SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 118 KERINDUAN LAKSONO


__ADS_3

Setelah kejadian itu Rani merasa kaget dengan sikap dan sifat Trimoko yang sangat kasar, Rani hanya terdiam dan tak berdaya, setelah kejadian itu Trimoko keluar dari kamarnya, meninggalkan Rani yang sedang kesakitan dan lemah tak berdaya. Setelah melakukan kewajibannya Trimoko pergi bergadang dengan komplotannya.


Biyung Darni ketika itu merasakan perasaan yang tidak enak, ketika membawa gelas kaca tiba-tiba terjatuh ke lantai.


Pyar... Gelas kaca pecah


" Apa yang terjadi, perasaanku tidak enak seperti ini, semoga tidak ada half yang buruk menimpa Rani," Ucap Biyung Darni


" Biyung ada apa sudah biar Simbok saja yang beresin, ayo ke kamar," Sahut Laksono


" Mbok tolong ini bersihkan, " Suruh Laksono


" Baik Den, " Jawab Simbok Suti


" Terima kasih ya Mbok, " Sahut Biyung Darni


Menuju ke kamarnya, bahkan Laksono penasaran apa yang terjadi kepada biyung serta berani untuk bertanya kepadanya.


" Sebenarnya tadi apa yang terjadi Biyung," Tanya Laksono


" Aku juga tidak tau apa yang terjadi, tiba-tiba gelas kaca itu terjatuh ketika Biyung mau membawanya, apakah ini suatu pertanda buruk untuk kita," Jawab Biyung Darni


" Udah tidak udah di pikir paling Biyung tadi belum pegang dengan baik jadi terjatuh," Ucap Laksono


" Tidak Biyung merasakan sendiri perasaan Biyung tidak enak, apakah ada sesuatu yang terjadi kepada Mbak yu mu disana ya, " Ucap Biyung Darni


" Sudah jangan pikir, Mbak yu disana pasti baik-baik saja, " Ucap Laksono


" Tapi perasaan Biyung belum tenang sebelum ada yang melihat keadaannya," Jawab Biyung Darni


" Kebetulan aku lagi merindukan Wardani dengan ini aku bisa bertemu dengannya, " Batin Laksono


" Ya sudah nanti atau besok aku ke sana untuk melihat Mbakyu jadi biar Biyung tenang, " Ucap Laksono


" Benar kalau begitu kamu harus melihatnya, agar perasaan Biyung ini tidak gundah, biar perasaan Biyung tentram jika tidak ada yang terjadi terhadap Mbakyu mu, " Jawab Biyung Darni


" Iya sudah Biyung istirahat, aku mau ke sana sebentar, aku akan segera ke rumah Murah Darso untuk melihat keadaannya Mbakyu, " Jawab Laksono


" Iya, " Ucap Biyung Darni


Dengan itu kesempatan Laksono bertemu dengan Wardani gampang, serta melepaskan kerinduan yang sangat men dalam bagi Laksono kepada Wardani, ketika awal berjumpa Laksono sudah terpikat dengan kecantikannya bahkah hatinya selalu mengingat dirinya walaupun Wardani istri Lurah Darso. Laksono akan berharap untuk mendapatkan cintanya bahkan bisa memilikinya.


" Aku selalu merindukanmu wahai wants cantik, walaupun kau susah bersuami aku akan selalu mencintaimu, semoga kau akan menjadi pasangan suatu saat, aku akan segera ke agar kerinduanku terobat dengan melihatmu," Ucap Laksono


Laksono pun segera bergegas saat itu tidak menunggu lama ia berangkat ke rumah Lurah Darso.


" Biyung Laksono berangkat tidak usah menunggu besok atau lusa,sekarang Laksono pergi ke rumah Lurah Darso," Ucap pamit Laksono


" Iya hati-hati dijalan, lihatlah keadaannya Mbak yu my serta sampaikan salam Biyung kepadanya," Jawab Biyung Darni


" Iya nanti saya sampaikan kepada Mbak yu, nanti jika Laksono tidak pulang Laksono nginep disana semalam saja Biyung, " Jawab Laksono


" Iya tidak apa-apa ya sudah berangkatlah keburu sore, " Ucap Biyung Darni


Dengan cepat nya Laksono berangkat menuju ke rumah Lurah Darso. Ditengah perjalanan kedaarannnya mengalami masalah roda sepeda motornya kepes kehilangan angin, Laksono mencari penembelan ban di sekitar perjalanan dengan susah dan terus mencari akhirnya sepeda motornya pun telah terisi angin, Laksono melanjutkan perjalanan ke rumah Lurah Darso.



