
Martin melihat adik nya dari jauh..
"Dia seperti bukan Martin yang beberapa bulan lalu, dia jauh lebih baik, bahagia dan juga sekarang sukses." ucap Martin.
Di malam hari Diki baru bisa pulang ke rumah. Dia sangat kaget melihat Starla duduk di ruang tamu nya.
"Starla! Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Diki kaget.
"Kamu dari mana saja?" tanya Starla dengan tatapan tajam.
"Aku dari luar, ini baru saja pulang. Kamu sudah lama di sini? Kok kamu gak ngomong sih kalau Kamu mau ke sini?" tanya Diki.
Starla diam. "Lalu kenapa kamu bisa masuk?" tanya Diki.
"Menggunakan Pin."
"Loh emangnya Kamu tau?"
"Pin handphone kamu." ucap Starla..Diki duduk di samping Starla dia meletakkan sesuatu di atas meja.
"Kamu mau cobain ini?" tanya Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.
"Cobain deh. Ini kue dari Cafe yang kamu suka itu. Ini menu baru di sana." ucap Diki. Starla langsung membuka kemasan kue itu dia melihat bentuk kue yang sangat cantik dan membuat siapapun yang melihat nya tergiur.
"Coba deh." ucap Diki. Starla mengangguk dia memakan kue itu.
"Wahh ini sih enak banget sayang.. Lembut banget, tidak terlalu manis, dan juga rasa nya pas." ucap Starla. Diki tersenyum mendengar itu.
"Siapapun yang membuat kue ini dia harus tau yang dia buat sangat enak sekali." ucap Starla.
"Coba deh." ucap Starla menyuapi Diki. Diki membuka mulutnya dan memakan kue itu.
"Enak kan?"
Diki mengangguk.
"Untung saja kamu bawa ini, kalau tidak aku akan terus marah karena kamu pulang terlalu malam." ucap Starla.
Diki mengelus rambut Starla.
"Maaf yah.." Ucap Diki.
"Sekarang kamu jelasin kamu dari mana saja, kamu jelasin kenapa kamu pulang malam dan tidak menghubungi aku?" tanya Starla.
"Aku sangat sibuk dengan teman-teman ku, kamu tau lah kalau lagi kumpul sama teman pasti sangat lama." ucap Starla.
"Terserah kamu mau kumpul sama siapa, tapi kamu harus ingat waktu." ucap Starla.
Diki mengangguk. "Sekarang aku mau pulang dulu." ucap Starla berdiri namun di tahan oleh Diki.
__ADS_1
"Cepat sekali? aku baru saja sampai." ucap Diki.
Dia memeluk Starla sangat erat.
"Saya sangat merindukan kamu." ucap Diki.
Starla mencoba melepaskan pelukan nya namun Diki semakin memeluk nya dengan erat sekali.
"Diki lepas kan aku, aku susah bernafas." ucap Starla. "Aku akan memberikan nafas buatan." ucap Diki mencium bibir Starla.
Starla menghela nafas panjang dia memukul lengan Diki.
"Lepaskan aku!" ucap Starla.
Diki menggeleng kan kepala nya. "Aku sangat merindukan kamu." ucap Diki.
Starla Menatap wajah Diki yang terlihat sangat lesu sekali.
"Aku tidak percaya kamu bertemu dengan teman-teman kamu, wajah kamu kecapean sekali." ucap Starla.
"Saya hanya kurang bersemangat saja." ucap Diki.
Starla mencium pipi Diki dengan singkat. "Apa seperti ini sudah cukup membuat semangat kamu kembali?" tanya Starla.
Diki mengangguk. "Sebenarnya ada kamu di sini saja sudah membuat saya semangat." ucap Diki.
"Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu, nanti ibu bisa marah kalau aku pulang telat." ucap Starla.
"Aku kangen juga itu sebabnya aku ke sini, namun sekarang aku harus pulang sebelum ibu marah." ucap Starla.
"Menginap lah di sini." ucap Diki.. Starla menggeleng kan kepala nya.
