Suami Pilihan Papa

Suami Pilihan Papa
SPP - 58


__ADS_3

Pagi menjelang, Asya sudah sibuk didapur membuatkan sarapan untuk suaminya.


"Mas, bikin kaget aja"


"Pagi sayang" ucap El sembari memeluk istrinya dari belakang.


"Mandi bareng yuk sayang, pingin nih" imbuh El.


"Aku lagi haid, kasihan deh Mas El. Udah ah sana"


El menggosokkan wajahnya di leher Asya, bermanja-manja. Asya segera meminta suaminya untuk pergi mandi karena El bilang ada pekerjaan penting hari ini. Dengan malas El melangkahkan kakinya, berharap Asya ikut dengannya saat itu. Tetapi sang istri sedang asyik memasak dengan hati riang didapur.


Terlebih kini ia harus menunggu lama karena sang istri tengah datang bulan. Ini adalah saat yang paling El benci.


"Sayang, kejutan lainnya belum datang ya?"


"Hm, kejutan lagi?"


"Tunggu aja" ujar El lalu duduk dimeja makan.


Asya merapikan kemeja suaminya, dan memakaikan dasi El. Pemuda itu tersenyum kecil dan menarik pinggang istrinya. Ia ingin mengajak Asya berciuman pagi itu, tapi mood Asya sedang tidak dalam kondisi yang baik.


El mencoba mengerti, ia lalu melanjutkan makannya sambil menunggu kejutan lainnya.


Ttook.... ttok.... ttokkkk....


Terdengar suara ketukan pintu, Asya segera berlari dan membukakan pintu rumah. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Airin tengah berdiri sambil membawa boneka beruang besar.


"Mamaaaa" teriak Asya seraya memeluk Airin dengan sangat erat. Ia mencium pipi Airin berkali-kali.


Setelah itu, Asya mengedarkan pandangannya, ia mencari sosok Dirga disana. Dari dalam rumah, El menyahut jika Airin datang seorang diri.


Asya segera menarik Airin untuk masuk kedalam rumah, menyuruhnya untuk duduk dan ikut makan bersama. Tapi Asya tak bisa menyembunyikan raut wajah khawatirnya, ia takut jika Dirga datang dan malah menyakiti Airin nantinya.


"Jangan khawatir sayang, aku sudah atur semuanya"


"Aaaahhh, sayang Mas El" ujar Asya seraya memeluk Airin dengan erat.


El menaikkan sebelah alisnya, jika Asya menyayangi dirinya, bukankah harusnya Asya memeluknya. Tapi gadis itu malah bermanja-manja dengan sang Mama.


Airin juga memeluk dan menciumi wajah putrinya. Kini putrinya benar-benar sudah dewasa, namun hati Airin masih tak rela melepas Asya. Dalam bayangannya, Asya masih putri kecilnya yang suka sekali duduk dipangkuan Airin.

__ADS_1


"Maaf ya Ma, aku pasti ngecewain Mama"


"Tidak sayang, Mama yang harusnya minta maaf karena gak bisa belain kamu didepan Papa"


"Mama yang terbaik"


"Tapi sekarang kamu punya El, dia akan selalu menjaga dan membelamu. Benar kan El?"


El mengangguk pasti, tentu saja ia akan menjaga Asya. Sebab kini ada cinta di pernikahan mereka. Cinta yang tak pernah El duga, dan cinta yang selalu Asya harapkan.


Setelah selesai makan, El bergegas untuk berangkat ke kantor. Asya mengantarkan suaminya sampai ke depan rumah. El sebenarnya tak ingin pergi ke kantor, ia ingin bekerja dirumah sambil menemani sang istri. Tatapi dirinya harus menghadiri pertemuan penting hari ini.


"Sayang, nanti malam dandan yang cantik ya. I love you" ucap El lalu mencium singkat kening dan bibir sang istri.


"I love you too, hati-hati ya Mas" jawab Asya.


Mobil El pun pergi meninggalkan rumahnya.


Kini dirumah hanya ada Asya dan Airin. Mereka berdua kembali bertukar kabar dan bercerita panjang lebar. Asya menceritakan pada Airin semua yang terjadi saat mereka berada di rumah Kakek dan Nenek El.


