Suami Pilihan Papa

Suami Pilihan Papa
SPP - 12


__ADS_3

Asya terlihat terus memandangi wajahnya lewat kamera ponsel. Kiri dan kanan, ia menengok ke segala arah untuk melihat setiap sudut wajahnya.


"Mas El, lipstiknya merah banget, aku jadi gak pede nih" celetuk Asya seraya memanyunkan bibirnya disamping El.


El mengusir Asya menjauh darinya karena dirinya sedang melakukan panggilan. Asya berganti bertanya pada Zio yang sedang menyetir, tetapi adik iparnya tidak merasa seperti itu, ia malah memuji Asya lagi.


"Kakak Ipar, kau pasti tahu, di drakor kan banyak adegan kissing. Memang kau pernah melakukannya?" Tanya Zio.


"Tidak, tapi, hm... mereka sangat romantis ya, kau tau, jantungku berdetak kencang setiap kali melihat adegan seperti itu" jelas Asya heboh.


"Kenapa kau tidak mencobanya?" Pancing Zio seraya melirik sekilas ke arah El.


"Aaaahh, kau mau melakukannya denganku?" Sahut Asya.


Zio terkejut bukan main, ia hampir saja menabrak mobil lain didepannya. Segera setelah itu Zio menepikan mobilnya. Menenangkan keterkejutannya karena perkataan Asya.


"Tidak, kau hanya boleh melakukannya dengan suamimu" sentak Zio sedikit kesal.


"Dengan Mas El? Tapi bukankah kita harus melakukannya dengan orang yang kita suka?" Tanya Asya seraya menunjukkan wajah polosnya.


"Ya tentu saja, tapi karena kau sudah memiliki suami, kau harus melakukannya dengan suamimu. Apa kau tidak menyukai El? Dia kan tampan walau sedikit jutek" bisik Zio dengan tawanya.


"Tapi aku lebih menyukai mu Adik Ipar, kau sangat asik diajak bicara" balas Asya.


Zio membelalakkan matanya, ia menatap Asya dan sekilas melirik El yang sudah bersiap untuk membunuhnya. El mendorong Asya untuk duduk dan menghentikan pembicaraan konyol mereka. Ia menyuruh Zio untuk segera melajukan mobilnya menuju tempat tujuan.


Asya masih saja menatap wajahnya lewat kamera ponsel. Tanpa memedulikan suasana didalam mobil yang sedang canggung. El terus saja menatap Zio yang berusaha fokus menyetir.


Akhirnya mereka tiba disebuah rumah mewah yang megah. Banyak sekali mobil yang berjejeran. Zio berjalan perlahan dibelakang El dan Asya, ia tak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka.

__ADS_1


"Ayo Adik Ipar, kenapa jalanmu pelan" ucap Asya seraya menggandeng tangan Zio.


Zio menatap ke arah El, ingin menyampaikan jika ini bukan kemauannya. Tetapi Asya malah menggenggam erat tangan Zio.


"Kakak Ipar" panggil Zio seraya menatap mata Asya. Gadis itu malah mengedipkan sebelah matanya, mengirimkan kode agar Zio menyadari. Jika semua ini hanya sandiwara, ia hanya ingin tahu bagaimana reaksi suaminya.


Jelas sekali terlihat Asya sedang ingin menirukan adegan didrama. Tapi rencana dadakannya itu malah membuat kedua sahabat ini canggung. Asya terus mengirimkan kode agar Zio mengerti, hingga Asya kehilangan kesabaran. Ia menarik Zio membisikkan sesuatu padanya.


"Cukup" bentak El berdiri diantara mereka.


"Rencana konyol, aku udah tau rencana kamu Asya. Lagian, Zio itu gak cepat tanggap, percuma kamu kode-kode dia" jelas El lalu merangkul teman dan Istrinya untuk masuk kedalam.


Asya berusaha menahan tawanya mendengar perkataan El yang kejam mengenai Zio. "Adik Ipar payah ya mas" gumam Asya dengan tawa kecilnya.


"Ooh, jadi tadi Kakak Ipar mau ngeprank El, yaa maaf deh. Hehehe" ujar Zio.


El hanya menggeleng melihat Zio yang cengengesan. Ia juga menatap Asya yang cekikikan karenanya. Kembali El mengajak Asya untuk masuk lebih dalam menemui para kolega dan teman-temannya.


