SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 73 JAWABAN KEMATIAN


__ADS_3

Saudara Lurah yang jatuh hati kepada Wardani membuat diri menyampaikan rasa hatinya yang paling dalam bahwa dirinya sangat menyukainya, bahkan semua sudah saling bertemu dan mengungkapkan perasaan kepada Wardani.


Wardani menjadi binggung sekejap, atas semua perilaku saudara Abah, Wardani berpikir dan terus pikir untuk menjawabnya.


" Aduh semua saudara Lurah suka kepadaku,aku harus bagaimana semua sudah mengungkapkan perasaan kepadaku, aku harus bagaimana ini, atau aku Terima saja ya nanti aku akan melakukan sesuatu, " Ucap Wardani


" Aku kan menerimanya dan aku akan membuat permainan yang sangat menabjubkan untuk kehidupan mereka penuh dengan sakit, " Batin Wardani


" Apa lagi Renaldi juga menyukaiku, aku harus menerimanya walaupun ini sangat sulit untuk memutuskan, " Ucap Wardani


" Sayang kalian bertiga apa sudah memiliki pasangan, kapan mau menikahi wanita yang kau pilih, Ibu sudah tidak sabar menunggu itu, " Ucap Ibu Narni


" Amir sudah memiliki calon ibu, barusan Amir menemukan wanita pilihan Amir, untuk itu bersabarlah Ibu, " Jawab Amir


" Kalau Amor baru memiliki Kekasih hanya baru saya mengungkapkan rasa untuk menanti jawaban dari kekasih hati ibu, " Sahut Amor


" Amar sudah mantap dengan pilihan Amar, dia cantik baik dan segalanya buat Amar, " Jawab Amar


" Kalau begitu Ibu hanya bisa memberikan kalian restu dan dukungan agar segera ke jenjang yang baik, lihat Kakang Mas mu yang sudah berumah tangga merasakan dengan keluarganya walaupun akhirnya, ini banyak masalah yang terjadi dirumah ini, " Ucap Ibu Narni


" Apa ternyata keluarga Kakang Mas banyak masalah, tapi kelihatannya baik-baik saja, " Batin Amar


" Masalah apa itu Ibu, aku lihat keluarga Kakang Mas baik-baik saja, " Ucap Amir


" Iya Ibu, aku baru tau sekarang dan apa saja masalahnya, " Sahut Amor


" Ibu datang kesini sudah melihat masalah yang baru untuk yang lainnya Ibu hanya mendengarkan cerita dari orang lain, karena adat di keluarga Lurah itu sangat banyak aturan, Puteri Biyung Maryam, Rindu sekarang dipasung di gudang belakang yang terguncang jiwanya, Laras Puteri Biyung Zainal meninggal bunuh diri, kematian istri ke 3 Biyung Zainal, kematian istri ke 4 Biyung Asiyah, dan akhir ini sikap tak setia Raharja antek setia Kakang Mas mu yang tega mau memperkosa Wardani serta kejadian yang terjadi entak Ibu tak tau, hanya itu kejadian yang Ibu lihat langsung disini," Ucap Ibu Narni


" Begitu banyak masalah, keluarga ini Ibu, " Ucap Amar


" Kasihan Kakang Mas, " Sahut Amor


" Kalau begitu kita harus memberikan dukungan dan bantuan apa yang Kakang Mas butuhkan, " Jawab Amir


" Iya kalian Harus bantu Kakang Mas mu untuk menghadapi semua masalah di keluarganya, entah kapan masalah itu akan terjadi bertubi-tubi di keluarga Kakang Mas mu, " Ucap Ibu Narni


Tiba-tiba Lurah datang ke kamar Ibunya.


" Semua ngumpul disini,pada ngomongin apa kok serius sekali, " Ucap Lurah


" Tidak Kang Mas hanya berbicara rasa kangen ke Ibu saja, " Sahut Amir


" Ada Apa Kang Mas kemari, " Ucap Amor

__ADS_1


" Aku tadi mencari kalian ternyata kebetulan kalian disini, bahwa besok kalian bisa mengatur perkebunan Mas agar kalian memiliki waktu untuk belajar, " Jawab Lurah


" Baik Mas, Terima kasih banyak Kang Mas, " Sahut Amor


" Kalian bertiga besok harus mencoba untuk mengatur dan mengelola perkebunan milik Mas mu, jadi kalau harus belajar dari sedikit demi sedikit, agar kekayaan kita semakin banyak, hahaha, " Ucap Ibu Narni


" Hahahaha" Tertawa bersama


" Ya sudah aku keluar dulu, " Jawab Lurah


" Bagus aku akan memiliki separu harta Kang Mas Lurah, " Batin Amar


" Apa lagi aku, aku harus memiliki semua harta Mas Lurah, Setelah aku berhasil aku singkirkan Amar, Amir, " Batin Amor


