SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 114 MEMINANG RANI


__ADS_3

Setelah semua jawaban dari Trimoko soal perjodohan maka keluarga Lurah Darso siap untuk meminang Puteri Lurah Tedjo yang ada di desa sebrang. Semua persiapkan telah dipersiapkan dengan sebaik mungkin.



Simbok Darmi pun mencari bahan yang disuruh untuk membuat jajanan pinangan. Dengan semangat untuk men dapat kan hingga semua dapat dan segera pulang.


" Tuan ini semua bahan yang Tuan butuhkan," Ucap Simbok Darmi


" Oh iya Mbok taruh disitu, terus mari Mbok kita siapkan untuk membuat Jajanan pasar, " Jawab Biyung Maryam


" Iya Tuan, " Ucap Simbok Darmi


Semua sibuk dengan sendirinya, dan fokus terhadap tugasnya masing-masing. Wardani yang sibuk membuatkan baju untuk Trimoko agar mencuri hatinya untuk memperlancar rencananya.


" Kenapa aku harus repot-repot segala kepada orang yang telah membuat diriku seperti ini, tapi tidak apalah semua aku lakukan untuk rencanaku agar berhasil, dengan ini aku akan mampu mengikat dirinya, hidupnya akan semakin hancur," Ucap Wardani


" Baju ini akan membuat dirinya selalu terbayang diriku, walaupun dia sudah memiliki istri, kesedihan akan di mulai lagi, hahaha, " Ucap Wardani dengan senyum jahatnya


" Sebentar lagi selesai, aku akan segera memberikan kepadanya," Ucap Wardani


Lurah Darso yang menyuruh Paimin dan Paijo untuk datang ke rumah Lurah Tedjo untuk memberikan bahwa besok dirinya mau datang melamar puterinya. Tak lama mereka berdua berangkat dengan utusan Lurah Darso.


" Paimin..., " Ucap Lurah Darso


" Iya Tuan, bisa Pain in bantu," Jawab Paimin


" Kalian berdua silahkan ke desa sebrang menemui Lurah Tedjo, katakan bahwa keluarga Lurah Darso besok mau datang untuk meminang puterinya, tolong sampaikan," Ucap Lurah Darso


" Siap Tuan, kalau begitu Paimin dan Paijo segera berangkat, pareng, " Jawab Paimin


" Iya silahkan," Ucap Lurah Darso


" Lah dalah Paimin, " Ucap Paijo


" Udah Paimin ayo kita berangkat," Ucap Paimin


" Iya Paimin, " Jawab Paijo


Mereka berangkat dengan mengendari sepeda dengan berboncengan untuk menujun kediaman Lurah Tedjo. Dengan semangatnya mereka mengayun sepeda seperti pacuan kuda yang terus berpacu kencang. Dipertengah jalan terdapat sebuah batu yang tidak Sengaja iya lewati yang mengakibatkan terjatuh terkunyep di semak-semak.


" Min, awal di depan ada batu, La dalah min rem rodanya," Ucap Paijo


" We eeeee., gimana Jo, udah tidak bisa sudah hampir dekat, " Jawab Paimin


" Ah..., min, " Ucap Paijo terjatuh tersungkep di semak-semak


" Aduh-aduh Jo, kita tersengkup di semak-semak, apes banget to Jo kita hari ini, " Jawab Paimin


" Sudah buruan bangun, kita masih setengah perjalanan kita harus segera sampai rumah Lurah Tedjo, " Ucap Paijo


" Iya Jo, ayo kita bangun lanjutkan perjalanan, " Jawab Paimin


Mereka melanjutkan perjalanan untuk menuju ke rumah Lurah Tedjo.


Wardani yang sudah hampir selesai untuk segera memberikan kepada Trimoko hasil kar tanya untuk hari bahagianya itu.


" Akhirnya selesai juga ini baju, aku segera untuk memberikan kepada Trimoko, " Ucap Wardani


Menghampiri ke kamarnya dan membawa hasil buatan tangannya untuk Trimoko.


