
Resepi dan bersih dari alat telah di selesai saat itu juga. Malam pun tiba.Wardani dan Amor menikmati malam pertama. Wardani selalu mengelak untuk melakukan hubungan suami itu.
" Nenek peot akhirnya Amor telah menjadi budak aku, terima kasih ya sudah benar dan merestuinya, Sekarang makan ya, " Ucap Wardani
" Dasar Wanita setan,awas kau aku robek-robek mulutmu, " Batin Eyang Narni
" Kenapa kau tidak suka, ayo buka mulut makan, " Ucap Wardani
" Aku Akan menbuat hancur keluargamu dan aku buat kau menderita, " Ucap Wardani
" Tolong siapapun datanglah, aku tersiksa," Batin Eyang Narni
Biyung Zubaidah pun mendengar suara kasar dan sejenak perlahan untuk mendekati Pintu Eyang Narni.
" Sepertinya ada suara kasar dari mana ya ini, aku dengar dari arah kamar Eyang, coba aku lihat kesana," Ucap Biyung Zubaidah
" Cepet buka mulut, aku sudah capek pegang ini, buka mulut, " Ucap Wardani sambil membuka mulutnya
Biyung Zubaidah membuka Pintu Eyang dan kaget melihat semua perlakuan Wardani.
" Wardani kau begitu kasar sekali,apa yang lakukan, " Ucap Biyung Zubaidah
" Maaf Biyung tadi Wardani marah karena Eyang susah mau buka mulutnya, takutnya Eyang sakit, " Jawab Wardani
" Tapi tidak harus begitu, jangan-jangan kau begitu setiap hari, jika ia kami salah mempercayaimu untuk merawat Eyang, " Ucap Biyung Zubaidah
" Benar yang kau katakan Zubaidah, Eyang disini tersiksa terus dan saatnya kau tau sekarang, " Batin Eyang Narni
" Hahaha memang bener kenapa, kamu kaget dan marah, " Ucap Wardani dengan tertawa
" Ternyata kau begitu jahat dan licik, " Jawab Biyung Zubaidah
" Apakah kau baru tau, masalah buat kamu, " Ucap Wardani
" Kalau begitu aku Akan aduhkan kepada Lurah atas semua perilakumu selama ini, " Jawab Biyung Zubaidah
" Oh mau memberitahu kepada Lurah dan serumah sini, silahkan tidak takut, " Ucap Wardani
" Aku dukung ayo beritahukan kepada Lurah, " Batin Eyang Narni
" Tunggu Aku Akan laporkan semua, " Jawab Biyung Zubaidah
" Oh aku tunggu, " Ucap Wardani
Wardani ketika itu sangat kaget dan binggung mau melakukan apa, dia langsung keluarga dari kamar Eyang Narni.
" Jangan semangat dulu Nenek peot, pasti dia merasa senang dan bisa menggadukan semua tentang diriku, tunggu Sana, " Ucap Wardani ke Eyang Narni
" Semoga semua kau beri kelancaran, " Batin Eyang Narni
Wardani menuju ke kamarnya, dan Amor Bertanya kepada nya.
" Sayang kenapa kau merasa kesal, apa yang terjadi jangan bersedih, " Ucap Amor
" Tadi aku di hina oleh Biyung Zubaidah bahwa aku kurang pecus mengurusin Ibu kamu, selama ini dan sampai detik ini siapa yang mengurusin Ibu kamu bukan kah aku, tapi dia berani bilang begitu kepadaku," Jawab Wardani
" Apa benar yang kau katakan itu sayang, Ananda Zubaidah biasanya bicara dengan fantastic, dan dia langsung melihat dengan sendiri, " Ucap Amor
" Sayang lebih percaya dengan nya, jika aku berbuat tidak seenaknya apa buktinya, " Ucap Wardani
" Iya aku percaya kamu, tapi Mas harus bicara langsung ke Ananda Zubaidah, tapi aku tetap percaya kepada istriku yang paling cantik," Jawab Amor
" Beneran mas, terima kasih aku sayang mas, " Ucap Wardani sambil mencium keningnya
" Sayang ayo kita menikmati malam ini, " Ucap Amor
" Sayang besok-besok ya aku lagi capek kan baru selesai resepsi jadi istirahat dulu ya, " Jawab Wardani
" Ya sudah kalau begitu, selamat malam, " Jawab Amor
" Malam, " Ucap Wardani
" Ternyata Wardani itu wanita jahat, apa yang harus aku lakukan, " Ucap Biyung Zubaidah sambil wira-wiri
" Apakah aku harus kasih tau semua orang yang ada di sini, aku kasih kepada Eyang jika tidak di adukan kepada Lurah, ya sudah besok aku akan adukan kepada Lurah Darso semua tentang perilaku Wardani terhadap Eyang, " Ucap Biyung Zubaidah
Tengah malam, semua menikmati istirahat yang begitu pulas. Sampai lah datang fajar yang terbit menyinari pagi nan indah, suara ayam berkokok, suara ayam jago berkeruyuk, dan embun pagi yang sejuk.
