Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 32


__ADS_3

Martin mendekat kan wajah nya kepada wajah Starla.


"Kamu tidak perlu canggung kepada ku, katakan saja apa yang ingin kamu katakan, tidak perlu sungkan karena sekarang kamu adalah kekasih ku." ucap Martin.


Starla diam saja, Martin semakin mendekati wajah Starla. Dia berfikir Martin akan mencium pipi nya saja namun ternyata Martin mengarah ke bibir Starla namun Starla langsung menutup bibir nya.


"Maaf-maaf." Martin langsung sadar dia langsung berdiri berjarak dari Starla.


"Ya udah kalau begitu kakak hati-hati yah." ucap Starla.. Martin mengangguk.


Starla tidak ingin membuat Martin kecewa akhirnya dia mencium pipi Martin dengan singkat. Itu saja sudah membuat Martin Tersenyum tersipu malu.


Dia pamitan sambil senyum-senyum masuk ke dalam mobil.


"Huff dia sudah menjadi pacar ku." ucap Martin.


Keesokan harinya seperti biasa Starla akan melihat ibu nya dulu, memastikan ibu nya minum obat.


"Starla.." panggil ibu nya.


"Iyah ibu."


"Bagaimana dengan karyawan baru itu nak? Kapan dia akan datang?" tanya Ibu nya.


"Seperti nya nanti siang Bu." ucap Starla.


"Oohh." ucap ibu nya.


"Ada apa Bu?" tanya Starla.


"Ibu tidak enak menutup warung lama-lama. Takut semua nya kecewa." ucap Ibu nya.


"Ibu tidak perlu memikirkan hal itu ibu, fokus pada kesehatan ibu." ucap Starla.


"Iyah nak." ucap ibu nya.


"Oh iya nak kamu dengan nak Martin kemarin kemana?" tanya ibu nya.


"Hanya makan saja Bu." ucap Starla.


"Oohh."


"Ya udah Bu kalau begitu aku berangkat dulu yah Bu." ucap Starla. Namun ibu nya sedikit keberatan karena dia sangat kesepian di rumah.


Yang biasanya selalu ramai dia jadi tidak nyaman.


"Huff aku harus bagaimana kalau ibu sudah seperti ini?" ucap nya dalam hati.


"Hari ini aku akan pulang cepat kok Bu, ibu jangan khawatir yah." ucap Starla.


Ibu nya mengangguk.


Starla keluar dari rumah nya ternyata Martin sudah menunggu nya di depan.


Martin menunggu nya di depan mobil sambil tersenyum dan memegang bunga mawar.


"Pagi sayang.." Sapa Martin.

__ADS_1


Starla tersenyum.


"Ini untuk kamu." ucap Martin memberikan nya kepada Starla.


"Seharusnya aku senang di berikan bunga yang mahal dan cantik seperti ini, dan di jemput oleh pacar ku yang ganteng, namun kenapa aku merasa aneh yah." batin Starla.


"Kok kamu diam saja? Apa kamu tidak suka dengan bunga mawar?" tanya Martin.


"Bukan gitu kak." ucap Starla.


"Lalu kenapa?" tanya Martin.


"Bunga ini sangat cantik sekali, aku suka Tapi ini pasti mahal." ucap Starla. Martin tersenyum dia mengelus pipi Starla.


"Kamu jangan membahas soal itu, saya memberikan nya karena ini hadiah hari kedua kita menjadi pacar saya." ucap Martin.


Starla tersenyum. "Terimakasih banyak yah kak." ucap Starla.


"Humm Kalau begitu ayo kita berangkat." ucap Martin. Starla mengangguk.


"Oh iya bagaimana keadaan Bu Irma?" tanya Martin.


"Sudah lebih baik kok kak, sebaiknya kita langsung pergi saja." ucap Starla.


Martin membuka kan pintu mobil kepada Starla.


Setelah itu mereka berangkat. Di dalam mobil Starla tidak mengatakan apapun dia melihat tangan Martin yang menggenggam tangan nya.


"Apa hari ini kakak di kampus? Kakak tidak bekerja?" tanya Starla.


"Nanti malam temanin saya mengerjakan skripsi saya yah." ucap Martin.


