
Setelah kejadian disaat Biyung Zainab berusaha untuk membongkar semua tingkah laku mantunya, Rindu berbohong untuk menyelamatkan suami dan dirinya dari perlakuan selingkung yang tidak tau maksud datangnya.
Rindu berbohong bahwa di hamil, tetapi ketika itu Rindu ucapan bohong itu menjadi kenyataan saat ini Rindu merasa mual dan muntah setiap harinya.
" Ketika saat makan bersama di ruang makan, mual dan muntah terasa menghampiri Rindu.
muak.....
" Kenapa nak, kau sakit ya," Ucap Biyung Maryam
" Tidak tau ini Biyung, terasa mual dan ingin muntah saat melihat makanan, " Jawab Rindu
" Coba kau pergi ke puskesmas terdekat di kampung sini, " Sahut Biyung Zubaidah
" Jangan-jangan Hamil, " Sahut Wardani
" Bisa jadi itu, coba kau periksa ke sana besok pagi," Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, kalau begitu Rindu pergi ke kamar dulu, rasanya badan aku tidak enak badan," Jawab Rindu
" Ayo sayang kita ke kama aku antar, " Ucap Arya
" Haaa ini keberuntungan ku, kehamilan Rindu akan membantuku, aku akan tumbalkan Bayi Rindu, " Batin Wardani
" Kehamilan yang sangat menguntungkan ku, aku akan menumbalkan buah hati kita untuk ilmu dan auraku, " Batin Arya
" Kalau begitu kau istirahat, besok pagi coba kau pergi ke puskesmas chek apakah benar kau hamil," Ucap Arya
__ADS_1
" Iya sayang, " Jawab Rindu
" Kalau begitu aku kembali makan malam, bersama keluargamu dulu ya, nanti aku bilangkan untuk menyiapkan makanan oleh mbok ke kamarmu," Ucap Arya
" Iya Mas, " Jawab Rindu
Arya menuju ke meja makannya.
" Bagaimana Rindu sudah Istirahat, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah Biyung, dia istirahat, " Jawab Arya
" Mbok ," Panggil Arya
" Iya den, ada apa, " Jawab Mbok
" Iya den, Mbok akan bawakan makanan buat Den Rindu, " Jawab Mbok
Mereka menikmati makan malam dengan romantis dan mesra.
" Mbok besok jangan lupa kau antar Rindu ke puskesmas kampung, temani dan tunggu sampai hasil apa yang di nyatakan oleh mentri, " Ucap Abah
" Siap Tuan, " Jawab Mbok
" Sudah bawa dan antar makanan ke kamar Rindu, " Ucap Abah
Mbok mengantarkan makanan dan minuman ke kamar Rindu, Rindu yang sudah tidur pulang istirahat menaruh dan meninggalkan makanan dan minuman di meja.
__ADS_1
Pagi yang cerah pun tiba, suara ayam berkotek dan berkokok bahwa pagi tiba, serta suara burung bersahutan.
Rindu bersiap untuk pergi ke puskesmas bersama Mbok.
" Den Rindu, Mbok disuruh Den bagus, bahkan Tuan besar untuk mengantar Ke puskesmas di kampung, " Ucap Mbok
" Iya Mbok, " Jawab Rindu
" Sayang sudah siap, ayo buruan bersama Mbok ke puskesmas," Sahut Biyung Maryam
"Iya Biyung aku sudah siap," Jawab Rindu
" Mari Mbok, " Jawab Rindu
" Mari Den Rindu, pareng Tuan, " Ucap Mbok
" Iya hati-hati di jalan Mbok, " Sahut Biyung Maryam
" iya tuan, saya akan menjaga den Rindu, mari den Rindu, " Jawab Mbok
" Ayo segera berangkat keburu kesiangan, dan ini masih pagi sekali sama juga olahraga bagus untuk diri dan ketahan tidur tubuh, " Ucap Biyung Maryam
" ya sudah Rindu dan Mbok pamit, Biyung, " Jawab Rindu
" Iya berangkatlah, agar segera mengetahui hasilnya, Biyung tak sabar mendengarkan kabar yang baik ini, " Sahut Biyung Zubaidah
Rindu dan Mbok berangkat ke puskesmas dengan jalan kaki karena puskesmas terdekat di kampung. Sesampainya di puskesmas mendapatkan antrian pertama sehingga membuat waktu Rindu tidak terbuang sia-sia
__ADS_1