SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 136 PERANG SEDARAH


__ADS_3

Setelah Hartono mengetahui semua tentang Wardani, Hartono mulai mencari tau bukti untuk meyakinkan sahabat-sahabatnya. Sepulang dari desa sebrang Hartono beristirah sejenak sambil mencari ide untuk mencari tau bagaimana bisa masuk ke rumah Biyung Sumi.


" Aku merasakan yakin kalau Wardani masih hidup, jadi perasaan aku itu benar, kau masih hidup aku memang masih menyukai dirimu, tapi aku sudah curiga pertama aku masuk ke rumah saat kau masih buruk rupa ketika aku datang bertamu rumah Biyung Sumi sangat panas seperti membakar tubuhku ternyata dia sudah bersekutu dengan setan, yang akhirnya dirimu dijerumuskan dirimu kejalan yang sesat," Ucap Hartono


" Aku akan segera mencari tau tentang ini, agar aku bisa secepat memberitahukan kepada Sahabat-sahabat Wardani tentang ini semua agar Wardani tidak semakin terjerumus ke membahas hitam yang memperbanyak dosa," Ucap Hartono


Hartono mencari tau tentang semua ini, dan berusaha untuk mendapatkan bukti untuk meyakinkan sahabat-sahabatnya.


Di rumah Lurah Darso mulai sedikit ada permasalahan dimana Trimoko yang sudah berani bermesraan dengan Wardani dengan tanpa malu, yang selalu membuat Rani terus marah dan bahkan melindungi sang suami dari Wardani, bahkan Arya juga menganggu dan melawan Trimoko karena dia tidak suka melihat mereka bermesraan.


" Sayang Aku cinta kepadamu, Abah lagi keluar jadi kita mari kita bermesraan berdua," Ucap Trimoko


" Ah sayang bisa aja," Jawab Wardani


" Dasar wanita pengoda, aku yakin dia telah memakai jampi-jampi untuk mempengaruhi Mas Trimoko, sehingga Mas Trimoko sampai tidak sadarkan diri," Ucap lirih Rindu yang mata


" Buka mulutmu ini makan, aku suapin buah anggur yang sangat manis," Ucap Trimoko


" Mas Trimoko rasanya manis sekali, aku suka, manisnya seperti dirimu, apalagi kamu tersenyum lebih manis," Jawab Wardani


" Sayang bisa aja, mau gombalin Mas, kamu ini," Ucap Trimoko


" Ah.. Mas geli berhenti aku sudah tidak kuat," Jawab Wardani sambil di gekitik oleh Trimoko


" Mbok Darmi ambilkan kue bolu, cepat bawa kesini," Teriak Trimoko


" Iya Den, sebentar," Jawab Simbok Darmi


" Aku akan segera memberikan kepada Mbak Rani, soal ini, iya aku segera saja ke sana," Ucap Rindu


Rindu yang menuju ke kamar Mbak Rani untuk memberitahukan suami yang bermesraan dengan Wardani.


Tok... Tok..., mbak Rani buka jendelanya, ini aku Rindu," Ucap Rindu


" Iya bentar, Rindu ada apa kau lewati situ, kan bisa lewat Pintu, ya sudah ayo kau bantu naik masuk dulu," Jawab Rani dengan membantu Rindu masuk kamarnya


" Gak papa Mbak, aku biar aman aja, mbak Trimoko dengan Wanita pengoda itu semakin hari semakin mesra, mbak harus berani untuk melakukan sesuatu kalau tidak Mas Trimoko pasti akan jatuh hati dan lama akan meninggalkan mbak, maka dari itu Rindu membantu Mbak Rani untuk melawan wanita itu," Ucap Rindu


" Apa benar, jadi aku kehilangan kendali, sampai saat ini, aku selalu memata-mataias Trimoko dan selalu bertanya, tapi saya tidak tau dia sedang berbohong kepadaku," Jawab Rani


" Iya mbak lihat dia di taman belakang sedang bermesraan, dan kayaknya seperti suami istri," Ucap Rindu


Rindu selalu memberikan semangat bahkan mendesak untuk segera berani untuk melawan bahkan merencanakan untuk membuat Trimoko jauh dari wanita penggoda itu.


