SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 94 HUKUMAN PEDIH


__ADS_3

setelah kematian amor Biyung Zubaidah dihukum atas semua perilakunya yang salah itu, tetapi sebelum Biyung Zubaidah dihukum, Biyung Zubaidahmemiliki rencana untuk menyuruh orang untuk mengaku bahwa dirinya yang memberikan racun kepadanya agar dikira dia yang tidak bersalah, alasan Biyung Zubaidah adalah sebuah vitamin, ternyata itu memang racun untuk membunuh Wardani niat buruknya.


Biyung binggung kenapa racun bisa di tempat Amor, swing at Biyung Zubaidah sudah benar memberikan dan menaruh dimana racun itu, sehingga malah terkena oleh Amor keluarga Lurah, Biyung Zubaidah binggung dan ketakutan dan panik mencari celah agar terhindar dari kemaran Lurah Darso.


" Mas Amor kenapa kau mas, bangun, " Ucap Wardani


" Amor kenapa yang terjadi kepadamu, " Sahut Biyung Maryam


Teriakan keras Amor dan gerakan kejang yang sangat menyakitkan, darah yang sudah keluar dari mulutnya. Wardani hanya menangis dan menangis memandangnya. Dan tak lama Amor telah mengembuskan nyawanya terakhir. Di dalam rumah terdapat persaingan yang sangat tidak memiliki peri kemanusian demi wanita yang cantik dia tidak memandangnya apa itu keluarga.


" Mas Amor bangun, " Ucap Wardani


" Amor sudah tidak Ada, sudah ikhlaskan saja, " Sahut Lurah Darso


" Apa Mas Amor tidak Ada, mas Amor kenapa kau begitu cepat, " Jawab Wardani


" Sabar Wardani, Biyung tau ini telalu berat untuk mu," Ucap Biyung Maryam


" Kok jadi begini aku memberikan racun untuk Wardani kenapa malah keponakan aku sendiri, adik suamiku,ah aku bersalah, awas wanita setan aku akan mencari cara untuk membuatmu bertekuk lutut di hadapan semuanya, " Batin Biyung Zubaidah


" Aku harus cari cara bagaimana untuk menghadapi ini semua, " Batin Biyung Zubaidah


" Tidak Wardani tidak terima, Mas Amor telah tiada karena setelah memakan makanan yang terdapat racun, jadi Ada sesuatu yang mau memiliki rencana Japan kepada nya, " Ucap Wardani


" Syukurlah kalau Amor meninggalkan jadi sedikit lagi keluarga Lurah hancur, tugas Aku dan Wardani selesai, tapi siapa yang berani memiliki niat jelek ini ya,aku jadi penasaran, " Batin Arya


" Kalau begitu Paimin panggil penjaga bahwa Biyung Zubaidah ini ke penjara belakang untuk memberikan kesaksian besok setelah penguburan Amor," Ucap Lurah Darso


" Abah jangan Abah, Aku tidak bersalah, " Sahut Biyung Zubaidah dengan menangis


" Abah tolong berikan waktu Biyung Zubaidah untuk menceritakan dan berikan waktu besok karena hari ini masih berkabung apa kata Warga sekitar, " Bela Biyung Maryam


" Tidak Saya bilang tidak ya tidak, bawa wanita ini ke belakang, biar dia di sana sebelum kita berkumpul di ruang musyawarah, sekarang, " Ucap Lurah Darso


" Hahaha rain wanita nenek peot, " Batin Wardani


" Abah... Biyung Maryam tolong, " Ucap Biyung Zubaidah sambil di seret


" Paman selamat tinggal, kau tidak akan pernah mendapatkan cintaku, untung saja kau sudah tiada aku bisa memiliki mantan istrimu yang cantik, " Batin Trimoko


" Sayang setelah ini aku akan menikahimu, selamat Jalan adik benalu," Batin Lurah Darso


Persiapan semua di lakukan, sementara itu Wardani menemui nenek peot dan Eyang Narni di waktu yang senggang dengan sembunyi-sembunyi.