"Kemana? Aku tidak bisa meninggalkan ibu."


"Oh iya juga yah."


"Bagaimana kalau kakak saja yang datang ke rumah?" ucap Starla karena dia tau ibu nya pasti sangat senang sekali.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di Kampus.


"Aku masuk dulu yah." ucap Starla, Martin menahan tangan Starla.


"Belajar dengan baik yah." ucap Martin. Starla tersenyum. "Aku bukan anak kecil kak." ucap Starla.


Martin menggaruk kepala nya sambil tersenyum malu.


Starla tau kalau Martin hanya memberikan kode saja.


"Kakak juga yang semangat yah kerja nya." ucap Starla. Martin Langsung mengangguk.


"Pasti dong, kamu tidak perlu khawatir, kalau saya memiliki waktu untuk menjemput kamu saya akan menjemput kamu." ucap Martin.


"Tidak perlu kak. Kakak pasti sangat sibuk, aku bisa pulang sendiri kok." ucap Starla.


Martin memasang wajah cemberut.


"Jangan selingkuh di luar sana." ucap Starla. Martin Menatap wajah Kekasih nya itu.

__ADS_1


"Justru saya yang harus berbicara seperti itu, kamu sangat cantik, kamu manis dan sangat baik, siapapun akan jatuh cinta melihat kamu. Saya harap kamu jangan merespon mereka." ucap Martin.


Starla tersenyum sambil mengangguk. "Aku harus turun sekarang sebelum Dosen menghukum ku karena telat masuk ke kelas." ucap Starla.


"Baiklah sayang." Ucap Martin sambil mengelus kepala Starla.


Starla keluar, Martin Pun segera pergi ke kantor nya. Diki baru saja masuk dia melihat Starla keluar dari mobil Martin.


Melihat Diki baru keluar dari mobil Starla hanya diam saja, Diki mendekati nya.


"Kamu baru saja datang?" tanya Diki. Starla mengangguk.


"Bagaimana keadaan ibu mu?" tanya Diki.


"Maksudnya?"


"Bukan nya dia saki?"


"Oohh ibu sudah lebih baik sekarang, hanya saja kata dokter dia tidak boleh kecapean." ucap Starla.


"Oohh begitu yah." ucap Diki.


"Apa kamu tidak ingin melihat ibu?" tanya Starla.


"Emangnya boleh?" tanya Starla.


"Tentu boleh dong." ucap Starla sambil tersenyum.


"Oh iya kamu sudah sarapan belum? Ayo sarapan bersama aku sangat lapar." ucap Starla.


Diki mengangguk. Setelah sampai di kantin Starla memesan kan makanan untuk nya dan juga Diki. Sementara Diki mencari meja untuk mereka berdua. Kebetulan kantin belum ramai.


"Setelah jam pertama selesai kamu ada kegiatan gak?" tanya Diki.


Starla menggeleng kan kepala nya. "Palingan aku di perpustakaan emang nya ada apa?" tanya Starla.


"Aku mau ngajakin kamu mencari buku." ucap Diki.


"Buku apa? Aku rasa kita tidak memiliki Tugas deh yang buku nya tidak ada di perpustakaan." ucap Starla.


"Aku mau mencari buku novel, kalau kamu tidak mau tidak apa-apa." ucap Diki.


"Aku hanya bertanya bukan berarti aku tidak mau. Ya udah deh aku mau." ucap Starla.


Diki melanjutkan makan. "Dari pada kamu banyak baca Novi sebaiknya kamu membaca buku pelajaran saja." ucap Starla karena dia tau Diki sangat suka dengan Novel dari dulu.


"Kamu diam saja." ucap Diki, Starla langsung memasang wajah kesal.


Tidak beberapa lama Kawan-kawan Martin datang.


"Loh itu Diki kan dengan gadis yang sering di bully nya." salah satu dari mereka menunjuk ke arah Diki dan Starla.


"Iyah kamu benar." ucap mereka. Mereka mendekati Diki dan Starla.


Melihat mereka datang Starla langsung memberikan salam. Sementara Diki memasang wajah datar, dia tidak Perduli dengan mereka semua.


Starla asik berbicara dengan mereka sementara Diki memilih diam saja.

__ADS_1


__ADS_2