
Setelah kejadian itu membuat Rindu sangat banyak masalah yang di alami, apa lagi mendapat desakan dari sang suami, bahkan Rindu melihat bawa Arya selingkuh dengan sepupu perempuannya.
Masalah setiap masalah yang di hadapi Rindu hanya dirasakan Rindu, semua tak tau apa yang di rasakan.
Dari teror arwah bayi, desakkan sang suami ingin mempunyai anak lagi, dan paling parah ia bermain gila main cinta dengan sepupu perempuannya.
Setiap hari hanya menangis dan mengurung diri di kamar setelah kejadian itu. Sehingga ia tidak pernah kelaur dari kamarnya.
" Arya Rindu kemana, belakangan ini aku tak tau Rindu kelaur dari kamarnya, " Ucap Biyung Maryam
" Dia di kamar Biyung, di hanya menangis dan menangis, aku tak tau apa masalahnya, aku tanya dia tak mau menjawab pertanyaanku, " Jawab Arya
" Ya sudah kalau begitu kalau Biyung tidak repot, boleh Biyung menemuinya dikamarnya, " Ucap Biyung Maryam
" Boleh saja Biyung silahkan, " Jawab Arya
" Ya sudah Biyung aku mau ke taman belakang," Ucap Arya
" Hey berhenti..., " Ucap Wardani
" Ada apa Wardani, " Jawab Arya
" Ayo ikut aku ke taman belakang, " Ucap Wardani
" Apakah Rindu tergoncang jiwanya, " Ucap Wardani
" Kayaknya iya tergoncang jiwanya, sekarang semakin agak sinting, " Jawab Arya
" Ini berita yang menabjubkan, bagus satu persatu keluarga mu akan hancur, " Batin Wardani
" Kok bisa jadi begini, pastinya kau juga herulah kan, " Ucap Wardani
" Ya sudah aku buru-buru untuk bertemu sesorang, " Jawab Arya
" Siapa, " Ucap Wardani
Arya meninggalkannya.
" Ini pasti juga rencana Arya yang tidak aku ketahui, aku harus tau apa yang ia lakukan, " Ucap Wardani sambil menyusulnya
Arya pun berangkat dan menuju sebuah tempat yang sangat penuh dengan semak-semak.
Saat Wardani mengikutinya sekilas dia ketinggalan.
" Arya tadi kemana, kok hilangnya cepat sekali, " Ucap Wardani
" Mas, aku datang sambil mencium pipi nya, " Ucap Laras
" Iya sayang, kita disini aman tidak ada yang tau tentang kita, " Jawab Arya
" Mas , Mbak Rindu bagaimana keadaannya, " Ucap Laras
__ADS_1
" Sudah tak usah memikirkan dia, " Jawab Arya
" Ayo kita bersenang-senang, " Ucap Arya
" Ternyata kalian berdua main gila ya, dan ini pasti sudah di ketahui oleh Rindu, baguslah, tetapi Sesuatu fenomena ini tidak akan berlalu, jika Kau main sama kau Arya kau akan kena batunya," Batin Wardani di balik semak
Ternyata Wardani menemukan jejak Arya, ketika Wardani melihat bayang orang berjalan yang menuju ke arahnya dan ternyata itu arah mereka bertemu, dan Wardani bergegas untuk bersembunyi.
" Akhirnya aku sudah tau rahasiamu Arya, kalau begitu aku pulang saja, " Batin Wardani sambil meninggalkan nya
Tiba-tiba Wardani menginjak sesuatu yang bersuara yang membuat Arya mengecheknya ternyata bertepasan dengan seekor kucing yang lewat, Wardani langsung cepat untuk meninggalkan tempat itu.
" Siapa mas, " Ucap Laras
" Ternyata kucing, " Jawab Arya
Wardani pun sampai di rumah, dan mendengarkan Biyjng yang berada di kamar Rindu.
