SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 63 KEMARAHAN BIYING SUMI 2


__ADS_3

Setelah sekian lama Wardani merencanakan rencannya dengan strateginya sendiri tanpa memberikan tahukan kepada Biyung sumi dan Abah Warso, Biyung sumi begitu marah. karena tidak mau mengunakan strategi yang Biyung Sumi miliki sampai- sampai mengirimkan sebuah setan untuk menganggunya, Wardani binggung siapa yang meneror dirinya.


" Wardani, mengapa kau menjalankan rencana tanpa aku mengetahuinya, mengapa kau tidak mau mendengarkan yang Biyung katakan, aku tidak Terima, " Ucap Biyung Sumi


" Biyung sabar, Abah tau ini tidak sesuai dengan inginkan Biyung, tapi terimalah apa yang di lakukan Wardani itu yang terbaik untuk membalaskan dendam kita, selama ini rencana berjalan dengan lancar, " Jawab Abah Warso


" Tapi seharusnya dia harus memberitahukan rencana itu kepada Biyung, Abah," Ucap Biyung Sumi


" Biyung buang-buang waktu untuk ngurusi apa yang di rencana Wardani untuk membalaskan dendam kita, Biyungkan memiliki ilmu bisa cari tau dengan ilmu gaib Biyung," Jawab Abah Warso


" Sudah apa yang Abah bilang itu benar, aku mau ke kamar, " Ucap Biyung Sumi


Renaldi menghampiri Wardani saat berada di taman belakang. Renaldi penasaran ingin mengenal Wardani secara jauh apalagi memiliki rencana untuk menjadikan sebuah pasangan.


" Sungguh sejuk sekali suasana hari ini, aku bahagia banget, " Ucap Wardani


" Hello, maaf aku menganggu waktu santai, " Sahut Renaldi


" Mengapa dia menghampiriku, " Batin Wardani


" Tidak apa, aku hanya mencari udara segar, " Jawab Renaldi


" Sungguh cantik sekali," Batin Renaldi


" Ada apa dengan laki-laki ini, menemuiku, " Batin Wardani


" Perkenalkan nama Renaldi, siapa namamu," Ucap Renaldi


" Nama aku Wardani," Jawab Wardani


" Nama yang indah, dan cantik seperti orangnya, " Ucap Renaldi


" Biasa saja lah mas, " Jawab Wardani


" Aku Terima saja, jika Wardani memiliki rencana sendiri tetapi seharus sedikit rencanaku di pakai, " Ucap Biyung Sumi


" Aku tidak boleh berdiam diri," Ucap Biyung Sumi


Trimoko berfikiran tentang Renaldi yang memiliki hati kepada Wardani sang kekasih pujaan hatinya.


" Aku tidak rela jika Renaldi mendapatkan Wardani, aku harus mencari tau dan harus mengawasi dirinya, " Ucap Trimoko


" Sudahlah aku pergi bertemu dengan Komplotan ku, " Ucap Trimoko


Tempat sesaji dan bakar kemenyan, asap yang muncul dari cawannya. Pertanda sebuah ritual.


" Oh iya kamu sudah punya kekasih hati, " Ucap Renaldi

__ADS_1


" Sudah Mas, emangnya kenapa, kok Mas Renaldi bilang begitu kepadaku, " Jawab Wardani


" Apakah memang tak kaget, jika kau sudah ada yang memiliki kau wanita cantik, pastinya siapa saja mau menjadi kekasihmu, melainkan aku juga menyukaimu, " Batin Renaldi


" Tidak apa, aku hanya bertanya, " Jawab Renaldi


" Tak apa Mas katakan saja aku akan mendengarkan, " Ucap Wardani


" Apakah aku harus mengatakan bahwa aku suka kepadanya, " Batin Renaldi


Wardani tiba-tiba menceritakan melihat di sekitarnya terdapat banyak sebuah hewan melata yang memenuhi taman di sekitarnya.


" Ahh jangan, hie hewan melata banyak sekali di sini, " Ucap Wardani


" Hey Wardani ada apa," Sahut Renaldi


" Mas tadi hewan melata yang beracun ada di taman ini, masak Mas tidak melihatnya, " Ucap Wardani


" Tidak ada apa-apa, ini rumput, bunga dan hiasan yang lainnya saja Wardani, " Jawab Renaldi


" Apa yang aku lihat tidak dilihat Mas Renaldi, " Batin Wardani


" Ya sudah ayo aku antar kau ke kamar mu, istirahatlah, " Jawab Renaldi


Renaldi mengantar Wardani ke kamarnya, dan Renaldi tak jadi mengatakan kata hatinya bahwa dirinya suka terhadap dirinya.