" Eyang kabar bagus untukmu, bahwa Satu putramu telah tiada, dia meninggal di tangan mantu kesayangan Eyang, jadi Wardani tidak capek -capek cari cara untuk membunuh nya, aawalnya Wardani yang mau menyingkirkan ternyata sudah keduluan Biyung Zubaidah, awalnya Biyung Zubaidah ingin membunuh ku eh ternyata kena Amor hahaha, dia sudah tiada San besok mau dikuburkan, " Ucap Wardani


" Apa... Amor tidak tiada, sayang sungguh malang nasibmu, semoga kau tenant disana, maafkan Ibu yang tidak bisa membantumu, , " Batin Eyang Narni


" Ya sudah, dada nenek peot, " Ucap Wardani


" Dasar setan, " Batin Eyang Narni


" Wau sungguh enak sekali di penjara, hahaha, Biyung Zubaidah lagi ngapain di situ, " Ucap Wardani


" Diam kau wanita setan, tutup mulutnya, pergi dari sini jika mau ingin mengejekku, " Jawab Biyung Zubaidah dengan marah

__ADS_1


" Hust sabar jangan marah-marah nanti jadi tua, itu muka sudah mulai Kusut," Ucap Wardani


" Mau membunuh kau lah kok jadi kenal Amor, aduh Biyung Zubaidah bodoh sekali aku Udah tau sebelum itu, aku telah melihat kamu membuat dan memberikan sesuatu ke mangkok dengan racun kau taruh di bagian meja ku, eh ternyata aku pintar menukarnya dengan punya aku dan Amor, " Ucap Wardani


" Dasar wanita setan, kau berhak mati, bukannya Amor, " Jawab Biyung Zubaidah


" Wanita setan kamu lah Mau membunuh aku dan kamu telah membunuh Amor, hahaha nikmati sementara dan tunggu apa yang akan terjadi kepadamu nenek rampir, bye..., " Ucap Wardani


" Hey Wardani jangan kau pergi, dasar wanita murahan licik dan setan kau, " Jawab Biyung Zubaidah dengan marah


" Wardani kesini sebentar, " Ucap Arya


" Kenapa Arya, Ada yang mau kau katakan, " Jawab Wardani


" Apakah ini semua kerjaan kamu, " Ucap Arya


" Bukan sebentar lagi kau akan mengetahui siapa yang melakukan ini, awalnya aku Mau merencanakan semua tetapi sudah Ada yang lain kenapa harus mengotori tangan aku, " Jawab Wardani


" Ya sudah kalau begitu, apa rencana kamu selanjutnya, " Ucap Arya


" Tunggu saja, kau akan tau sendiri, kamu harus mengawasi Istrimu, Aku lihat kondisi dia semakin ada perkembangan untuk sembuh, " Jawab Wardani


" Baik saya akan membuatnya makin gila, " Ucap Arya


" Permisi, " Ucap Paijo dan Paimin


" Iya silahkan masuk, kenapa masih tengah malam kamu kesini," Ucap Abah Warso


" Kami berdua di utus Biyung Maryam untuk memberi kabar bahwa Amor suami Den Ayu telah tiada baru saja, " Ucap Paimin


" Pareng Abah, " Ucap Paimin


" Iya hati-hati, " Jawab Abah Warso


" Kenapa bisa begini, bodohnya aku," Ucap Biyung Zubaidah dengan kecewa


Keesokan harinya. Amor segera di makamkan dan hingga akhir proses pemakaman. Lurah Darso meminta penjelesan tentang kematian Amor kepadamu Biyung Zubaidah dengan adanya racun di makanan buburnya. Semua berkumpul di ruang musyawarah.


" Semua sudah saya kumpulkan kalau begitu, penjaga bawa Biyung Zubaidah ke hadapan saya sekarang, " Ucap Lurah Darso


" Baik Than, " Jawab Penjaga


" Ayo Biyung, di panggil Lurah Darso ke ruang musyawarah, " Ucap Penjaga


" Pasti Abah akan menghakimi diriku, aku harus berani dan luar semua ini karena wanita setan itu, " Ucap lirih Biyung Zubaidah


" Silahkan Biyung, " Ucap penjaga


Biyung Zubaidah berjalan menuju ke ruang musyawarah, dengan hati sedikit resah takut dan binggung menyelimutnya. Sampai di sana di sambut begitu banyak keluarga Lurah tidak ada dari pihak luar agar tidak mengetahui aib keluarga Lurah di warga sekitar.


" Duduk kau, " Ucap Lurah Darso


" Kenapa kau melakukan itu semua, jika warga tahu muka aku kamu taruh dimana, kita terkenal keluarga yang keras tetapi salah satu keluarganya terdapat kejahatan yang bweurusan dengan pihak berwajib, jangan berdiam diri katakan mengapa, cepat, " Ucap Lurah Darso dengan marah


Biyung Zubaidah bergemetar dan kaget mendengar ucapan Lurah yang begitu kasar dan keras yang membuatnya bergemetaran ketakutan.

