
Setelah Lurah dan Trimoko marah tidak membuat Wardani membatalkan semua per mainan Amor itu sendiri, Persiapan mulai di lakukan. Biyung Maryam dan Biyung Zubaidah yang mendatangi rumah Biyung Sumi dan Abah untuk memberitahukan dan hanya untuk acara resmi melamar dan mengundang untuk menghadiri pernikahan puterinya.
" Jo, Den Ayu mau menikah besok kita harus selesaikan tugas hari juga, kalau begitu aku bantu kamu setelah itu kamu gantian bantu aku, " Ucap Paimin
" Iya boleh ya sudah ayo ikutin aku, aku di sudah untuk memes and pelaratan dan dekorasi, " Jawab Paijo
" Ya sudah buruan, " Ucap Paimin sambil berjalan
" Permisi, saya ingin menyewa barang dan pelengkapan pernikahan yang lengkap disini, " Ucap Paijo
" Iya, bentul Mas disini menyediakan pelengkapan pernikahan, emang acara pernikahan siapa, " Jawab Henry
" Pernikahan Den Ayu Wardani dengan Mas Amor Darso, " Jawab Paijo
" Elah pernikahan saudara Lurah Darso, kalau begitu sudah siap sampai ke Lurah semua pelengkapan dan semua makanan serta minuman juga kan, " Jawab Henry
" Iya Mas, kok sudah tau, " Ucap Paijo
" Sudahlah siapa yang tidak tau Lurah Darso, semua disini sudah kenal dan tidak mau melawannya, setiap acara dia selalu menjadi langganan di sini dan semua serba mewah, kalau begitu di gunakan kapan, " Ucap Henry
" Untuk besok jadi hari ini dan besok sudah harus jadi kata Istri Lurah Darso, " Jawab Paijo
" Siap segera hari ini di selesaikan, " Ucap Henry
" Ya sudah kalau begitu saya pamit, parent, " Jawab Paijo
" Iya , " Jawab Henry
Henry dan para tukang langsung menata apa-pun yang di gunakan untuk pernikahan, dan untuk menyiapakan makanan dan minuman yang meringankan para kok di hari pernikahan, semua berangkat untuk menata decorations serta rumah yang begitu bagus. Paijo dan Paimin Berganti memberikan pengumuman di balance desa untuk mengumpulkan para warga desa.
Troktok... suara kentongan pertanda para warga disuruh berkumpul
" Hey itu ada suara di balai desa, pasti ada pengumuman dari Lurah, ayo segera berkumpul, " Ucap para warga
" Iya ayo kita kesana, " Jawab para warga
Semua para warga saling berbondong-bondong menuju ke balai desa menghampiri sumber suara kentongan. Para warga saling berbisik melihat ke kanan ke kiri sambil bicara kecil dengan lawannya.
" Semua sudah berkumpul, " Ucap Paimin
" Sudah ada apa, " Jawab salah satu Warga
" Begini Lurah mau mengadakan acara pernikahan saudara laki-lakinya Amor Darso dengan Wardani besok jakalian harus datang dan jangan buat onar, jangan lupa yang belum datang di beri tahu ini perintah Lurah, " Ucap Paimin
" Masak Wardani mau menikah lagi, kan baru kehilangan suami, " Ucap ibu-ibu Warga
" Kasih ya bu, tidak apa kan turun rajang lagi ceritanya, " Jawab Ibu lainnya
" Apa Wardani mau menikah kenapa dia tidak cerita kepada kita, seakan mendadak," Ucap Ningsih
