SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 123 KEMARAHAN LURAH DARSO


__ADS_3

Keberangkatan Lurah ke kantor desa pun, Paimin dan Paijo segera melaksanakan tugas amanat yang telah Lurah Darso berikan kepadanya.


" Aduh Jo, kenapa tadi kita masih tidur disini, ketahuna Lurah Darso kan," Ucap Paimin


" Aku juga tidak tau jika terjadi seperti ini lah Min, kita tidur juga hampir dini hari jadi kita masih mengantuk," Jawa Paijo


" Tetapi kita kan bisa segera bangun, " Ucap Paimin


" Kita tidak ada yang bangunin lagi, dalam keadaan nyenyak," Jawab Paijo


" Syukurin, emang enak, makanya kalau bergadang itu tau tempat," Sahut Simbok Darmi


" Lah dalah Mbok kenapa Simbok tidak membangunkan kita berdua," Ucap Paimin


" Iya Mbok, " Jawab Paijo


" Lho Simbok apa tau jika kalian berdua masih tidur didepan sini, Simbok tidak tau jika kalian mau tidur disini, ya syukurin, aku mau ke belakang masih banyak kerjaan," Ucap Simbok Darmi


" Eeh Simbok," Sahut Paijo


" Ya sudah Jo, dari pada ribut tak jelas ayo kita kerjakan tugas dari Tuan, tadi disuruh menanam bunga kamboja itu di taman belakang dekat ruang rahasia Tuan, ayo buruan," Ucap Paimin


" Iyo to, ya udah ayo, buruan keburu siang," Jawab Paijo


Akhirnya merely berdua berangkat ke belakang membawa bunga kamboja sorta perlaratan tanam-menanamnya.


Semenjak itu Arya yang sibuk mencari apa yang bisa ia lakukan untuk itu, Arya baru menemukan disaat Lurah Darso ingin berangkat, Arya mendengar bahasa Paimin di berikan tugas untuk menanam pohon kamboja di belakang rumah tamban dekat dengan ruang rahasia. Dengan itu Arya dengan sengaja untuk membuat tumbuhan itu rusak dengan berantakan.


" Ah aku tau yang harus aku lakukan nanti setelah bunga itu di tanam aku harus merusaknya acara tanaman itu mati, jadi Lurah Darso akan marah," Ucap Arya


" Akhirnya aku bisa menemukan cara dengan mudah, terima kasih kakek Tua, memang rencana yang muda sekali untuk di kerjakan," Ucap Arya


" Kalau begitu aku tinggal dulu, masih proses tanam jadi masih lama," Ucap Arya


Tiba-tiba Wardani lewati di belakang yang membuat Arya kaget dengan aneh.


Jondal... Kaget Arya


" Kenapa Arya kau begitu kaget melihatku datang, emang kau melihat apa," Ucap Wardani


" Eh Wardani tidak apa, aku kaget aja tadi tidak ada orang sekarang kamu jadi ya aku kaget," Jawab Arya


" Kenapa Arya kaget seperti itu, disana cuma ada Paimin dan Paijo sedang menanam bunga kamboja, emang ad apa ya," Batin Wardani


" Kamu kenapa bisa kaget disana itu cuma mereka berdua sedang menanam bunga kamboja," Ucap Wardani


" Ya tidak tau, seperti seram saja aku rasa, terus kau datang separate tiba-tiba membuatku kaget," Jawab Arya


" Memang bunga itu sepesial buat Lurah, pasti di tanaman karena untuk kepentingan dia, siap yang tidak tau merusaknya pasti Lurah Darso akan marah karena itu bunga kamboja penting untuk ritualnya," Ucap Wardani


" Oh begitu ya, aku baru tau setelah kau memberitahuku," Jawab Arya


" Iya ya sudah aku mau ke dahulu," Ucap Wardani

__ADS_1


" Iya Wardani," Jawab Arya


Wardani menceritakan sedikit pengetahuan tentang apa yang dimiliki oleh Lurah Darso, yang tidak tau bahwa penjelasannya itu membuat dirinya yakin dan terdukung untuk melakukan itu, sehingga akan terjadi kemarahan yang sangat murka.


