Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu

Starla Perempuan Lugu Dan Pemalu
Episode 102


__ADS_3

Starla kembali tidur sampai sore hari. Dia melihat jam sudah jam enam.


"Sebaiknya aku mandi dan setelah itu sholat." ucap Starla.


Dia berjalan ke arah kamar mandi namun tidak sengaja menoleh ke arah jendela dia terkejut melihat Diki masih berdiri di tempat yang sama.


Starla mendekati jendela.


"Pergi lah dari sini, percuma saja kamu berdiri di situ sampai kiamat pun aku tidak akan memaafkan kamu dengan kak Martin." ucap Starla.


"Aku akan tetap menunggu maaf dari kamu, aku tidak mau kehilangan kamu, hanya kamu wanita yang aku cintai dan aku tau kamu mencintai aku."


Starla menghela nafas panjang.


"Kalau begitu berdiri lah di sana terus sepanjang malam." ucap Starla sambil menutup jendela.


"Aku tidak mau untuk kedua kalinya kehilangan wanita yang sangat berharga di hidup ku." ucap Diki.


Starla terdiam sejenak. Namun dia langsung menutup jendela dan menutup gorden. Diki menghela nafas panjang. Namun tetap saja dia tidak akan pernah pindah dari tempat dia berdiri seperti perintah Starla.


Malam nya Martin Datang lagi. Dia melihat adiknya masih berdiri di depan kamar Starla.


Starla sadar kalau seseorang datang membujuk Diki pulang. Namun dia tetap tidur perduli dengan apa yang di luar.


Diki tetap tidak mau, dia memaksa kakak nya untuk meninggalkan dirinya.


"Cinta Diki kepada Starla benar-benar sangat besar, tidak pernah Diki melakukan hal konyol seperti ini." batin Martin.


Akhirnya dia memilih pulang dari pada memaksa adik nya yang tetap tidak akan mau mendengar kan nya.


Setelah beberapa lama akhirnya Martin pergi. Diki sudah mulai lelah berdiri. Nyamuk mulai berdatangan menggigit badan nya.


Dia duduk tepat di tempat dia berdiri dia melihat jendela kamar Starla.


"Apa kesalahan yang aku lakukan sangat fatal sehingga kamu tidak mau memaafkan aku?" tanya Diki. Starla yang belum tidur mendengar itu dia berhenti membaca buku nya dia mendekati ke arah jendela.


"Apa kamu tidak bisa memaafkan kesalahan ku?" tanya Diki. Starla diam saja.


Keesokan harinya... Pagi-pagi Starla bangun dia melihat ke arah jendela untuk pertama kalinya.


"Semoga saja dia sudah tidak di sana lagi." ucap Starla sambil turun dari tempat tidur. Dia membuka gorden sedikit dan ternyata harapan nya benar Diki sudah tidak di sana lagi.


"Bagus deh kalau dia sudah pergi." ucap nya. Dia langsung membuka jendela dan betapa terkejutnya dia melihat Diki tidur di bawah jendela teras rumah nya.

__ADS_1


Dia keluar. "Diki! Apa yang kamu lakukan di sini? kenapa kamu tidur di sini?" tanya Starla. Diki bangun dia melihat Starla dia langsung duduk dan berdiri.


"Kamu sudah memaafkan aku?" tanya Diki.


"Sekarang pergi dari rumah ku! Aku tidak mau kamu ada di sini, aku mohon pergi lah." ucap Starla.


"Aku juga tidak akan pergi sebelum kamu memaafkan aku."


"Jangan keras kepala Diki! Jangan sampai aku memanggil semua warga. Aku mohon berhenti mengganggu aku. Kalau kamu perduli sama ku, aku mohon jangan ganggu aku." ucap Starla.


Diki langsung diam. Dia menatap wajah Starla dengan tatapan kosong, sedih.


"Aku tidak akan bisa memaafkan semua nya kalau aku masih melihat wajah kamu dan kak Martin. Aku minta maaf karena ini sangat sulit untuk aku terima." ucap Starla.