__ADS_1


" Sebelumnya apa ada sanksi mata di kejadian ini dan pertama Mbok Warsi bisa di ceritakan kejadiannya, " Ucap Lurah Darso


" Maaf Tuan, Awalnya Simbok hanya tau Biyung Zubaidah datang dan memberikan menu baru dan memasak bareng, dan aku yang memasak Biyung Zubaidah yang membantu dan menemani Simbomy, tapi untuk racun itu Simbok sama sekali tidak tau dan siapa yang memberi nya sama sekali tidak tau, tapi Simbok tidak me masukkan racun itu Tuan, " Jawab Simbok Warsi sambil menangis


" Apa benar begitu, " Ucap Lurah Darso


" Iya Tuan, tetapi mengapa di bubur ada racun benar kamu yang memberi nya, " Ucap Lurah Darso


" Eh tidak tau Tuan, setelah itu aku ke Kamar jadi Biyung Zubaidah tidak tau, " Ucap Biyung Zubaidah


" Jika kau tidak siapa yang memberikan, " Ucap Lurah Darso


" Jangan orang lain yang tidak suka dengan keluarga Lurah, dan yang di dapur banyak bukan saya sendiri, Wardani, Biyung Maryam, Simbok Darmi dan lain nya, " Ngelak Biyung Zubaidah


" Jangan berbohong, Biyung kan yang memberikan racunnya, kok malah sampai ke saya dan yang lain, Mbok Darmi, Paimin, dan Paint sini, " Ucap Wardani


" Wardani melihat sendiri bahwa Biyung Zubaidah yang memasukkan racun, bukan Wardani saja Simbok Darmi, Paimin dan Paijo juga melihat sendiri, " Ucap Wardani


" Apa benar yang di katakan Wardani, " Sahut Lurah Darso


" Eh iya Tuan, yang di katakan Den Ayu benar adanya, " Ucap Paimin


" Iya.. Iya... Tuan, " Sahut gemeteran Paijo


" Iya Tuan sebelum itu Simbok mau Mengambil sesuatu tetapi Simbok melihat mencurigakan dari Biyung Zubaidah, lalu Simbok berhenti sejenak, tenyata Biyung Zubaidah menuangkan racun kedalam mangkok setelah itu Simbok tidak tau mangkok berisi racun itu mau diberikan ke siapa tetapi tenyata di piring Tuan Amor, dan Simbok dan yang lain mendengar bahwa Biyung Zubaidah menyuruh Simbok Warsi untuk meninggalkan tempat dapur, " Ucap Simbok Darmi


" Apa, Mbok, Paimin dan Paijo, aku tidak seperti itu, " Sahut Biyung Zubaidah sambil menangis


" Jangan mengelak lagi, Aku dan 3 sanksi melihat kamu, masih mengelak, " Sahut Wardani


" Apa benar itu dan aku sudah yakin, dan sanksi sudah jelas bahwa kamu yang merencanakan ini semua, jika kau tidak mengaku aku akan mengembalikan diriku ke orang tuamu, " Ucap Lurah Darso


" Iya... Tuan maafkan Biyung Zubaidah, itu juga aku dapat dari salah satu orang yang tidak aku kenal tetapi dia bilang itu obat kesehatan ternyata racun, maaf Tuan, " Ucap Biyung Zubaidah sambil berlutut di Lurah Darso


" Semua sudah rencana kamu masih saja dari orang lain, jika kamu mau aku maafkan dan tidak aku kembalikan kamu harus di hukum cambuk sekarang juga, jangan ada yang membantunya, aku tegaskan jangan sampai berita ini sampai tersebar, sekarang bawa Biyung Zubaidah berikan cambukan, ambil cambuk, " Ucap Lurah Darso


Biyung Zubaidah pun di bawa agak kebelakang dan penjaga mengambil cambuk.


Ples... Suara cambukan pertama dari Lurah Darso


" Ah... Abah sakit tolong minta maaf Abah, " Ucap Biyung Zubaidah


" Ini hukuman yang berani melawan dan melanggar hukum, dan telah membunuh salah satu keluarga Lurah, " Jawab Lurah Darso


Ples... Ples.. Ples cambukan 3 kali dan berkali-kali.


" Ah.... Ah... Ah... Abah ampun.. Abah, " Ucap Biyung Zubaidah


" Abah sudah, Ampuni Biyung Zubaidah, aku yakin dia akan berubah, " Ucap mohon Biyung Maryam


" Iya Tuan, Wardani sudah memaafkan Biyung Zubaidah, lepaskan, " Sahut Wardani


" Aku lepaskan, tapi ingat jika ini terulang lagi aku akan berikan hukuman lagi, dan siapa pun gang berani melawan dan tidak metaati serta menjalankan semua peraturan di sini akan seperti dia, " Ucap Lurah Darso melepaskan cambuk dan langsung pergi.


Biyung Zubaidah pun lemas dan terluka serta tak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2