
Setelah kejadian itu Biyung Zubaidah merasa geram dan ingin membuat dirinya merasa menyesal atas perlakuan lepadanya, Biyung Zubaidah memiliki rencana untuk membuat dirinya bertekuk lutut.
Setelah tubuhnya membaik dan dari luka hukuman itu Biyung Zubaidah tidak merasa trauma atas hukuman kejam yang di berikan oleh Lurah Darso kepadanya, Biyung Zubaidah segera melakukan agar keluarga Lurah Darso terhindar dari wanita setan.
" Aku harus pergi ke dukun lewi untuk memberitahukan sesuatu kepadanya, tidak boleh tertunda, " Ucap Biyung Zubaidah
Biyung Zubaidah akhirnya bersiap diri untuk menuju kediaman dukun Lewi yang berada di pinggir sungah tempat terpencil.
" Permisi Mbah, Zubaidah datang kemari lagi, kemarin racun yang Mbah sangat heat tetap saya salah sasaran wanita setan itu pintar sekali Mbah, " Ucap Biyung Zubaidah
" Kenapa bisa begitu, kau yang ceroboh, " Jawab Mbah Lewi
" Maaf Mbah, memang Saya yang ceroboh, apakah Mbah bisa ke rumah untuk membuktikan bahwa Wardani orang yang memiliki niat jelek kepada keluarga Lurah, agar semua tau dan bisa membongkar semua rencananya, " Ucap Biyung Zubaidah
" Boleh, tapi sebelumnya kau harus menyiapkan syaratnya, " Jawab Mbah Lewi
" Siap Mbah semua syarat saya penuhi yang penting rencana ini berhasil, " Ucap Biyung Zubaidah
" Baiklah kau denagrkan, siapkan bunga mawar dan kantil, kemenyan, dan air yang sudah kau berikan ini dariku, aku akan datang ketika malam hari tiba-tiba, kau harus menyiapkan semuanya, dan kau harus menyuruh Wardani berada di antara kerumunan keluarga Lurah, " Ucap Mbah Lewi
" Baik Mbah semua saya akan siapkan, kalau begitu saya pamit ini buat Mbah, " Jawab Biyung Zubaidah
Biyung Zubaidah mendapatkan sebuah rencana baru dari Mbah Lewi, merely berharap rencana ini akan berhasil untuk menumpas semua kejahatan Wardani, Biyung Zubaidah bergegas untuk pulang agar segera sampai ke rumah.
" Kasihan sekali Wardani sudah di tinggal suami lagi, dengar-dengar Keluarga Lurah ada yang tidak suka dengan Wardani lagi, " Ucap Ningsih jalan-jalan
" Kenapa bisa terjadi, " Jawab Suwarni
" Cerita yang aku dengar-dengar, sekarang ada salah satu keluarga Lurah gang tidak suka kepada Wardani, sikap berubah status, " Ucap Ningsih
" Apa ya yang mengakibatkan sifat salah satu keluarga Lurah berubah, " Jawab Suwarni
" Mungkin ada hal sesuatu yang tidak kita ketahui, " Jawab Ningsih
" Ya sudahlah kita selalu support Wardani apa yang menjadi jalan dan pilihannya, " Ucap Suwarni
" Ya sudahlah, ayo kita lanjutkan perjalanan, " Jawab Ningsih
" Ananda dari mana kok sudah pergi keadaan kamu masih kurang baik, " Ucap Biyung Maryam
" Hem Ananda dari luar saja Dinda mencari udara segar, tidak kemana-mana, " Jawab Biyung Zubaidah
" Oh aku kira lagi perpergian ke mana, kamu belum boleh kemana-mana karena kondisi kamu belum sepenuhnya fit, " Ucap Biyung Maryam
" Terima kasih atas perhatiannya Dinda, ya sudah aku mau ke kamar dulu, mari Dinda, " Jawab Biyung Maryam
" Mari, " Jawab Biyung Zubaidah
Zubaidah telah berbohong kepada Biyung Maryam, dia merencanakan untuk menjebak Wardani agar mengetahui siapa wanita tersebut. Dengan semua bahan yang di berikan oleh dukun Lewi Biyung Zubaidah siap untuk meracik dan menjalankan perintah apa yang harus di kerjakan. Biyung Zubaidah berhati-hati ke dapur untuk menyiapkan dan mengambil wadah di dapur.
" Aman semua tidak ada di dapur aku leluasa untuk mengerjakan ini, semoga tidak ada yang ke sini, " Ucap Biyung Zubaidah
Biyung Zubaidah berjalan perlahan-lahan menuju ke dapur, tak disangka Wardani memiliki perasaan yang tidak enak.