" Iya yah, kenapa ya, kemarin aja kita baru kesana dia seperti tidak ada yang mau di bicara kan, " Jawab Suwarni
" Alhamdulillah jika di desa sini ada yang menjalankan sunah rosul untuk menempuh batera rumah tanggal, " Ucap Hartono
" Mas Hartono, bagaimana keadaan Mas, " Ucap Ningsih
" Alhamdulillah sehat, kalian bagaimana, " Jawab Hartono yang masih di kerumunan warga
" Alhamdulillah baik Mas, mas datang ke acara Lurah nanti, " Ucap Ningsih
" Insya Alloh jika tidak ada halangan yang Mendesak, " Jawab Hartono
" Iya mas,semoga bisa, " Ucap Ningsih
" Kalau begitu cukup sampai disini, jangan lupa untuk datang ke acara Lurah terima kasih, silahkan bubar, " Ucap Paimin
" Bubar, " Ucap Warga
" Ya sudah Mas Ningsih dan Suwarni pamit, assalamualaikum, " Ucap Ningsih
" Iya hati-hati, wassalamu'alaikum, " Jawab Hartono
" Warsi kita belanja apa ini, beli berapa, " Ucap Simbok Denok
" Kita beli yang di perintah Doro Maryam, kita temu langganan Doro Maryam saja, ayo, " Jawab Simbok Warsi
" Permisi Mbok, apakah sini langganan Biyung Maryam Istri Lurah Darso, " Ucap Simbok Denok
" Betul Mbok, apakah Biyung Maryam mau ada acara, " Jawab Simbok
" Iya Mbok acara besok, " Sahut Simbok Warsi
" Acara apa kalau boleh tau, " Tanya Simbok
" Acara pernikahan, " Jawab Simbok Denok
" Oh iya semua sudah siap, tinggal besok di Antar, " Jawab Simbok
" Terima kasih Mbok, kalau begitu ini uangnya dan saya sekarang mau bawa sedikit rempah-rempah untuk di masak sekarang, " Jawab Simbok Denok
__ADS_1
" Iya boleh ambil yang di perlukan sekarang, " Ucap Simbok
" Sudah cukup Den, " Sahut Simbok Warsi
" Sudah Mari kita pulang," Jawab Simbok Denok
" Mbok kami berdua pamit, dan kami bawa segini saja, parent, " Ucap Simbok Denok
" Pareng, " Jawab Simbok
" Permisi, Nyi Sugentinya ada, " Ucap Simbok Warni
" Sebentar ya Mbok saya lihat dan panggilkan, " Jawab Juru
" Nyi ada yang mencari, " Ucap Juru
" Siapa, suruh menganggu ini sebentar lagi saya temu, " Jawab Nyi Sugenti
" Sebentar Mbok, di tunggu sebentar lagi Nyi kesini, " Ucap Juru
" Iya Mbok ada apa, " Ucap Nyi Sugenti
" Begini Nyi saya kemari di utus untuk memberitahukan bahwa Biyung Maryam mau menyuruh Nyi merias Den Ayu dalam pernikahannya, " Ucap Simbok Warni
" Oh begitu, Biyung Maryam ya, iya hari kapan, " Ucap Nyi Sugenti
" Besok Nyi, " Jawab Simbok Warni
" Iya sampaikan Nyi Sugenti sangat senang sekali, jika Biyung Maryam yang menyuruh pasti segera di jalankan," Ucap Simbok Warni
" Iya Nyi, kalau begitu Saya pamit, pareng, " Ucap Simbok Warni
" Iya, jangan lupa sampaikan Salam saya kepada Biyung Maryam dan Lurah Darso, hati-hati Mbok, " Jawab Nyi Sugenti
" Iya Nyi, " Jawab Simbok Warni
Semua sudah selesai dan kembali ke rumah Lurah Darso. Semua merasa selesai dan tidak memiliki tanggungan lagi.
