SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 21 KEMARAHAN TRIMOKO


__ADS_3

Setelah acara jeng ayu dua selesai, Wardani saudara Biyung memenangkan jeng ayu, Wardani memutuskan tidak mengambil hadiah untuk menjadi istri Trimoko, ia hanya mengambil hadiah emas dan uang serta hidup enak diberikan kepada warga sekitar yang kurang mampu, juga yang sangat membutuhkan bantuannya, Trimoko marah dan terhina dengan adanya keputusan yang di ambil oleh Wardani, Trimoko mengejarnya dibalik Panggung.


" Hahaha, keputusan yang tepat, " Ucap Sofyan.


" Diam kau, kenapa kau berbicara begitu kepadaku, " Jawab Trimoko.


" Jadi kesempatan kita untuk memiliki mereka, dengan cara kita, " Sahut Arman.


" Tidak ada satupun orang yang memilikinya selain aku Trimoko, " Ucap Trimoko.


" Ya sudah lihat saja siapa yang dipilihnya, " Jawab Sofyan.


" Sudah jangan bicara terus, aku mau mengejarnya kebelakang, " Ucap Trimoko.


" Berhenti, kenapa kau mengambil keputusan itu, apa yang kau pikirkan, " Ucap Trimoko dengan kasar.


" Kenapa kau berbicara seperti itu, kamu kasar kepadaku, keputusan yang aku ambil itu hak saya, apa hubungannya, jika aku tidak memilih menjadi istrimu, aku tidak mau, " Jawab Wardani.


" Tapi aku suka kamu, " Ucap Trimoko.


" Aku tidak suka kamu, toh aku ikut jeng ayu buat mengantikan saudaraku Wardani, dan aku juga orang jauh dari desa sebrang, jadi kau tak usah berharap jauh untuk memilikiku, karena aku sudah milik orang, " Jawab Wardani.


" Aku tak rela, walaupun kau milik orang lain, aku akan tetap mengejarmu, sebelum kau di pelaminan, " Ucap Trimoko.


" Terserah kamu, silahkan kau kembali ke Depan, jangan buat acara ini kacau, " Jawab Wardani.


" Biar, aku akan menunggu jawaban darimu, " Ucap Trimoko.


" Sudah sana, atau aku teriak, atau kau akan di marahi oleh Abahmu merusak martabatnya, " Jawab Wardani.


" Tidak, aku menunggu jawaban dari mu wanita cantik, " Ucap Trimoko.


" Aku tegaskan lagi, aku tidak mau menjadi istrimu, dan hadiahnya aku minta segera kirim ke rumah Biyung Sumi untuk segera aku bagiankan,ingat , " Jawab Trimoko.


" Tidak, mau aku menunggu jawabanmu, " Ucap Trimoko.


" Oh kami berani ya, oke tunggu apa yang terjadi padamu, " Jawab Wardani.


Wardani memiliki rencana, Wardani merobek bajunya dan belah dadanya serta paha yang mulusnya dengan menyayat agar timbul luka, serasa ingin diperkosa oleh Trimoko, Wardani berteriak dan para undangan yang masih di acara langsung datang menghampiri.


Tolong.... Tolong...


" Gila kau, " Ucap Trimoko sambil di tarik menjatuhi Wanita itu.


" Hey, apa yang kau lakukan Trimoko, tega-teganya kau mau memperkosanya, " Ucap Para Undangan.


" Tidak," Ucap Trimoko.


" Bohong, lihatlah wanita itu seperti bajunya robek dan terluka, " Salah satu orang.


" Ayo kita bawa dia ke alun-alun untuk di cambuk beberapa kali, " Ucap para undangan.


Datanglah Lurah Darso Abah Trimoko.


" Ada apa ini ribut-ribut," Ucap Lurah Darso.


" Lihat kelakuan Putramu pak, " Ucap Ningsih.


" Trimoko hidung belang, ada yang cantik saja diembat, " Sahut Suwarni.


" Berikan hukuman, cambukan di alun-alun, " Ucap para warga.


Plak... Tamparan Lurah Darso.


" Sudah tidak apa-apa, aku maafkan kelakuan Trimoko, tapi ingat jangan lagi ganggu aku lagi, karena para warga segera datang, jadi dia belum sampai ngapain saya, " Ucap Wardani.


" Huuu, kau beruntung, dia tidak dihukum dan sudah di memaafkan, kau tidak dimaafkan kamu akan mati, " Ucap para warga.