" Rindu, jangan begini Sayang, kau mengapa, Rindu... " Ucap Biyung Maryam
" Nak kenapa denganmu, " Ucap Biyung Maryam
" Mbok tolong panggil Zubaidah, " Ucap Biyung Maryam
" Baik tuan, " Jawab Mbok
" Apa ternyata Rindu gila, ini sesuatu yang bagus buat aku, " Batin Wardani sambil meninggalkan pintu kamar sebelum mbok datang
" Baik mbok, ayo kesana, " Jawab Biyung Zubaidah
" Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu, " Ucap Biyung Zubaidah
" Mengapa kau berkata seperti itu Ananda, " Sahut Biyung Maryam
" Maaf Ananda, Rindu menjadi gila dia holang kesadaran, bagaimana ini, " Jawab Zubaidah
" Coba Mbok kah panggil Abah untuk datang ke sini, " Ucap Biyung Maryam sambil menangis
" Baik tuan, " Jawab Mbok
" Kenapa Biyung kok semua menangis, saya mendengar dari kejauhan, " Ucap Wardani
" Lihat Rindu, Wardani dia menjadi tergoncang jiwanya, " Jawab Biyung Maryam
" Biyung sabar ya, " Sahut Wardani
" Permisi tuan, Tuan besar memanggil tuan untuk menuju ke kamar den Ayu Rindu, " Ucap Mbok
" Kenapa dengan Rindu mbok, " Sahut Trimoko
" Mbok juga tidak tau den, " Jawab Mbok
__ADS_1
" Ya sudah Mbok," Ucap Lurah
" Ayo kesana Trimoko, " Ucap Lurah
mereka berdua menuju ke kamar Rindu, dan masuk ke kamar Rindu, Abah yang saat itu kaget melihat Rindu seperti itu apa lagi Trimoko yang tak rela Rindu menjadi gila.
" Apa yang terjadi kepadamu Rindu, " Ucap Trimoko
Abah yang hanya memandang kaget dan tak mau berkata apa pun.
" Tak tau aku sudah kesini sudah seperti itu, " Ucap Wardani
" Apalagi Biyung tidak mengerti sama sekali, " Jawab Biyung Maryam
Arya dan Laras datang ke kamar Rindu secara bergantian agar lama agar tidak ada yang curiga.
Trimoko langsung memukul Arya seketika.
" Apaan ini Mas, kenapa kau pukul aku, apa salah ku, " Ucap Arya
" Lihat apa yang kau lakukan terhadap Rindu adik kesayanganku, sekarang menjadi gila, " Jawab Trimoko
" Mas aku tak ngapain Rindu, aku juga tidak tau jika Rindu menjadi seperti ini, " Ucap Arya
" Mas kok nuduh apa Arya, orang yang teroncang jiwabga itu tergantung dirinya,mungkin Ridnh banyak fikiran dan masalah yang tidak kuat ia tanggung akhirnya begini," Sahut Wardani
" Apa Mbak Rindu gila, " Sahut Laras datang ke kamar
" Iya sayang kau jangan main kasar dan main pukul, itu memang bisa terjadi, Biyung melihat akhirnya ini Rindu murung dan matanya bengkak efek menangis dan Biyung tanyain dia tidak apa dan menolak untuk bercerita, " Jawab Biyung Maryam
" Ah... Kenapa kau bisa begini Rindu, " Ucap Trimoko
" Abah bagaimana, " Ucap Biyung Zubaidah
" Tidak ada jalan lagi , kita harus gunakan adat dari keluarga sini, kita akan memasung Rindu, " Ucap Lurah
" Abah...., " Jawab Biyung semua dengan menangis
" Ahh itu sudah keputusan Abah dan itu sudah adat untuk menghilangkan malu di keluarga Lurah, terserah Abah" Sahut Trimoko
" Rindu sayang, " Biyung Berdua menangis
" Mbak kenapa bisa jadi begini, " Ucap Laras
" Sudah Ayo bawa Rindu di rumah belakang, pasung disana, " Ucap Abah
Dengan tidak rela ia membawa Rindu untuk di pasung, semua merasa sedih dan kasih terhadap Rindu. Harus gimana lagi semua sudah keputusan dari Abah yang tidak boleh di langgar dan di tentang.
Rencana Arya dan Wardani memang lancar satu persatu keluarga Lurah Darso hancur.
Wardani dan Arya pintar dalam memainkan rencananya. Apakah yang akan dilakukan mereka...
__ADS_1