
Setelah Wardani pulang dari acara tersebut Wardani akhirnya senang karena dirinya tidak terbakar lagi. Ningsih dan Suwarni yang telah mengantarnya itu bertanya kepadanya tentang sakitnya.
" Wardani bagaimana kamu masih kuat jam sendiri sampai rumah, " Ucap Ningsih
" Masih, tenangnya aku akan kuat, " Jawab Wardani
" Kamu rasa sakit sudah lama atau baru saja Wardani, " Sahut Suwarni
" Ini baru saja tadi, aku belum sarapan jadinya sakit seperti ini, " Jawab Wardani
" Kalau lagi saja telat sarapan Walaupun sedikit Wardani, " Ucap Ningsih
" Iya itu sangat penting bagi tubuh, walaupun tidak selera harus di paksa, " Sahut Suwarni
" Iya aku tadi aku lupa, " Sahut Wardani
" Ternyata kulian masih baik kepadaku, maafkan diriku aku telah berbohong kepadamu, aku tidak sakit tetapi aku hanya kesakitan kerena di dalam tubuhku sudah ada sesuatu dan ilmu hitam, " Batin Wardani
" Hey Wardani, kok malah diam ayo Jalan lagi biar cepat sampai rumah dan segera istirahat, " Ucap Ningsih
" Iya maaf ayo, " Jawab Wardani
Biyung Maryam dan biyung Zubaidah pun pulang dari acara.
" Alhamdulillah sudah sampai, ayo kuliah antar sampai kamar, " Ucap Ningsih
" Iya Mari, " Jawab Wardani
" Den apa yang terjadi pada Den Ayu Wardani, " Sahut Simbok Darmi
" Wardani sakit Mbok, jadi kita berdua di sudah mengantarnya, " Jawab Ningsih
" Iya Mbok tolong buatkan makan ringan sama minuman hangat bawa ke kamar Wardani ya, " Ucap Suwarni
" Iya Den saya Ambil kan, " Jawab Simbok Darmi
" Mari Wardani, " Ucap Ningsih
" Sudah berbaringlah agar tubuhmu rilex sebentar tunggu Simbok ambilkan makan ringan dan minuman hangat untukmu, " Ucap Ningsih
" Iya, terima kasih ya atas bantuannya kalian berdua, " Ucap Wardani
" Sama-sama, yang penting kamu baik, kamu sudah aku anggap sahabatku juga kok, " Jawab Ningsih
" Iya apapun kau butuh apa beri tahu kita berdua, jangan sungkan dan jangan segan-sengan untuk meminta bantuan sahabatmu ini, " Sahut Suwarni
" Permisi Den, " Ucap Simbok Darmi
" Iya Mbok, masuk saja, " Jawab Ningsih
" Den ini makanan ringan dan minuman hangatnya buat den Wardani, " Ucap Simbok Darmi
" Iya Mbok harus situ saja, terima kasih ya Mbok, " Jawab Ningsih
" Sama-sama Den, kalau begitu Simbok izin keluar dulu masih banyak kerjaan, " Ucap Simbok Darmi
" Iya Mbok, " Sahut Suwarni
" Wardani duduk sebentar minumlah air hangat ini sedikit saja agar tubuhmu semakin hangat, ayo, " Ucap Ningsih
" Iya, " Jawab Wardani
Wardani seketika itu duduk untuk meminum Air hangat itu, agar membuat tubuhnya hangat. Ini makan sedikit saja biar kau terisi dengan makanan.
" Aku tidak apa-apa sahabat tapi kalian merawatku secara baik sekali, berikan aku kekuatan agar segera hancur keluarga lurah agar aku segera bisa memberitahukan kepada kalian berdua bahwa aku adalah Wardani saudaramu dahulu, " Batin Wardani
" Ah.. Buka mulutmu, sedikit saja kamu harus makan, " Sahut Suwarni
Wardani membuka mulutnya agar membuat bahagia dan tidak cemas terhadap sahabatnya itu, yang telah menghantarkan dan meperlakukan baik ketika sakit yang hanya berbohong agar pulang dari acara yang membuat dirinya terbakar.
" Kalau begitu kami berdua pamit dulu ya, nanti jika ada waktu kami berdua akan menjengukmu ke sini, " Ucap Ningsih
" Iya hati-hati di jalan, sekali lagi terima kasih banyak, " Jawab Wardani
" Iya, ya sudah lekas sembuh, makan teratur dan istirahat, " Ucap Ningsih
" Jaga kesehatan dan jangan lupa makan dan minuman obat, " Sahut Suwarni
Mereka berdua pulang dari rumah lurah Darso, seketika itu Wardani merasa sakit di bahkan tubuhnya karena bekas teebakar.
__ADS_1
" Tetapi tubuhku terasa ada yang tergores, terasa perih, " Ucap Wardani
Wardani sontak untuk melihat dan membuka pakaiannya.