" Aku yang akan memiliki semua harta Mas Lurah, " Batin Amir


" Oh iya Aku memiliki janji kepada Wardani bahwa hari ini Wardani akan memberikan jawab tentang perasaan ku, " Batin Amir


" Ya sudah kalian berdua di sini bicara bersama Ibu dulu, aku mau ada acara sebentar, " Ucap Amir


" Iya hati-hati Nak, " Jawab Ibu Narni


Amir menemui Wardani di taman belakang, Waktu yang sudah di atur oleh Wardani sebaik mungkin agar semua tidak tau.


" Wardani, maaf pasti menungguku ya, maaf karena masih bersama Ibu jadi agak telat," Jawab Amir


" Tidak apa- apa Mas, " Ucap Wardani


" Oh iya bagaimana, soal itu, " Jawab Amir


" Mas sebenarnya aku sudah memiliki kekasih tetapi dia jauh disana aku lebih memilih Mas, tapi jika Mas pilih aku jadi kekasih nanti kalau ada apa-apa jangan pernah kecewa harus menerima, apapun itu, bagaimana Mas setuju, " Ucap Wardani


" Oke Mas akan Terima semua yang kau minta, Terima kasih sudah menerima cinta Mas, " Jawab Amir


" Iya Mas, kalau begitu ke kamar dulu ya, " Ucap Wardani


Wardani meninggalkan Amir, Amir yang bahagia atas diterimanya menjadi kekasih Wardani, setelah itu Waktu Sore Amor yang bertemu di serambi Rumah.


" Oh iya Aku hari ini ada janji bertemu dengan Wardani, pasti Wardani sudah menunggu disana, " Ucap Amor


" Wardani, " Ucap Amor


" Hem... Mas Amor, bebarengan sekali ni," Jawab Wardani

__ADS_1


" Iya, pertanda bahwa kita jodoh, bagaimana jawaban buat Mas, " Ucap Amor


" Mas bisa aja, Jawabannya Aku Terima, tapi jika nanti terjadi apa-apa Mas tidak boleh kecewa, apapun itu, bagaimana Mas Terima, " Jawab Wardani


" Apapun itu Pasti Mas Terima, " Jawab Amor


" Tapi kok terjadi apa-apa itu Maksudnya, " Ucap Amor


" Ya gak tau kan belum tau,apa yang terjadi jadi Mas Terima atau enggak, Mas ragu ya, " Jawab Wardani


" Iya aku terima karena kau pujaan hati ku, " Ucap Amor


" Ya sudah waktu sudah sore Wardani mau bersih diri ya Mas, " Jawab Wardani


Wardani memilih waktu yang tepat agar tidak lama berbicara dengannya, dan giliran Amar yang bertemu di taman belakang di malam hari setelah makan malam selesai, makan malam pun selesai ia langsung ke taman untuk bertemu.


" Ya susah Wardani ke kamar dulu ya," Ucap Wardani meninggalkan ruang Makan


"Iya, " Jawab Lurah


" Pasti Wardani sudah mau ingin bertemu sesuai dengan yang di katakan tadi jadi aku harus siap untuk segera ke sana, " Batin Amar


" Kalau begitu Amar juga mau ke kamar mau ada sesuatu yang belum selesai kerjaan rumah, " Ucap Amar


" Mana Mas Amar, sudah malam belum datang juga, " Ucap Wardani


" Dah... Wardani, " Jawab Amar


" Ah Mas Amar bikin Wardani kaget, " Ucap Wardani


" Maaf sudah lama ya menunggu Mas, maaf ya Mas tadi baru meninggalkan ruang makan, " Jawab Amar


" Tidak apa Mas Amar, " Ucap Wardani


" Oh iya bagaimana, jawab untuk Mas Amar tentang perasaanku, " Ucap Amar


" Aku terima, tapi ada sesuatu yang aku berikan ke Mas, Mas harus menerima apa pun yang terjadi tidak boleh kecewa jika terjadi sesuatu dalam hubungan kita, bagaimana Mas mau, atau mundur, " Jawab Wardani


" Aku akan menerima apapun yang Sayang mau, dan aku Terima kasih sudah menerima diri ku menjadi kekasih Mu," Ucap Amar


" Ya sudah sudah larut malam, Wardani ngantuk Aku mau ke kamar dulu ya Mas, " Jawab Wardani


" Iya selamat malam cantik, " Ucap Amar

__ADS_1


Wardani menuju ke kamarnya, dan Wardani bahagia bahwa selangkah lagi rencananya berhasil.


__ADS_2