Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 38


__ADS_3

Starla menghela nafas panjang.


"Aku sedikit kesal, aku merasa tidak nyaman sekarang. Aku yakin semua teman ku Akan berfikir aneh-aneh dan mereka pasti akan menyudutkan ku." ucap Starla.


"Maafin saya."


"Aku mau masuk, kakak sebaiknya kembali ke kelas kakak." ucap Starla. Martin mengangguk.


Starla duduk di kursi nya. "Sudah benar dugaan kita kalau Starla pasti melakukan hal yang curang demi mendapatkan Kak Martin." ucap teman satu kelas nya.


"Kamu benar, mana mungkin orang seperti kak Martin, mahasiswa nomor satu di kampus ini berpacaran dengan junior miskin, dan Culun." ucap Teman nya.


Starla yang sudah lama tidak mendengar Bulian itu mendengar lagi membuat nya jengkel.


Selama di kelas Starla lebih banyak diam dari pada biasa nya sampai Hima juga heran melihat nya.


Ketika Hima bertanya Starla tidak menjawab membuat nya semakin bingung.


Waktu nya pulang ke rumah.


"Starla kamu pulang sama siapa?" tanya Diki menghampiri Starla yang berjalan menuju keluar.


"Seperti nya naik angkutan umum." ucap Starla.


"Aku anterin yah." ucap Diki. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu." ucap Starla. Diki menatap nya dengan bingung.


"Kenapa?" tanya Diki. "Sebaiknya kamu mengantarkan Laura pulang. Aku tidak ingin membuat orang lain salah paham melihat kedekatan kita." ucap Starla.


"Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan Laura, kenapa kamu harus memikirkan dia?" ucap Diki.


"Starla!" panggil Martin. Dia baru saja datang.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Martin melihat Diki. Diki menggeleng kan kepala nya.


"Kamu sudah pulang?" tanya Martin kepada Starla. "Iyah kak." ucap Starla.


"Apa kakak belum selesai?" tanya Starla.


"Belum, kamu pulang naik taksi yah, saya akan memesan nya." ucap Martin.


"Tidak perlu kak, aku bisa kok mencari sendiri. Sebaiknya kakak pergi menyusul teman-teman kakak, mereka sudah menunggu kakak dari tadi." tunjuk Starla.


Martin mengangguk. "Ya udah, kamu hati-hati jangan lupa berikan saya kabar." ucap Martin.


Starla tersenyum sambil mengangguk. Martin gemes dia mencubit Pipi Starla dan pergi.


Diki melihat Martin pergi.


"Kamu dengan Kak Martin benar-benar memiliki hubungan?" tanya Diki.

__ADS_1


Starla menoleh ke arah Diki.


"Kenapa kamu menanyakan tentang itu?" tanya Starla.


"Aku hanya ingin tau saja, Aku mendengar kalian memiliki hubungan." ucap Diki.


"Sudah lah tidak perlu membahas itu. Kamu tadi mau nganterin aku pulang kan?" ucap Starla menarik tangan Diki pergi dari sana.


Diki meninggalkan kampus. "Sebelum pulang kita singgah di panti asuhan sebentar." ucap Starla.


"Untuk apa?" tanya Diki.


"Aku ada sesuatu untuk mereka." ucap Starla sambil mengeluarkan sesuatu dari Tas nya.


"Itu apa?" tanya Diki.


"Ini buku kecil yang isi nya nasehat semua, kata-kata yang memotivasi mereka. Aku sudah mencetak banyak dan siap membagikan nya." ucap Starla.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di panti asuhan.


Semua anak-anak sangat senang karena di kasih buku baru.


Starla terlalu sibuk dengan anak-anak sehingga tidak sadar kalau Diki sudah tidak ada di dekat nya, dia pergi melihat ke luar namun tidak ada.


"Loh dia kemana sih? Kok gak kelihatan." ucap Starla.


"Dek lihat om Diki gak?" tanya Starla kepada anak laki-laki yang baru saja dari luar.


"Oohh di Taman yah." ucap Starla. Anak laki-laki itu mengangguk.


