SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 133 PENCARIAN PEMBUNUHAN EYANG NARNI


__ADS_3

Setelah kematian Eyang berlalu pencarian siapa yang telah mengabisi Eyang Narni tetap di cari oleh pihak keluarga Eyang Narni, Rindu yang ingin mengetahuinya siapa dalang di balik semua ini, dia akan memberikan balasannya sendiri dengan tangannya, melainkan Lurah Darso dan Trimoko sangat murka tak sabar untuk menghukum siapa yang telah melakukan semuanya itu.


Situasi keluarga Lurah Darso semakin harus semakin meresahkan banyak permasalah dan kejadian yang membuat dirinya binggung bahkan stres apa yang harus ia lakukan, ia sudah melakukan banyak cara untuk mengatasi semuanya. Tidak ada satupun yang di dapatkan dari usahanya itu, bahkan merasa capek dan hancur harus berbuat apa.


" Ah kenapa hidup ku sekarang begini, semua hancur bahkan beraninya ada orang yang ingin menghancurkanku, disaat keluarga mulai bahagia," Ucap Lurah Darso


" Sabar sayang, ini lah hidup yang harus di jalani, apapun itu terima karena kita tidak tau dari snag Maha kuasa," Jawab Wardani


" Tapi aku tidak bisa sabar melihat dan menerima semua ini semua yang aku miliki sekarang hancur bilang satu persatu dari hidupku," Ucap Lurah Darso


" Itu balasan untuk dirimu, itu setimpal dan ini belum seberapa, hahaha," Batin Wardani


" Iya aku tau itu sayang, tapi tenangkanlah sejenak dirimu," Jawab Wardani


Suruan Lurah Darso telah tiba dan di tanya oleg Lurah Darso, mereka belum mendapatkan kejam siapa yang telah membunuh Eyang Narni, Lurah Darso yang mendengarkan pernystaannya membuat dirinya semakin marah.


" Permisi Tuan kami berdua belum mengetahui jejak siapa yang telah membuat Eyang Narni meninggal, kami berdua masih berusaha mencarinya," Ucap Suruan nya


" Apa... Belum menemukannya pokok aku tidak mau tau kalian harus mencari siapa yang telah membunuh Eyang Narni," Sahut Lurah Darso


" Kalian cari darimana saja kalian tidak ketemu, pelakunya itu disekitar kita, Aryalah yang membunuh Eyang Narni, ini sangat menarik, tapi aku akan bongkar apa yang di lakukan Arya ke Eyang Narni karena dia sudah menghianati ku dan ternyata dia juga ada rasa untuk memilikiku," Batin Wardani


" Pokok aku harus dengar kalian mendapatkan siapa orang di balik rencana itu, " Sahut Trimoko


" Baik Tuan, kami berdua akan berusaha sekeras mungkin untuk mencari siapa dalang semuanya serta pelakunya," Jawab Suruan nya


" Ya sudah pergi sana, cari sampai ketemu," Sahut Trimoko


Mereka berdua langsung pergi mencari dan keluar untuk mencarinya.


" Ternyata Abah dan Mas Trimoko juga mencari tau tentang siapa orang yang membunuh Eyang, jadi aku aku tidak sendiri, aku harus juga dapat tau siapa yang melakukannya, aku harus cari tau juga sendiri," Ucap Rindu dari kejauhan


" Sayang ayo kita ke kamar mau istirahat, aku capek seharian," Ucap Lurah Darso


" Ayo Sayang," Jawab Wardani


Arya yang menaruh apapun itu di bawah lemari itu telah di ketahui oleh Wardani.


" Aku harus segera ke kamar Arya untuk melihat bukti, kalau semua aku sudah tau bahwa dialah yang membunuh Eyang, biar aku tau buktinya," Batin Wardani


" Sayang kamu istirahat dulu ya, aku mau keluar mau ada perlu sebentar saja penting," Ucap Wardani


" Oh iya sayang," Jawab Lurah Darso


Wardani langsung bergegas dengan cepat untuk menuju ke kamar Arya untuk melihat semuanya. Wardani langsung menuju ke kamar tak lama Wardani langsung menghampiri tempat yang pernah di temuakan sebelumnya. Dengan cepat Wardani melihatnya.