"Tidak bisa Starla." ucap Diki.


"Terserah kamu bisa atau tidak." ucap Starla dia berjalan meninggalkan Diki.


"Baiklah! Aku akan melakukan apa yang kamu mau kalau menurut kamu itu yang terbaik untuk kamu." ucap Diki.


"Kalau kamu mau aku pergi aku akan pergi. Tapi satu hal yang harus kamu tau adalah tujuan ku adalah membahagiakan kamu, melindungi kamu dan selalu mencintai kamu tidak akan ada perempuan lain yang bisa menggantikan posisi kamu di hidup saya." ucap Diki.


Starla diam. "Sekali lagi aku mau minta maaf sama kamu. Aku berdoa yang terbaik untuk kamu." ucap Diki.


"Aku pamit yah, titip salam buat Bu Irma." Diki melangkah kan kaki nya untuk pergi dari rumah Starla.


Starla melihat Diki meninggalkan halaman rumah nya dengan langkah yang sangat lemas.


Diki masuk ke dalam mobil nya dia meninggal kan rumah Bu Irma.


"Aku harap ini bukan terakhir kali nya aku ke sini, maafkan aku tidak bisa menjaga perempuan yang aku cintai mah." ucap Diki.


Starla tiba-tiba duduk lemas, dia menangis sejadi-jadinya.


"Maafin aku Diki, aku minta maaf." ucap Starla.


Keesokan harinya Starla ke kampus setelah merasa sembuh, sehat dan kuat.


Dia langsung di sambut oleh Hima.


"Kamu baik-baik saja kan? Sudah jangan terlalu di pikirkan yah. Semua nya pasti berlalu begitu saja." ucap Hima sambil memeluk Starla.


Mereka masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Dosen masuk ke dalam.


Starla melihat ke arah kursi Diki.


"Kamu mencari Diki?" tanya Hima.


Starla tidak menjawab. "Dia tidak datang ke kampus sudah satu Minggu ini, aku dengar dia berhenti." ucap Hima.


Starla terdiam. "Aku juga tidak tau pasti nya karena apa, namun teman-teman nya mengatakan seperti itu." ucap Hima.


"Diki berhenti? Apa jangan-jangan karena aku." dia mengatakan kalau dia tidak ingin melihat wajah Diki.


Tidak beberapa lama akhirnya kampus selesai.


"Starla bagaimana keadaan ibu kamu? apa dia sudah pulang ke rumah kamu?"


"Udah kok kemarin pulang nya, keadaan nya sudah cukup baik untuk saat ini. Semoga saja penyakit nya tidak kambuh lagi." ucap Starla.


"Aku ingin menjenguk nya." ucap Hima.


"Sebaiknya jangan dulu yah, bukan maksud apa-apa hanya saja aku takut ibu jadi teringat hal-hal yang aneh-aneh." ucap Starla.


"Aku janji deh gak akan Bahas tentang itu, aku mau melihat keadaan nya."


"Ya udah kalau begitu." ucap Starla. Mereka pun pergi pulang. Sebelum pulang Hima tidak lupa membeli buah-buahan, makanan untuk Bu Irma.


"Assalamualaikum ibu...." Ucap Starla baru saja pulang dan membuka pintu. Dia melihat Ibu nya duduk di ruang tamu sambil memakan kue.


"Walaikumsalam..." ucap Bu Irma.


"Loh ibu makan apa tuh? Kok ibu bisa dapat kue?" tanya Starla.


"Oohh ini tadi ada yang nganterin kue untuk Ibu katanya." ucap Bu Irma.


"Bu.. lain kali jangan mengambil barang kirimin sembarangan seperti ini." ucap Starla.


"Tapi ini sangat enak, rasa nya tidak asing sekali. ibu sangat suka." ucap Bu Irma. Dia meminta Starla mencicipi nya.


"enak kan?" tanya ibu nya. Starla diam.


"Ibu apa kabar?" tanya Hima.


Bu Irma mengabaikan Hima. Starla juga kaget kenapa Ibu nya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2