SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 42 KEMATIAN MARNO


__ADS_3

Setelah Marno mengetahui semua yang ia curigai, maka Wardani juga mengetahui selama ini ia juga menjadi mata-matanya.


Wardani tidak tinggal diam untuk hal ini, ia memiliki rencana yang amat kejam dan sangat tragis untuk hal ini.


Wardani yang menuruh Marno membersihkan Taman balakang tang sepi dari rumah yang luas itu. Marno yang lugu itu ia menuruti apa yang di minta oleh Wardani.


Seketika itu Marno mengerjakan apa yang Wardani suruh.


Bluk.... Marno terjatuh ke tanah, sambil menyeret nya ke gudang tua yang berada di dekat Taman itu.


Marno membuka mata secara perlahan-lahan, terasa buram dan tangan dan kaki sudah bertali dengan erat.


" Aku dimana ini, aku tadi di taman belakang, sekarang aku di ruang gelap dan sudah bertali erat, " Ucap lirih Marno


" Tenang Marno, kau tidak apa-apa percayalah, " Jawab Wardani


" Kamu siapa, kau dimana keluarlah, aku ingin tau siapa kau, " Ucap Marno


" Seperti suara Neng Wardani," Batin Marno


" Tenang sabar lah Marno, kau sudah siap mau melihatku, " Ucap Wardani


" Kau siapa cepat keluar jangan membuatku penasaran, seperti suara neng Wardani, " Jawab Marno


" Benar sekali seratus buat kamu Marno, " Ucap Wardani sambil keluar menuju ke dekat Marno


" Kenapa neng menyekap saya disini apa salahku," Ucap Marno


" Kau tak bersalah, tapi kau tau sesuatu kan tentang diriku, " Jawab Wardani

__ADS_1


" Apa yang kau katakan, aku tidak mengerti apa yang kau katakan, " Ucap Marno


" Wau memang pintar kau Marno, makin sayang dan cinta kepadamu, " Jawab Wardani


" Lepaskan aku neng, " Ucap Marno dengan teriakan


" Kau berteriak sekencang apapun pastinya tiada yang mendengarkan mu, " Jawab Wardani


" Lepaskan aku, " Ucap Marno


" Marno Terima kasih ya kau sudah mengikuti ku bersama Lurah Darso, bagaiman Mesranya diriku dan Abah kan, pasangan yang sangat bahagia, dan itu sangat membuatku berbunga-bunga hahahah, " Jawab Wardani


"Ternyata kau memiliki hubungan dengan Abah secara Sembunyikan-sembunyi, aku curiga dan aku akan memberitahukan kepada den Trimoko, " Jawab Marno


" Memang kau banar Marno aku kekasih gelap Abah, kenapa kau cemburu, " Ucap Wardani


sambil marah dan memegang janggutnya


" Lepaskan aku, maaf Ku neng, " Jawab Marno


" Tidak sudah terlambat karena kau tau pasti akan menyebar, walaupun kau berjanji kau mengetahui rahasiaki, hahaha aku tidak bodoh, " Ucap Wardani


" Lepaskan, " Jawab Marno dengan melawan


" Sudah siap Marno sayang, " Ucap Wardani


" Atau kau masih mau berkata-kata dahulu sebelum mati," Ucap Wardani


" Lepaskan aku, tenyata kau wanita penipu yang akan menghancurkan Keluarga Lurah, " Jawab Marno

__ADS_1


" Mamang benar, sesuatu yang kau tanam pasti kau tunai kan Marno, " Ucap Wardani


" Kau tidak tau apa yang Lurah tanam di masa lalu, " Jawab Wardani


"Terima ajal mu, bersiaplah, tidak akan membuat mu sakit tapi tragis dan seperti digigit semut," Ucap Wardani


" Neng Ampun," Jawab Marno


" Tidak apa, bersiaplah," Ucap Wardani


" Ahhh ahhh terasa nikamat, sakit sekali dan terasa lemas berhenti, aku sudah tidak kuat, " Ucap Marno


" Ah itu racun dalam kelaminku sudah membuatmu sakit dan akan mati, sebelumnya kau mati dengan racunku, aku akan.., " Jawab Wardani


Crok..... Ditusuk dengan tusuk konde, darah bercucuran, dan moncrat ke muka Wardani dan mulut mulai hisab darah di dadanya, mulut yang berlumuran darah.


" Ahhh maafkah aku, " Ucap Marno meninggalkal seketika


" Hahaha, " Teriak keras Wardani


Wardani pun menyeret Marno kearah belakang yang terdapat penangkaran buaya milik Lurah. Mayat Marno pun seketika di masukan oleh Wardani ke penakaran tersebut untuk makan malam si buaya.


" Aku harus segera bersih diri sebelum ada yang mengetahui," Ucap Wardani


Akhirnya Wardani bersih diri untuk menghilangkan jejaknya serta membuang bajunya ke penangkatan buaya.


Tiba-tiba Aisyah datang ke taman belakang dan bertemu dengan Wardani, Wardani meminta untuk membawa sarung yang terjatuh untuk nanti di bawa ke kamarnya.


Wardani meninggalkan taman itu, dan Aisyah segara masuk ke kamar dan tak lupa untuk membawa sarung.

__ADS_1


Apa yang terjadi setelah kejadian tadi.


__ADS_2