" Sudah bubar, " Sahut Sofyan.


"Sudah bubar, sudah jelas, " Ucap Lurah Darso.


" Gimana baguskan, jangan pernah permainkan aku," Ucap Wardani bisik di telinga Trimoko.


" Aku Terima apa yang kau lakukan kepadaku, karena aku suka kamu, dan aku tertantang untuk mendapatkan kamu, " Jawab Trimoko.


" Ayo pulang, ditunggu Biyung Sumi," Sahut Ningsih.


" Iya Ningsih, ayo," Jawab Wardani.


" Tidak apa-apa kau, " Sahut Suwarni.


" Tidak, ya sudah ayo," Ucap Wardani.


Mereka akhirnya meninggalkan tempat jeng ayu dua, untuk pulang kerumah masing-masing, kejadian tadi membuat Trimoko terpacu untuk mendapatkan hati saudara Biyung Sumi.


" Aku tak menyangka bahwa, kamu mau melakukan hal ini lagi kepada orang lain, setelah kau gagal memperkosa Wardani Bos, " Ucap Sofyan.


" Bos, bos ada yang bagus sedikit lho embat, akhirnya seperti ini jadinya, " Sahut Arman.


" Sudah lupakan, " Ucap Trimoko.


" Aku makin jatuh hati padanya, aku tertantang dengan kelakuannya, aku akan dapatkan kamu, " Batin Trimoko.


"kita berdua pulang dulu Bos, " Sahut Sofyan.


" Sana, " Ucap Trimoko.


" Putraku apa yang kau lakukan tadi, itu salah, " Ucap Biyung Sarina.


" Sudahlah Biyung, Trimoko capek tidak ada waktu untuk bertanya itu, sudah lupakan saja, " Jawab Trimoko.


" Sayang," Ucap Biyung Sarina.


Trimoko memasuki kamarnya.

__ADS_1


" Sudah Biyung, Trimoko banyak masalah, biarlah untuk melupakan sejenak," Sahut Biyung Aprilia.


" Sudahlah, waktu sudah larut malam, mari istirahat, " Ucap Biyung Sarina.


Malam makin larut, mereka istirahat penuh, semua tenaga terkuras saat acara jeng ayu dua, jeng ayu dua yang di adakan begitu mewah yang diselahnya terdapat kejadian yang tidak mengenakan.


Keesokan harinya.


Lurah Darso memberikan hadian kepada pemenang jeng ayu dua, lurah Darso menepati janjinya siapa yang menjadi pemenang akan mendapat emas,uang, dan kesenangan, tetapi Lurah Darso hanya menepati berupa emas dan Uang yang di antar kerumah Biyung Sumi.


" Berikan hadian kepada Pemenang jeng ayu dua, dan antar hadiah itu ke rumah Biyung Sumi, " Ucap Lurah Darso.


" Siap, " Jawab para Abdi.


Hadiah telah diantar kerumah Biyung Sumi, dan setelah itu Wardani membagikan kepada seluruh warga yang membutuhkan.


" Permisi, " Ucap para Abdi.


" Iya siapa, " Jawab Biyung.


" Sepertinya itu antek-antek dari Lurah Darso, ada apa ya, dia membawa sesuatu, " Ucap Arya di belakang rumah.


" Tak tau, ayo kita hampiri, " Jawab Wardani.


" Kami suruhan dari Lurah Darso, ingin mengantarkan hadiah buat saudara Biyung, " Ucap Abdi.


" Oh hadiah ya, " Jawab Biyung.


" Bentar hadiahnya apa itu, " Sahut Wardani.


" Uang dan sebongkag emas untuk mu, minta maaf kamu tidak mengambil hadiah berupa mau menikah dengan putranya, dan untuk hidup keenakan tidak diberikan," Jawab Abdi.


" Oh begitu, terima kasih, " Ucap Wardani.


" Kami permisi, " Jawab Abdi.


" Awas kau akan aku berikan keenakan yang akan Abadi padamu Lurah Darso, adalah kematian keluarga kalian " Ucap Wardani.


" Benar yang kau katakan itu sayang," Sahut Biyung.


" Aku setuju denganmu, sahabat," Jawab Arya.


" Ya sudah kita bersiap untuk membagikan hadiah ini kepada orang yang membutuhkan," Ucap Wardani.


" Ayo,aku suka dengan itu, " Jawab Arya.