" Iya sedikit ada bekas merah seperti sayatan yang di akhibatkan lantunan ayat tadi, ah... Perih aku harus memberikan penyangkal dengan mandi bunga, aku sudah lama tidak mandi bunga, " Ucap Wardani
Tak lama Biyung Maryam dan Zubaidah sampai di rumah.
" Mbok," Ucap Biyung Maryam
" Dinda aku ke kamar dulu ya, capek, " Sahut Biyung Zubaidah
" Iya terima kasih sudah ikut Dinda tadi, " Jawab Biyung Maryam
" Iya sama-sama Dinda, Ananda malah senang jika bisa menemani Dinda, ya sudah sampai nanti ya Dinda, " Jawab Biyung Zubaidah
" Iya Tuan,sudah pulang, " Jawab Simbok Darmi
" Gimana Wardani sudah pulang dan istirahat di kamarnya, " Tanya Biyung Maryam
" Sudah Tuan, tadi teman-temannya sudah mengantarnya serta sudah meminta untuk di buatkan makanan ringan dan minuman hangat, Den Ayu sudah di rawat baik oleh teman-temannya, Mungkin sekarang Den Ayu senang istirahat, " Jawab Simbok Darmi
" Ya sudah kalau begitu, kamu gantikan tugas Wardani sementara kau urus Eyang Narni, " Ucap Biyung Maryam
" Baik Tuan, kalau begitu permisi, pareng, " Jawab Simbok Darmi
Biyung Maryam menuju ke kamarnya untuk beristihat sebentar untuk melemaskan otot-otot tubuhnya.
" Aku heran tadi Wardani sehat-sehat saja tetapi mengapa dia tiba-tiba sakit, aku mulai curiga sakit kenapa bisa berteriak sekaras itu, pasti ada yang di sembunyikan oleh wanita setan yang bermuka dua itu, " Ucap Biyung Zubaidah
" Aku harus segera melakukan rencanaku,agar segera dia lenyap dari rumah sini, " Ucap Biyung Zubaidah
Seketika itu Hartono juga mulai curiga kedua kali.
" Kenapa kecurigaan aku semakin membawa ke arah negatif, karena tadi aku melihat di telinga diberikan Kapas, dan kapas yang satu terlepas disaat lantunan Ayat, mengapa dia teriak kesakitan,pasti ada yang di sembunyikan oleh Wardani, " Ucap Hartono
" Aku harus mencari tau tentang semuanya, " Ucap Hartono
Wardani mandi dengan air bunga, dengan mantra-mantra yang terucap dari mulutnya, melakukan ritual agar tubuhnya kembali indah dan bagus lagi setelah terluka terbakar dengan lantunan ayat yang membuatnya kesakitan. Tak di sangka Arya pun ke kamar Wardani.
" Wardani kamu dimana, " Ucap Arya
Tak lama Wardani muncul dari kamar mandi nya dengan mengunakan jubah mandi yang ia pakai.
" Ada apa Arya kemari, " Ucap Wardani
" Aku dengarkan kau sakit, Aku langsung kemarin, " Jawab Arya
" Iya aku sakit, tetapi bukan sakit penyakit tetapi sakit tubuhku terbakar ketika lafad Al-Qur'an telah berkumandang, tubuhku terasa terbakar bahkan terasa lemas, " Ucap Wardani
" Kenapa bisa terjadi dan mengapa kau datang ke acara itu, " Ucap Arya
" Karena Biyung Maryam mengajakku untuk menemani dirinya datang diacara hanya niat ketemu temannya saja buka mencari ilmu agama, ternyata disana acara pengajian, " Jawab Wardani
" Lain kali kamu kan sudah tau bahwa acara di Mas Hartono itu pasti dengan agama, sekarang kamu sudah memiliki ilmu yang bertentangan dengan ilmunya maka kau harus berhati-hati, " Ucap Arya
" Iya, aku akan berhati-hati," Jawab Wardani
" Ya sudah aku mau keluar dulu, jaga kesehatan dan istirahat yang cukup, " Ucap Arya
" Iya terima kasih, " Jawab Wardani
Waktu semakin sore, Biyung Maryam melihat kondisi keadaan Wardani. Menuju ke kamarnya.