" Aku sudah yakin dialah yang melakukannya ini aku cek hanya ingin tau sebagai bukti saja, Aku sudah tau dari ucapan dirinya dengan Biyung Sumi lalu itu, jadi perusak tanaman Abah itu juga Arya, ini bagus aku akan men bongkar nya di waktu yang tepat, sukurlah aku bergerak cepat jika ini telat pasti semua sudah di buang oleh Arya, " Ucap Wardani


Tiba-tiba Arya berjalan dari arah pintu menuju depan kamarnya untuk masuk karena ia harus membuang bajunya yang dibuat untuk melancarkan aksinya itu. Wardani dengan binggung kedatangan Arya, Wardani segera bersembunyi mencari tempat yang sulit, gagang pintu yang sudah terputar per tanda pintu akan terbuka, Arya membuka pintu melihat dalam sudah tidak ada ternyata Wardani bersembunyi di bawah jendela luar kamarnya.


" Aku harus segera buang baju ini, aku bakar baju ini sekarang, sebelum ada orang yang mencari tau tentang ini semua," Ucap Arya


" Untungnya aku sudah cepat naik dan keluar dari kamarnya, aku harus segera pergi agar tidak ada yang tau tenang diriku, pasti Arya sebentar lagi keluar," Batin Wardani sambil pergi dengan pelan-pelan

__ADS_1


Arya mengendong baju-baju yang ingin dia buang dan bakar, Arya dengan hati-hati ke belakang untuk membakar bajunya.


" Ini harus aku bakar sekarang, " Ucap Arya sambil membakar nya


" Terbakarlah semua, haha jadi aman diriku, tidak ada yang akan mengetahui siapa yang telah mengabisi Eyang Narni," Ucap Arya


Tiba-tiba Paimin dan Paijo datang melihat Arya, melihat itu Arya merasa kaget.


" Den, sedang apa, " Ucap Paimin


" Eh kalian berdua, bikin aku kaget saja, " Jawab Arya


" Lho baju bagusnya Aden kenapa di bakar kan bisa dikasihkan ke Paijo," Sahut Paijo


" Hust kamu ini tidak sopan sekali," Ucap Paimin


" Tidak apa Min, memang ini aku bakar baju aku karena ini sudah kekecilan, mau aku kasih ke aka mu juga gak muat jadi aku bakar saja," Jawab Arya


" Iya Den, " Jawab Paijo


" Alah jangan dengarkan ucapan Paijo Den memang aneh dirinya," Ucap Paimin


" Iya udah jangan berantem, aku mau ke dalam dahulu," Ucap Arya


" Mari Aden," Jawab Paimin


Arya bergegas untuk meninggalkan mereka agar tidak menjadi curiga terhadap yang lainnya.


" Ya sudah ayo kita ke sana," Ucap Paimin


Rindu yang sedang mencari tau di kamar Arya tidak menemukannya bukti sama sekali. Yang membuat dirinya berusaha dan belum percaya sepenuhnya dengan suaminya itu.


" Mas Arya udah keluar aku harus bisa mencari bukti ke kamarnya," Ucap Rindu sambil berjalan menuju ke kamarnya


Rindu memasuki kamarnya dengan mencari dengan hati-hati dan cepat berharap menemukan bukti kemungkinan bahwa Arya suaminya yang telah melakukan semuanya. Rindu dengan semangat dan penuh pantang mencari di semua sudut kamarnya dengan teliti.


" Aku harus cari dimana lagi, Aku sudah cari dari semua sudut, dan tempat, aku tidak menemukan sama sekali, jadi mas Arya bukan pelakunya walaupun dia jahat, tapi siapa apakah Mbak Wardani, bisa jadi dirinya, tapi aku tidak boleh tergesa-gesa, aku harus cari lagi sampai dapat, kalau begitu aku harus keluar dari sini, mungkin dari tempat lain aku mendapatkan info bukti itu," Ucap Rindu sambil keluar dari kamarnya dan kembali ke ruang pasungnya


Rindu tidak menemukan sama sekali karena dirinya sudah ke dahulu oleh Arya yang telah membuang dan membakarnya untuk menghapus jejaknya.


" Aku aman, aku mau senang-senang," Ucap Arya


Arya yang sedang bahagia dengan rencana itu ia berpesta di tempat orang banyak minuman memahukan dan wanita penghibur untuk memeriakan semua rencananya yang berjalan dengan mulus,tanpa lupa bahwa ada seorang yang mengetahui semua rahasiannya.