" Kenapa dia bagi-bagi ke orang lain, hie anak ini, " Batin Biyung.


" Ya sudah siapakan, apa yang menjadi keinginanmu, " Jawab Biyung.


" Siap Biyung, " Ucap Wardani.


Wardani dan Arya mengumpulkan pada warga yang sangat membutuhkan, mereka memberikan dengan rata untuk pada warga, membuat para warga senang dan suka dengannya, para istri dan suami rela menahan demi mendapatkan emas dan uang dari Wardani.


" Arya aku bahagia aku masih bisa mejadi orang baik Walaupun aku sudah menjadi pengabdi setan, " Ucap Wardani.


" Ya sudahlah, " Ucap Wardani.


" Ayo kita pulang, " Jawab Arya.


Saat perjalanan pulang mereka bertemu dengan Jasmin.


" Hey mas Arya, ahhh... Ketemu disini, " Ucap Jasmin.


" Selamat ya atas kemenangannya, " Ucap Jasmin dengan songgong.


" Terima kasih," Sahut Wardani.


" Mas Arya, kapan kita jadian, " Ucap Jasmin.


Mereka berdua meninggalkan begitu saja.


" Hey Mas Arya kok ninggalin Jasmin, " Ucap Jasmin.


" Sudahlah, " Ucap Jasmin.


Jasmin segera meninggalkan. Dan Wardani bertemu dengan Ningsih dan Suwarni yang mengucapkan atas kemenangan yang telah di capai oleh Saudara Biyungnya.


" Hay, selamat ya atas kemenangan, pasti Wardani senang disana melihat keinginan selama ini, kamu memenangkan jeng ayu, Terima kasih ya kau sudah mau membantu kita dan kau sangat luar biasa, " Ucap Ningsih.


"Aku ikut bangga padamu sahabat, akhirnya aku bisa memenangkan jeng ayu yang selama aku tunggu, dan aku lah yang berjuang disini, kau memang sahabatku, aku kepingin memberitahukan kamu tapi belum saatnya, kalian pasti tidak percaya karena aku sudah ikut pengabdi setan," Batin Wardani.


" Iya aku senang sekali kau tampil memukau malam itu, kau datang, " Sahut Suwarni.


" Mengapa kau meneteskan air mata, ada yang salah dari kataku, " Ucap Ningsih.


" Kepada ada yang salah," Sahut Suwarni.


" Tidak aku terharu saja, karena aku orang lain yang mampu membantu sahabat terbaik kalian," Jawab Wardani.


" Sudah aku tau perasaanmu, " Ucap Ningsih.


" Terima kasih sudah mau menjadi teman baruku, " Jawab Wardani.


" Tidak apa, aku juga senang punya teman baru seperti mu," Sahut Suwarni.


" Ya sudah aku mau pulang dulu ya, sampai jumpa lagi," Jawab Wardani.


" Mari, " Sahut Arya.


" Aku tau kau pasti sedih dan teringat dengan sahabatmu, sabar ya, " Ucap Arya.


" Iya Arya Terima kasih kau sudah menghiburku, " Jawab Wardani.


" Ya sudah kita fokus rencana kita, " Ucap Arya.

__ADS_1


" Itu tak akan terlupakan, pasti," Jawab Wardani.


" Ya sudah ayo pulang waktu sudah sore," Ucap Arya.


Malam Hari.


Trimoko terus datang kerumah Biyung untuk bertemu saudara Biyung, Trimoko ingin bertemu dengannya, Trimoko ingin mengungkapkan rasa kecewa dan rasa cintanya kepadanya. perasaan yang Trimoko tidak bisa di tahan, ia ingin memiliknya untuk menjadikan istrinya, Tetapi Wardani tidak mau menemuinya serta menolaknya.


" Malam, Biyung, " Ucap Trimoko dengan teriak-teriak.


" Ada apa, malam -malam teriak tidak enak didengar orang, tolong deh," Jawab Biyung.


" Aku mau bertemu dengan saudara Biyung, ada yang aku ingin sampaikan kepadanya, " Ucap Trimoko.


" Tidak bisa, kalau kamu ingin bertemu untuk temuinya ,besok pagi saja, karena Wardani sudah istirahat," Jawab Biyung.


" Tidak Biyung, sekarang," Ucap Trimoko.


" Kalau kau masih memaksa aku akan laporkan ke Abahmu, kau tau tidak dia capek dan takut dengan ulahmu tadi, tolong ngertiin dia den, "Jawab Biyung.


