
Setelah mendengar informasi dari sahabatnya Wardani merasa ada yang di sembunyikan oleh Biyung Sumi terhadapnya, Seribu pikiran yang ngambang bak awan yang membuat keputusan yang belum benar tentang kepastian. Wardani seolah binggung apa yang harus di lakukan dan mulai dari mana.
" Bagaimana masakan aku enak tidak para Biyung, " Ucap Biyung Sumi
" Ah pastinya enaklah, Aku kalau bisa masakan pasti Aku gemuk Biyung, hahaha Bercanda, " Jawa Biyung Sri
" Apalagi Aku jika Istriku pintar masak Aku pasti Alan di rumah dan makan dirumah, karena sibuk sendiri, " Sahut Abah Mario
" Tak boleh gitu Marno, paling dia sibuk dan waktu untuk memasak tidak Ada,Udahlah suatu hari pasti kau akan dimasakan oleh Istrimu, " Sahut Abah Warso
" Tapi kau sangat beruntung Warso, Istrimu yang sering begini, " Sahut Abah Marni
" Hahaha lucu kalian, oh iya tadi belum selesai memang ulang tahun Abah Warso yang ke berapa, " Tanya Biyung Endah
" Hem..., ulang tahun Abah yang ke- 45 ya Abah, " Jawa Biyung Sumi dengan berdiam Sebentar
" Hem betul yang di Bilang Biyung, umur Aku yang Ke -45, " Jawab Abah Warso
" Waduh ternyata masih sedikit muda ya, hehe, tapi kenapa puterinya tidak Ada di acara ini, " Ucap Biyung Endah
Sendok Biyung Sumi terjatuh, kloteng.....
" Kenapa Biyung Ada yang Salah, " Sahut Biyung Sri
" Oh tidak maaf tadi Aku tidak pegang Sendok dengan menganggu, akhirnya jatuh, " Jawab Biyung Sumi
" Aku kira Ada yang salah dari ucapanku, " Sahut Biyung Endah
" Tidak santai aja, soal Puteri Aku tidak Ada karena dia memang tidak bisa hadir banyak sesuatu tetapi udah Aku beri tahu kok tadi, begitu, " Jawab Biyung Sumi dengan berbohong.
" Oh begitu ya, oke lah aku kira Ada masakan dengan anak nya, " Sahut Biyung Sri
" Ah kenapa dia Bilang begitu kepadaku, Aku jawab bohong aja, kan juga gak akan tau, " Batin Biyung Sumi
Wardani masuk kedalam rumah dan merasa kesah dan binggung, perasaan yang membuat dia dipermainkan, Arya tak sengaja melihat dan menghampirinya, untuk mengetahui sesuatu darinya.
" Hai Aku lihat kamu masuk rumah, makin tambah beban, apa yang membuatmu seperti itu, " Tanya Arya
" Tadi aku mendapat sesuatu infomasi yang saat Aku tidak suka membuat aku curiga terhadapnya, " Jawab Wardani
" Emang Informasi apa, bisa-bisa kau seperti ini, " Ucap Arya
" Tadi Ningsih dan Suwarni datang kesini memberikan tahu bahwa Biyung Abah melakukan syukuran dan itu tidak sampai di aku,Aku berfikir kenapa tidak memberitahukan kepadaku,seakan-akan aku curiga terhadapnya," Jawab Arya
" Iya sih Aku juga berfikir begitu, Biyung kamu berbeda dengan Biyung yang dahulu bukankah kalau Ada acara apapun Biyung selalu Royal ke tentang dan pasti kita tau itu, kok sekarang tertutup hanya teman jauhnya, betul menurut aku kau harus menyelidiki dan cari tau semuanya Wardani, " Ucap Arya
" Lah itu,apa yang semua kau katakan benar sekali, " Jawab Wardani
" Ya Sudah kau jangan begini, mulai sekarang kau harus segera mencari tahu, " Ucap Arya
" Iyalah dari pada aku seperti ini, setelah ini aku segera ke rumah Biyung, " Jawab Wardani
" Kalau begitu aku ikut kamu Wardani, " Ucap Arya
" Tidak udah ini baru cari informasi saja, kau disini saja kau awasi dan apa yang dilakukan mereka disini terus laporkan kepadaku, " Jawab Wardani
" Ya sudah jika suatu saat kau butuh bantuannya kau Katakan saja, " Ucap Arya
" Tenang saja itu pasti, " Jawab Wardani
" Mereka berdiri disana ngomongi apa ya begitu serius amat, pasti ada sesuatu aku harus Kerala, " Ucap Biyung
Zubaidah di balik lorong ruang rumah
Biyung Zubaidah menghampirinya.
