
Malam semakin larut, Wardani segera pulang dan Akhirnya pertemuan Wardani dan Trimoko menghasilkan bermacam kejutan untuk Wardani, semua komplotan Trimoko tergoda kepadanya. Sehingga Wardani sangat bahagia.Lurah yang di rumah menunggu Wardani yang belum pulang.
" Sudah larut malam dia kemana belum pulang, aku khawatir kepadanya," Ucap Lurah Darso
" Dimana kau sayang lama sekali kau bertemu dengan Biyungmu, apa aku jemput dirinya, tak usahlah pasti sebentar lagi dia pulang, " Ucap Lurah Darso
" Sayang ini udah larut malam ayo kita pulang, takut di marahin," Ucap Wardani
" Iya baru terasa kita, kita lupa pulang ya sudah ayo sayang pulang, kawan sampai jumpa besok lagi ya aku mau mengantar dan pulang sekaligus," Ucap Trimoko
" Iya bos, hati-hati di jalan, " Jawab Bowo
" Mari semuanya, " Sahut Wardani senyum manis
Komplotan Trimoko membalasnya dengan senyuman manis juga. Trimoko langsung meninggalkan tempat itu.
" Sayang buruan aku takut Lurah marah, dan aku takut jika dia menungguku di depan terasa," Ucap Wardani sambil di bonceng
" Iya ini aku buru-buru santai, nanti aku atir semua kau jangan binggung, pegangan sedikit lagi kita sampai," Jawab Trimoko
" Iya sayang," Ucap Wardani
" Bro sudah malam aku mau pulang capek ini badan," Ucap Dikin
" Aku juga mau pulang lelah juga aku," Sahut Bowo
" Ya sudah ayo kita pulang, " Jawab Fendi
" Iya sana pulang, hati-hati di jalan, aku tidur di post sini saja, " Sahut Didik
" Kamu tidak pulang may tidur di sini, ya sudah kalau begitu kamu bertiga pulang dulu sampai jumpa besok lagi," Ucap Bowo
" Iya sampai jumpa besok, " Jawab Didik
Didik yang merasa kangen sekali dengan Wardani, sampai -sampai Didik tidur di situ untuk menghilangkan kangennya terhadap Wardani, fikirannya selalu terbayang kepadanya, bukan hanya Didik semua komplotan berfikiran kepada Wardani pada malam hari itu, yang tidak mampu untuk melupakannya.
" Sudah sampai, sebentar kita jalan kaki saja dari sini, aku akan menuntun sepeda motorku," Ucap Trimoko
" Iya sayang, ayo kita jalan hati-hati, " Jawab Wardani
" Sudah aku taruh sepeda motorku, aku mau bersembunyi di pikir sana kamu panggil simbok nanti aku akan masuk setelah kamu masuk, " Ucap Trimoko
" Iya Sayang, Mbok..., ini Wardani, " Ucap Wardani
" Itu Tuan tadi aku di suruh menunggu Tuan pulang, " Ucap Simbok Darmi
" Eh Tuan sudah pulang, Mari Tuan, Lurah Darso sudah menunggu Tuan di kamar, " Ucap Simbok Darmi
" Oh iya Mbok, terima kasih ya sudah membuka kan pintunya, aku langsung ke kamar ya," Jawab Wardani
" Iya Tuan, " Jawab simbok Darmi
" Tumben Tuan pulang agar larut malam, " Bisik Simbok Darmi
" Sudah masuk giliran aku, aku sudah ngantuk sekali, " Ucap Trimoko
Simbok Darmi menutup pintu dan mau berjalan menuju ke kamarnya seketika itu Trimoko menunggu dan Si mbok Darmi membuka kan pintunya.
Tok... Tok... Tok... Ketuk pintu
" Siapa lagi atuh, untung Mbok belum jalan sampai kamar, " Bisik Simbok Darmi
Simbok Darmi membuka pintu dan melihat Den Bagus Trimoko.
" Oh Den Trimoko, silahkan masuk, " Ucap simbok Darmi
" Iya mbok terima kasih ya, aku langsung ke kamar ya sudah malam ngantuk, " Jawab Trimoko
" Iya Den, Simbok juga sudah ngantuk sekali," Ucap Simbok Darmi
" Ya sudah Mari Mbok, " Ucap Trimoko
" Pareng Den, " Jawab Simbok Darmi
" Ternyata Den Trimoko, ya sudah aku langsung ke kamar saja, " Bisik Simbok Darmi
__ADS_1
" Sayang ini aku, " Ucap Wardani
Lurah Darso membuka perlahan-lahan matanya, dan mengumpulkan nyawanya, bangun dari tidurnya.
