
Diary Asya...
Aku akan berhenti menuliskan kisah ku. Kisah yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku yang selalu bermimpi menjadi seorang putri Raja. Dicintai banyak orang dan selalu menjadi kebanggaan semua orang.
Tapi nyatanya kenyataan tak pernah sesederhana itu. Kenyataan lebih kejam dari apa yang pernah aku bayangkan. Aku pikir, saat aku dewasa nanti, aku bisa menulis kisah ku menjadi kenangan manis yang tak pernah ku lupa. Itu hanya pemikiran bodoh seorang gadis remaja yang bodoh.
Perasaan ku hancur begitu Papa mengatakan akan menikahkan aku dengan anak temannya. Aku punya banyak impian, tapi aku harus menguburnya bahkan sebelum aku mulai berusaha.
Awalnya aku mengira jika semuanya akan baik-baik saja. Jika aku menerima semuanya, hidupku akan bahagia dan menikmati dunia ini. Tapi aku salah, rasa sakit yang suamiku berikan hampir tak bisa aku atasi. Lebih baik aku dipukuli Papa dan dimakinya daripada harus menerima kenyataan jika suamiku lebih menyukai wanita malam dibandingkan diriku.
__ADS_1
Setiap malam aku selalu resah dan gelisah. Berharap suamiku bisa mengerti dan mulai menghargai aku. Itu semua tidak mudah, aku selalu gagal dan berakhir terluka. Untungnya aku tak sendiri, sahabat suamiku membantu diriku untuk mewujudkan semuanya. Memaksaku berubah dan lebih dulu mengambil sikap untuk membuat suamiku tertarik.
Usaha kami tak sia-sia, perlahan namun pasti, Mas El mulai mencintai ku. Ah, kami mulai di dekatkan dengan perasaan cinta yang sama-sama tak ingin kehilangan. Aku selalu tersipu malu kala mengingat malam pertama kami. Awalnya aku risih dan gak menyukainya, tapi ternyata malam-malam selanjutnya menjadi menyenangkan dan aku sedikit ketagihan, hehehe.
Saat itu sedih rasanya karena harus berpisah selama lima tahun dari keluarga besarku. Aku tahu ini demi kebaikan keluargaku, tapi itu tak masalah. Mas El selalu memberikan aku yang terbaik dan tak pernah sekalipun merasakan kekurangan.
Kini aku dan suamiku mempunyai dua anak kembar, mereka sangat nakal. Mereka sangat mirip dengan Ayahnya, ya kami memutuskan untuk memanggil Ayah dan Bunda seperti keluarga suamiku.
Setiap waktu aku habiskan untuk memikirkan hal bodoh itu. Namun suamiku berkata, aku hanya membuang waktuku memikirkannya. Dia memang pengusaha yang pintar, tapi dirinya seperti orang bodoh kala Papa memanfaatkan nya untuk meminta berbagai hal. Aku selalu marah dan melarangnya, tapi ia selalu memiliki alasan untuk semuanya.
__ADS_1
Mas El bilang, ia akan memberikan semua yang Papaku inginkan. Sebab Papa memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga dari apapun di dunia ini, yaitu aku. Aku tidak mengerti pikiran para lelaki ini, tapi putraku juga seorang anak laki-laki.
Aku mencoba menerima semuanya, membiarkan segalanya berjalan seperti apa yang terjadi. Terkadang aku pura-pura bodoh kala Papa memanfaatkan aku demi meminta suntikan dana pada suamiku. Sebab Mas El tak pernah mempermasalahkannya.
Mas El hanya memikirkan mengenai kebahagiaan ku dan kedua anak kami. Ia membangun banyak usaha baru, menjadikan aku seorang Ratu yang benar-benar di sayangi semua orang. Entah cara apa yang Mas El lakukan, tapi semua temanku begitu dekat dan selalu ramah padaku.
Aku akan mengakhiri kisah ku sampai disini. Aku tidak ingin menuliskan nya lagi, aku akan menerima semuanya. Semua hal yang datang dan pergi, asalkan aku bersama suamiku tercinta. Aku akan baik-baik saja dan melalui segalanya dengan mudah.
Satu hal lagi, Suami pilihan Papa ku adalah yang terbaik. Sampai jumpa kisah cinta yang kutulis, aku sudah siap menerima takdir yang akan datang...
__ADS_1
...*TaMaT*...