" Haha aku dapat informasi yang sangat jelas sekali tanpa kau bersusah payah, dan ternyata benar pemikiran aku bahwa ini akan menjadi permasalah yang sangat hebat, Lurah akan marah dan mencari tau siapa yang berani melakukan ini sampai-sampai semua yang ada rumah kena marah semua," Ucap Arya


" Tunggu tanggal mainnya, sebentar lagi," Ucap Arya


" Jo kami cangkul bagian kiri ke sana, aku ke kanan sampai sini, kita lubangin dahulu semua baru kita tanam dan kita tumbuk dengan tanah galian ini, terus kita kasih pupuk lalu kita siram selesai," Ucap Paimin


" We leh... Kita baru saja memulai sudah bilang mau selesai,iya itu langkah-langkahnya kok sudah selesai kita baru saja mulai," Jawab Paijo


" Jo.. Jo.. Memang kita masih baru mulai, itu hanya langkah -langkah saja, biar kita mudah dan cepat selesai kamu itu ribet sekali di ajak bicara," Ucap Paimin


" Iya min, minta maaf ya sudah ayo kerjakan dulu," Jawab Paijo


Mereka berdua me lanjut kan mencangkul tanah yang sudah dibagi, agar semua terlobangi terlebih dahulu, tiba-tiba Simbok Darmi membawakan cemilan dan minuman untuk mereka berdua. Cemilan berupa pisang goreng, tempe goreng, ketela rebus dan kue bolu serta minuman dingin es kopyor yang sungguhkan oleh Simbok Darmi.


" Kalian berdua istirahat dulu ini Simbok bawakan cemilan dan minuman, ayo kesini dulu," Ucap Simbok Darmi


" Aduh Mbok, gitu donk perhatian juga ke kita, gitu kan kita enak," Ucap Paimin


" Yo lah, makanan enak itu," Sahut Paijo


" Sudah buruan kesini dulu, cicipin dulu biar punya tenaga serta istirahat sejenak, butuh istirahat dan asupan to," Ucap Simbok Darmi


" Iya Mbok bentak," Jawab Paimin


-


Mereka duduk mencicipin cemilan makanan yang di bawakan oleh Simbok Darmi. Dengan me nikmati dan memujinya.


" Mbok ini sangat enak sekali, suka dengan masakan Mbok Darmi, tidak di ragukan lagi sudah pengalaman tinggal lama di rumah Tuan," Ucap Paimin


" Emang enak Min, aku baru merasakan kue seenak ini, memang dari awal kesini aku sudah sedikit adaptasi dengan keluarga Lurah Darso," Jawab Paijo


" Kalian ini makan opo malah memuji, memuji atau ceritanya nanti saja, nikmati makannya kerja lagi biar cepat selesai nanti keburu Tuan pulang," Ucap Simbok Darmi


" Iya Mbok," Ucap Paimin


" Aku tinggal dulu, kalau sudah makan segera di mulai kerjannya, " Ucap Simbok Darmi


" Weh leh... Iya mbok," Sahut Paijo


Akhirnya Simbok Darmi meninggalkan mereka dan mereka berdua memulai lagi, sehingga semua lobangan tercipta, mereka memulai untuk menanam bunga kamboja di lubangan yang ai buat, mereka memberikan pupuk lalu ia tumbukan dengan tanah, dan mereka menyirami tanam bunga kamboja yang telah mereka tanam.


" Ah capek juga Min," Ucap Paijo sambil duduk


" Iya lelah sekali Jo, tapi untung sudah selesai jadi kita tinggal istirahat," Jawab Paimin


" Iya, kita tinggal beres-beres perlaratan ini nanti dan kita sudah bisa istirahat," Ucap Paijo


" Yo sudah ayo segera saja biar kita tinggal istirahat dan leyeh-leyeh," Jawab Paimin

__ADS_1


" Ya sudah ayo," Ucap Paijo


Akhirnya mereka berdua membawa perlaratannya untuk di bersihkan, memberekan apa yang ada di sekitar situ, membawa bekas sisan cemilan dan minuman untuk di bawa ke dalam dapur, dan mereka siap untuk bersihkan during setelah itu untuk istirahat dan leyeh-leyeh didepan menganggu Lurah Darso pulang.


" Lho sudah selesai, " Ucap Simbok Darmi


" Sudah Mbok, barusan selesai," Jawab Paimin


" Ya sudah kalian sana bersihkan diri setelah itu istirahat dan leyeh-leyeh didepan sambil menunggu Tuan pulang, cepat sana keburu Tuan pulang," Ucap Simbok Darmi


" Iya Mbok, " Jawab Paijo


Mereka pergi untuk bersih-bersih diri dan untuk siap ke depan untuk menunggu Tuan dari Kantor desa.


