di bawa ke pinggir.


Martin memberikan handuk menutup badan Starla.


Dia hanya diam, Air mata nya tidak berhenti mengalir.


"Ingat Starla di dunia ini banyak yang memiliki masalah, namun mereka menghadapi nya dengan lapang dada, tidak pernah lari dari masalah."


"Kalau kamu tidak ada lantas ibu kamu siapa yang jaga? Kuliah kamu bagaimana? Olimpiade yang kamu ikuti bagaimana? Orang yang menyanyangi kamu bagaimana?" tanya Martin.


"Tidak ada yang sayang sama ku, tidak ada gunanya aku hidup, aku selalu saja mendapatkan masalah." ucap Starla.


"Kalau kamu mendapatkan masalah, kamu jangan pernah berfikir untuk putus asa, jangan pernah berfikir untuk bunuh diri seperti ini. Ini merugikan kamu." ucap Martin.

__ADS_1


__ADS_2