" Kalian berdua darimana, ini aku udah siapa in makanan cemilan buat kita semua, coba rasakan Min," Ucap Simbok Darmi


" Alah Kalian ini mau enak nya sendiri sudah matang baru ke sini," Sahut Simbok Denok


" Lho bukan begitu, tadi masih di suruh Tuan bersih-bersih," Jawab Paimin


" Benerkan Itu, nanti bohong," Sahut Simbok Warsi


" Paimin sama Paijo kan antek Tuan yang paling di cari ya gak salah dia sibuk," Sahut Simbok Marni

__ADS_1


" Lah dalah kalian semua tidak percaya ya sudah, tapi kita berdua langsung cepat kesini tapi ket oak mau cepat kesini kamu berdua melihat Den Arya sedang membakar bajunya, aku lihat masih baru jawabnya ke kecilan," Jawab Paijo


" Apa, Den Arya bakar bajunya, ini sungguh aneh kalau begitu, ini bisa aku tau cerita nya, semoga ini bisa jadi bukti dan aku akan sampaikan kepada Den Rindu," Batin Simbok Darmi


" Bagaiamana ceritanya," Bisa di ceritakan," Ucap Simbok Darmi


" Ya tidak tau kami berdua lewati di situ, baju sudah terbakar, aku tanya kenapa bajunya di bakar kan masih bagus Den, jawabnya bajunya kekecilan kalau aku kasih ke kamu juga gak muat jadi aku bakar saja, begitu, bukan begitu Min," Ucap Paijo


" Iya Mbok, Den Arya bilang begitu saja, tidak ada yang lain, tapi aku juga pikir baju bagus di bakar dan jika tidak muat bisa diberikan kepada siapa begitu," Jawab Paimin


" Terus apa warnanya," Ucap Simbok Darmi


" Aku lupa tapi aku ingat-ingat seperti hitam ya, Min," Jawab Paijo


" Iya Hitam, karena aku lihat hitam dan tidak ada kayak warna lain di api nya, terkadag jika baju bermotif di bakar pasti ada warna motif yang ikut," Sahut Paimin


" Ya biarlah yang punya kan Den Arya, Den Arya mau buang, mau dikasihkan, mau di bakar ya terserah dia," Sahut Simbok Denok


" Tapi masih bagus lho, dan jika di buang juga eman-eman," Ucap Paijo


" Paijo ini ngarep biar di berikan oleh Den Arya," Sahut Simbok Warsi


" Tapi aku juga heran, aku juga berfikiran dengan merdua," Ucap Simbok Marni


" Ini baru infomasi yang bagus, warna baju itu hitam, bisa di ambulance kesimpulan Den Arya juga bisa di dalam pembunuhan Eyang Narni, ini kamar yang baik, aku harus segera memberikan kabar ini ke Den Rindu," Batin Simbok Darmi


" Sudah-sudah jangan berantem, itu di makan jangan berantem," Ucap Simbok Darmi


" Lah dalah ini enak sekali, ayo kita nikmati cemilan bersama-sama," Sahut Paijo


" Ayokah enak sekali mantap," Jawab Paimin


" Mbok mau kemana, ini di makan dulu," Tanya Simbok Marni


" Sudah kalian makan dulu, Mbok mau ke sana sebentar mau lihat keadaan Den Rindu," Jawab Simbok Darmi


" Ya sudah Mbok, hati-hati," Sahut Simbok Denok


Mereka menikmati semua cemilan dari Simbok Darmi, dan Simbok Darmi menuju ke ruang Den Rindu untuk memberikan informasi tentang tadi kepadanya dengan hati-hati.


" Den Rindu ini Simbok Darmi," Ucap Simbok Darmi


" Iya Mbok masuk," Jawab Rindu


" Ada apa Mbok, apakah ada informasi yang penting, aku tadi mencari tau di kamar mas Arya tidak ada sama sekali yang aku temukan," Ucap Rindu


" Tadi Simbok Darmi mendengarkan cerita dari Paimin dan Paijo melihat Den Arya sedang membakar baju yang masih bagus ber warna hitam, ini bisa jadi Den Arya melakukan untuk menghilangkan jejaknya, " Jawab Simbok Darmi


" Bisa jadi Mbok, jadi ketika aku mencari disana itu sudah tidak ada aku ke duluan dengan Mas Arya, terima kasih Mbok atas informasinya," Ucap Rindu


" Ya sudah Den Simbok kembali ke sana biar tidak pada curiga," Jawab Simbok Darmi


" Iya Mbok," Ucap Rindu

__ADS_1


Simbok Darmi akhirnya kembali ke tempat mereka menikmati makanan cemilan itu, agar tidak curiga, dan Rindu mulai mendapatkan sedikit bukti untuk mengetahui apakah benar yang semua didalang pembunuhan Eyang Narni adalah Arya suaminya sendiri.


__ADS_2