" Sayang, ini aku Wardani, boleh mask, " Ucap Wardani


" Oh bentar sayang boleh, silahkan, " Jawab Trimoko


" Aku sudah membuatkan baju terbaik untuk hari bahagaimu, ini coba di pakai, " Ucap Wardani


" Kamu membuatkan baju buat aku, terima kasih, bagus selalu, tapi aku tetap sayang kamu sampai kapanpun," Jawab Trimoko sambil memeluknya


" Aku juga sedih melihat ini semua, tapi bagaimana ini sudah yang terjadi, " Ucap Wardani


" Tak udah risau, kita kan bisa pacaran dan menjalin cinta gelap, maukan," Jawab Trimoko

__ADS_1


sambil menutup mulutnya dengan satu jarinya


" Terserah Mas, aku akan selalu menunggu dan menunggu semua ucapanmu kepadaku," Ucap Wardani


" Tenang dan percaya semua yang kuliah ucapkan buka janji semata, ini semua nyata, " Jawab Trimoko


" Aku serahkan semua kepada sayang, " Ucap Wardani


" Iya percaya, " Jawab Trimoko


" Kalau begitu, aku mau menyiapkan buat Abah agar dia tidak curiga kepada kita, " Ucap Wardani


" Iya silahkan, tapi jangan lupakan aku selalu ingat di hatimu," Jawab Trimoko sambil menaruh tangannya didada Wardani.


Biyung Maryam dan Zubaidah yang sibuk di dapur menyiapkan semuanya, membuat dirinya protes kepada Wardani.


" Wanita setan itu dimana dari tadi tidak keluarga sama sekali, enak-enakan dirinya, " Ucap Biyung Zubaidah


" Sudah jangan kau risaukan dirinya, kita yang sanggup maka kita kerjakan dia paling sudah ada kerjakan yang telah Lurah percaya, kita fokus dengan janji kita yang siap untuk menyiapkan segala yang kita perlukan untuk acara besok," Jawab Biyung Maryam


" Iya Dinda, maaf aku sungguh tidak rela jika dia didalam rumah hanya seperti ratu," Ucap Biyung Maryam


Paimin dan Paijo akhirnya sampai di rumah Lurah Tedjo.


" Jo kita sudah sampai, wau rumahnya sama seperti Tuan besar," Ucap Paimin


" Iya Min, ya sudah ayo kita langsung masuk," Jawab Paijo


" Permisi, " Ucap mereka berdua


" Iya ada apa, bisa saya bantu, " Jawab Simbok Suti


" Lurah Tedjonya ada Mbok, kamu berdua datang kesini diutus Lurah Darso untuk bertemu dengannya," Ucap Paimin


" Ada ayo masuk, " Ucap Simbok Suti


" Tuan ini ada tame dari Lurah Darso, " Ucap Simbok Suti


" Kalau begitu Simbok permisi Tuan, " Simbok Suti


" Iya Mbok, " Sahut Lurah Tedjo


" Amount Tuan sebelumnya kamu berdua datang kemari, karena kamu di utusan oleh Lurah Darso untuk menyampaikan sebuah kabar kepada Lurah Tedjo, " Ucap Paimin


" Iya Kabar apa itu, ungkapkan sekarang, " Sahut Lurah Tedjo


" Begini Tuan, bahwa Keluarga Lurah Darso menerima perjodohan, dan akhirnya Den Bagus Trimoko menerima itu, jadi Jadi kami berdua datang kemari untuk memberitahukan bahasa besok Keluarga Lurah Darso mau datang kemari untuk meminang Puteri Lurah, " Ucap Paimin


" Iya betul Tuan, " Sahut Paijo


" Apa ini Kabar yang sangat kami nanti, sampaikan kepada Lurah Darso bahwa besok kami siap untuk menunggu kedatangan," Ucap Lurah Tedjo


" Baik Tuan, kami berdua hanya menyampaikan itu saja, kalau tidak ada lagi kami berdua pamit dulu, " Ucap Paimin


" Iya sampaikan kepada keluarga Lurah Darso bahwa kedatangan ditunggu di rumahnya, " Jawab Lurah Tedjo


" Baik Tuan, kami berdua pamit, " Pareng, " Ucap bersamaan


" Biyung Abah dapat Kabar baik, " Ucap Lurah Tedjo dengan gembira


" Ada apa Abah kok teriak-teriak bahagia pula," Jawab Biyung Darni


" Bahwa besok keluarga Lurah Darso datang untuk meminang Puteri kita, " Ucap Lurah Tedjo


" Apakah benar itu Abah, " Jawab Biyung Darni dengan terkejut


" Iya benar barusan utusan dari keluarga Lurah Darso pulang," Ucap Lurah Tedjo


" Kalau begitu kita harus siapkan sekarang," Ucap Biyung Darni


" Iya itu Biyung, Marin kita kerjakan dan menyiapkan, " Jawab Lurah Tedjo

__ADS_1


Keluarga Lurah Tedjo semalam suntuk melakukan Persiapan untuk acara besok, semua di kerjakan dengan sebaik mungkin, melainkan dengan keluarga Lurah Darso yang sudah siapa dan menunggu di besok harinya.