" Kalian berdua ngomongin apa, kok begitu serius, " Ucap Biyung Zubaidah
" Kenapa nenek peyot ini datang kesini sih, ganggu saja, " Batin Wardani
" Tidak ada apa-apa Biyung hanya kita bicara bagaimana tentang kesehatan Rindu kok, " Sahut Arya
" Iya Biyung, aku bertanya keadaan Rindu bagaimana apa sudah ada perubahan, " Jawab Wardani
" Oh Biyung kira ada yang diomongi sesuatu, " Ucap Biyung Zubaidah
" Kalau gitu Wardani ke kamar dulunya Biyung karena banyak kerjaan yang belum selesai, " Ucap Wardani
" Ya sudah Biyung juga, ayo Arya permisi, " Sahut Biyung Zubaidah
" Mari Biyung, " Jawab Arya
__ADS_1
" Mari, " Ucap Wardani
Akhirnya mereka semua bubar dan menjalankan aktifitasnya.
" Aku setelah ini harus berangkat ke rumah Biyung aku ingin cari tau biar aku tenang, aku mau menemui lurah," Ucap Wardani sambil keluar dari kamarnya
" Kebetulan dia keluar dari kamarnya, aku ingin bertemu dengan nya, " Ucap Lurah Darso dari kejauhan
"Sayang, mau kemana, pas juga ya kau keluar kamar aku ingin bertemu, ternyata kau sudah duluan, " Ucap Lurah Darso sambil mencium keningnya
" Ah masak sih, pas juga aku ingin ngomong kepadamu, " Jawab Wardani membalas cium manisnya
" Ngomong saja," Ucap Lurah Darso
" Tapi jangan disini, kita ke taman belakang, " Jawab Wardani
" Ya sudah ayo," Jawab Lurah Darso
Mereka berjalan menuju taman belakang sambil bergandeng tangan.
" Duduk, " Ucap Wardani dengan manis sambil menjatuhkan Lurah di tempat duduk
" ( tersenyum dan tergoda) ah sayang, " Jawab Lurah Darso
" Sayang aku mau bicara dengan kamu, " Ucap Wardani sambil duduk di pangkuannya
" Apa Katakan lah, " Jawab Jawab Lurah Darso
" Aku boleh tidak izin, mau berkunjung di rumah Biyung aku, ada sesuatu yang penting, " Ucap Wardani
" Oh cuma hilang itu, ya boleh donk, kapan kamu kesana," Jawab Lurah Darso
" Nanti sebentar lagi, beneran boleh,terima kasih sayang, " Ucap Wardani dengan
semangat sambil menciumnya
" Malas aku cium dirinya, kalau tidak ada rencana begini aku tidak mau seperti ini anti kamu, " Batin Wardani
" Iya hati-hati kalau kesana, " Jawab Lurah Darso dengan mesra
" Ya sudah sana nanti ada yang tau, " Ucap Wardani menolaknya
" Hati-hati sayang, bye, " Sahut Wardani
Syukuran Biyung pun mulai selesai, semua hidangan makan yang enak dan lezat habis tersantap olehnya.
" Terima kasih Biyung Sumi dan Abah Warso, sudah mengundang dan menjamu kita, enak semua, " Ucap Biyung Sumi
" Sering-sering undang dan ngumpul seperti ini, " Sahut Biyung Sri
" Kapan-kapan bisa di agendakan terbaru, " Ucap Abah Marno
" Iya Itu ganti tempat, " Sahut Abah Marni
" Sama-sama terima kasih semuanya sudah datang ke rumah sini, jangan kapok-kapok datang lagi ya, " Jawab Biyung Sumi
" Terima kasih semuanya, maaf jika kurang atau suguhan yang kami berdua berikan kurang, " Sahut Abah Warso
" Tidak kami suka dan senang, ini sudah dari cukup malah ini lebih mewah hehehe, " Sahut Biyung Surti
" Kalau begitu saya dan yang lain mau pamit,terima kasih semuanya, dan maaf jika kami disini merepotkan serta tingkah laku yang kurang berkenang, " Ucap Biyung Endah
" Tak apa tidak, " Jawab Biyung Sumi
" Mari Biyung dan Abah, " Ucap para Biyung dan Abah
" Mari, hati-hati di jalan, " Jawab Biyung Sumi
Para undangan pun meninggalkan rumah Biyung Sumi dan menuju ke rumah masing_masing, kebahagiaan Biyung Sumi memuncak tak karuan.
" Akhirnya kita sudah berhasil senang rasanya," Ucap Biyung Sumi
" Aku juga Biyung, " Jawab Abah Warso
" Untung kita tadi bagus dalam menjawab hampir ketahuan, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, tidak rugi kita rencana sebelum nya, " Jawab Abah Warso
Seketika itu Wardani datang dan Biyung serta Abah binggung members semua bekas makanan di atas meja, dengan buru-buru ia langsung memberesinya.