" Aku tidak tau sama sekali jika Mas Trimoko sedang bermesraan dengannya, kalau tidak tau dari laporan darimu," Jawab Rani


" Ini Den Bagus, kuenya simbok ke belakang dulu," Ucap Simbok Darmi


" Ya kesana," Jawab Trimoko


" Mbok lihat sekarang Kok bisa-bisa Den Trimoko dekat dengan Biyungnya, bermesraan seperti itu," Tanya Simbok Denok


" Ternyata Wardani wanita tidak benar, dia pengoda dan lihat dia berani bermesraan dengan Den Trimoko yang sudah memiliki istri dan Dirinya kan suami Tuan," Sahut Simbok Warsi


" Memang benar yang kau katakan itu, memang Wanita itu pengoda bahkan wanita berbisa," Ucap Simbok Marni


" Lihat saja, aku juga tau sebentarnya Simbok diam saja nanti takut salah," Ucap Simbok Darmi


" Nanti lihat saja Tuan melihat ulah mereka, pasti Tuan akan marah besar dan akan ada permasalahan yang besar, " Ucap Simbok Warsi


" Biar rasain, kita lihat saja apa yang terjadi nanti jika Tuan mengetahui tingkah laku mereka," Jawab Simbok Darmi


" Kalian pada kenapa ngumpul disini kayak lihat pertunjukan," Sahut Paimin

__ADS_1


" Apa Den Bagus dan Wardani sedang ngapai disana kelihatannya dia lagi bermesraan, Kok bisa begitu, waduh gawat ini nanti jika Tuan datang dan memergoki mereka pasti Tuan akan marah dan menjadi-jadi, bagaimana ini," Ucap Paimin


" Lahdalah itu yang aku kawatirkan selama ini, bahwa mereka berani selingkuh dengan Biyungnya, memang tidak apa jika Den Bagus jatuh hati Tuan Wardani sangat cantik dan mengoda,aku saja tergoda dengannya," Jawab Paijo


" Kamu tidak bisa melihat kondisi dan situasi, kamu ini malah mikir yang begitu, diam saja kau Jo," Ucap Paimin


" Cantik hanya penampilannya, aslinya hatinya busuk, licik dan berbisa," Ucap Simbok Darmi


" Tapi aku pikir ini sebuah kebetulan saja, kita juga harus lihat kenapa bisa begitu, pasti Tuan melakukan ini ada tujuannya," Sahut Paijo


" Aku juga sependapat dengan Paijo, ketika kita melihat orang jahat belum tentu dia jahat, karena dia pasti punya maksudnya tertentu," Sahut Simbok Denok


" Jahat ya tetap jahat, kalian ini masih saja bilang wanita baik-baik," Ucap Simbok Darmi


" Sudah Mbak Rani ayo segera temui dan samperin Mas Trimoko, sebelum dirinya makin kebawah kemesraan," Ucap Rindu


" Ya sudah, aku akan ke sana, kalau begitu aku kesana," Jawab Rani


" Bagus mbak iya, kalau gitu aku akan melihat dari kejauhan lagi tempat aku tadi, ya sudah kesana mbak," Ucap Rindu


" Ya sudah aku kesana," Jawab Rani


" Mengapa mereka semua disana, aku harus cari tau pasti Simbok satu itu sudah mempengaruhi semua disini," Batin Wardani sadar melihat dari kejauhan


Rani berjalan menuju tempat mereka bermesraan dan Rani langsung mengankat Wardani dari duduknya.


