SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 88 JANJI AMOR


__ADS_3

Wardani Pulang dari rumah Biyung Sumi dan sedikit percaya dan tidak percaya, tetapi Wardani terus mencari kebenarannya serta harus lebih keras lagi untuk mengetahui.


" Capek sekali , ah istirahat dulu, " Ucap Wardani duduk di teras rumah


" Den Ayu mau di ambilkan minuman, " Tawaran Paimin


" Tidak udah, terima kasih, " Jawab Wardani


" Ya sudah kalau begitu Paimin tinggal dulu Den Ayu, " Ucap Paimin


" Iya silahkan min, " Jawab Wardani


Lurah Pulang dari arah jalan menuju ke rumahnya, yang sudah di sambut oleh Paijo untuk menaruh sepeda motor nya ke tempatnya.


" Tuan, " Ucap Paijo


" Terima kasih Jo, " Ucap Lurah Darso


" Iya Tuan, " Jawab Paijo sambil menuntun sepeda motor ke tempatnya


" Rupanya kau sudah Pulang sayang, " Ucap lirih Lurah Darso


" Iya sayang sudah, kau juga sudah Pulang sana buruan kedalam nanti ada yang Marah, " Jawab Wardani sambil main mata


" Iya sayang, sampai jumpa nanti ya, " Jawab Lurah Darso membalas mainan matanya


Lurah masuk kedalam dan sudah sambut oleh Biyung Maryam sambil Mengambil tasnya.


" Abah sudah Pulang, sini tas Abah, bagaimana kerjaan di kantor desa Abah, " Ucap Biyung Maryam sambil berjalan


" Baik saja, tolong siapkan aku air hangat untuk mandi dan nanti makan malam menu nya ganti, " Jawab Lurah Darso


" Iya Abah ya sudah saya segera siapkan, " Ucap Biyung Maryam


" Ya sudah sana, " Jawab Lurah Darso


Arya yang Pulang juga menyanyakan kepadaku Wardani soal tadi.


" Hust bagaimana, kamu sudah dapat kejelasannya Wardani, " Ucap Arya


" Tadi aku tanya ke Biyung dan Abah dia awalnya menutup-nutupi dan gerak-geriknya men curiga kan, setelah aku bee bicara dan aku skak dia baru kasih tau, tetapi herannya jawaban mereka itu seperti benar, yang membuat diri percaya dan tidak percaya, tapi entahlah hati aku masih belum percaya saja, " Jawab Wardani


" Apa begitu ya yang tadi kau dapatkan, kalau begitu kau benar kau harus mengikuti hati kecilmu, jadi kamu harus cari terus kebenarannya, aku dukung ya sudah aku tinggal dulu, " Ucap Arya


" Iya terima kasih, ya sudah sana, " Jawab Wardani


" Aku harus ikutin hati kecilku,bisikan hati kecilku ini masih belum percaya, masih ingin tau lebih jelas lagi, ya sudah aku mau siap bersih diri, " Ucap Wardani


Wardani menuju kedalam rumah tak disangka Amor menghampirinya dan mengatakan sesuatu Kepadanya. Tentang perasaan dan keinginannya untuk menikahinya.


" Hay Wardani tunggu sebentar!," Ucap Amor


" Aduh dia lagi dia lagi, aku mau masuk ke kamar mau bersih diri, tapi gak apa lah nanti kesannya aku tidak suka Kepadanya, aku tungguin dulu lah, " Batin Wardani


" Iya mas Amor ada apa," Jawab Wardani


" Ada yang mau Mas Amor Katakan kepadamu, " Ucap Amor


" Mas kalau nanti bagaimana, nanti bisa ketemuan di taman belakang atau dimana begitu, karena Wardani mau bersih dari dan ini udah tidak tahan bau tubuh penuh dengan bau keringat, " Jawab Wardani


" Ya sudah kalau begitu nanti kita ketemuan setelah makan malam saja di taman belakang saja ya, " Ucap Amor


" Ya sudah Wardani tinggal dulu ya mas, sampai jumpa nanti, " Jawab Wardani


Amor dan Wardani akhirnya menunda untuk membicarakan apa yang mau di Katakan oleh Amor.


" Aku harus siap dan bersia diri, kalau begitu ini waktu aku untuk menyiapkan dengan baik untuk malam yang indah ini, " Ucap Amor


Amor berjalan menuju ke arah kamarnya dan tak sengaja berpas-pasnya dengan Biyung Maryam.