Akhirnya Trimoko memutuskan untuk meninggalkan Rumah Biyung, dan ia menunggu esok hari untuk menemuinya.


" Gimana Gagalkan, " Ucap Sofyan.


" Aku sudah mengira bahwa kau tidak bertemu dia, " Sahut Arman.


" Diam kau berdua, malah manasin tidak mendukung, " Jawab Trimoko.


" Iya iya aku dukung, tapi aku juga berharap dia suka padaku," Ucap Sofyan.


" Aku pulang dulu, aku sebal hari ini, " Jawab Trimoko.


" Ya sudah sampai jumpa besok pagi, " Sahut Arman.


Trimoko tidak biasanya sekecewa seperti itu, ia pulang kerumahnya untuk menenangkan dirinya.


Keesokan harinya.


Trimoko bersiap untuk menemui Saudara Biyung, ia memberanikan diri untuk bertemu dengan dirinya, untuk meminta untuk menjadi istrinya.


" Pagi, aku datang lagi, " Ucap Trimoko.


" Siapa lagi sih, " Ucap Biyung.


" Ada apa, pagi-pagi sudah ramai, " Sahut Abah.


" Ini ada Trimoko," Jawab Biyung.


" Oh ada aden, ada apa datang pagi-pagi ke rumah sini den," Ucap Abah.


" Saya mau bertemu saudara Abah, ingin berbicara dengannya," Ucap Trimoko.


" Dia sudah keluar dari tadi, paling kepasar," Ucap Abah.


" Begitu ya, ya sudah aku nyusul ke Pasar, " Jawab Trimoko.


" Silakan semoga bisa ketemu, atau tidak aden bisa pulang dulu nanti kesini lagi," Ucap Abah.


" Kalau begitu saya tunggu di sini saja," Jawab Trimoko.


Tidak disangka Wardani dan Arya datang dari kejauhan, mereka berjalan menghampiri rumahnya.


" Aden tak usah ternyata dia sudah sampai, lihat dia menuju kesini," Ucap Abah.


" Lihat Arya dia pasti datang kerumah, " Ucap Wardani.


" Dia mau apa ya, aku penasaran, " Jawab Arya.


" Ya sudah aku nanti temui dia, biar aku tau dia mau apa dariku, " Ucap Wardani.


" Ayo jalan, " Ucap Wardani.


" Hay aku ingin berbicara denganmu, " Ucap Trimoko.


" Iya bentar," Jawab Wardani.


" Sini aku bawa kedalam, " Jawab Arya.


" Ada apa yang mau kau katakan kepadaku, aku tidak ada waktu," Ucap Wardani.


" Aku mau berbicara tentang kenapa kau tidak mau jadi istriku, dan itu hak kamu menjadi pemenang, " Jawab Trimoko.


" Aku tidak mau mengambil itu, karena aku tidak suka kamu, dan aku tidak suka dengan lelaki hidung belang, " Ucap Wardani.


" Alasan itu kau tidak menerimaku, " Jawab Trimoko


.


" Iya, sudah mengerti, dan aku buka orang sini, aku saudara Biyung, jadi jangan kejar-kejar aku lagi, " Ucap Wardani.


" Tidak sampai kapan pun aku tetap berusaha dan berkerja keras untuk dapatkan kamu, " Jawab Trimoko.


"Terserah kamu, sekali lagi aku bilang aku tidak mau, " Ucap Wardani.


"Sudah aku mau masuk rumah, masih banyak kerjaan yang aku lakukan, " Ucap Wardani.


Akhirnya Usaha Trimoko belum mampu membuat saudara Biyung menerimanya, Trimoko marah-marah karena tidak bisa milikinya, Wardani tau bahwa dia ingin memiliki bukan karena cinta tapi hanya sebagai pelampiasan untuk bersenang-senang, Wardani memendam dendam yang akan membuatnya sakit dan hancur dimulai. Wardani makin terasa benci dengan perlakuan yang dilakukan Trimoko, apa lagi ia tidak malu untuk mengucapakan itu kepada semenjak iya menjadi seorang yang cantik jelita. Amarah Wardani makin menjadi dan ia segera untuk memulai rencananya. Wardani tidak bisa menahan lama ia ingin segera melakukannya.


###


Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.


Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.


Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan

__ADS_1


Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget....


Matur suwun salam oc ( ochim chim).


__ADS_2