" Dia pulang iya bentar sayang, " Ucap Lurah Darso
Lurah Darso membuka pintunya.
" Sayang kok baru pulang, " Ucap Lurah Darso
" Iya sayang maaf ya karena tadi si rumah Biyung banyak ngobrol jadi Wardani tidak enak meninggalkan ngobrol penting dari Biyung Sumi, tapi sudah tau usah di pikir, aku pulang kan walaupun sampai larut malam, tadi aku mau tidur di rumah Biyung tapi ingat kamu jadi aku pilih kamu, " Jawab Wardani
" Ah bisa aja ya sudah ayo kita tidur udah malam, " Ucap Lurah Darso
" Iya Ayo aku sudah gak kuat mau tidur udah ngantuk," Jawab Wardani
" Begitu cantiknya dirimu, kau telah mencuri hatiku, kau akan menjadi milikku, " Ucap Didik
Malam semakin larut semua menikmati malam-malamnya dengan indah, suasana sunyi, hening dan suasana yang permai menjadi suasana malam yang penuh dengan kenyamanan. Bahkan bertemankan sebuah mimpi dalam ilusi setiap manusia. Sampai beberapa jam kemudian waktu pagi telah tiba.
Keesokan harinya Wardani sedikit bangun kesiangan karena tadi malam bertemu dengan Trimoko, melainkan juga Trimoko.
" Sayang bangun, ini susah siang, " Ucap Lurah Darso
" Hem..., oh sudah siang ya, iya bentar aku bangun, " Jawab Wardani
" Aduh kakek satu ini ganggu aku saja, aku masih ngantuk, " Batin Wardani
" Maaf ya sayang aku segera bersih-bersih diri tunggu di ruang makan," Ucap Wardani
" Ya sudah Sana, aku tunggu di ruang makan cepat, " Jawab Lurah Darso
" Iya sayang aku akan bergegas untuk kesana," Ucap Wardani
Di ruang makan.
" Abah sudah bangun, mana Ananda Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Dia baru bersih-bersih diri," Jawab Lurah Darso
Lurah Darso berdiri menuju ke Biyung Zubaidah, Lurah Darso yang terkenal dengan sifat kasarnya bahkan hukuman atau tindakan langsung yang di berikan kepada orang yang melawannya.
" Makan buka mulutmu, " Ucap Lurah Darso sambil membuka mulutnya dan memasukkan sambal ke mulutnya
" Ah... Ampun Abah, " Jawab Biyung Zubaidah dengan menangis
Wardani sontak melihat dari kejauhan ia merasa senang atas perlakuan Lurah Darso kepadanya.
" Abah apa yang kau lakukan ke pada Dinda Zubaidah, sudah Abah kasihan, " Sahut Wardani dari jalan menuju ke tempat duduknya
" Ini hukuman bagi wanita yang suka berbicara seenaknya, jika kau bicara seenaknya kamu aku akan hukum kamu lebih dari ini, " Ucap Lurah Darso dengan kasarnya mengeserkan ke kanan
" Ah... Ampun Abah, maafkan aku, " Ucap Biyung Zubaidah
" Gara-gara kamu seleraku sudah hilang, makan semua makan itu, " Ucap Lurah Darso dengan marah dan meninggalkan tempatnya
" Sayang... Berhenti, " Sahut Wardani sambil mengejarnya
" Rasain jadi orang sok tau, dan mau jelekin kekasih kesukaan Lurah, kamu hancur sendiri, " Batin Arya
" Sudah minum ini, biar kau merasa mendingan," sahut Biyung Maryam
" Iya Dinda terima kasih, " Jawab Biyung Zubaidah
" Ya sudah Biyung Arya mau pamit, mau berangkat untuk ke rumah teman tanya tentang bisnis," Ucap Arya
" Iya Arya hati-hati di jalan, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Biyung, Mari, " Jawab Arya
Lurah langsung mengambil tas dan berangkat ke kantor desa.
" Sayang berhenti dulu, kenapa sayang bersikap seperti itu, " Ucap Wardani
" Sudah kau tak usah tau, aku langsung berangkat ke kantor desa saja sayang, tenang aku akan sarapan di sana, jangan khawatir," Jawab Lurah Darso
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan, " Ucap Wardani
Lurah Darso berjalan menuju ke depan rumah untuk berangkat.
