
Persiapan-persiapan pun telah dilakukan dengan matang. Lurah Darso yang sangat senang serta antusias untuk acara itu, menyiapkan untuk hari pernikahannya. Biyung Maryam yang sedikit sedih menceritakan kepada Eyang Narni agar dirinya terhibur bisa bercerita.
Eyang Narni saat itu kaget mendengar pernikahan lurah Darso yang sangat di sayangkan mengapa Lurah harus menikah dengan Wanita setan itu. Biyung Maryam seketika bercerita kepadanya.
" Eyang Maryam sekarang diriku sedikit kecewa dan marah bahkan sedih sedalam-dalamnya, atas perbuatan Abah kepadaku, bahwa Abah mau menikah dengan Wardani, sungguh membuat diri tercabik-cabik saatnya aku di madu lagi Eyang, " Ucap Biyung Maryam
" Apa Lurah Darso mau menikahi wanita setan itu, aku tidak akan setuju dia itu wanita yang akan menghancurkan keluarga kita, ya Tuhan apa yang telah kau berikan kepada kamu, aku mulai ingat bahwa semua salahku dan sekarang semua kembali dalam kehidupan kita, maafkan Eyang tidak bisa mencegahnya semua keputusan sudah di tangan Lurah Darso, jika kau sudah memberikan restu maka Lurah Darso berhak menerimanya, " Batin Eyang Narni sambil meneteskan air mata
" Memang Aku sudah memberikan restu dan izin untuk menikahinya Biyung, karena perbuatan dia kepada Wardani yang tidak baik, kasihan Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Itu kesalahan diriku, wanita itu bermuka seribu maka kau sudah masuk kedalamnya permainannya dan saatnya Wanita itu menang, tapi kau harus mulai sadar Maryam, " Batin Eyang Narni
Eyang Narni hanya membalas menangis pandangan tidak suka terhadapnya. Yang sulit untuk memberitahukan kepadanya.
" Ya sudah Eyang terima kasih sudah menjadi tempat Maryam untuk berkeluh kesah menceritakan segala kesedihan Maryam, semoga Maryam di berikan kekuatan untuk menghadapi semua ini, sekarang Eyang Makan dulu, " Ucap Biyung Maryam
" Iya sayang maafkan Eyang, semoga kau kuat dan mampu melewati ini semua dengan kuat dan tabah, " Batin Eyang Narni
Biyung Zubaidah yang sangat marah-marah persiapan pernikahan di rumah Lurah.
" Aku rela, jika dia menjadi istri Lurah Darso, aku harus bagaimana semua kesalahan yang ku buat, lihat setelah kau menikah aku akan membuat hidupmu lebih sengsara, lebih dari ini tunggu permainannya manisku, aku harus cari akal jangan kegabah dalam bertindak, " Ucap Biyung ZubaidahZubaidah
Lurah Darso menyiapkan segala pernikahannya dengan baik dan mewah, lurah Darso memang tidak nanggung -nanggung di pernikahannya dengan Wardani, semua si siapkan dengan Sebaik mungkin.
" Akhirnya aku menguasai rumah ini, serta aku akan segera membuat keluargamu hancur, sedikit lagi permainan akan dimulai, " Ucap Wardani
" Sungguh rencana yang mulus," Ucap Wardani
" Memang mulutmu, kau begitu pintar dan menawan, ku selalu mendukungmu tetapi kau berikan cinta sedikit untuk orang lain, " Sahut Arya
" Maksudnya Arya, " Jawab Wardani
" Iya Wardani kan kamu mau menikah dengan Lurah Darso tetapi kau masih memiliki cinta sejati makan kamu masih menebarkan dan cinta untuk orang lain kan, " Ucap Arya
" Oh begitu iya tetap lah, " Jawab Wardani
" Setelah ini apa rencanamu," Ucap Arya
" Tunggu kita harus main bagus dan harus sedikit demi sedikit, jangan terlalu gegabah, kita ikutin alurnya saja, keluarga Lurah sudah sedikit banyak masalah, hahaha..., " Jawab Wardani
" Haha..., benar yang kau katakan kita harus berhati-hati jangan terlalu gegabah, " Ucap Arya
" Iya Arya, " Jawab Wardani
Biyung Sumi dan Abah Warso mendengar pernikahan Wardani, mereka hanya berdiam diri dan Biyung Sumi hanya marah-marah apa yang di lakukan Wardani itu lambat dan mereka merasa bahwa kerjanya tidak pecus.