Tok... Tok... Tok... Biyung Maryam mengetuk pintu
" Masuk, pintu tidak di kunci, " Ucap Wardani
" Iya, " Jawab Biyung Maryam
" Eh Biyung Maryam aku kira siapa maaf, " Jawab Wardani
" Tidak apa-apa, bagaimana dengan keadaanmu saat ini, sudah mendingan, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah mendingan Biyung, ini Wardani lagi istirahat agar segera pilih, " Jawab Wardani
" Bagus kalau begitu, jaga kesehatan dan istirahat yang penuh agar segera seuman, jangan khawatir tugas untuk merawat Eyang sementara aku kasih ke Simbok Darmi, jadi dirimu tidak udah berfikir berat fikirkan kondisi dan kesehatanmu dulu, jika sudah sembuh Wardani bisa kembali merawat Eyang, " Ucap Biyung Maryam
" Terima kasih Biyung, Wardani akan gunakan waktu istirahat ini sebaik mungkin agar segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti sedia kala, " Jawab Wardani
__ADS_1
" Sama-sama, ya sudah Biyung Maryam keluar dulu ya menyiapkan makan malam, jaga kesehatan San selamat istirahat, " Ucap Biyung Maryam
" Iya biyung, " Jawab Wardani
" Pasti kau akan kaget dan tidak menyangka di suatu hari nanti, " Ucap Wardani
" Mbok nanti makan malam Wardani antar ke kamarnya saja ya, kasian dirinya masih sakit, " Ucap Biyung Maryam
" Siap Tuan, nanti Simbok antarkan makan malamnya Den Ayu ke kamarnya, " Sahut Simbok Darmi
Lurah Darso pun pulang dari kantor desa waktu mulai senja, sinar merah mulai menutupi langut-langit biru bahkan Cahaya mulai gelap per tanda malam tiba.
" Mbok aku sehari ini belum melihat Wardani kemana, " Ucap Trimoko
" Lah dalah Aduh Den Bagus belum tau bahwa Den Ayu sekarang sakit di kamarnya, " Sahut Simbok Darmi
" Apa Mbok Wardani sakit, ya sudah aku mau melihatnya, " Ucap Trimoko
" Iya Den," Jawab Simbok Darmi
Trimoko langsung masuk ke kamar Wardani, tanpa mengetuk pintu saking perdulinya terhadap wanita yang dia cintai.
" Wardani bagaimana keadaanmu, maaf aku lancang masuk kamarmu tidak sopan, karena aku khawatir terhadapmu, " Ucap Trimoko
" Dia semakin ada rasa untukku aku harus bisa membuat dirinya cinta lagi kepadaku agar rencanaku mudah dan segera terlaksanakan dengan tuntas," Batin Wardani
" Aku baik-baik saja, terima kasih sayang sudah khawatir terhadapmu, " Jawab Wardani
" Apa kau memanggilku dengan sayang, " Ucap Trimoko
" Iya kenapa ada yang salah, jika aku mulai menyukaimu, " Jawab Wardani
" Tidak apa-apa Aku malah suka, bagaimana ada yang sakit, " Ucap Trimoko
" Tidak sudah mendingan kok, sayang tidak udah khawatir, aku baik-baik saja, " Jawab Wardani
" Ya sudah jika ada yang sakit dan butuh apa kau tinggal panggil Simbok untuk memanggilku, aku siap menjadi penjagamu, " Ucap Trimoko
" Tidak tidak usah, sebentkar lagi aku baik dan sembuh, " Jawab Wardani
" Ya sudah kalau begitu kamu istirahat yang cukup jangan kemana-mana, agar lekas sembuh, " Ucap Trimoko
" Iya sayang, kamu juga jaga kesehatan," Jawab Wardani
Trimoko pun keluar dari kamar Wardani.
" Dasar lelaki hidung belong, bodoh sudah masuk ke dalam perangkap manisku, ha...., " Ucap Wardani
Lurah Darso pun tiba langsung menuju ke kamarnya untuk Bersih diri, dan langsung menikmati makan malamnya.
" Abah nikmati makan malamnya, dan makan yang kenyang ya, " Ucap Biyung Maryam
" Oh iya Wardani dimana kok gak ikut makan malam bersama kita, " Tanya Lurah Darso
" Tadi Wardani sakit sekarang dia di kamarnya tapi sudah aku suruh Simbok untuk mengantar makan malamnya ke kamarnya, " Sahut Biyung Maryam
" Sayang sakit, sebentar lagi aku akan melihatmu, " Batin Lurah Darso
" Kenapa Abah, " Ucap Biyung Maryam
" Tidak apa hanya tanya biasanya makan bersama, " Jawab Lurah Darso
Makan malam selesai Lurah Darso menuju kamar Wardani.
" Sayang kau sakit apa," Ucap Lurah Darso
" Aku tidak apa-apa sayang, hanya sakit pusing dan panas saja, " Jawab Wardani
" Ya sudah kalau ada apa-apa jangan sungkan katakan kepadaku, " Ucap Lurah Darso
" Iya... Sayang," Jawab Wardani
" Ya, sudah malam kamu istirahat yang cukup biar lekas sembuh, aku ke kamar dulu juga ngantuk dan capek, " Ucap Lurah Darso
" Iya Sayang, selamat malam, " Jawab Wardani
" Malam, " Ucap Lurah Darso sambil mencium keningnya.
Lurah Darso pun keluar dari kamarnya untuk beristihat malamnya. Sungguh perhatian semua terhadap Wardani, walaupun iya hanya sakit berbohong dalam sakit, tetapi tidak berbohong dalam sakit dengan lantunan ayat yang membakar tubuhnya.
__ADS_1