" Aduh capek juga ya Mbok, " Ucap Simbok Denok
" Sudah tinggal istirahat saja, " Jawab Simbok Warsi
" Aki juga sudah selesai, " Sahut Simbok Warni
" Aku sama Paijo juga sudah selesai, buatkan aku makanan Mbok, " Sahut Paimin dengan candanya
" Hust kalian ini lho kadang canda,berantem, dan Abah, ya udah di situ udah ada cemilan, aku mau mengantar untuk penata dekorasi dan rumah serta semua penataan dulu, kalian semua istirahat dan di makan, " Jawab Simbok Darmi
" Permisi, " Ucap Biyung Maryam
" Siapa yang datang, iya sebentar, " Jawab Biyung Sumi membuka pintu
" Eh Biyung Maryam, Mari masuk, aduh maaf ada apa ini, kesini tidak bilang -bilang dulu biar Biyung siapin sesuatu, " Jawab Biyung Sumi
" Tidak papa, jangan repot-repot Biyung, kami berdua datang kemari mau memberitahukan sekaligus agar seperti acara yang saklar, bahwa puteri Biyung mau menikah dengan Adik Lurah, dan sudah di setuju oleh pihak keluarga, Biyung merasa seperti mendadak tetapi semua sudah di setuju mereka berdua tinggal Biyung datang dan ikutin apa aja di Sana semua sudah di tanggung keluarga Lurah, " Ucap Biyung Maryam
" Oh Wardani mau menikah, sebentar Biyung panggilkan Abahnya dulu, sambil menganggu silahkan di makan, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, " Jawab Biyung Maryam
" Abah.. Abah kesini, " Ucap Biyung Sumi
" Kenapa Biyung kayaknya Biyung sangat kaget dan panik, " Jawab Abah Warso
" Wardani mau menikah lagi dengan saudara Lurah, dia malah seenaknya saja dia disana untuk membalas dengan kenapa harus menikah lagi, " Ucap Biyung Sumi marah
" Hust Biyung sekali kita harus lihat dan ikutin pas yang du lakukan Wardani, toh juga tidak tau kalau semua ada lah rencana dia, kenapa Abah bisa bicara begitu lihat setiap Wardani di Sana masakan selalu ada di keluarga Lurah, jadi Biyung ikutin saja jangan pernah menaruh untuk Biyung sebagai sayang jika Wardani tau kita tidak percaya dia akan makin curiga dan kenapa tidak mempercayainya, sudah terima aja, ayo ke depan, " Jawab Abah Warso
" Ya sudah hari ini aku sedikit mengalah, " Ucap Biyung Sumi
" Abah, lagi apa Abah, " Ucap Biyung Maryam
" Ini tadi lagi di belakang bersih-bersih aja, Abah setuju saja hang dikatakan Biyung Sumi tadi, yang penting keduanya saling suka dan menerima, " Jawab Abah Warso
" Iya Abah terima kasih jangan lupa besok datang pagi sekali ya Abah, kalau begitu kami langsung pulang saja, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung hati-hati dijalan, " Sahut Biyung Sumi
" Iya sama-sama, " Sahut Biyung Zubaidah
Akhirnya mereka pulang dan kembali ke rumah, kembali ke rumah semua sudah jadi tinggal menunggu besok hari acara.
" Dinda kayaknya semua sudah pada selesai tinggal perapian saja, dan acara Besok," Tanya Biyung Zubaidah
" Iya Ananda semua sudah selesai jadi kerja nya bagus sekali, " Jawab Biyung Maryam
Malam pun tiba, menyiapkan sedikit makan ringan serta menyiapkan makanan dan minuman buatana rumah, yang di buat malam hari, Amor dan Wardani yang berada di kamar untuk istirahat dan menunggu hari besok untuk acara pernikahannya. Tak lama kemudian suara ayam jantan berkokok pertanda pagi telah datang. Katring makanan dan minuman telah datang untuk membantu makanan masakan di rumah Lurah, telah di tata di depan rumah di bawa rumah yang di bentuk indah, Paimin dan Paijo menata kursi berderet-deret untuk para tamu dan undangan,Nyi Sugenti dan dan asistennya pun telah datang menuju ke kamar Wardani untuk merias pengantin, keluarga besar Lurah Darso.
Lurah Darso, Biyung Maryam, Biyung Zubaidah telah selesai di rias dan lansung menuju ke depan untuk menerima tamu, para undangan pun berdatangan yang bersalaman dengan mereka dan sedikit berbincang-bincang, tamu di seminars mulai datang.
__ADS_1
" Biyung,Wardani dimana, " Ucap Ningsih
" Hey Ningsih dan Suwarni, di kamarnya silahkan kamu ke kamarnya, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Biyung, Mari, " Sahut Suwarni
" Biyung, Abah, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung dan Abah, sekarang silahkan ke dalam dulu agar di rias dulu, ayo Ananda antar Biyung Sumi dan Abah Warso ke dalam rumah," Ucap Biyung Maryam
" Baik Dinda, Mari Biyung dan Abah saya antar, " Sahut Biyung Zubaidah
" Selamat pagi, Hartono silahkan masuk bagaimana kabar kamu, sudah besar juga ya, teman nya Trimoko, " Ucap Biyung Maryam
" Alhamdulillah Biyung, ya sudah Hartono cari tempat dulu ya, Trimoko di mana, " Jawab Hartono
" Iya silahkan, Trimoko masih di kamarnya bersiap diri sebentar lagi keluar, " Ucap Biyung Maryam
Lurah yang sibuk menyalami dan berbincang-bincang kepada tamu undangan dari orang terpandang.