Laksono hampir sampai di rumah Lurah Darso, tiba-tiba saat di perjalanan dekat dengan tempat Trimoko berkumpul dengan komplotannya melihat Trimoko sedang berpesta dengan komplotannya, mabuk-mabukan dan berolah seperti tak sadarkan diri.


" Itu Mas Trimoko, apa yang dia lalukan dengan kawan-kawannya aku coba untuk ke sana, " Ucap Laksono


" Mas Trimoko, kau sedang apa, bersama kawan-kawanmu, " Tanya Laksono


" Ah kau siapa, kau anak ingusan jangan ganggu aku, aku sedang berpesta lihat di sana ada kekasih cantikku, " Jawab Trimoko keadaan mabuk-mabukan


" Ayo pulang aku antar, saya juga mau ke rumah mas Trimoko, " Ucap Laksono

__ADS_1


Gluduk... Laksono terjatuh dipukulnya


" Mas kenapa kau pukul aku hingga terjatuh, " Ucap Laksono


" Sudah kau pergi dan jika kau mau ke rumah ke rumahlah jangan ganggu aku dengan kawan-kawanku, ayo kita berpesta lagi, " Jawab Trimoko


Laksono berdiri sendiri dan membersihkan badannnya sambil memegang bagian yang di pukul oleh Trimoko, Laksono meninggalkan untuk meneruskan ke rumah Lurah Darso, dengan kaget dengan sikap dan sifat Darso Laksono kecewa dengan pelakuan terhadapnya. Tak lama kemudian Laksono telah sampai di depan rumah Lurah Darso.


" Ini dia rumah Lurah Darso," Ucap Laksono


" Paijo itu kayaknya Den Bagus Laksono adiknya den Ayu Rani, ayo kita samperin, " Ucap Paimin


" Iyo Min, cepet kita ke sana, lah..., " Jawab Paijo


" Eh.. Aden Laksono, " Ucap Paimin


" Iya, Mbak Yu adakah di rumah," Jawab Laksono


" Lah dalah, Aden kesini sendiri ya, " Sahut Paijo


" Iya saya sendiri, " Jawab Laksono


" Oh Aden Rani ada den," Jawab Paimin


Simbok Darmi tak sengaja saat keluar melihat Kedatangan Den Laksono ia langsung menghampirinya.


" Lho itu Aden Laksono," Ucap Simbok Darmi


" Aden, Den Ayu Rani ada di dalam, Aden apa yang terjadi kepada Aden wajahnya kok terluka," Jawab Simbok Darmi


" Oh iya Mbok, tidak apa-apa ya sudah kita masuk aku ingin segera bertemu dengan Mbak Yu, " Ucap Laksono


" Mari Den," Jawab Simbok Darmi


Tak lama Rani keluar dan langsung melihat Laksono telah datang.


" Barusan Den Ayu, kalau begitu Simbok ke belakang dulu biar saya siapkan minuman, " Sahut Simbok Darmi


" Iya Mbok terima kasih, " Jawab Rani


" Iya Mbak Yu barusan saja aku tiba," Jawab Laksono


" Bentar aku lihat, apa yang terjadi padamu, mukamu semua terluka, kau pasti berkelahi, " Ucap Rani sambil memegangnya


" Laksono tidak berkelahi tapi Laksono mau bertanya dan memberitahukan kepada Mbak Yu, ini semua ulah suami Mabl Yu Mas Trimoko dia memukuliku hingga seperti ini, Mas Trimoko orangnya kasar dan sekarang dia lagi pesta mabuk-mabukan dengan kawan-kawannya, Mbak Yu sekarang kita baru tau bahwa Sikap Mas Trimoko itu tidak ss baik yang kita kira, " Jawab Laksono


" Tidak Mas Trimoko itu orangnya baik, kau harus pikir mas Trimoko sedang mabuk-mabuk jadi tidak sadar maka dia melakukan kepadamu," Jawab Rani


" Mbak Yu kau jangan menutupi perilaku tidak baik Mas Trimoko, jika dia baik mengapa dia suka minum arak," Ucap Laksono


" Itu hanya pelampiasan dia, percayalah Mas Trimoko itu orangnya baik," Jawab Rani


" Mbak Yu minta maaf Kepada kamu jika Suami Mbak Yu menyakitimu, karena paling dia bisa sadar untuk melakukan ini, " Ucap Rani


" Sudah Mbak Yu aku lupakan, bisa jadi iya memang orang mabuk kehilangan kesadarannya, " Jawab Laksono


" Terserah Mbak Yu, bagaimana keadaannya Mbak Yu baik kan, " Ucap Laksono sambil memeluknya


" Baik sekali Mbak Yu, " Jawab sambil menahan sakit karena tubuhnya yang penuh luka


" Maaf aku telah berbohong kepadamu memang sikap dan perilaku Mas Trimoko tidak baik, jika aku bercerita kepadamu pasti kau adukan kepada Biyung dan Abah mereka menjadi kepikiran, jadi aku simpan sendiri, " Batin Rani


" Mbak Yu," Jawab Laksono


" Iya ya sudah sebentar aku ambil kan air kompres dan obat, " Ucap Rani


Rani mengambil kompres dan obat untuk mengobati lukanya.

