
Setalah semua orang berkumpul dan di mulai acaranya, Hartono dan semua para warga serta undangan membaca ayat-ayat qur'an, seketika itu Wardani merasakan panas di sekujur tubuhnya. Wardani sejenak menjauh lari dari tempatnya.
Biyung Zubaidah dan Maryam berdiam soalah hanya menghargai dan mendengarkan secara seksama.
" Tubuhku terasa sakit dan terbakar, ah... Harus menjauh sebelum aku teriak semakin panas," Ucap Wardani
" Mengapa Wardani keluar dengan tergesa-gesa, " Batin Hartono sambil membaca
" Dasar wanita tak tau diri, acara dimulai malah kabur, " Batin Biyung Zubaidah
Hartono dan para undangan membaca dengan kidmat hingga selesai, Biyung Zubaidah dan Biyung Maryam hanya mengikuti serta memperhatikan, setelah itu dilanjutkan tausiah dari teman Ayah Hartono yang jauh dari desa sebrang untuk bersilahturahmi, Seketika itu Biyung Maryam bertanya kepada Biyung Zubaidah menyanyakan soal Wardani.
" Wardani kemana Ananda, kok tidak ada disini, " Ucap Biyung Maryam
" Tidak tau Dinda, tadi sekilas saya melihat Wardani keluar dari sini menuju ke sana,mungkin dia ke kamar mandi, " Jawab Biyung Zubaidah
" Kalau begitu aku mau ke sana untuk melihatnya, mungkin ada sesuatu yang dia butuhkan, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda, silahkan saya tunggu disini saya, " Jawab Biyung Zubaidah
Biyung Maryam keluar untuk mencari Wardani, dan seketika itu is langsung melihat Wardani di luar masjid depan rumah Hartono, Biyung seketika langsung menghampirinya.
" Itu dia Wardani, " Ucap Biyung Maryam menuju ke arahnya
" Wardani ken apa kau disini tidak ikut Acara, mengapa," Ucap Biyung Maryam
" Aduh Biyung Maryam ke sini, aku katakan apa ini, " Batin Wardani
" Oh Wardani mau ke belakang Biyung te tapi Wardani duduk disini sambil menunggu apakah sudah tidak terasa lagi ternyata sudah tidak lagi, " Jawab Wardani
" Aku kira ada apa denganmu, kalau begitu ayo masuk lagi tidak enak dilihat para undangan, walaupun kita tidak suka tetapi kita tetap menghormati, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung Maryam, silahkan Biyung Maryam kesana dahulu, Wardani segera menyusul, " Jawab Wardani
" Ya sudah aku kesana, segera menyusul ya, " Ucap Biyung Maryam
__ADS_1
" Bagaimana ini jika aku masuk maka aku Alan terasa panas mendengarkan ayat suci Al-Qur'an, jika begini pasti ada yang bertanya-tanya kepada ku, " Ucap Wardani
" Aku harus mencari ide bagaimana cara aku bisa masuk kedalam dan aku aman dari itu semua, " Ucap Wardani
Wardani seketika itu mencari cara dan ide bagaimana dirinya bisa masuk tetapi Wardani tidak merasakan panas seperti terbakar api pads tubuhnya.
" Aku sudah tau, aku membawa kapas aku tutupkan ketelinga, pasti tidak akan mendengarkan ayat suci Al-Qur'an jadi diriku aman, " Ucap Wardani
Akhirnya Wardani menemukan acara dengan me masukkan kapas kedalam telinganya agar tertutup dari suara yang membuatnya terbakar.
" Jadi aman, aku segera menyusul Biyung, sebelum Biyung Maryam ke sini lagi, " Ucap Wardani
" Sini duduk disini, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, " Jawab Wardani
Tausiah saat itu membahas seorang wanita yang melakukan sesuatu untuk men dapat kan sesuatu, yang begitu sangat menarik untuk di ceritakan, sahabat Wardani pun mendengarkan dengan seksama, Walaupun saat itu Wardani tidak Mendengarkan tausiah tentang itu.
