
Setelah kejadian itu Trimoko mulai berani mendekati istri Abahnya sendiri, memang Wardani kekasih yang di impi-impikan malah memilih menikahi Abahnya ketimbang dirinya. Setelah sarapan lagi itu Trimoko melakukan mesra kepada Wardani yang membuat Wardani kaget apa yang di lakukan oleh Trimoko.
" Kau selalu membuatku terpesona, kau memang cantik , " Ucap Trimoko
" Dasar lelaki genit, sekarang kau yang mengejar-ngejarku, kau akan merasakan apa perasaan yang dulu aku rasakan kau campakan dan kau hina," Batin Wardani
" Sekali pun kau baik dan merayuku aku tidak akan termakan oleh perkataanmu yang hanya janji manis saja, kamu seorang pemuda yang mata keranjang, " Batin Wardani
" Ah mas Bisa aja, aku ini sudah banyak lelaki yang mencintaiku, dan menikahiku apakah mas Trimoko masih mau sama Wardani, " Jawab Wardani
" Entah kau mau menjadi janda berapa pun kau tetap menjadi kekasihku, aku tetap mencintaimu, percayalah, " Ucap Trimoko
" Tapi sekarang aku istri Lurah Darso Abahku sendiri mas, " Ucap Wardani
" Tidak apa, dari dulu kau sudah menerima cintaku, mengapa kau memilih Abahku, apakah kau mau mempermainkan perasanku, " Jawab Trimoko
" Buka begitu Mas, memang saat itu aku memilih cintamu, tetapi sesuatu terjadi begitu cepat, kau pasti juga tau itu aku tidak bisa mengelak lagi, tetapi jika ini memang jalan hidupku aku terima tetapi sejujurnya aku menunggu lamaranmu, semenjak kejadian itu aku hanya bisa berdiam diri karena semua tidak tidak sesuai keinginanku, " Jawab Wardani
" Sudah aku tau dan paham semua yang kau maksudnya, maukah kau menjadi kekasih gelapku, " Ucap Trimoko
" Dasar anak sama Abah sama juga sikap dan perilakunya," Batin Wardani
" Gimana ya Wardani takut jika Lurah Darso tau hubungan kita pasti akan terjadi masalah yang sangat berat dan panjang Mas, " Jawab Wardani
" ****..., " Tutup mulutmu, serahkan kepadaku yang penting kau ikutin apa yang aku lakukan untuk bertemu denganmu itu lebih dari cukup," Ucap Trimoko sambil menutup mulutnya dengan satu jari
" Iya terserah Mas Trimoko saja, Wardani ikut saja, " Jawab Wardani
" Oh iya Mas lepaskan nanti takut ketahuan dengan apa yang kita lakukan, " Ucap Wardani
" Oh iya maaf tidak bisa mengontrolnya karena aku sudah semakin sayang kepadamu, " Jawab Trimoko
" Iya mas terima kasih atas semua perhatian dan rasa cintamu kepadaku, " Ucap Wardani
" Ya sudah kalau begitu nanti kita bertemu di sebuah taman yang sudah aku siapkan di taman dekat balai desa, " Ucap Trimoko
" Tapi bagaimana cara aku keluar dan minta izin ke Lurah Darso, " Jawab Wardani
" Haha itu semua gampang aku hanya melakukan ini agar aku merasa seperti anak yang polos, haha dasar anak bodoh, " Batin Wardani
" Yakin kamu bisa berbicara kepada Abah, aku tunggu disana, " Ucap Trimoko
Wardani melanjutkan bersih-bersih pelaratan dapur, setelah itu Lurah Darso menemui Wardani di dapur.
" Sayang aku berangkat dulu ya, jaga dirimu baik-baik, " Ucap Lurah Darso
" Iya sayang, " Jawab Wardani semakin lemas terjatuh
" Sayang kenapa, kau merasa kecapekan, " Ucap Lurah Darso
" Maryam dan Zubaidah, kemari, " Ucap Lurah Darso dengan keras
" Iya Abah Ada apa, " Jawab Biyung Maryam
" Ada apa sih Abah teriak-teriak, " Sahut Zubaidah
" Tolong bawakan air hangat buat Wardani, dia merasa kecapekan, terus setelah ini kau Maryam teruskan semua perkerjaan Wardani, dan Zubaidah pergi ambil pesenan yang aku pesen tapi setelah keadaan Wardani seperti jadi kalian yang mengantikan, " Ucap Lurah Darso
Wardani tersenyum manis dan memainkan matanya kepada kedua Biyung dengan menatapnya penuh kebahagian.