Arya memulai aksinya untuk menghancurkan tanaman bunga kamboja yang di tanam barusan oleh Paimin dan Paijo.


" Ini saatnya aku berkerja, sekarang aku harus membuat tanaman ini rusak dan mati, sehingga ketika Lurah Darso melihatnya akan marah, aku kira bunga kamboja ini akan berguna sekali, disaat bunga kamboja di butuhkan ternyata bunga kamboja mati, apa yang akan terjadi," Ucap Arya


Arya memulai menghancurkannya, Arya mencari slate di sekitar taman untuk membuat tanaman itu mati, tak disangka Arya menemukan sebiji logan yang tergeletak di dekat jalan kearah ruang rahasia Tuan. Sehingga ia gunakan untuk menghancurkan tanaman-tanaman Lurah Darso.


" Akhirnya aku menemukan juga, ini bisa aku pakai untuk menghancurkan tanaman itu," Ucap Arya


Arya melihat situasi di sekitar dan memastikan tidak ada orang dan siapa yang ada di sana, setelah aman Arya pun memulai menghancurkannya satu per satu tanaman bunga kamboja milik Lurah Darso. Dengan cekatan Arya berhasil membuat bunga kamboja milik Lurah Darso mati serta hancur berantakan tanpa ada satu yang tersisa sama sekali, Arya merasakan capek dan penasaran apa yang akan terjadi jika melihat bunga kamboja milinya sudah mati dan hancur.


" Ternyata capek juga, akhirnya semua tanaman bunga kamboja milinya Lurah Darso sudah hancur semua, haha... Aku tidak sabar apa yang akan terjadi ketika Lurah Darso mengetahui bahwa bunga kamboja milinya hancur dan mati ketika ia membutuhkan nanti, pasti akan semakin panas permasalah di rumah sini," Ucap Arya


" Ya sudah aku segera pergi dari sini, sebelum ada yang kesini dan mengetahui aku disini, " Ucap Arya sambil membuang Logan di ke arah dekat pot bunga mawar


Arya langsung meninggalkan tempat itu dengan segera tanpa lama. Ia langsung bersihkan diri seolah ia berada di dalam kamarnya. Agar tidak menimbulkan curiga terhadapnya.


" Akhirnya selesai juga, aku tinggal menunggu aksi dari Lurah Darso," Ucap Arya


Tidak lama kemudia Lurah Darso pulang dan dan istirahat sejenak karena capek dalam seharian bertugas di Kantor desanya.


Seminggu berlalu, Lurah Darso harus melakukan ritual itu, ketika Lurah ingin menyiapkan apa yang di butuhkan, Lurah Darso ingat bahwa dirinya sudah tidak binggung lagi karena ia sudah menyuruh Paijo dan Paimin untuk menanam itu sebelum di butuhkan, tanpa lama Lurah Darso pergi ke belakang untuk melihatnya, sontak melihat bunga kamboja mati tanpa ada sisa Lurah Darso marah dengan keras yang membuat dalam rumah sudah ketakutan lagi dengan kemarahan yang terjadi.


" Siapa yang membuat bunga kamboja ini mati, aku suruh untuk menanam nya bukan untuk di hancurkan, Paimin , Paijo," Ucap Lurah Darso dengan marah


" Aduh Tuan marah, ini ada apa lagi, dimana mereka kok lama tidak muncul, " Ucap Simbok Darmi di dapur


" Jo Tuan marah dia panggil kita, ayo cepat ke belakang," Ucap Paimin


" Ono opo yo, ya sudah ayo," Jawab Paijo


" Iya Tuan ada apa, " Ucap Paimin


" Lihat bunga kamboja aku hancur dan mati, ini udah selama seminggu harusnya sudah subur," Ucap Lurah Darso


" Ya Ampun Tuan, kok bisa begini, kami berdua menanamnya dengan baik, kok jadi seperti ini," Ucap Paimin


" Lah dalah kok mati dan hancur seperti ini, siapa yang berani menghancurkan, tapi beneran Tuan kami berdua menanamnya dengan baik, jika akhirnya seperti ini kami berdua tidak tau," Jawab Paijo


" Kalian ini bikin emosi saya naik, " Ucap Lurah Darso

__ADS_1


Lurah Darso mulai marah dan emosi dengan penjelasan dari mereka berdua.


__ADS_2