" Sungguh tidak punya moral sekali ya, " Ucap Ningsih
" Biarlah dia biar belajar, dan mendengarkan sehingga dirinya bisa men syukuri dan menjadikan muka cantiknya di Jalan yang benar, " Ucap Ningsih
" Iya Ning, seandainya Wardani masih hidup dia akan bahagia dengan dirinya dia menerima dan apa ada nya, " Jawab Suwarni
" Iya aku juga teringat oleh dirinya," Ucap Ningsih
Seketika itu Biyung Maryam melihat Wardani begitu diam seperti orang memperhatikan secara serius sehingga Biyung Maryam terasa senang,melainkan Biyung Zubaidah merasa tidak senang dengan Wardani, tak disangka Biyung Zubaidah mulai melihat ada yang aneh dengan Wardani.
" Aku lihat ada sesuatu yang aneh dari Wardani, apa ya, jadi penasaran, " Batin Biyung Zubaidah
Seketika itu Hartono tidak sengaja melihat di telinga Wardani diberikan tutup dengan kapas. Yang membuat pertanyaan pada dirinya yang sangat Penasaran.
" Mengapa Wardani menutup telinganya dengan kapas seperti itu, apakah mungkin itu untuk menutupi dari hal apa, apakah dirinya sakit sehingga dia memakai seperti itu, " Batin Hartono
" Hartono ayo berfikir positif,Mungkin dirinya sakit telinga sehingga dirinya menutup dengan kapas di telinganya, " Batin Hartono
__ADS_1
Hartono saat itu berfikir kearah negatif sehingga Hartono mengubah agar fikirannya menjadi positif. Pengajian semakin kesana semakin banyak materi apalagi yang tee akhirnya yaitu tilawah yang jika Wardani mendengarkannya pasti terasa panas seperti terbakar.
Tak diduga terdapat seorang wanita teejatuh yang mengakibatkan kapas salah satu Wardani terlepas dari telingannya.
" Maaf ya Mbak, tadi saya tersandung, " Ucap Wanita itu
" Tidak apa-apa, sudah silahkan duduk lagi, " Jawab Wardani
" Iya Mbak, " Ucap Wanita
Seketika itu Tilawah di bunyika secara keras dan di ikuti para undangan yang mengikuti nya, Wardani mulai terasa panas, panas dan panas.
" Panas.... Panas... Sakit...., " Teriak Wardani Tilawah terus berkumandang
Tak lama kemudian menghampirinya dan Tilawah berhenti sejenak, Wardani menjadi tee diam dan lemas, akhirnya Wardani melakukan rencananya agar dirinya pulang agar tidak terbakar dengan baca Tilawah.
" Ada apa Wardani kau ber teriak, Tilawah belum selesai, " Ucap Biyung Maryam
" Aduh aku telah mendengarkan Tilawah, kenapa kapas aku bisa terlepas pasti tadi terkena wanita teejatuh, aku harus buat selayaknya aku sakit agar aku pulang dari sini, " Batin Wardani
" Aku tidak enak badan Biyung terasa sakit dikepala telinga bahkan panas rasa ya, " Ucap Wardani
" Kalau begitu kamu pulang saja biar di antar Ningsih dan Suwarni, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Biyung saya antar Wardani pulang, ayo pulang aku antar, " Sahut mereka berdua
" Iya ayo, terima kasih sudah mau mengantarku, " Jawab lemas Wardani
" Yes berhasil juga, aku pulang dulu ya Biyung Zubaidah, " Batin Wardani
" Maaf para undangan atas kejadian tadi, karena Wardani sakit secara mendadak, acara bisa di lanjutkan, maaf Hartono, " Ucap Biyung Maryam
" Tidak apa-apa Biyung, dilanjutkan lagi Tilawahnya karena sebentar lagi kita selesai, " Jawab Hartono
Akhirnya mereka melanjutkan sampai selesai, wardani seketika itu diantar pulang ke rumah lurah apa yang terjadi selanjutnya kepada Wardani.
__ADS_1