" Ini dia wadahnya aku harus kasih kembang, dan ini kedalamnya aku harus di minuman ini, terus yang satu aku siapkan untuk menguyur Wardani, aku harus berhati-hati dan selalu jaga ini sebelum ada yang tau, " Ucap Biyung Zubaidah
" Kenapa itu Biyung Zubaidah disana, seperti dia ada sesuatu aku harus cari tau, " Ucap Wardani
Biyung Zubaidah meninggalkan sebentar dan menyembunyikan di sebuah kotak di jawab dapur agar tidak ada yang tau, untuk sementara Biyung Zubaidah menjalankan sebuah mantra dari Dukun Lewi di kamarnya.
" Aku taruh disini saja, pasti tidak ada yang tau siapa-siapa, sambil aku mengahafalkan mantra, " Ucap Biyung Zubaidah
" Biyung Zubaidah sudah pergi aku segera kesana untuk mengecheknya, " Ucap Wardani
Wardani menuju ke Arab dapur untuk mencari tahu.
Biyung Zubaidah mulai bertapa kaki dia terus dan tangan bread and di atas dada dan menghadap ke depan me me jam kan mata dan mulai mengucapkan mantra, bibirnya bergerak cepat. Dengan keadaan kamar yang gelap tanpa lampu dan jendela dalam keadaan tertutup rapat.
__ADS_1
" Tadi apa yang di lakukan Biyung Zubaidah, Aku harus mencarinya secepat mungkin sebelum ada yang ke sini atau Biyung Zubaidah ke sini untuk mengambil atau melihatnya, " Ucap Wardani
Wardani terus mencari dan mencari sampai dapat. Dengan semangat Wardani mencari akhirnya Wardani menaruh tempat yang belum di lihat yaitu loker bawah dapur dan Wardani melihatnya.
" Dimana Biyung Zubaidah menaruhnya semua sudah aku cari tetapi juga tidak ada, oh iya tinggal tempat itu yang belum, aku segera lihat, " Ucap Wardani pena saran dengan tempat itu
" Ketemu juga ini apa ada satu gelas air dan satu air berisi dengan bunga serta lengkap, rupanya Biyung Zubaidah melakukan rencana lagi untukku, aku harus bagaimana ini, " Ucap Wardani
Biyung Zubaidah selesai dalam melakukan tapa dan mengahafalkan mantra dan Biyung Zubaidah menuju ke dapur, Biyung Zubaidah berjalan perlahan, Wardani mendengarkan ada suara orang yang berjalan menuju dapur, Wardani yang baru ketemu dan binggung mau apa yang harus di lakukan is dengan cepat tanpa berfikur melempar dan memberikan sesuatu kedalamnya, dan Wardani langsung bersembunyi di balik lemari di dekat dapur.
" Aduh Biyung Zubaidah tau tidak nanti, " Batin Wardani
" Ternyata Aman, kalau begitu aku jangan terus kesini nanti ada yang curiga aku menunggu waktu malam Tina setelah malam malam, " Ucap Biyung Zubaidah
Biyung Zubaidah meninggalkan. Wardani keluar dan menuju ke rumahnya.
" Ternyata Biyung Zubaidah mau melakukan sesuatu, ya sudahlah lihat saja nanti, aku menjadi penasaran apa yang terjadi kepada kuliah, " Ucap Wardani
Aku mau ke kamar Eyang waktunya memberikan makan dan minuman kepadanya,daripada Aku kena marah aku kesana saja. Wardani membawakan makanan yang spesial untuk Eyang buatan Biyung Maryam untuknya.
" Ayo makan ini udah di buatin makan spesial oleh mantu kamu Biyung Maryam, buka mulutmu, " Ucap Wardani
Eyang membuka mulutnya dan Wardani menyuapi sampai habis.
" Kalau sudah kau istirahat, Nenek peot aku mau keluar dulu, " Ucap Wardani
" Dasar wanita gila, setan dan penggoda, " Batin Eyang Narni
" Bagaimana Wardani, Eyang suka, " Ucap Biyung Maryam
" Suka sekali Biyung, ini hampir habis, lihat Biyung, " Jawab Wardani
" Iya, sudah minum obat juga ya, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah Biyung, " Jawab Wardani
" Ya sudah kalau begitu, kamu bantu Biyung buat makan malam hari ini, " Ucap Biyung Maryam
" Kita masak sayur, goreng ikan, sama buat nasi kurang, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung menu yang enak sekali, " Jawab Wardani
Tak lama kemudian masakan semua sudah matang, dan waktu mulai sore fajar mulai menutupi bayang, sinar yang mulai menghilang dan gelap, waktu malam tlah tiba.
" Biyung, Wardani mau izin bersih diri karena semua sudah matang, " Ucap Wardani
" Iya bersih dirilah, Biyung juga mau bersih diri tinggal menyiapkan di atas meja makan, " Jawab Biyung Maryam
Wardani menuju ke kamarnya untuk bersih diri, melainkan juga dengan Biyung Maryam.
Malam tiba, makan malam semua masakan dan minuman sudah tersaji di meja makan.
