Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 58


__ADS_3

"maksudnya Nek?" tanya Starla.


"Kamu tidak mencintai pria itu dengan tulus, kamu sudah mencintai pria lain dari pada pacar yang sudah membohongi kamu itu." ucap nenek nya.


"Aku tidak mengerti apa maksud Nenek." ucap Starla.


Neneknya tersenyum.


"Kembali lah ke kota, kamu akan mengerti apa yang Nenek maksud." ucap Nenek nya.


"aku belum ingin pulang nek, aku tidak ingin bertemu dengan seseorang." ucap Starla.


"apakah itu mantan pacar kamu?" tanya nenek nya. Starla menggeleng kan kepala nya.


"Pria yang juga ikut berbohong kepada ku nek, dia sudah tau kalau aku hanya selingkuhan namun dia tidak mengatakan nya dari awal." ucap Starla.


"Bisa jadi saja dia tidak memberi tau kamu karena ingin melihat kamu bahagia." ucap Nenek nya.


Starla tidak tau yang sebenarnya, namun dia sampai sekarang tetap sangat kesal kepada Diki.


"Aku aneh sekali, kenapa aku sangat jengkel kepada Diki." batin Starla setelah sampai di kamar nya.


Keesokan harinya Diki memberanikan diri untuk datang ke rumah Orang tua Starla.


"Nak Diki.. Akhirnya nak Diki datang juga." ucap Bu Irma sangat senang melihat Diki datang.


"Maafin aku yah Bu baru bisa datang, aku ke sini mau mencari Starla." ucap Diki.


"Mencari Starla? kamu gak tau kalau Starla sedang tidak di sini?" tanya Bu Irma.


Diki menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak tau kalau Starla tidak di rumah Bu, kalau boleh tau Starla kemana?" tanya Diki.


"Sebenarnya Starla tidak mengijinkan ibu memberi tau orang lain dia kemana. Ibu juga tidak tau alasan nya kenapa." ucap Bu Irma.


Diki terdiam. "Huff seperti nya Starla benar-benar ingin menghindari aku." batin Diki.


"Tapi karena ini nak Diki ibu tidak ada salah nya memberi tau agar Nak Diki tidak penasaran." ucap Bu Irma.


"Kemana dia Bu?" tanya Diki.


"Starla ke kampung Nenek nya. Di sana dia tinggal bersama neneknya. Sampai sekarang dia belum mau pulang." ucap Bu Irma.


"Ke kampung?" ucap Diki. Bu Irma mengangguk.


"Apa saya boleh minta alamat nya Bu?" tanya Diki.

__ADS_1


"Untuk apa sama nak Diki?" tanya Bu Irma.


"Ibu tidak perlu khawatir, saya hanya mau melihat keadaan nya." ucap Diki. "Kalau nak Diki ke sana bujuk lah dia pulang nak. Ibu tidak ingin dia mengabaikan kuliah nya." ucap Bu Irma.


Diki mengangguk. Dia mencatat alamat Starla. "Nak Diki mau berangkat sekarang juga?" tanya Bu Irma. Diki mengangguk.


"Iyah Bu." ucap Diki. "Ya udah kalau begitu kamu hati-hati yah." ucap Bu Irma. Diki tampa ragu sama sekali langsung berangkat hari itu juga karena hanya membutuhkan waktu Tiga jam saja ke kampung.


Di rumah Sakit Martin menunggu Tifani yang tidak kunjung sadar.


"Martin kamu kembali lah istirahat di rumah." ucap orang tua Tifani. Karena Martin harus istirahat setelah darah nya di ambil.


"Tidak apa-apa om saya bisa menunggu Tifani." ucap Martin.


"Setelah darah kamu di ambil, fisik kamu pasti sangat lemah, sebaiknya istirahat lah." ucap orang tua Tifani. Akhirnya Martin menginyakan dan kembali ke rumah nya.


Sementara Diki baru saja sampai di alamat yang di kasih oleh Bu Irma.