"Mbok sarapan sudah siap, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah Tuan tinggal kita sajikan ke tempat makan saja, " Jawab Simbok Darmi
__ADS_1
" Kalau begitu buatkan minuman manis ya Mbok, sekarang, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan saya buatkan dulu, " Jawab Simbok Darmi
" Aku harus berani mengatakan ini, di seluruh rumah tentang Wardani, " Ucap Biyung Zubaidah
" Aku mau bersih diri dan langsung ke ruang makan untuk sarapan, " Ucap Biyung Zubaidah
" Sayang bangun sudah pagi, ayo sana bersih diri kita sarapan bersama, " Ucap Wardani
" Hem iya sayang, sudah pagi ya, Aku mau bersih diri dulu, " Jawab Amor
" Pasti Nenek Satu itu akan memberitahukan kejadian kemarin, entahlah Aku ingin dengar aja, santai saja, " Batin Wardani
" Mbok kalau sudah siapkan makanan dan minuman di meja makan, sebentar lagi semua pada ke sini, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan, " Jawab Simbok berempat
" Ini buahnya kan, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan, sudah Tuan duduk disana Sana biar Simbok, " Sahut Simbok Warni
" Tidak apa-apa sudah kau bawa yang belum di bawa ke meja makan, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan, " Jawab Simbok Darmi
" Mbok Arya minta buatkan teh hangat ya, " Ucap Arya ke Simbok Darmi
" Baik Den saya buatkan, " Jawab Simbok Darmi
" Mbok Aku juga buatkan susu hangat di tambah jahe, lagi tidak enak badan, " Ucap Trimoko
" Baik den bagus, sebentar ya, " Jawab Simbok Darmi
Lurah Darso menuju ke ruang makan, dan di susul dengan Biyung Zubaidah.
" Selamat pagi Abah," Ucap Biyung Maryam
" Selamat pagi juga Abah, " Sahut Biyung Zubaidah
" Pagi, " Jawab sinis Lurah
" Aduh yang pengantin baru, baru keluar dari kamar, " Ucap Arya
sambil memeluk tangan Amor dengan mesra
Muka tidak suka dan membanting kan Sendok," Trimoko
" Kenapa kau sayang, kok sendok kau lemparkan ke piring nanti pecah bagaimana, " Ucap Biyung Maryam
" Tidak ada apa Biyung, sendok nya kotor jadi Aku marah, " Jawab bohong Trimoko karena cemburu
" Awas kau Wardani membuatku begitu sakit dan berani kau membuatku panas, " Batin Trimoko
" Bangsat, pagi-pagi sudah membuatku marah dan cemburu seperti ini, males Aku lihatnya, " Batin Lurah Darso
" Pasti mereka pada cemburu dan tidak terima, Aku akan buat dia panas, " Batin Wardani
" Duduk sayang, mau makan apa, mau yang ini, " Ucap Wardani
" Iya sayang terserah kamu, " Jawab Amor
" Waduh kalian sangat mesra sekali, lihatnya Adam, " Ucap Biyung Maryam
" Adem apanya pasti cuma pura-pura atau hanya acting, " Sahut Biyung Zubaidah
Lurah Darso yang memainkan kakinya ke kaki Wardani, Wardani hanya melihat Lurah dan Lurah bermain mata dengan nya.