" Semua sudah pada ngumpul ayo nikmati makan malam nya, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda, enak sekali menu hari ini, " Jawab Biyung Zubaidah
" Iya lah Biyung, kan masakan Biyung Maryam enak sekali, " Sahut Wardani
" Awas sebentar lagi akan terjadi pertunjukan yang menarik sekali, " Batin Biyung Zubaidah
" Bagaimana Abah suka tidak, itu masakan Wardani lho, Biyung hanya masak Nasi nya, " Ucap Biyung Maryam
" Wau enak sekali masakannya suka banget Saya, " Jawab Lurah Darso
" Mulai mau bermain denganku, mau mencuri hati suami kuliah, tidak akan bisa, " Batin Biyung Zubaidah
Tiba -tiba di saat pertengahan makan datanglah Dukun Lewi yang menganggu waktu makan mereka, dengan berteriak- teriak. Dan memaksa untuk masuk kedalamnya rumah, Paimin dan Paijo tidak bisa menolaknya.
" Aku mau Bertemu dengan Lurah Darso," Ucap Dukun Lewi sambil berjalan menuju ruang makan
__ADS_1
" Berhenti kau siapa, " Sahut Trimoko
" Aku adalah dukun terhebat di sejagat desa sini, hahaha, " Jawab Dukun Lewi dengan sombongnya
" Maaf Tuan Paimin dan Paijo tidak bisa menolaknya karana dia memaksa, " Ucap Paimin
" Ada apa kau datang kesini,menganggu waktu makan kami, apa tujuan kamu datang kesini, " Ucap Lurah Darso
" Sebelumnya saya minta maaf menganggu waktu makannya Lurah, aku mau memberikan tahu bahwa ada wanita Jahat di rumah, " Ucap Dukun Lewi
" Siapa tidak ada, kau jangan mengada-ngada," Jawab Lurah Darso
" Wanita itu dia, dia wanita bermuka dia, " Ucap Dukun Lewi
" Tutup omong kosongmu, jika kau katakan sekali lagi aku hajar dirimu, " Sahut Trimoko
" Apa salah ku, mengapa ada yang mencoba mefitnah aku lagi, aku salah apa, " Ucap Wardani ketakutan sambil menangis
" Sudah tenangkan dirimu, " Sahut Biyung Maryam
" Kalau tidak percaya aku buktikan, ambil air bawa ke sini, " Ucap Dukun Lewi
" Mbok ambilkan air yang ada di sana yang sudah aku siapakan, " Ucap Biyung Zubaidah
" Baik Tuan, " Jawab Simbok Darmi
" Jika tidak ada hasil aku akan masukkan kamu kedalam penjara, " Ucap Lurah Darso
" Dan aku akan menggajarmu dengan tanganku sendiri, " Sahut Trimoko
" Hahaha, aku buktikan, " Jawab Dukun Lewi dengan sombongnya
Dukun Lewi mengucapkan mantra serta Biyung Zubaidah meminumkan dan bahkan terakhir menguyurnya dengan air yang sudah di siapkan.
" Ah... , " Teriak Wardani saat di guyur
" Mana apa ada yang berubah, " Ucap Lurah Darso
" Haha, emangnya aku bodoh nenek lampir,selamat menerima hukuman lagi, " Batin Wardani bersandiwara menangis
" Kenapa jadi begini mbah, tidak ada yang terjadi pada wanita itu, " Ucap Biyung Zubaidah
" Aku juga tidak tau, ini mantra terbaikku mengapa bisa begini, " Jawab Dukun Lewi
" Dasar Dukun gadungan terima ini, " Tonjokan Trimoko sampai Dukun terjatuh
" Ampun maaf saya, Saya di suruh oleh wanita itu untuk membantunya," Ucap Dukun Lewi
" Tidak Abah, minta maaf, " Ucap Biyung Zubaidah
" Bawa Dukun itu ke penjara siksa diri nya, serta bawah wanita itu ke belakang juga beri hukuman kepada mereka berdua, " Ucap Lurah Darso dengan marah
" Abah maaf kan Biyung, Aku janji tidak akan begini lagi, " Ucap Biyung Zubaidah
" Bawa berdua cepat, " Ucap Lurah Darso
" Sudah kau tidak apa -apa, " Perhatian Lurah Darso dan Trimoko
" Ayo ke kamar aku bantu, " Sahut Biyung Maryam
Wardani memandang Biyung Zubaidah dengan mainan mata manisnya dan sedikit senyum di balik pipinya yang terdapat air mata palsu.
" Dasar wanita setan, licik, awas kau, " Batin Biyung Zubaidah
" Dasar wanita pembohong gara-gara kamu aku di hukuman dan di penjara, " Ucap Dukun Lewi
" Mbah bukan salah ku, memang wanita itu licik, " Jawab Biyung Zubaidah
" Tutup omong kosongmu, " Ucap Dukun Lewi
__ADS_1
Akhirnya rencana Biyung Zubaidah dan Dukun Lewi tidak berhasil, malah kembali terhadap dirinya sendiri, bagaimana yang terjadi pada mereka berdua.