" Rupanya Ada yang bahagia ini, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Dinda, Amor sangat bahagia," Jawab Amor


" Emangnya kenapa kau bahagia segitnya, seperti orang yang jatuh cinta, " Ucap Biyung Maryam


" Memang benar Biyung memang aku udah suka para wanita itu sejak lama, baru ini dia mau membuka hatinya untuk Amor, " Jawab Amor


" Siapa wanita itu, jadi penasaran, " Ucap Biyung Maryam


" Rahasia Dinda, suatu saat pasti tau juga, " Jawab Amor

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu, " Jawab Biyung Maryam


" Iya Dinda Amor juga mau siap untuk bertemu nanti, " Jawab Amor


Biyung Maryam menuju ke dapur.


" Mbok," Ucap Biyung Maryam


" Iya Doro, " Jawab Simbok


" Nanti Mbok masak yang sudah saya siapkan ya, aku mau merebuskan air buat Abah, " Ucap Biyung Maryam


" Siap Doro, kalau begitu Simbok langsung eksekusi hehehe, " Jawab Simbok


" Iya Mbok, Simbok ini bisa aja, " Ucap Biyung Maryam


Amor menuju ke kamarnya, dia mencari baru yang cocok untuk nanti bertemu dengan Wardani, semua pakaiannya keluarkan dari lemari kayu jati berplitur coklat mengkilap.


" Semua pakaian sudah aku keluarkan semua, aku cocok pakai yang mana ini, ini.., apakah ini... Oh iya ini yang cocok buat aku, ya sudah aku pakai yang ini saja, " Ucap Amor


" Aku kembalikan yang tidak di pakaian, dan aku sudah mendapatkan baru yang cocok buat aku," Ucap Amor


Akhirnya Amor mendapatkan pakaian yang cocok dengan diri nya, Amor sudah siap untuk bertemu dan mengungkapkan semua rasa kepada Wardani dan siap untuk menikahinya.


" Abah ini air hangatnya sudah siap, " Ucap Biyung Maryam


" Iya iniau kesana, ya sudah kau keluar biar aku segera membersihkan diri, " Jawab Lurah Darso


" Iya Abah, " Ucap Biyung Maryam


" Kenapa sih Abah selalu kasar, sudahlah memang sifat Abah seperti itu, " Batin Biyung Maryam


Biyung Maryam keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk melihat Simbok memasak untuk jamuan makan malam nanti.


" Mbok gimana sudah sampai mana, udah selesai atau bagaimana, " Ucap Biyung Maryam


" Sudah Tuan,tinggal buat yang langsung di makan biar enak dan hangat nanti, " Jawab Simbok


" Oh ya sudah kalau begitu, saya tinggal, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan, " Jawab Simbok


" Ia Aden, Ada yang bisa Paimin bantu, " Jawab Paimin sambil menunduk setelah paha


" Kamu sekarang bersihkan taman belakang sekarang ya, jangan Ada yang kotor, " Ucap Amor


" Iya Aden, kalau begitu Paimin langsung kesana, " Jawab Paimin


" Iya ya sudah kerja kan, " Ucap Amor


" Siap laksanakan, " Jawab Paimin


" Min sini, bantu aku, " Ucap Paijo


" Bantu apa, aku saja juga masih ada kerjaan dan ini harus sekarang, di suruh Doro Amor tu, " Jawab Paimin


" Ya sudah kalau begitu, " Ucap Paijo


" Yah aku juga kerja sendiri, " Ucap Paijo sendiri


Paimin membersihkan taman dengan cepat karena waktu sudah hampir mau masuk magrib, sebelum magrib taman harus sudah bersih dan rapi,kerja keras Paimin pun terpacu dan semangat hingga taman bersih.


" Ya sudah beres, capek sekali, ya sudah lah sudah bersih dan rapi pasti Tuan Amor suka dan senang, dapat bonus nanti, " Ucap Amor


" Ya sudah aku mau bersih diri, hey Tuan, " Ucap Paimin


" Beres, bagus sekali terima kasih ya sudah sana bersih diri, sebentar lagi waktu magrib Tiba, " Jawab Amor


" Iya Tuan, terima kasih, Mari, " Jawab Paimin


" Aku mau tau bunga ini disana dulu, terus aku siapin buah yang aku beli tadi disana, tinggal setelah makan malam aku tunggu Wardani di sana, " Ucap Amor


Semua sudah beres dan fajar mulai terbenam dan since merah mulai gelap, pertanda waktu magrib sudah masuk. Magrib pun berlalu.


" Mbok segera disiapkan sebentar lagi kita makan malam, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan ini saya siapkan di meja makan, " Jawab Simbok


" Terus Simbok masak masakan yang langsung di masakan sekarang, ketika pada ngumpul masakan matang dan masih hangat, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan, laksanakan, " Jawab Simbok

__ADS_1


Lurah keluar dari kamar menuju ke ruang makan, dan Biyung Zubaidah yang sudah menyiapkan tempat duduk.