" Tuan tadi sudah saya sampaikan kepada Lurah Tedjo, " Ucap Paimin


" Terima kasih kalian berdua sudah mau kesana untuk memberitahukan kepada Lurah Tedjo, " Jawab Lurah Darso


" Sama-sama Tuan, tadi Lurah Tedjo menitip Salam kepada Tuan Darso bahwa dirinya ditunggu kedatangannya, itu saja yang di katakan Lurah Tedjo, " Ucap Paimin


" Iya terima kasih, kita besok jadi kesana untuk meminang Puterinya, " Ucap Lurah Darso


" Iya Tuan kalau begitu kami berdua mau istirahat udah malam, " Jawab Paimin


" Iya sana," Ucap Lurah Darso


Malam semakin larut, gelap menyelimut malam-malan yang sunyi, rembulan yang terang menyinari bumi, terang seputih air yang terasa jernih untuk di lihat, bertemankan bunga tidur yang indah. Sampai-sampai terlelap dalam lamunan.


Sinar pun mulai menyinari dari arah timur, bumi yang gelap itu merubah menjadi terang benerang, angin sepoy yang berhembus membuat suasana dingin tubuh merinding, sejuk dan damai.


" Simbok semua sudah siap tinggal bawa ke depan, kita segera berangkat ke rumah Lurah Tedjo, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan, semua sudah di siapkan di luar, tinggal kita berangkat, " Jawab Simbok Darmi


" Iya Mbok, terus segera siap-siap, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan, " Jawab semuanya


" Sayang, pakai baju ini aku buatkan untuk sayang," Ucap Wardani


" Aku pakai, sungguh Bagus dan cocok buatku, " Jawab Lurah Darso


" Sayang suka, syukurlah kalau sayang suka, jadi Tidak sia-sia aku buatin sayang, " Ucap Wardani


" Ya enggak lah, kamu terbaik buat kehidupan aku, pastinya aku selalu terima darimu," Jawab Lurah Darso sambil mencium tangannya


" Ya sudah aku mau siap-siap dulu," Ucap Wardani


" Siap, pasti cantik sekali nanti, " Jawab Lurah Darso


" Sayang sudah siapa, wau kau begitu Tampan dan Bagus sekali baju yang kau kenakan," Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, ini dari Biyung Wardani dia buat bajunya sendirinya, " Jawab Trimoko


" Rupanya Wanita setan itu mau mencuri hati Puteraku, aku harus berhati-hati, " Batin Biyung Maryam


" Oh iya Bagus cocok untukmu, ya sudah kalau sudah siapa segera ke luar kita biar bisa berangkat, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, " Jawab Trimoko


Tak lama mereka bersiap diri dan berangkat menuju ke rumah Lurah Tedjo. Lurah Tedjo yang sudah siap menerima kedatangan keluarga Lurah Darso kerumahnya.


" Sayang sudah siap, " Ucap Biyung Darni


" Sudah Biyung, " Jawab Rani


" Sungguh cantik dan menawannya kau sayang, cantik, tinggi serta manis untuk dipandang, " Ucap Biyung Darni


" Terima kasih Biyung, jangan suka memuji," Jawab Rani


" Benar Biyung tidak bohong Puteri Biyung pasti cantik, nanti kalau udah siap segera keluar ya, Abah sudah menunggu di Sana, " Ucap Biyung Darni


" Iya Biyung, sebentar lagi Rani akan nyusul, " Jawab Rani


" Gimana Biyung Rani sudah siap, " Ucap Lurah Tedjo


" Sudah Abah tinggal mau kesini, sambil nunggu keluarga Lurah Darso datang.


" Iya sebentar lagi keluarga Lurah Darso akan segera datang, kita tunggu saja, " Ucap Lurah Tedjo


" Iya Abah, perjalanan kesini lumayan jauh, " Jawab Biyung Darni


Tak lama keluarga Lurah Darso datang dari ujung pagar masuk, begitu ramai keluarga besar saja yang datang, dengan begitu banyak bawaan sebuah peningset untuk Puteri Lurah Tedjo. Dibawa oleh Simbok dan yang di pangkul oleh Paimin dan Paijo, Mereka menuju ke depat pintu rumahnya dan segera untuk mengucapkan salam. Bagaimana pinang Trimoko dan Rani....

__ADS_1


__ADS_2