Plak... Plak... Tamparan ke Wardani


" Dasar wanita pengoda, perebut, ingat kamu ini Biyungnya bukan kekasihnya, rasakan itu tamparan yang cocok untuk mu," Ucap Rani


" Auw... Sakit," Jawab Wardani


" Lihat itu tamparan yang sangat aku tunggu untuk wanita setan, haha.. " Ucap Simbok Darmi


" Bagus Mbak Rani kasih pelajaran buat wanita setan dan pengoda itu, terus janang diberikan ampun," Ucap Lirih Rindu


" Itu hukuman bagi wanita yang berani merebut lagi orang," Ucap Simbok Darmi


" Tapi kasihan ya mereka saling bertengkar," Jawab Simbok Warsi


Plak... Tamparan balas dari Trimoko ke Rani


" Au... Mas sakit, kenapa kau malah menamparku, bukannya aku benar mempertahankan dan menyelamatkan kamu dari wanita pengoda penghancur rumah tangga orang," Ucap Rani


" Awas kau wanita bodoh aku akan memberikan balasan untuk mu, tunggu saja kau akan merasakan sakit," Batin Wardani


" Tidak apa Sayang, sakit sekali," Ucap Wardani dengan sedikit melemah


" Aku sudah bilang jangan ganggu aku, aku tidak menyukaimu bahkan kamu itu buka aku angap sebagai istrimu, jadi jangan ganggu aku dan Wardani," Ucap Trimoko


" Tapi kamu tetap suamiku kapan pun, kau akan berusaha untuk membuat dirimu sadar dan kamu jauh dari wanita pengoda dan licik ini," Jawab Rani


" Sudah sayang jangan marah-marah," Ucap Wardani


" Jangan pasang muka sok baik, dasar wanita licik,"Jawab Rani


" Aku geram melihat Trimoko masih di bela oleh Wardani, awas aku akan segera mendapatkan dirimu," Ucap Arya


" Aku menunggu Lurah pulang dan melihat mereka terkenal imbasnya, jangan gegabah ini tidak tepat untuk ikut campur, walaupun hati terasa sakit ketika melihatnya," Ucap Arya


" Kenapa malah jadi begini sih, tak apa masih banyak cara untuk mengalahkan wanita licik itu," Ucap Rindu


" Sudah kau pergi dari sini jangan ganggu waktuku, cepat pergi," Ucap Trimoko mengusirnya

__ADS_1


" Sampai kapan pun aku akan melindungi suamiku darimu," Ucap Rani di depan muka Wardani


Wardani hanya memandang dengan sedih dan tidak mau melihatnya. Trik dari Wardani agar kelihatan takut dengan Rani.


" Tidak tau, silahkan lakukan saja, tapi tunggu apa yang akan kamu dapatkan dariku," Batin Wardani


Rani meninggalkan mereka berdua, dengan manangis karena sikap Trimoko kepadanya, hatinya merasa sakit dan membuat hatinya seperti teriris-iris dengan ulahnya. Tapi Rani tetap semangat untuk melepaskan suaminya dari jerat wanita setan itu.


" Aku tidak boleh menyerah, apapun akan aku lagi untuk membuat Mas Trimoko bebas dari wanita setan itu, dan aku harus lebih mencari cara untuk menghancurkan dirinya," Ucap Rani


Lurah Darso yang ketika itu merasa dirinnya sudah selesai tugas dan tidak ada lagi yang di kerjakan, Lurah Darso yang hanya kangen merindukan Wardani yang dirumah, Lurah Darso pun segera pulang untuk bertemu dengan Wardani dirumah.


" Kalau begitu aku pulang dulu, sudah tidak ada kerjaan, nanti ruang saya di bersihkan dan kunci," Ucap Lurah


" Baik Lurah," Jawab bawahannya


Lurah bergegas untuk pulang dengan cepat tak sabar untuk bertemu dengan Wardani, Trimoko dan Wardani yang sedang bermesraan itu tidak sadar bahwa mereka tidak tersadar, karena mereka saling bahagia. Tak lama kemudian Lurah Darso pun tiba, Lurah Darso heran melihat rumah merasa sepi dan Lurah langsung masuk dan mencari Wardani.


