
Ketika saat itu rindu selalu di selimuti suara tangisan bayi yang membuat nya semakin tergoncang.
Pagi hari itu Rindu hanya bisa menangis dan bercerita kepada sang suami tercintanya, yang ingin memiliki seorang anak lagi, tetapi setelah terjadinya meninggalnga puterinya ia sulit untuk memiliki anak lagi, membuat Rindu tidak sempurna menjadi seorang istri untuk Arya.
Setiap malam yang hanya du hantui oleh arwah bayi yang nampak jelas untuk menganggunya.
Arwah bayi yang tidak tenang karena ulah Arya persembahan tumbalnya.
Yang juga mendapatkan desakan dari sang Suami yang tidak bisa memberikan sebuah anak, yang semakin membuatnya tergoncang.
" Kau hanya bisa bercerita itu itu saja, apa tidak bosan, aku saja bosan mendengarkan, kapan aku dengar kau bilang aku hamil lagi, " Ucap Arya
" Mas sekarang kau berubah, aku lagi ada masalah, setelah bayi kita meninggal yang tidak tau secara tiba-tiba, dan sekarang aku di teror arwah bayi, kau masih memikirkan aku hamil, dimana hatimu buat aku, aku butuh kamu mas, " Jawab Rindu
" Tapi aku wajar bilang begini, tugasnya wanita memberikan keturunan untuk meneruskan ayahnya, dan jangan salahkan aku berubah karena kau tidak bisa menjadi wanita yang aku sempurna bagiku, " Ucap Arya
" Mas tapi aku minta darimu, tolong jangan kau siksa aku seperti ini, aku butuh kamu sekejam saja agar aku bahagia, " Jawab Rindu
" Sudah aku mau cari liburan, jangan kau cemburu bahwa aku membawa wanita lain kesini untuk menyenangkan aku, " Ucap Arya
" Mas jangan pergi, " Jawab Rindu
Rindu hanya menangis dan menangis, selayaknya Mbok datang untuk memberitahu bahwa saudara sepupu nga dari kampung sebelag telah tiba di rumahnya.
" Den Rindu saya di utus oleh tuan besar untuk memberitahukan bahwa Saudara den sudah tiba, " Ucap Mbok
" Iya Mbok sebentar lagi aku kesana, " Jawab Rindu
" Hey Laras, apa kabar kau, sekarang sudah besar, " Ucap Biyung Maryam
" Iya iya lah mbak, kan cantik seperti ibunya, " Sahut Zubaidah
" Terima kasih bibi, " Jawab Laras
" Sebentar Rindu masih di panggilkan oleh Mbok, tunggu ya, " Ucap Biyung Maryam
" Den Rindu segera kemari tuan masih bersiap diri, kalau begitu saya pareng dulu, " Ucap Mbok
" Terima kasih mbok, jangan lupa siapkan kamar buat Laras, " Jawab Biyung Maryam
Rindu bersiap diri ia menghapus air matanya dan membuatnya agar tidak seperti sedang menangis dan banyak masalah yang ia hadapi.
" Hay Laras, apakabar dirimu, kau sekarang sudah besar, gimana ikut nenek kamu di desa sebrang, " Ucap Rindu
" Mbak Rindu, baik sekali, enak mbak sekarang Laras kangen dengan Biyung Zubaidah, " Jawab Laras
" Sayang kenapa kau begitu seperti orang yang menangis dan kau banyak masalah, " Sahut Biyung Maryam
" Tidak Biyung sudah tidak apa-apa, " Jawab Rindu
__ADS_1
Tiba-tiba Arya pulang melewati ruang tamu itu, dan di kenalkan oleh Sang istri.