" Wardani, " Ucap Ningsih
" Hey kalian, sini aku sudah selesai di rias masuk, masuk aja yang lain gantian di ruang Mas Amor, " Jawab Wardani
" Kau cantik semoga kau bahagia ya, " Sahut Suwarni
" Iya terima kasih, " Jawab Wardani
" Gimana perasaan kamu, sudah siap, " Ucap Nyi Sugenti
" Siap Nyi, sebentar lagi sudah jadi dan siap ke pelaminan untuk ijab kabul, " Jawab Amor
" Tunggu dari aba-aba , kamu silahkan duduk dulu, " Ucap Nyi Sugenti
Semua undangan dan tamu sudah datang dan siap, penghulu pun sudah datang dan siap di tempat nya. Lurah Darso dengan Biyung Maryam, Biyung Sumi dan Abah Warso siap untuk menjemput Pengantin.
" Cantik sekali kau Sayang, ayo keluar sudah siap dan penghulu sudah datang, " Jemput Biyung Sumi
" Iya Biyung ayo segera menuju ke Sana, " Jawab Wardani
" Amor ayo sudah siap dan sudah mau di mulai, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda, " Jawab Amor
" Kalau kamu tidak Adik aku pasti aku sudah kubunuh, aku berani membunuh tetapi aku tidak boleh sekarang karena aku nanti bisa jadi masalah, " Batin Lurah Darso
Sampai di tempat ijab kabul.
" Buset cantik sekali kau Sayang, Suatu saat kau akan menjadi milikiku, " Batin Trimoko
" Masya Alloh begitu anggunnya dan cantik wanita itu, walaupun kau sudah tiada kau selalu teringst di pikiranku,kau sangat dengan Wardani yang aku suka dahulu, " Batin Hartono
" Sungguh sempurnanya dirimu, sayang aku sudah tidak bisa menahannya semua seperti ad a yang sengaja keluar, " Batin Amor
" Ah... Nikmati, kau wanita yang selalu membuatku bergairah dan kau adalah kekasihku sampai kapan pun, " Batin Lurah Darso
Semua undangan laki-lakinya tergoda dan tersima dengan Wardani semua telah terangsang sampai tidak sengaja.
" Saya nikahkan engkau dengan Puteri ku Wardani Miwarso bin Miwarso dengan seperangkat sholat, yang tunai 10 juta, emas dan lahan, dibayar tunai, " Ucap Abah Warso
" Saya terima nikahkan Wardani bin Miwarso dengan tersebuy Tunai, " Jawab lantang Amor
" Para saksi, " Ucap Penghulu
" Sah, " saksi
" Alhamdulillah, " Ucap Penghulu
Akhirnya ijab kabul sudah selesai di lanjut kan dengan Resepsi.
" Selamat ya semoga menjadi pasangan yang sakinah mawada warohmah, " Ucap Hartono ke Mas Amor
" Mas Hartono ku sayang aku tetap minimum, aku sekarang suka kepadamu, " Batin Wardani
" Terima kasih Mas Hartono," Sahut Wardani
" Selamat Paman, jaga Istri secantik dia, jangan kau siakan,nanti jadi milik orang lain, " Ucap Trimoko
" Selamat sayangku, kau tetap menjadi kekasihku, aku akan menunggu much, jangan bahagia kau aku akan selalu menganggu dirimu, " Ucap Trimoko lirih di telinganya
" Tidak takut, siap aku akan mengikuti permainanmu, dan aku tunggu kau mengodaku Trimoko yang bodoh, " Batin Wardani
" Sayang ku tunggu di kamar ku, jangan pernah lupa kan dirimu, kita tetap menjadi kekasih gelapku, " Ucap Lurah Darso
" Siap sayang yang penting apa mau ku dan segalanya untuk ku, " Jawab Wardani
" Tentunya semua milikmu, " Jawab Lurah Darso
Pesta berjalan dengan kidmat dan remain, semua berbondong-bondong pulang dan selesai serta langsung di bersihkan.
__ADS_1
Apakah yang terjadi kepada Amor selanjutnya.