__ADS_1


" Sini aku bersihkan dan aku obati dulu biar tidak sakit dan segera sembuh," Ucap Rani


" Biyung menutupi person kepada mu, suruh haha diri, jangan capek dan haha kesehatan, " Ucap Laksono


" Iya saya akan menuruti pesan dari Biyung," Jawab Rani


" Aduh..., " Kesakitan Laksono


"Sakit ya tahan sebentar lagi selesai, " Jawab Laksono


" Sudah selesai, sebentar lagi akan sembuh, " Ucap Rani


" Terima kasih Mbak Yu, " Jawab Laksono


" Permisi Den, ini minuman dan cemilannya, dicicipi ya Aden, " Sahut Simbok Darmi


" Oh iya Mbok, terima kasih, Mbok jadi merepotkan, " Jawab Laksono


" Tidak Aden, ya sudah Aden Simbok permisi dulu, pareng," Ucap Simbok Darmi


" Iya Mbok, " Jawab Laksono


" Terima kasih Mbok, " Sahut Rani


" Lho Laksono kesini ya, kok tidak bilang-bilang, " Sahut Biyung Maryam


" Iya Biyung, Laksono kesini juga tadi dadakan jadi tidak sempat memberi tahu, " Jawab Laksono


" Ya sudah kalau begitu nanti nginep di sini satu malam aja ya, biar bisa lama bertemu dengan Rani, kalau begitu Biyung tinggal nikmati dengan Mbak Yu mu ya, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, " Jawab Laksono


" Iya nanti istirahat semalam disini saja karena jauh nanti kau capek bolak-balik, " Sahut Rani


" Ya sudah ayo aku antar ke kamar kamu untuk istrilahat sejenak pasti kau capek, " Ucap Rani


" Iya Mbak Yu, " Jawab Laksono


" Keman Wardani aku belum lihat sama sekali, dia dimana ya, ya sudahlan nanti juga ketemu, " Batin Laksono


" Ayo, Aku antar ke Kamar kamu, " Ucap Rani


" Iya Mbak Yu, " Jawab Laksono


Laksono menunggu Wardani muncul, tak terasa lama di kamar untuk istirahat Laksono berjalan-jalan ke taman belakang dia tidak sengaja melihat Wardani yang menghabiskan waktu disana, duduk sambil melihat taman si sekitar nya, Laksono langsung menghampirinya.


" Luck dicinta ulam pun tiba, Wardani yang ku cinta ternyata disana, aku harus segera ke sana untuk bertemu," Ucap Laksono


" Hay Wardani, maaf aku mengganggumu tadi aku melihat kau berada disini lalu aku menghampirimu," Ucap Laksono


" Tidak apa-apa, silahkan duduk, " Jawab Wardani


" Aku kesini hanya disuruh Biyung ku untuk menjenguk Mbak Yu saja, dan tidak tau kita bisa bertemu lagi di sini, " Ucap Laksono


" Ah basi Mas, aku sudah tau selain itu pasti kau merindukanku bukan, dan aku sudah pernah bilang suatu saat kau akan kesini untuk menemuiku, " Jawab Wardani


" Kenapa kau tau semua yang aku rasakan, semua itu benar yang kau katakan, " Batin Laksono


" Aku jujur saja semua itu benar bahwa aku sangat rindu ingin bertemu denganmu," Ucap Laksono


" Tenanglah aku akan menerima kerinduhanmu dengan lapang dada, jadi kau usah lalu, " Jawab Wardani


" Apa itu benar yang kau katakan, bahwa aku ingin bersamamu, aku tau kau sudah punya suami tapi hatiku sangat suka semenjak pertama bertemu, " Ucap Laksono


" Sudahlah tenang saja, kita juga bisa menjalin asmara kan, " Jawab Wardani sambil mencium bibirnya


Laksono yang terdiam tak bisa berkutik dengan perilaku Wardani yang selalu membuat dirinya merasakan rangsangan yang tak sedap untuk di ungkapan, apa yang akan terjadi kepada hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2