"Mas El lucu banget Ma, massa ya dia marah-marah kalau aku ngelakuin ini itu"


"Marah gimana sayang?"


Airin tersenyum dan mengelus rambut panjang putrinya. Ia senang jika pada akhirnya Asya menerima pernikahan ini dengan lapang dada. Terlebih lagi jika apa yang Airin inginkan, rupanya lebih dari yang diharapkan. Putrinya tampak sangat bahagia bersama El disana.


Setelah berbincang, keduanya lalu memasak kue bersama seperti dulu. Kemudian membagikan kue tersebut pada para tetangga Asya. Ia begitu antusias, bersama Airin menghabiskan waktunya dirumah. Bahkan mereka juga menonton drakor bersama.


Namun sayangnya kebahagiaan mereka tak berjalan lama, karena El menelepon dan meminta Airin untuk pulang. Sebab Dirga sudah selesai dengan urusannya diluar rumah. Segera Airin pulang diantar oleh supir Asya yang sudah diperintahkan oleh El untuk menjemput.


Dengan berat hati, Asya harus membiarkan Airin pergi. Walau singkat, tapi cukup berkesan.


Asya kembali berkutat dengan pekerjaannya, kini ia tengah memilih baju baru untuk di gunakan kek acara teman suaminya.


Drrrtttt.....


Suamiku 🥰 calling


El : "Halo sayang, kamu lagi apa?"


Asya : "Milih baju buat nanti"

__ADS_1


El : "Katanya mau kembaran, aku udah pesenin. Tunggu aja"


Asya : "Mas El yang pilih? Jangan sampai bajunya terlalu terbuka ya"


El : "Gak mungkin dong sayang, aku juga gak mau kalau ada cowok yang lirik kamu nantinya'


Asya : "Bisa aja, yaudah oke, bye. I love you"


El : "Love you too sayang"


El menutup teleponnya. Asya kembali menunggu sambil menonton drakor.


Tak butuh waktu lama, bel pintu rumahnya berbunyi. Seorang kurir datang dengan sebuah kotak besar. Setelah menerima barang tersebut, Asya segera membuka dan melihat pakaian yang El pilihkan.


"Bagus banget, Mas El emang the best" ucap Asya kegirangan. Ia sangat menyukai dress selutut yang El pilihkan untuknya. Tak bisa ia pungkiri jika selera suaminya memang teratas.


Setelah menyiapkan semuanya, Asya segera membersihkan diri karena hari sudah mulai menjelang malam. Kemudian ia mempraktekkan apa yang dipelajarinya selama les make up bersama Jihan dan Gita.


Rambut yang ia biarkan terurai, ia sanggah dengan jepit rambut disamping kepalanya. Mengesankan, Asya terus memuji dirinya sendiri.


Ttiiinn... ttiiinn....


Asya segera turun dan membukakan pintu untuk suaminya.


"Cantik, jadi males bagi-bagi" bisik El yang langsung melu mat singkat bibir istrinya.


Asya memukul dada suaminya pelan, padahal ia baru saja selesai berdandan, tapi El sudah ingin mengacaukan semuanya. Ia meminta El untuk mandi dan bersiap.


Tak butuh waktu lama bagi laki-laki untuk bersiap. El memang selalu terlihat tampan mengenakan apapun ditubuhnya. Mirip seperti para Oppa Korea yang selalu Asya bayangkan kehadirannya.


"Mas El ganteng banget sih, jadi gak rela bagi-bagi" bisik Asya menggoda suaminya.


"Bisa aja kamu. Yuk pergi, aku udah beli hadiahnya di mobil"


"Curaaang ah, aku kan juga mau pilih hadiah"


"Udah jangan ngambek, jelek. Atau mau aku cium lagi?"


Asya mencubit pipi suaminya, ia segera menarik tangan El agar pergi keluar sekarang juga. Ia sudah tak sabar bertemu bayi kecil disana. Ingin menggendong bayi itu dengan kasih sayang.


"Ayo jalan Mas"

__ADS_1


Bukannya menjalankan mobilnya, El malah mendekat ke arah Asya. Ia tak bisa menahan diri jika istrinya terlihat secantik ini. Ia bermain sejenak dengan bibir Asya sebelum pergi ke acara temannya.


__ADS_2