"Seperti nya ini deh alamat nya, Iyah benar ini." ucap nya.


Dia keluar dari mobil. "Assalamualaikum..."


Dia mengetuk pintu namun tidak ada orang yang menjawab.


"Kenapa rumah ini terlihat sangat tua yah? Apa rumah ini tidak di urus?"


"Permisi.. mau mencari siapa yah?" tanya bapak-bapak yang baru saja lewat dari depan rumah itu.


"Ini bukan rumah nenek Starla. Ini rumah kosong." ucap Bapak itu.


"Rumah kosong?" ucap Diki.


"Rumah nenek Starla masih jauh dari sini, jalan saja terus kalau melihat rumah warna hijau sebelah kanan itu dia rumah nya." ucap Bapak itu.


"Oohh itu yah pak, terimakasih banyak Pak." ucap Diki.


dia pun pergi pamit ke Bapak itu. Di kampung dia harus berperilaku baik.


Saat Melihat jalan ke depan dia sangat kaget karena jalan yang begitu sempit.


"Loh ini gak salah kalau Bapak itu mengarah kan ke sini?" ucap Diki Heran.


"Permisi pak, apa ada jalan ke dalam sana?" tanya Diki.


"Ini jalan ."


"Maksud saya apa bisa mobil bisa masuk ke dalam sana?" tanya Diki.

__ADS_1


"Tidak bisa, sepeda saja." ucap bapak-bapak itu lagi. Diki menghela nafas panjang.


Terpaksa dia jalan kaki masuk ke dalam sana dan meninggalkan mobil nya di perkampungan itu.


"Huff kenapa Nenek Starla sangat betah tinggal di tempat seperti ini?" ucap Diki.


Dia terus berjalan dia berjalan terus Tampa henti. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan Starla.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia melihat rumah warna Hijau dia mengetuk nya namun ternyata pemilik nya bukan Nenek Starla yang dia cari..


Nenek Starla yang asing ada di sana.


Diki putus asa, dia tidak tau harus mencari kemana karena itu adalah rumah terakhir. Dia memutuskan kembali ke mobil nya.


Tidak beberapa lama sampai di mobil nya. Dia Membaca Dengan jelas alamat yang di kasih oleh Bu Irma.


Dan ternyata yang salah adalah desa nya. Nama desa nya hampir sama itu sebabnya dia jadi salah.


Diki memutar mobil nya menuju desa tersebut.


"Aku harus menemukan rumah Starla sebelum Matahari terbenam." batin Diki. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di desa.


"Apa kamu di sini sama sekali tidak ada jaringan? Huff kampung ini benar-benar sangat di pelosok." ucap Diki.


Dia akhirnya sampai di rumah yang dia cari.


"Seperti nya ini deh, tapi kenapa aku takut Salah lagi yah " ucap Diki.


Dia memberanikan diri. Diki keluar dari mobil dan berjalan ke halaman rumah itu.


Namun ternyata Starla di depan rumah sedang menyapu teras.


"Itu Starla." ucap Diki, dia sangat senang melihat Starla.


"Starla." ucap Diki. Starla menoleh ke arah Diki yang berdiri di halaman nenek nya.


"Diki! Ngapain kamu ke sini?" ucap Starla. Diki mendekati Starla.


Diki tiba-tiba memeluk Starla sangat erat. Starla tidak melakukan penolakan dia tidak menolak pelukan dari Diki yang sangat erat sekali.


"Syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Diki.


Diki melepaskan pelukannya.


"Kenapa Kamu bisa sampai di sini?" tanya Starla.


"Panjang ceritanya. Kamu sekarang pulang yah." ucap Diki.

__ADS_1


"Siapa kamu? Siapa kamu mau membawa cucu ku pergi?" tiba-tiba nenek Starla datang dan memukul Diki dengan tongkat nya.


"Nek! Nek! Ini teman ku, jangan seperti itu." ucap Starla. melindungi Diki.


__ADS_2