" Biyung Wardani datang, Biyung, Abah Ada, " Ucap Wardani
__ADS_1
" Abah Wardani kesini, ayo cepet kita bawa semua bekas ke belakang, cepat, " Ucap Biyung Sumi dengan pamit
" Iya Biyung, Abah ini juga bersihkan, " Jawab Abah Warso dengan panik dan membawa ke belakang
" Biyung, Abah kok tidak di jawab, " Kentor-kentor Wardani
" Iya sayang ada sebentar, Biyung masih jalan, " Ucap Biyung Sumi
" Cepet Abah, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, " Jawab Abah Warso
Biyung Sumi berjalan menuju pintu dan bersiap untuk membuka kan pintu.
" Iya sayang better, Biyung bukakan pintu nya, " Ucap Biyung Sumi sambil membuka pintu
" Pasti tadi lama ada yang di rencana kan, tenang aku akan cari tau dan akan ketahuan, " Batin Wardani
" Biyung, kok lama buka pintu nya, " Jawab Wardani sambil mencium
" Tadi Biyung di belakang, maaf lah, " Ucap Biyung
" Ya sudah Wardani masuk ya ini, " Jawab Wardani
" Iya silahkan masuk sayang, ngomong tumben ke sini sayang ada yang perlu, " Ucap Biyung Sumi
" Tidak tadi kebetulan Wardani lewat terus aku sempatin untuk mampir aja Biyung, " Jawab Wardani
" Dia kenapa bertanya seperti itu, dan bawaannya aneh sekali, kok di meja ada bekas makanan, aku coba kaitkan dan tanya ke Biyung, " Batin Wardani
" Oh begitu, Abah kemari Ada Wardani ini, " Ucap Biyung Sumi
" Sebentar iya, " Jawab Abah di belakang dapur
" Ya sudah lah Biyung sudah memanggil aku harus di bawah sini aja, " Ucap Abah Warso
" Biyung tadi apa ada acara sih, " Ucap Wardani
Abah kaget mendengar ucapan Wardani.
" Sayang kau kesini ya, " Ucap Abah Warso
" Iya Abah, keadaan Abah baik kan, " Jawab Wardani
" Tidak sayang kenapa Wardani," Sahut Biyung Sumi
" Pasti Biyung dan Abah bohong ada yang di tutup-tutupikan, ini masih ada sisan bekas walaupun kecil Wardani masih lihat ini, " Ucap Wardani
Biyung dan Abah terdiam dan binggung serta ekspresi yang tidak bisa di bohongi karena ada sebuah bekas dimeja.
" Kalau Biyung dan Abah gak mau jujur aku mau kebelakang dulu mau ambil minum dan tidak tau kalau ada sesuatu yang di sembunyikan, " Ucap Wardani
Kedipan mata Biyung Sumi ke Abah Warso dan memberikan tahu kan untuk bercerita.
" Iya maafkan Biyung sayang, tadi memang ada acara tapi Biyung tidak memberitahukan kamu karena kasih jika Wardani capek, acaranya aja tidak besar seperti biasa hanya untuk syukuran Rahma adik Wardani saja, " Jawab Biyung Sumi sambil menangis
" Tapi kenapa tidak kasih tau dulu, kalau bisa Wardani bisa tau dan Wardani aja juga tidak ada acara apa-apa, juga syukuran apa, ulang tahun, tau apa kan ulang tahun Rahma bukan hari ini, " Jawab Wardani
" Maaf kan Biyung, memang tidak sayang tapi syukuran yang Abah dan Biyung buat sendiri agar Rahma lancar di Sana, " Jawab Biyung Sumi sambil menangis
" Hie sebel aku, kenapa kamu datang kesini, awas kau, " Batin Biyung Sumi
" Iya sayang maafkan Biyung, Abah saja juga tidak tau, " Sahut Abah Warso sambil kedipan mata ke Biyung Sumi
" Beneran Abah, ya sudah aku percaya tapi jika nanti ada apa-apa kalian harus kasih tau Wardani, kan Wardani berhak tau dan aku kan anak Biyung Sumi dan Abah Warso, " Ucap Wardani
" Ah siapa kau, hie sudah lah mau hilang apa, silahkan bicara seenak lho, " Batin Biyung Sumi
" Tapi aku tidak percaya, ini cuma buat reds suasannya, aku akan cari tau lebih cepat dahulu," Batin Wardani
" Terima kasih Sayang kau percaya kepadaku Biyung, " Ucap Biyung Sumi dengan memeluknya
Kedipan Abah dan Biyung Sumi.
" Emang nya aku tidak tau bawan Biyung dan Abah, aku tau gerak geriknya, jadi kecurigaan aku semakin men jadi, tunggu saja aku akan mencari tahu, " Batin Wardani
" Ya sudah kalau begitu Wardani pamit dulu, sudah sore nanti di carin Keluarga Lurah, " Ucap Wardani
" Iya sayang hati-hati di jalan, " Jawab Biyung Sumi
Wardani pun meninggalkan rumah Biyung Sumi. Apa yang terjadi apakah kecurigaan Wardani semakin benar dan membuat kecurigaan Wardani semakin menjadi.
__ADS_1