Abel pergi melihat nya ke Taman dan benar saja kalau Diki sedang di sana.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Aku mencari mu dari tadi." ucap Starla.


Diki tersenyum ke arah Starla. "Aku sedang membaca ini." ucap Diki.


"Loh kamu dapat juga? Aku mencetak buku nya pas-pasan." ucap Starla...


"Aku tidak pernah berfikir kalau ternyata kamu bisa membuat seperti ini." ucap Diki.


"Bagaimana? Bagus gak?" tanya Starla. Diki mengangguk sambil tersenyum.


"Saya yakin semua orang yang membaca ini pasti sangat mudah di pahami." ucap Diki.


"Bagus deh kalau begitu, aku juga senang mendengar nya." ucap Starla.


"Apa buku ini boleh untuk aku? Aku belum selesai membaca nya." ucap Diki.


"Boleh, ambil saja." ucap Starla. Diki tersenyum.


"Ini sudah sore sebaiknya kita pulang." ucap Diki. Starla mengangguk.

__ADS_1


"Ayo kita pamit dulu." ucap Starla.


Di perjalanan pulang.


"Apa kak Martin selalu menyumbang ke panti asuhan ini?" tanya Diki.


"Bukan hanya menyumbang, dia juga membangun panti asuhan itu." ucap Starla.


"Kamu tidak tau?" tanya Starla. Diki menggeleng kan kepala nya.


"Kak Martin sudah sangat banyak membantu panti asuhan. Dia menjadi donatur itu sebabnya dia sangat terkenal. Kamu bagaimana sih, kakak sendiri masa gak tau." ucap Starla.


"Suatu saat nanti aku ingin menjadi seperti kak Martin, aku sangat ingin sukses agar bisa membantu orang lain dan juga berbuat kepada siapapun."


"Karena sesungguhnya orang baik itu adalah yang berguna bagi orang lain." ucap Starla.


Diki yang mendengar itu hanya bisa merasa tersindir.


"Aku tidak bermaksud menyindir kamu, atau pun menyinggung perasaan kamu."


"Tapi aku sangat berharap besar kamu berniat seperti itu, aku ingin kamu lebih banyak tau tentang kehidupan ini." ucap Starla.


Diki hanya bisa diam tanpa mengatakan apapun.


"Ya udah deh sudah jangan membahas itu, kamu malah diam." ucap Starla.


Sesampainya di rumah..


"Buu..." panggil Starla melihat Ibu nya sudah mengantarkan makanan ke depan.


"Eh kamu sudah pulang nak, kamu sama nak Diki? ayo masuk dulu."


Mereka duduk di ruang tamu. Mereka berbincang-bincang dengan Bu Irma.


Starla melihat Mereka sangat dekat dan Diki juga sangat dekat dengan ibu nya.


"Kenapa yah aku selalu berfikir kalau aku lebih nyaman bersama Diki. Entah mengapa aku juga merasa tidak enak kepada Diki kalau dia tau aku pacaran dengan Kak Martin."


"Aku tidak tau pasti ada apa dengan pikiran ku, tapi aku ingin dekat dengan Diki seperti ini, aku tidak ingin semua nya seperti dulu lagi." ucap Starla.


"Dan aku merasa sangat aneh dengan kak Martin sekarang, aku merasa kita berdua sama-sama tidak Cocok sama sekali." ucap Starla.


"Starla kenapa kamu diam saja di sana? Ayo sini duduk." ucap Bu Irma mengajak Starla. Starla duduk di sana.


"Sebentar lagi Kalian libur, rencananya kalian mau kemana?" tanya Bu Irma.


"Aku mau Nemanin Ibu saja di sini." ucap Starla.


"Loh kok gitu? kamu tidak perlu keluar jalan-jalan di hari libur, ibu ingin kamu pergi bersama teman kamu agar tidak bosan." ucap Ibu nya.


"Tapi ibu."

__ADS_1


"Jangan membuat ibu jadi alasan nya nak, ibu senang kalau kamu mau keluar bersama teman-teman kamu." ucap Bu Irma.


__ADS_2