" Tambah lagi sayang, aku ambil kan lagi ya, " Ucap Wardani
" Iya sedikit saja, aku sudah kenyang, " Jawab Amor
" Mbok kemarin, " Ucap Wardani
" Iya Den, ada apa, " Jawab Simbok Warsi
" Makanan Eyang Narni sudah siap, kalau sudah siapa aku mau kesana, " Ucap Wardani
" Tunggu jangan dia Mbok, " Sahut Biyung Zubaidah
" Aku tunggu dia mau bicara apa," Batin Wardani
__ADS_1
" Kenapa Ananda kau begitu, itu tugas Wardani merawat Eyang, " Ucap Biyung Maryam
" Bukan begitu Dinda, Wardani kasar terhadap Eyang, kemarin Aku tidak sengaja mendengar suara berisik ternyata suara dari kamar Eyang, Aku Penasaran Aku masuk kedalam Wardani kasar terhadap Eyang, " Ucap Biyung Zubaidah
" Apa benar itu Wardani, " Jawab Biyung Maryam
" Biyung Aku tidak tau mengapa Biyung Zubaidah bisa bicara seperti itu, memang kemarin itu agak keras karena Eyang tidak mau makan aku takut Eyang sakit, kasarnya buat aku marahi dan aku apakah hanya aku pegang mulut agar makanan masuk kedalam mulutnya toh Eyang yang bergerak dan suara itu dari Eyang, " Bela Wardani
" Tidak benar yang dia katakan kalau tidak percaya kemarin ada luka di Eyang, " Sahut Biyung Zubaidah
" Tidak ada, jangan di lihat Eyang nanti marah, aku tidak mau Kenyamanan Eyang terganggu, " Ucap Wardani
" Bagaimana Abah pen dapat kamu, " Ucap Biyung Zubaidah
" Aku belum tau sebenarnya, dan aku lebih percaya ke Wardani selama ini dia yang selalu merawat ibumu, dan yang memberikan segala sesuatu, jadi tidak mungkin dia begitu, " Jawab Lurah Darso
" Tapi Abah ini benar, Abah malah dukung wanita jahat ini, " Sahut Biyung Zubaidah
" Ananda kau jangan suka membuatku masalah di rumah sini, aku juga lebih percaya kepada Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Dinda tolong percaya aku, " Jawab Biyung Zubaidah
" Amor tolong kau bilangin suruh istrimu yang muka dua ini Mengaku, " Sahut Biyung Zubaidah
" Aku lebih percaya istriku, karena Aku juga berpendapat kang mas, dan belum ada bukti," Jawab Amor
" Biyung ini katakan apa sih, kok Biyung mau mefitnah Wardani, " Ucap Arya
" Biyung omong apa sih, " Sahut Trimoko
" Aku sudah melihat sendiri jadi gak perlu saksi, " Jawab Biyung Zubaidah
" Semua harus ada bukti, tidak boleh seenaknya, " Sahut Lurah Darso dengan marah
Wardani menangis dan menangis
" Cukup kau mengerluarkan air matamu yang palsu, " Ucap Biyung Zubaidah
"Sudah kau berhenti menangis sayang, aku percaya kepadaku, " Ucap Amor
" Kalau begitu ayo ke kamar Eyang kita lihat luka yang di derita Eyang, " Ucap Biyung Zubaidah
" Jangan aku kasihan Eyang nanti menganggu diri nya, " Jawab Wardani sambil menangis
" Kenapa tidak boleh kamu takut, semua tau kelakuan jahatmu, ayo buruan sekarang, " Jawab Biyung Zubaidah
Mereka semua menuju kamar Eyang untuk melihat apa yang di katakan Biyung Zubaidah itu benar.
" Eyang maaf kami bersama ke sini menganggu waktunya, " Ucap Biyung Maryam
" Tidak apa-apa malah suka, ayo bongkar semua kejahaat wanita setan itu, " Batin Eyang Narni
" Eyang Zubaidah mau izin lihat luka di mulut dan tubuh Eyang ya," Ucap Biyung Zubaidah
" Apa lukanya tidak ada, kok semuanya baik-baik saja, " Batin Biyung Zubaidah
" Bagaimana ada luka, aku lihat sendiri minggir, " Ucap Lurah Darso
" Mana tidak ada apa-apa, Tubuh bagus dan sehat semua, " Ucap Lurah Darso
" Hahaha emangnya aku sebodoh yang kau pikir, " Batin Wardani
" Apa luka di tubuh ku tidak ada, apakah ini Utah Wardani yang kemarin memberikan obat dan membersihkannya,ya tuhan cobaan apa lagi, " Batin Wardani
" Aku menangis buka takut dan di hina, tapi aku kasihan keadaan menganggu Eyang, ya sudah aku aku ingin memberikan makanan dan minuman ke Eyang Narni, " Ucap Wardani
sambil duduk dan tersenyum manis ke arah Eyang Narni
" Dasar wanita setan bermuka dua, " Batin Eyang Narni
" Aku tidak suka jika kau berani membuat ulah Aku tidak akan segan menghukummu, keluar semua biar Wardani yang memberikan makanan dan minuman ke Eyang, " Ucap Lurah Darso
Wardani tersenyum dan main mata kepada Biyung Zubaidah.
" Dasar wanita setan, kau begitu licik, Tunggu pembalasannku, " Batin Biyung Zubaidah
Setelah semua keluar dan Biyung Zubaidah datang lagi untuk menghampiri Wardani di kamar Eyang.
" Dasar wanita setan, pengoda, licik, awas tunggu apa yang akan terjadi kepadaku, " Ucap Biyung Zubaidah
" Silahkan lakukan apa, kamu mau cari dukun silahkan, dan aku akan diamond saja, dada Nenek Tuan, " Jawab Wardani
__ADS_1
" Dasar wanita setan, " Ucap Biyung Zubaidah
Apa yang dilakukan Biyung Zubaidah selanjutnya untuk membongkar kelakuan jahat Wardani.