" Oh iya itu Suami aku datang, " Ucap Rindu
" Mas berhenti aku kenalkan sepupu saya Puteri Biyung Zubaidah yang ikut neneknya, " Ucap Rindu
" Oh ini ya Sepupu, anak si Biyung Zubaidah, cantik juga, " Batik Arya
" Oh iya aku Arya suami Rindu, oh iya aku langsung ke dalamnya karena capek, " Jawab Arya
" Iya mas istirahat, " Sahut Rindu
" Oh itu ya Mbak suaminya, yang aku dengar pernikahan yang mewah itu ya, " Jawab Laras
" Suami mbak Rindu tampan juga, aku suka dia apakah mas Arya suka aku ya, " Batin Laras
" Biasa saja, oh iya sudah bertemu dengan Abah, " Ucap Rindu
" Belum mbak, kata Biyung Maryam dia lagi dinas di desa lain selamat tiga hari, " Jawab Laras
" Ya sudah kau ke kamar yang sudah di siapkan Mbok, istirahat dulu sana, " Ucap Rindu
" Iya mbak permisi, mari Biyung, " Jawab Laras
" Rindu jika kau ada masalah bisa ceritakan ke Biyung jangan kau pendam sendiri, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, Rindu tidak ada apa-apa kok, " Jawab Rindu
" Mas Arya, lagi sendirian ya, " Ucap Laras
" Iya ada apa kau kemari, " Jawab Arya
" Hanya jalan melihat taman belakang mas, ternyata mas Arya di sini," Jawab Laras
" Kalau begitu Rindu ke kamar dulu Biyung, " Ucap Rindu
" Iya, " Jawab Biyung Maryam
" Mas sebenarnya suka dengan mas pertama ketemu tadi, tapi mas sudah istri mbak Rinduku, " Ucap Laras
" Ternyata dia jatuh hati padamu, " Batin Arya
" Bisa saja kau, jika kau mau kita main gelap saja, bercinta secara bersembunyi-sembunyi, " Ucap Arya
" Boleh lah, yang penting kau bisa jaga hubungan ini, " Ucap Arya
" Kalau begitu aku setuju, " Jawab Laras
Rindu mencari Suaminya di taman belakang.
__ADS_1
" Ternyata kalian berdua disini, ya, " Ucap Rindu
" Tidak mbak tadi kebetulan aku jalan ke taman, mas Arya sudah di sini," Jawab Laras
" Ya sudah nikmati, tamannya ya, oi iya mas ayo aku punya sesuatu buat mas, " Ucap Rindu
" Ya sudah aku tinggal dulu ya Laras, ayo mas," Ucap Rindu
" Iya mbak, " Jawab Laras
Arya yang meninggalkanga dengan bermain mata di belakang Rindu ke pada Laras, Laras yang membalas dengan kedipan mata juga.
" Mbak Rindu ganggu saja sih aku sudah mau bersama Mas Arya, sudah lah besok kan ketemu lagi," Ucap Laras
" Mas aku buatkan kamu baju yang bagus, pakai ya ini buat kamu, " Ucap Rindu
" Sudah iya taruh situ, " Jawab Arya
" Mas mau aku ambilkan makan dan minuman, " Ucap Rindu
" Tak usah kau tidur sini, aku mau tidur ngantuk, " Ucap Arya
" Baiklah, " Jawab Rindu
Akhirnya mereka menikmati malam dengan penuh mimpi. Hingga menjelang pagi.
Arya yang mendapatkan perhatian dari Laras yang membuat Rindu semakin cemburu dan curiga terhadap mereka berdua. Rindu mencoba menyelidiki dan mengikut. dan saat itu mereka mengetahui bahwa mereka bermain gila, membuat hati Rindu panas dan menangis tak menyangka bahwa mereka main gila dengan sepupunya.
" Ternyata kalian ada hubungan gelap, tega kau Laras," Ucap Rindu
" Mbak jangan salah paham, aku bukan bermaksud merebut mas Arya dari mu, " Jawab Laras
" Permainan yang luar biasa, kau hebat Arya," Sahut Wardani di kejauhan
" Tinggal permainan dipermulus lagi, " Ucap Wardani
" Sudah tak mau dengar kau, " Ucap Rindu
"Mbak, " Jawab Laras
Rindu berlari kekamar dengan menangis, menuju ke kamarnya.
" Sudah kau mengapa begitu, aku mendua karena aku mau punya anak," Ucap Arya
" Tapi bukan beginias caranya, aku tidak suka kau berhubungan dengan sepupu lagi atau aku mau minta cerai, " Jawab Rindu
" Apa yang kau bilang, tidak akan aku ceraikan kamu, kamu akan aku adukan jika kau selingkuh," Ucap Arya
" Cukup mas, kau menggunakan ku tak berdaya, tega kau mas kepadaku, " Jawab Rindu
__ADS_1
"Terserah kau, " Ucap Arya
Rindu semakin depresi, kerjaan setiap hari menangis dan memiliki banyak masalah yang ia hadapi tanpa ada kesenangan sama sekali akhirnya Rindu tergoncang jiwanya menjadu wanita gila.