" Sudah istirahatlah kau kecapekan jadi kau mengada-ngada tadi, " Ucap Renaldi


" Terima kasih Mas sudah mengantar ku ke kamar, " Jawab Wardani


" Sama-sama, aku keluar dulu, jaga keadaan mu," Ucap Renaldi


" Iya Mas, " Jawab Wardani


" Apa yang terjadi kepadaku, aku seperti berimanijasi sendiri, tapi ini bukan bohongan tapi nyata, " Batin Wardani


Piring berterbangan, suara keras di kamarnya sambil marah-marah.


" Ah semua sia-sia, mengapa bisa begini, aku tidak akan berdiam diri, " Ucap Biyung Sumi dengan marah


" Dari mana kau Renaldi, kok dari kamar Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Oh Ini Biyung tadi aku membantu mengantar Wardani tiba-tiba sakit Biyung, " Jawab Renaldi


" Sakit, tapi gimana keadaannya sudah membaik, " Ucap Biyung Maryam


" Agak mending, dia sudah istirahat, ya sudah Renaldi mau pergi dulu Biyung, " Jawab Renaldi

__ADS_1


" Ya sudah hati-hati, " Ucap Biyung Maryam


Trimoko yang tak sengaja mendengarkan pembicaraan Biyung Maryam dan Renaldi akhirnya Trimoko memberanikan diri untuk melihat keadaan Wardani.


" Aku Harus lebih ekstra lagi untuk membuat peka si Wardani, " Ucap Biyung Sumi


Atap kamar Wardani terasa ingin roboh menimpa Wardani, Dinding bergerak terasa ada gempa menghampiri. Teriak Wardani yang selaras Trimoko ingin menemuinya.


" Tolong aku, terasa ada gempa, atap akan jatuh ke tubuhku, " Ucap Wardani dengan teriak


" Itu teriakan Wardani, ada apa, " Ucap Trimoko menuju ke kamarnya


" Ada apa Wardani, apa yang terjadi kepadamu, " Ucap Trimoko


" Aku takut mas ada gempa di rumah ini, Dinding bergerak dan Atap ingin roboh, lihat atap sudah mau rumah roboh, " Jawab Wardani


sambil ketakutan mendekati Trimoko


" Sadarlah tidak ada gempa, atap di atas baik-baik saja, coba ko lihat, " Ucap Trimoko


Wardani melihat keatas untuk membuktikan.


" Mas tadi atap mau roboh, kok baik-baik saja, tapi tadi benar mas, " Jawab Wardani


" Perasaan kau saja, tidak ada apa-apa, " Ucap Trimoko


" Istirahatlah, bagaimana keadaanmu, " Ucap Trimoko


" Keadaan aku baik-baik saja mas, ada apa mas ke kamar Wardani, " Jawab Wardani


" Aku ingin melihat keadaan mu saja," Ucap Trimoko


" Aku tidak akan termakan rayuan mu, kau pasti ada maunya, " Batin Wardani


" Terima kasih Mas sudah mau menjenguk ku, " Jawab Wardani


Suara seram kembali menghampiri Wardani, saling bersahutan menganggunya, Wardani yang pusing dan binggung mencarinya sampai tak tahan akhirnya Wardani pingsan.


" Aku berhasil membuat teror untuk Wardani siapa yang berani melawan aku akan mendapatkan sesuatu haha, " Ucap Biyung Sumi


Wardani bangun dari pingsan nya, Wardani merasa aneh atas kejadian yang ia rasakan, Wardani binggung semua kejadian ini hanya Wardani yang merasakan.


" Aku jadi curiga apa yang aku alami ini bukan masuk akal, aku harus mencari tahu dengan ilmu ku, " Ucap Wardani


Wardani menyucapkan mantra untuk mencari kebenarannya. Ternyata semua ini teror yang datangkan okeh Biyung Sumi untuk Wardani.


Biyung Sumi yang mengirimkan teror dengan mengucapkan mantranya serta dengan bakar kemenyan yang terlihat di penglihatan ilmu Wardani.

__ADS_1


"Ternyata semua ini dari Biyung Sumi, kenapa dia mengirimkan Teror kepadaku, aku curiga kenapa tega mengirimkan teror kepada anaknya sendiri, aku harus cari tau tentang ini, " Ucap Wardani


Wardani curiga dan mencari tahu tentang kebenarannya.


__ADS_2