" Abah apa -apaan ini, Wardani mau menikah lagi dengan Lurah Darso, apakah dia lupa apa tujuan mereka disana, " Ucap Biyung Sumi
" Biyung aku lihat kau selalu marah seperti itu, kenapa coba kau pikir Wardani itu disana juga memikirkan bagaimana cara untuk melakukan dengan indah, coba lihat dan dengarkan selama ini keluarga Lurah Darso banyak mengalami masalah maka yakinlah, bahwa ini semua adalah suatu strategi untuk melakukan rencana dengan baik, " Jawab Abah Warso
__ADS_1
" Tapi Biyung tidak sabar untuk itu, Biyung kecewa..., " Ucap Biyung Sumi sambil lari ke kamarnya
" Biyung...., selalu ngambek, " Jawab Abah Warso
" Pokok jika aku ketemu dengan Wardani aku akan menyanyakan semua ini, " Ucap Biyung Sumi
Biyung Sumi tidak sabar untuk bertanya kepada Wardani ketika nanti datang di acara pernikahannya, Biyung tidak sabar ingin mendengarkan jawaban darinya secara langsung, apa yang harus is lakukan, bahkan saat itu Trimoko sangat terpukul atas pernikahannya Wardani yang sebentar lagi di laksa akan, Trimoko yang kecewa itu is menuju ke suatu tempat untuk meluangkan rasa sakit, kecewanya disana.
" Ah...., " Teriak keras Trimoko
" Mengapa diriku merasa sakit seperti ini, sekian lama aku bisa mendapatkan yang aku mau, kini aku sulit mendapatkan cintainya, setelah mendapatkan cintainya mengapa dia menikah dengan seorang yang dekat denganku Yaitu Abahku sendiri, " Ucap Trimoko
meneteskan air mata
" Aku sudah mencintainya lama, aku baru memilikinya,sekarang mengapa begini, Seorang Trimoko yang lemah dan tak berdaya karena cinta wanita itu, aku harus terus mendapatkan cinta dan kasihnya walaupun dia milih orang, aku pasti kan dia akan selalu ada untukku, " Ucap Trimoko
Trimoko sangat terluka dan rapuh, saat ini dirinya menjadi seorang Laki-laki yang lemah karena seorang yang ia cintai menikah dengan Abahnya.
" Eyang waktunya makan, oh iya Eyang pastinya Eyang sudah dengarkan bahwa aku mau menikah dengan kakek peot, pastinya sudah kan Biyung Maryam dan Zubaidah memberitahukan ke Eyang, hahaha...., " Ucap Wardani
" Dasar wanita setan tak tau malu, tak tau diri, dasar wanita murahan, " Batin Eyang Narni
" Kenapa Eyang tidak suka, Eyang mau tampar atau mau apa ayo sini, dasar mayat Hidup, ngapa-ngapain aja tidak bisa, " Ucap Wardani
" Aku begini semua gara-gara kamu, dasar wanita bermuka dia, " Batin Eyang Narni
" Ya Tuhan tolong berikan kekuatan untuk hamba dan keluarga ku jauh kan dari wanita setan ini, " Batin Eyang Narni
" Iya Biyung, ini lagi mau memberikan makanan ke Eyang, " Jawab Wardani
"Ayo Eyang makan dulu ya buka mulutnya, makan yang banyak agar Eyang lekas sembuh biar bisa sehat seperti sediakala dan bisa berkumpul bersama lagi, " Ucap Wardani
" Ayo Eyang makan, Wardani baik sekali, " Sahut Biyung Maryam
" Jangan kau percaya kepada wanita bermuka dua itu Maryam, dia hanya bermuka dua, sadarkan mereka, " Batin Eyang Narni
Wardani bersenyum dan bermain mata dengan Eyang Narni.
" Dasar wanita setan, awas suatu saat kau akan di balaskan orang untuk membalasmu, " Batin Eyang Narni
" Kalau begitu aku tinggal dulu ya, teruskan makan yang banyak ya Eyang, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, hati-hati, " Jawab Wardani
" Makan yang banyak, " Ucap marah ke Eyang Narni
Wardani mulai kembali ke orang yang galak dan tidak halus seperti tadi kepada Eyang Narni.
" Aku mau keluar daripada aku di isi mending aku persiapan diri untuk pernikahannyaku, aku mau bahagia, da..., " Ucap Wardani
__ADS_1
Eyang Narni hanya menangis melihat kelakuan sebenarnya Wardani, Eyang Narni yang tidak bisa ver buat apa-apa. Hanya meratap dan menganggu kehidupan keluarga Lurah yang semakin hancur oleh Wardani.
Keesokan harinya pun tiba-tiba, Semua persiapan sudah siap, pernikahan mereka dimulai, para tamu undangan berbondong-bondong datang, bahkan semua makanan dan minuman siap tersaji, sebuah karawitan sudah bergema, bahkan konsep pernikahan yang sangat mewah, penari penyambutan tari gabyong, Suara merdu pesinden terdengar merdu.
