SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 122 RENCANA ARYA


__ADS_3

Setelah kejadian itu Arya mulai beraksi dan termakan dengan ocehan Biyung Sumi bahwa dirinya harus melalukan hal mulai dari sekarang tanpa harus pikir panjang. Arya yang termakan serta tercuci pikirannya yang di kelilingi nafsu, keinginan, serta amarah tanpa berfikir secara matang. Apalagi ia mempertaruhkan janjinya selama ini terhadap Wardani.


Setelah Biyung Maryam lemas tak berdaya atas human yang telah diberikan Lurah Darso kepadanya membuat Biyung semakin berhati-hati kepada Wardani, Biyung Zubaidah yang setia kepada Biyung Maryam menolong dan siap untuk berkerjasama dengannya.


" Dinda kuatkan dirimu, Mengapa kau cerobot dalam hal ini, kita harus pikirkan secara baik-baik jika barmain dengan Wanita licik itu, jika kita lengah apa yang terjadi seperti ini," Ucap Biyung Zubaidah


Biyung Maryam yang belum mampu untuk menjawabnya karena masih lemah.


" Sudah jawab nanti setelah kau sedikit kuat, ya sudah aku bersihkan bersihkan, serta obati lukamu, ini dimakan serta di minum untuk mengembalikan daya kekuatanmu," Ucap Biyung Zubaidah sambil meminumkan vitamin serta minuman yang mampu menumbuhkan kuat


Biyung Zubaidah membersihkan serta mengobati Biyung Maryam, dengan penuh kasih dan penuh dengan kenapa dia harus bergerak secara sendiri, bermain dengan wanita setan.


Arya yang sedang pulang dari rumah Biyung Sumi, sampai di rumah Lurah ia langsung tidak atau apa yang terjadi di rumah tersebut dia hanya melihat para simbok membersihkan sisa-sisa Gucci yang pecah berantakan.


" Ini terjadi apa, kok gucci kesayangan Lurah sampai pecah seperti ini, pasti ini ada kejadian yang tidak mungkin sederhana pasti akan ada seorang yang di Hulu Lurah," Ucap Arya dari kejahuan sebelum menghampiri


" Mbok lagi apa," Tanya Arya


" Den Arya, ini lagi bersih saja Den, Gucci Lurah pecah," Jawab Simbok Denok


" Pecah siapa yang memecahkannya Mbok," Tanya Arya


" Simbok sekilas saja Aden, Tadi Den Wardani menangis bahwa dirinya yang mengaku memecahkanya, tetapi Den Ayu Rani datang dan menjelaskan bahwa Den Rani Melihat langsung bahwa yang melakukan Biyung Maryam, dari perdebatan lama akhirnya yang dinyatakan Bersalah Biyung Maryam," Jawab Simbok demok


" Oh begitu, terus apa yang terjadi," Ucap Arya


" Awalnya Den Wardani juga di marahi habis-habisan oleh Lurah Darso Den, terus setelah ada kejelasan Wardani mulai di biarkan lalu Biyung Maryam dihukum dengan sangat keras sampai-sampai lemah tak berdaya," Jawab Simbok Denok


" Ya sudah Mbok atas informasi nya, ya sudah aku tinggal ke kamar dulu," Ucap Arya


" Iya Den," Jawab Simbok Denok


Arya mendengar cerita itu seolah-olah tidak percaya bahwa tidak mungkin bahwa Biyung Maryam melakukan itu, karena jika dia tidak berani melawan Lurah Darso, dan menghormati serta menjalankan perintah apa yang di berikan kepadanya.


" Aku tidak percaya bahwa semua ulah Biyung Maryam, pasti ini ulah Wardani, aku harus bertanya langsung kepadanya soak ini, apakah yang terjadi sebenarnya, aku akan segera menenui nya sekarang, " Ucap Arya


Arya tidak menunggu lama dia langsung menuju ke kamar untuk bertanya, dengan sopan Arya mengentuk pintu karena di dalam kamar ada Lurah Darso yang sedang beristirahan setelah kejadian tadi.


Biyung Maryam semakin membaik, mulai bisa untuk mengucapkan perkataan dari mulutnya. Biyung Maryam menceritakan semua kejadian itu kepada Biyung Zubaidah.