"Itu tangan kamu kenapa?" Tanya salah seorang pria.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit terbentur" jelas Asya dengan ramah.


Papa celingak-celinguk mencari seseorang, bahkan ia tak tertarik mengenai luka ditangan Asya.


"Aahh, ini menantuku" seru Papa Asya. Beliau mendorong Asya dari pelukannya dan menarik El untuk mendekat. "Ini menantuku, lihat dia tampan dan berwibawa kan" puji Papa. El menyalami semua teman Papa tanpa terkecuali.


Asya sedikit terpelanting, untung saja Zio disana, menahan tubuh Asya yang hendak jatuh. Walau begitu, Asya masih tersenyum lebar menatap Papanya.


Zio mengajak Asya untuk berkeliling mencicipi makanan yang ada di pesta. Berharap Asya tak lagi mengingat perlakuan kasar Papanya karena El dan Zio melihat semuanya. Zio membuat Asya mencicipi setiap makanan di pesta. Hingga membuat gadis itu kekenyangan dan perutnya sedikit mengembang.

__ADS_1


"Uh, jadi buncit nih Adik Ipar" keluh Asya seraya mengusap perutnya. Zio terkekeh melihat hal itu, ia lalu juga ikut makan bersama Asya. Mereka berdua mencari kesibukan lain sebab El tentu saja sedang berbisnis.


"Zio" panggil seseorang. Zio menoleh, ia tampak bahagia bertemu kawan lamanya. Zio menjadi asik berbincang dan melupakan Asya yang menatapnya canggung.


Bingung hendak melakukan apa, Asya memutuskan untuk pergi berkeliling melihat-lihat. Dekorasi yang indah, ia menyukainya, andai saja ia memiliki teman disini pasti menyenangkan. Asya terus melangkahkan kakinya memutari tempat pesta, mencicipi kue yang ada.


Asya sedang menikmati kue seraya bermain ponsel dipinggir kolam renang. Ia begitu asik hingga seseorang menabrak dirinya dan menjatuhkan ponselnya. Asya menoleh ke arah wanita yang menabraknya.


"Hai, Sya" sapanya dengan angkuh. Asya tersenyum dan mengangguk.


"Di kampus loe berlagak sok polos didepan Nando, tapi lihat sekarang. Ckckck dandanan loe udah waw" imbuh wanita itu lagi.


Asya tidak memedulikan perkataannya, sebab wanita itu memang selalu mengusik Asya saat di kampus. Tidak hanya di kampus, dimanapun saat mereka bertemu, wanita itu selalu memancing keributan.


Asya jongkok untuk mengambil ponselnya yang jatuh. Saat ia hendak berdiri, wanita itu mendorongnya jatuh ke dalam kolam renang.


Byurrr....


Asya terlempar kedalam kolam renang, semua mata melihat ke tempat kejadian. Para tamu mulai penasaran dan beberapa dari mereka mulai menghampiri kolam renang. Wanita itu bersama teman-temannya tertawa melihat Asya terjatuh.


Beberapa detik berlalu, Asya tak kunjung muncul, wanita itu masih acuh. Sedangkan tamu lain mulai panik.


"Ada apa?" Tanya Papa Asya. Seseorang menjelaskan jika ada seorang wanita yang jatuh kedalam kolam, tapi tak kunjung muncul dipermukaan.


"Eeelll, Kakak Ipar gak bisa berenang" teriak Zio dari kejauhan. Zio menyadari Asya tak ada didekatnya, dan berpikir jika yang tercebur adalah Asya. Tanpa basa-basi El langsung lompat ke kolam renang. Ia menyelam mencari Asya, Zio sudah menunggu ditepi kolam, didekat ponsel Asya yang terjatuh.


Raut wajah khawatir jelas terlihat diwajah Zio dan beberapa tamu lainnya. Selang beberapa detik, El muncul dengan Asya yang sudah pingsan. Segera El melalukan CPR untuk menyadarkan Asya. Sedangkan Zio terus menggosok tangan Asya.


"Asya bangun, Asya" ucap El terus menekan dada Asya. "Asya, bangun" panggil El berulangkali.

__ADS_1


"Uhuk-uhuk" Asya mulai merespon. El menyuruh Zio untuk bergegas menyalakan mobil, dan dirinya menggendong Asya untuk pergi.


El sempat melirik sekilas ke arah Papa, beliau hanya diam mematung menatap El dan Zio yang khawatir.


__ADS_2