Wardani yang berbalut baju hitam berhias emas yang menghias tubuh indahnya, lengkok-lengkok hitam indah menghias di dahinya, serta sunduk mentul yang berkementulan di atas sanggulnya yang menolek para lelaki yang datang, bahkan jarik emas yang menghias kaki indahnya serta kaki mulusnya, bunga melati yang tersusun indah dan rapi terjatuh dari atas telinga ke samping tubuhnya, melainkan dengan Lurah juga selaras yang di pakai oleh wardani yang sudah satu pasangan untuk kenakan.
Sekilas itu Biyung Maryam bersedih melihat hari pernikahan Lurah Darso yang telah memadu lagi seorang wanita yang dimana wanita tersebut sudah lama tinggal di rumahnya, Biyung Zubaidah juga marah-marah melihat semuanya tidak terima apa yang ia lihat saat itu.
" Aku sudah mengizinkan Abah untuk menikah lagi karena dia melakukan hal yang tidak mengenakan bagiku, aku harus kuat, " Ucap Biyung Maryam
" Dinda kau telah tertutup dengan sikap baikmu, wanita itu jahat kau tidak pantas untuk memberi sikap baikmu itu, aku sangat marah kenapa aku tidak setuju karena dia sangat licik, " Sahut Biyung Zubaidah
" Tutup omong kosongmu Ananda, dia baik sudah kita jangan berantem diacara ini, sudah banyak orang ayo kita keluar, jangan buat acara ini kacau jika ketahuan Abah, pasti Abah akan marah dan menghukum siapa yang menghancurkan pestanya," Ucap Biyung Maryam
" Terserah Dinda kalau tidak percaya, kalau begitu ayo keluar, aku mau ke dapur sebentar, " Jawab Biyung Zubaidah
Biyung Zubaidah menghampirinya Wardani diruang riasnya.
" Jangan bersenang-senang dulu, setelah apa yang kau lakukan terhadap keluarga ini aku pastikan kau akan membayarnya, ingat, " Ucap Biyung Zubaidah
" Oh... Sangat realitis, aku suka itu Biyung, aku tunggu, sudah tidak ada yang di katakan permisi aku mau lewat, " Jawab Wardani sambil mendorongnya
" Dasar Wanita setan, awas kau, " Ucap Biyung Zubaidah
Wardani bersiap untuk ijab qobul, yang sudah di tunggu di tempatnya tak lama kemudian akad nikah telah dilaksanakan, hingga selesai, acara resepsi yang langsung dilakukan seketika itu semua para undangan mengucapkan selamat dan menikmati hidangan serta menikmati pentas dan sungguhan di sana.
Biyung Sumi menarik Wardani sebentar dan mengatakan sesuatu kepadanya.
" Aduh Biyung sakit, pelan-pelan kenapa sih, ada apa, " Ucap Wardani
" Kenapa kau menikah dengan Lurah, kamu kesini ada tujuan bukan bersenang-senang, " Jawab Biyung Sumi
" Iya aku tau itu Biyung, kenapa sih Biyung selalu tidak percaya kepadaku, jika Biyung seperti ini sana Biyung yang lakukan sendiri, " Ucap Wardani
" Kau berani membantah Biyung, ini rasakan, " Ucap Biyung Sumi
" Apa Biyung menampar Wardani, memang jahat kau Biyung, " Jawab Wardani menuju kembali ke tempatnya
" Wardani maafkan Biyung, " Jawab Biyung Sumi dengan berfikir kemana-mana
" Kenapa aku tidak bisa menahan amarahku, aku takut dia marah dan berfikir kemana-mana, " Ucap Biyung Sumi
Abah Warso melihat dari kejahuan dan langsung menghampiri Biyung Sumi.
" Biyung aku sudah bilang jaga tingkah kamu, dan semua angan-anganmu yang terlalu cepat untuk di lakukan, semua butuh waktu, apa yang terjadi hari ini lihat Wardani marah dan sedih kau lakukan seperti itu, sudah Abah tidak bisa memberikan na sehat kepadamu yang keras kepala itu, " Ucap Abah Warso sambil meninggalkannya
" Abah maafkan Biyung, Abah..., " Jawab Biyung Sumi
" Ah...semua gara-gara keegoisanku, aku tidak bisa menahan amarah," Ucap Biyung Sumi
__ADS_1
Pernikahan Lurah Darso dan Wardani sudah telaksanakan dan selesai, apa yang terjadi setelah ini, apakah kehidupan lurah Darso semakin bahagia atau sengsara.