" Semua orang lagi dimana sepi sekali rumah, ya sudah aku masuk saja paling semua sibuk dengan kerjaannya," Ucap Lurah Darso


Lurah Darso menuju ke kamar tidak ada Wardani, dan Lurah langsung mencarinya, tak disangka Lurah Darso langsung menuju tempat yang sering Wardani datangi yaitu taman tempat mereka bermesraan.


" Sayang, kok tidak ada, pasti dia di taman belakang, aku langsung ke sana saja, tak sabar bertemu denganmu Sayang," Ucap Lurah Darso


Wardani dan Trimoko yang sedang bermesraan dengan sangat mesra, dan penuh dengan cinta Trimoko yang melewati batas membuat Lurah Darso melihat marah dan langsung memukul Trimoko karena panas melihat mereka saling bermesraan dan bahkan berciuman di depan mata Lurah Darso


" Dasar anak tidak tau diutung, beraninya kamu main mata dan selingkuh dengan Biyungmu, istri Abahmu," Ucap Lurah Darso sambil memukulnya


Trimoko terjatuh.


" Mas Trimoko, kasihan kamu dapat hukuman dari Abah, maaf aku belum bisa ke sana untuk menolongmu," Ucap Rindu


" Sudah sayang jangan kasihan dia," Sahut Wardani


Plak... Plak.... Tampak Lurah Darso ke Wardani


" Ini yang aku tunggu kasih lagi Abah jangan kasih ampun, itu pantas buat Wanita pengoda dan licik, " Ucap Rindu


" Syukuri rasakan tamparan Tuan, sakit tidak itu balasannya, hahaha...," Ucap Simbok Darmi


" Kasihan, kan jadi perang sedarah ini," Sahut Simbok Denok


" Jangan lah kasihan keluarga Lurah," Jawab Simbok Marni


" Apa sayang tega tampar aku, memang kenapa aku selingkuh dengan Trimoko karena kamu tidak ada waktu lebih buat, aku dan jangan salahkan aku jika aku bercinta dengan orang lain," Ucap Wardani


" Maafkan aku sayang aku tidak bermaksudnya begitu, emosi aku tidak terbendung melihat semua dan aku tidak sadar bahwa aku telah melukaimu," Jawab Lurah Darso


" Abah kau memang kasar pada wanita, Abah tidak pantas untuk mendapatkan cinta nya Wardani," Sahut Trimoko


" Diam kau anak ingusan," Jawab Lurah Darso


" Sudah aku marah kepadamu sayang, tapi sekarang aku akan memilih siapa yang kuat dan berhasil melawan segala perasaannya dia orang yang aku pilih, jadi bagi Kamu Trimoko dan kamu sayang siapa yang unggul dia akan bersamaku," Ucap Wardani berlari


" Ah... Gara-gara kamu Anak tak tau di untung aku melakukan ini kepada dirinya, a was kau berani mendekati lagi War aku akan membuatmu menderita, walaupun kau anak kandungku sendiri," Ucap Lurah Darso dengan marah dan menendangnya


" Aku juga tidak akan menyerah untuk mendapatkan Wardani, aku juga akan melawan mu Abah, walaupun kau Abahku," Jawab Trimoko dengan teriak


" Sudah mas bangun, maaf Rani datang melihat suara-suara yang keras dari kamar, ayo bangun aku bantu," Ucap Rani


" Sudah pergi jangan kau hiraukan aku aku tak sudi, pergi sana, " Ucap Trimoko sambil membuang tangan Rani


Rani meninggalkan Trimoko sendiri, dan Trimoko marah atas perbuatan Abah, apakah akan terjadi perang sedarah diantara Abah dan Trimoko.

__ADS_1


__ADS_2