" Maafkan aku, aku belum tau jika wanita itu memang licik ada saja yang bisa dia lakukan, sehingga aku di buat nya bersalah," Ucap Biyung Maryam dengan halus masih sedikit berat


" Tidak apa ini buka salah Dinda juga, mamang wanita itu saja tidak mempunyai hati, jika Dinda ingin melakukan sesuatu kepada dia, Dinda harus memikirkan secara matang-matang sebelum bertindak, wanita itu juga beracun bahkan pintar mengembalikan fakta," Jawab Biyung Zubaidah


" Iya benar semua yang kau katakan itu Ananda, kita harus berhati-hati, dan kita harus siap untuk menghadapi wanita itu, lama semakin lama dia akan membuat kita hancur," Ucap Biyung Maryam


" Iya Dinda ya sudah Dinda istirahat saja, biar lekas membaik biar bisa seperti biasanya," Ucap Biyung Zubaidah


" Iya terima kasih Ananda," Jawab Biyung Maryam


" Sama-sama Dinda, saya tinggal dulu, selamat istirahat," Ucap Biyung Zubaidah


Biyung Zubaidah meninggalkan Biyung Maryam.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok... Ketuk pintu Arya


" Siapa sih malam begini ganggu, tidak tau bahwa Lurah sedang marah," Batin Wardani


" Iya sebentar," Jawab Wardani sambil membukakan pintu


" Ada apa Arya, ya sudah ayo kesana," Ucap Wardani


Mereka berjalan keluar menuju tempat yang agak sepi.


" Maaf aku ingin bertanya kepadamu," Ucap Arya


" Arya kau ini datang di waktu yang tidak tepat, Lurah sangat marah sekali tadi, tapi tidak apa-apa tadi Lurah sudah tidur, mau bertanya apa," Jawab Wardani


" Tadi Biyung Maryam dihukum pasti dia tidak melakukannya," Ucap Arya


" Iya benar, aku yang bikin dia seolah-olah yang bersalah tetapi dia juga bersalah kepadaku, sehingga aku mampu mmembuatnya menyesal apa yang ia lakukan kepadaku, dia juga akan merasakannya, mengapa kau bertanya itu kepadaku," Jawab Wardani


" Tidak hanya ingin tau bagaimana kejadiannya saja kok, kalau sudah tau kan ya sudah," Ucap Arya


" Oh aku kira ada apa, oh iya bagaimana tadi pertemuan kamu dengan Biyung ku," Jawab Wardani


" Aku sudah bertemu, tetapi aku mulai tidak kuat dan ikut permainan Biyungmu saja, maafkan aku," Batin Arya


" Hey ditanya kok malah ngelamun," Jawab Wardani


" Hem... Ia..., maaf tadi aku kepikiran tentang keadaan kamu yang sempat kena marah Abah, tadi keadaan Biyung dab Abah kamu baik-baik saja, terus sudah saya sampaikan Biyung sangat memaklumimu jadi tidak masalah karena dia sudah tau bahwa dirimu sudah ber rumah tangga.


" Begitu ya, seneng aku mendengarnya," Jawab Wardani


" Tentu kita harus membuat keluarga Lurah menderita membalas semua perlakuan terhadap kita dan semua yang pernah dia lakukan semena-mena dengan seenaknya itu," Jawab Wardani


" Iya pasti itu, kalau begitu ya sudah larut malam kita kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat," Ucap Arya


" Iya Arya selamat malam," Jawab Wardani


Setelah mendengar semua perkataan dari Wardani Arya sedikit senang bahwa dirinya mulai berani untuk bermain, sebelum ia memulainya.


Menikmati malam dengan suasana hening, sepi dan penuh dengan embun malam di luar rumahnya. Paimin dan Paijo yang bergadang itu membahas tentang kejadian tadi di rumah Lurah Darso.