" Paimin tolong siapkan motor aku, aku mau berangkat, " Ucap Lurah Darso
" Iya Tuan ini motornya sudah siap, " Jawab Paimin
" Aku berangkat, jaga rumah, " Ucap Lurah Darso
" Iya Tuan, pareng, " Jawab Paimin
" Ini kesempatan aku untuk berdua bersama Wardani, " Batin Trimoko
" Biyung aku sudah kenyang aku mau ke taman belakang sebentar mencari udara sejuk, " Ucap Trimoko
" Iya sayang, silahkan, " Jawab Biyung Maryam
" Ananda aku tau kamu begitu benci terhadap Wardani tapi kamu harus ingat jangan sampai kau berbicara seperti itu lagi, jadinya seperti ini kan, kau mendapatkan hukuman yang kasar dari Abah," Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda aku tadi tidak sadar bahwa ungkapanku membuat hati Abah marah bahkan sampai setega itu, aku makin benci kepada wanita setan itu, aku tidak terima gara-gara wanita itu sekarang Abah selalu membelanya," Jawab Biyung Zubaidah
" Iya aku tau itu, aku lebih membenci dan mulai muak melihat dirinya, " Ucap Biyung Maryam
" Ya sudah Dinda aku pergi ke kamar mau membersihkan diri dan istirahat, " Ucap Biyung Zubaidah
" Iya Ananda," Jawab Biyung Maryam
" Dasar wanita setan, tunggu saja permainanku akan segera ku jalankan, aku bukan takut kepadamu tunggu permainan balasan untuk mu, " Ucap Biyung Maryam
" Mbok, tolong ini sudah selesai bisa di bereskan," Ucap Biyung Maryam
Satu pun Simbok tidak datang karena susah di suruh untuk pergi mengambil semua pesanan dari Lurah.
" Baru ingat semua, di suruh pergi oleh Abah mengambil pesanannya, jadi aku yang beresin sendiri," Ucap Biyung Maryam
" Sayang, ini aku Trimoko, " Ucap Trimoko
" Ngapain laki-laki hidung belang itu datang ke kamar, malas aja sih, " Batin Wardani
" Iya sayang sebentar, " Jawab Wardani sambil membuka kan pintu
" Oh iya ada apa, bisa aku bantu, " Ucap Wardani
" Tidak aku hanya ke sini kangen ini berduaan denagnmu," Jawab Trimoko
" Ya sudah ayo masuk nanti ketahuan orang, " Ucap Wardani
Trimoko masuk kedalam kamar Wardani. Trimoko langsung memeluknya dari belakang.
" Sayang sungguh bahagianya aku bisa memelukmu dengan leluasa seperti ini, " Ucap Trimoko
" Omong Kosong, kenapa kau melakukan aku rromantisdan penuh cinta di saat aku menjadi wanita cantik,apakah kau lupa dulu aku selalu mengejar-ngejarku cintamu dan kau selalu menolak dan menghinaku, " Batin Wardani sambil menangis
" Sayang kenapa kau meneteskan air mata, " Tanya Trimoko
" Ah tidak apa Sayang, aku hanya sedih kau sangat mencintaiku," Jawab Wardani
" Percayalah kepadaku aku akan selalu untukmu, mencintaimu, walaupun kau masih milik Abahku, " Ucap Trimoko
" Rasanya aku bahagia ketika kau berbicara begitu kepadaku, " Jawab Wardani
" Tapi kau akan merasakan sakit yang pernah aku rasakan, malu, sakit hati, hilang harga dirimu, bahkan aku tersesat dan jauh dari Allah, untuk bersekutu dengan setan untuk membalaskan dendam, " Batin Wardani
" Maukah kau menjadi istriku, " Ucap Trimoko
" Aku masih istri sah Lurah sayang, jadi aku tetap memilih Lurah, jika waktu yang tepat pasti aku akan menerima lamaranmu, " Jawab Wardani
" Oke siap, aku akan membuktikan bahwa aku akan menunggumu sampai kapanpun, " Ucap Trimoko
" Tidak usah sayang kau boleh menikahi wanita lain, karena masa mudamu sudah hampir hilang, " Jawab Wardani
" Jika aku menikah dengan orang lain, tapi cinta dan pandanganku tetap kepadamu," Ucap Trimoko
" Terserah kamu sayang, aku mengikutimu saja," Jawab Wardani
__ADS_1
Hubungan Wardani dan Trimoko semakin dekat seperti hubungan layaknya seorang suami dan istri, apakah yang akan terjadi kepada cinta mereka berdua yang penuh kepalsuan bahkan sikap yang tidak baik untuk di lakukan yang masih memiliki suami.