" Ya Ampun wanita ini bermuka dua sekali, jika aku tolak pasti Abah marah dan Abah tidak akan mau mendengarkan ku, aku harus sedikit bersabar, " Batin Biyung Maryam
__ADS_1
" Iya Abah, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Abah, nanti aku akan pergi kesana, " Ucap Biyung Zubaidah
" Dasar wanita setan, awas kamu kini kamu bisa menyuruhku dengan senakmu," Batin Biyung Zubaidah
" Sayang aku tidak apa-apa ini hanya pusing sedikit kok, terus kasihan Biyung jika mengantikan semua pekerjaanku, aku tidak apa-apa, " Sahut Wardani
" Tidak kau harus istirahat, biar mereka yang mengantikan semua pekerjaannya, toh dia semua sudah mau untuk mengantikan mu, sudah aku angkat kau kamar beristirahat," Jawab Lurah Darso
Lurah Darso mengankat Wardani ke dalam kamarnya dengan mesranya.
" Memang Wanita itu licik dan banyak cara untuk membuat dirinya aman, kita yang akan menjadi babu, aku tidak terima, " Ucap Biyung Zubaidah
" Aku sekali memandangnya merasa muak dan ingin untuk menyingkirkannya, tapi kita harus bersabar jangan keg Abah, " Sahut Biyung Maryam
" Tapi harus sampai kapan Dinda, semakin lama kita akan semakin tertindas, kita akan menjadi sampah disini, " Ucap Biyung Zubaidah
" Tetapi hanya dengan cara itu kita mampu berada di sini, jika kita bermain seenaknya dan Membuat Abah marah pasti kita akan di keluarkan dari rumah ini dan kesempatan untuk menghabisi wanita itu semakin sulit," Jawab Biyung Maryam
" Iya juga Dinda, ya sudah kalau begitu kita jalankan yang di perintahkan oleh Abah, " Ucap Biyung Zubaidah
Lurah meninggalkan Wardani dan berangkat ke kantor desa, setelah itu Wardani menghampiri mereka berdua.
" Terima kasih sayang, aku jadi tidak enak kepada Biyung semuanya, " Ucap Wardani
" Sudah tidak usah fikir itu, itu juga sudah menjadi hak dan kewajiban sebagai seorang istri yang mengantikan istri satu yang lagi sakit, " Jawab Lurah Darso
" Aku berangkat istirahat yang cukup jangan lupa makan, dan jangan lupa untuk minum obat," Ucap Lurah Darso Mencium keningnya
" Iya sayang, terima kasih, hati-hati di jalan, " Jawab Wardani
" Kalian berdua jangan lupa apa yang aku suruh tadi, jangan lupa selalu turutin mau Wardani karena dia saat ini baru sakit, jadi harus berhati-hati, " Ucap Lurah Darso
Lurah yang pergi ke kantor desa, Trimoko yang pergi nongkrong bersama komplotannya. Wardani keluar dengan sehat dari kamarnya menuju ke dapur untuk menemui mereka berdua.
" Wau sudah hampir selesai, bagus oh iya itu masih Ada yang motor Biyung, " Ucap Wardani
" Diam mulutmu Wanita setan, kau jangan seenak-enaknya menyuruh kita berdua ini rumah kita, " Sahut marah Biyung Zubaidah
" Wau tenang, aku tau itu, aku juga pemilik rumah ini, aku juga istrinya Lurah Darso, siapa yang menyuruhmu yang menyuruh kalian berdua adalah suami mu sendiri kan, " Ucap Wardani
" Memang wanita licik, berbulu domba kau, " Jawab Biyung Zubaidah
" Sudah jangan kau buang waktu dan energimu untuk wanita itu, wanita murahan itu tetap sampah, " Sahut Biyung Maryam
" Jangan lupa ambil pesenan Abah ya," Ucap Wardani
" Sudah kita harus sabar, aku mau melanjutkan kerjaan lagi sebelum Lurah Darso pulang, " Ucap Biyung Maryam
" Ya sudah Dinda, aku mau berangkat mengambil pesanan yang di pesan oleh Abah, " Jawab Biyung Zubaidah
" Iya hati-hati di jalan, " Ucap Biyung Maryam
Biyung Zubaidah pun pergi untuk mengambil pesanan yang di pesen oleh Abah, Biyung Maryam yang melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
" Tuan biar Simbok bersihkan, Tuan silahkan ke kamar atau kemana begitu, " Ucap Simbok Denok
" Tidak usah Mbok ini karena perintah Lurah Darso, jadi biar Aku saja nanti jika Lurah tau aku tidak mengerjakan yang Lurah suruh pasti saya dapat marah, sudah Simbok bisa istirahat, " Ucap Biyung Maryam
" Ya sudah kalau begitu Tuan, pareng," Jawab Simbok Denok
__ADS_1
" Iya Sana, " Ucap Biyung Maryam
Semua perkerjaan Biyung Maryam selesai dan Biyung Maryam merasa capek karena tenaga terkuras karena tak tee biasa melakukan pekerjaan seberat dan selama itu, Biyung Maryam istirahat di kamarnya.