" Jo kasih semakin kesini hukuman terus terjadi, tidak seperti dahulu keluarga yang sangat nyaman sekarang masalah dan kejadian yang tidak kita inginkan terjadi," Ucap Paimin


" Ia Min, aku juga begitu, semenjak kedatangan Den Arya dan Den Wardani, semua menjadi seperti ini," Jawab Paijo


" Hust tak boleh bilang begitu, seperti mereka yang membawa petaka atau yang membawa sial keluarga Lurah," Ucap Paimin


" Gimana lagi memang setelah mereka datang banyak kejadiankan," Jawab Paijo


" Sudah tidak baik mefitnah orang yang kita belum tau langsung tentang perilakunya," Ucap Paimin


" Iyo to Paimin, bener juga yang kau katakan," Jawab Paijo


" Iya benar kita tidak boleh begitu, Aku lihat Den Wardani dan Den Arya orangnya baik, " Ucap Paimin

__ADS_1


" Aku juga, dia sudah melalukan rumah ini seperti rumahnya sendiri," Jawab Paijo


" Ia lah tapi kata mu, mereka yang membawa permasalahan di keluarga Lurah Darso," Ucap Paimin


" Ia maaf, yang sudah sudah larut aku tidur saja," Jawab Paijo


" Lho katanya bergadang kok malah mapan tidur, sontoloyo anak ini," Ucap Paimin


Paijo tidak jadi bergadang karena Ia merasa ngantuk berat, Paimin yang ketika itu juga terbawa tidur dan akhirnya mereka tidur di situ dengan tidak sadar diri.


" Ya sudah ah, aku juga merasa ngantuk sekali, " Ucap Paimin sambil menguap


Dengan perlahan-perlahan Paimin mulai melemas terjatuh perasaan mengantuk hingga tidur dengan pulas sampai pagi menyapa.berapa lama kemudian pagi tiba, Lurah Darso yang sudah siap untuk berangkat ke kantor melihat mereka berdua masih tidur di depan teras kaget mendengar suara Lurah Darso.


" Aduh anak dua ini, belum bangun aku saja udah mau berangkat," Ucap Lurah Darso penuh wibawa


" Min... Jo..., " Panggil Lurah Darso


Panggilan Lurah Darso yang belum bisa membangunkan mereka, Lurah Darso melihat disekitar terdapat botol minum lalu Ia siramkan ke mereka berdua. Yang membuat mereka kaget bahwa terjadi hujan yang mengenainya.


" Hujan..., bangun," Ucap Paimin


" Iya hujan,..., " Jawab Paijo melihat Lurah Darso berdiri


" Hem..., Tuan," Sahut Paimin


" Lah dalah Tuan susah siap, kita masih tertidur, hehe maafkan kami berdua, " Ucap Paijo


" Sudah cepat siapkan saya mau berangkat ke kantor desain, sekarang," Ucap Lurah Darso


" Iya Tuan," Jawab Paimin


Mereka berdua ribut sendiri.


" Ayo cepet kau siapkan, aku mau bersih ini dulu," Ucap Paimin


" Aku ini kamu yang siapin," Jawab Paijo


Paimin menyiapakan sebelum sempat untuk bercuci muka karena Lurah Darso yang buru-buru ke kantor desa. Sudah ditunggu tamu dari desa sebrang tentang masalah masyarakat yang tidak mau membayar pajak dengan tinggi.


" Tuan sudah siap, silahkan Tuan," Ucap Paimin


" Oh iya jangan lupa bibit bunga kamboja di sana di tanam di dekat ruang rahasia, " Ucap rilih Lurah


" Iya Tuan, laksanakan nanti setelah ini saya akan menanamnya," Jawab Paimin


" Bagus, aku berangkat dahulu," Jawab Lurah Darso


" Baik Tuan hati-hati," Ucap Paimin


Akhirnya Lurah berangkat. Arya yang memiliki rencana untuk membuat keluarga Lurah Darso banyak masalah. Arya p apa yang harus Ia lakukan untuk membuat keluarga Lurah Darso banyak masalah yang bertubi-tubi.


" Aku harus segera mencari cara untuk membuat Keluarga Lurah Darso hancur, apa yang harus aku lakukan saat ini," Ucap Arya

__ADS_1


Arya binggung memikirkan apa yang harus di lakukan, sembari untuk mendapatkan apa yang harus Ia lakukan, Arya Mencoba mencari selah apa yang bisa di lakukan disaat itu, dengan mencari sesuatu agar Ia memikirkan Ia dan melihat kejadian disekitar yang perlu untuk di buat marah Lurah Darso yang mengakibatkan salah satu keluarga Lurah dihukum olehnya. Apa yang Arya lakukan untuk menjalankan rencana barunya.


__ADS_2