Biyung Maryam yang menyiapkan piring di tempat makanya, dan Simbok yang membawa masakan yang hangat untuk di hidangan, Trimoko keluar dari kamarnya dan menuju ke tempat makanya.


" Abah, silahkan duduk," Ucap Biyung Maryam


" Sudah semuanya Mbok, kalau sudah Simbok dan yang lain bisa makan bersama di tempat Simbok dan yang lain ya, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan, kalau begitu Simbok tinggal, selamat menikmati, " Jawab Simbok


" Abah mau makan ini," Ucap Biyung Maryam


" Iya terserah kamu, " Jawab Lurah Darso


" Sini Amor silahkan duduk, ambil sesuka kamu, " Sahut Biyung Zubaidah


" Iya Ananda, wau menu baru ini, " Ucap Amor


" Iya ini menu baru kamu suka kalau kamu suka ambil saja, " Jawab Biyung Zubaidah


" Iya deh, " Ucap Amor


Wardani menuju ke ruang makan.


" Arya kamu bagaimana sudah dapatkan tabib baru buat Rindu, " Tanya Biyung Maryam


" Belum Biyung, masih cari ini agar Rindu segera sembunyikan, " Jawab Arya


" Maaf Wardani telat tadi Saya masih bersihkan diri, " Ucap Wardani


" Tidak apa duduk lah, kau begitu cantik malam ini, aku suka kamu, " Sahut mesra Trimoko


" Apa apaan ini saingan aku masih satu dia keponakanku sendiri, tak apa lah sebentar lagi aku akan memiliki dirinya, " Batin Amor


" Terima kasih Mas Trimoko, " Sahut Wardani


Lurah Darso yang hanya memandangnya penih dengan cinta dan suka.


" Ya sudah Mari kita nikmati makan malamnya, " Ucap Wardani


Semua menikmati makan malamnya dengan menu baru yang di ingnkan oleh lurah Darso. Menyantap dengan penuh keharmonisan tetapi hanya keharmonisan semata karena semua Keluarga lurah Darso akan hancur.


" Ya sudah kalau begitu Wardani ke belakang dulu, " Ucap Wardani


" Aku juga Mau ke kamar dahulu, terima kasih jamuan yang enak sekali, " Sahut Amor


Makan malam selesai, Amor segera menuju ke taman belakang. Amor sudah sampai di sana sambil menunggu Amor menyiapkan apa yang di perlukan. Tiba-tiba Wardani datang dan menghampirinya.


" Maaf ya mas Wardani telat karena tadi masih ada sesuatu," Ucap Wardani


" Tidak apa-apa, kalau begitu silahkan duduk," Jawab Amor


" Iya mas terima kasih, " Ucap Wardani


" Ya sudah lama ini kesempatan Aku untuk mencuri hatinya,daripada Aku capek-capek ngejar aku terima aja, kan sebentar kau juga menjadi tumbal, tak usah binggung lagi dengan mudahnya dia masuk kandang macan, " Batin Wardani


" Aku mau mengungkapkan sesuatu kepadamu, bolehkah Wardani, " Ucap Amor


" Emangnya Mas Amor mau bilang apa, kayaknya penting sekali, " Jawab Wardani


" Bahwa aku sudah menyukaimu dari pertama bertemu, maukan kau menjadi pendampingku untuk mengantikan Mas Amir dan Amar, " Ucap Amor


" Kalau Wardani Mau aja mas tapi apakah keluarga Lurah menyetujui dan Biyung Narni, " Jawab Wardani


" Pasti dia akan setup, karena kita bisa turun ranjang lagi, nanti aku coba bicara dengan ibu walaupun keadaan ibu seperti itu pasti dia memberikan restu kepada kita berdua, " Ucap Amor


" Ide bagus mas, masuk lagi macan lagi, aku siap menerkammu, " Batin Wardani


" Ya terserah Mas, aku percaya dan aku serahkan semua kepada Mas, " Jawab Wardani


" Beneran, terima kasih ya segera aku kasih tau jawaban," Ucap Amor sambil mencium tangan Wardani


" Hie dasar laki-laki mata ke ranjang, " Batin Wardani


" Iya sama-sama mas, kalau begitu Wardani ke kamar dulu ya karena Udah malam, ngantuk, " Jawab Wardani


" Iya silahkan terima kasih, selamat malam cantik, " Ucap Amor


" Malam mas, " Jawab Wardani


Akhirnya Wardani menerima dan menunggu apa yang di lakukan Amor, Wardani hanya mengikuti permainan Keluarga Lurah yang sangat menguntungkan daripada Wardani susah mencari cara dan membuat dirinya capek, akan kah Maor dan Wardani akan turun ranjang untuk menikah.

__ADS_1


__ADS_2