"Besok aku ada kuliah pagi, aku pamit dulu yah."
"Aku akan nganterin kamu." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.
"Aku bisa pula sendiri, kamu istirahat saja." ucap Starla. Diki Mengambil jaket, kunci mobil dan berjalan keluar.
Starla tidak bisa mengatakan apapun dia mengikuti Diki keluar dari kamar dan ke parkiran mobil.
Di dalam mobil Diki tidak berhenti bersifat manja kepada Starla.
Starla hanya bisa senyum-senyum melihat pacar nya yang sangat manja sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Apa kamu mau turun ketemu ibu?" tanya Starla. "Apa boleh?" tanya Diki.. Starla mengangguk.
Mereka masuk.
"Assalamualaikum ibu.." ucap Starla.
__ADS_1
"Walaikumsalam.." jawab Bu Irma dari dapur.
"Eh ada nak Diki, ayo duduk dulu. Ibu buatin kopi yah."
"Tidak Bu, tidak perlu repot-repot." ucap Diki.
"Ini untuk Ibu." ucap Diki memberikan kue.
"Siapa yang ulang tahun kok ada kue?" tanya Bu Irma.
"Tadi Diki dari Cafe Bu, mereka mengeluarkan kue baru jadi ibu bisa mencoba nya." ucap Starla.
"Oohh, baiklah kalau begitu ibu akan mencoba nya."
Diki menunggu jawaban Bu Irma yang sedang mencicipi kue.
"Rasa nya pas, hanya saja terlalu banyak krim nya." ucap Bu Irma. "Oh iya aku lupa bilang sama kamu kalau ibu kurang suka krim." ucap Starla.
"Tapi rasa kue nya enak, tidak keras sangat lembut." ucap Bu Irma.
Diki tersenyum. "Apa ini nak Diki yang Buat?" tanya Bu Irma, karena Diki sempat bilang sama Bu Irma dia sedikit pandai membuat kue.
Diki menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok Bu, ini saya beli karena saya sangat suka dengan kue." ucap Diki.
Bu Irma tersenyum. "Saya tidak bisa lama-lama karena sudah malam, saya pamit dulu Bu." ucap Diki kepada Bu Irma.
"Iyah nak, hati-hati yah." ucap Bu Irma. "Oh iya jangan lupa titip salam sama kakak kamu Martin." ucap Bu Irma.
"Bu.. Sekarang Diki sudah tinggal sendiri, tinggal di apartemen yang lebih dekat ke kampus, jadi sudah jarang bertemu dengan kak Martin."
"Tidak mungkin tidak bertemu, Martin pasti sering mengunjungi Diki, atau pun Diki mengunjungi kakak nya." ucap Bu Irma.
"Iyah Bu, saya akan menyampaikan nya nanti." ucap Diki. Starla mengantar Diki ke depan.
"Aku pamit yah." ucap Diki. Starla mengangguk.
"Maafin ibu aku yah." ucap Starla masih merasa bersalah.
"Tidak apa-apa." ucap Diki. Starla tersenyum dia melihat ke sekeliling mereka. Terlihat sangat sepi dia mencium Diki.
"Berkendara dengan baik, kabarin aku kalau sudah sampai di rumah." ucap Starla. Diki tersenyum. Wajah nya terlihat sangat bahagia sekali mendapatkan hadiah ciuman dari pujaan hati nya.
Keesokan harinya... Starla menelpon Diki namun tidak di angkat dia langsung ke apartemen nya.
"Diki!!! Diki!!" panggil Starla sambil berjalan ke dalam kamar.
"Ya ampun sayang kamu juga belum bangun?" ucap Starla melihat Diki masih enak memeluk bantal guling nya.
Starla membuka gorden dia juga menarik selimut Diki.
__ADS_1
"Sayang bangun... Nanti Kita telat ke kampus." ucap Starla.
Diki tidak menghiraukan nya dia tetap tidur. Starla menggoyang kan badan Diki namun tidak juga bangun sampai Starla bingung.