Trimoko menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, ia menata taman sehingga nyaman untuk berdua, komplotan Trimoko yang baru adalah Dikin, Didik, Bowo, dan Fendi. Yang hanya membantu untuk menyiapkan acara nanti.
" Bos kau ini sangat mesra sekali," Ucap Bowo
" Ya haruslah Kekasihku ini sangat cantik sekali, " Jawab Trimoko
" Cantiknya seperti apa, paling sama seperti wanita yang bisa kita jumpai, " Sahut Fendi
" Memang cantik yang sering jumpa dan perempuan selera kita tapi wanita ini sangat beda, " Jawab Trimoko
" Terserah kamu kah bos, " Jawab Didik
" Hahaha paling sama juga, " Sahut Dikin
" Sudah kalian jangan banyak bacot, sini bantu aku, " Ucap Trimoko
Semua telah di siapkan secara baik oleh Trimoko hanya menunggu untuk bersama Wardani. Malam pun telah tiba Wardani pun segera me minta izin kepada Lurah Darso. Trimoko yang sudah berangkat menunggu di tempat yang sudah di siapkan.
" Bos mana, dia lama sekali, " Ucap Bowo
" Sabarlah, dia juga masih persiapan," Jawab Trimoko
" Sayang aku mau izin sebentar boleh, mau ke rumah Biyung Sumi, " Ucap Wardani
" Mau kesana kalau begitu biar aku mengantarmu, " Jawab Lurah Darso
" Tidak usah sayang kan hanya sebentar, sayang istirahat saja, sebentar saja setelah selesai aku langsung pulang," Ucap Wardani
" Ya sudah hati-hati, kalau sudah selesai segera pulang," Jawab Lurah Darso
" Iya Sayang, terima kasih sayang, aku berangkat, " Ucap Wardani mencium keningnya
Wardani berangkat menuju ke Taman dengan hati-hati, dan sampailah di tempat itu.
" Diam dia sudah sampai itu dia orang nya, " Ucap Trimoko
" Hay sayang, sudah sampai perkenalkan ini teman baru aku, " Ucap Trimoko
" Iya hay mas, aku temannya mas Trimoko, " Jawab Wardani
" Oh iya maaf tadi agak telat mas, " Ucap Wardani
" Tidak apa-apa aku tau kok, pasti kau lagi minta izinkan, " Jawab Trimoko
" Itu mas tau," Ucap Wardani
Komplotan Trimoko sangat tercengang melihat Kecantikan wanita itu, yang membuat dirinya berdiam tak berkata, dan hanya memandangnya.
" Walaupun kau berganti komplotan, semua komplotan kamu juga masih sama komplotan yang lama yang sudah mati semua, semua sama mata keranjang lihat saja aku akan membuatnya sama seperti komplotanmu yang lama, siapa yang membantu mu akan mati, " Batin Wardani
" Ya sudah Mari kesana, " Ucap Trimoko
" Kalian semua jaga di sini saja, jangan kemana-mana, " Ucap Trimoko
" Siap bos kalau untuk itu santai," Jawab Dikin
Trimoko menuju ke Wardani dan men
__ADS_1
persilahkan untuk duduk di taman yang sudah di siapkan di Sana, suasana yang am at romantis dan bahkan membuat hati Trimoko berbunga-bunga bisa bertemu dengan Wanita kesayangannya.apakah yang akan di lakukan oleh Trimoko kepada Wardani.