
Semua keluarga Lurah Darso sudah tiada, tidak ada yang tersisa, semua hancur dan sesuai dengan rencananya. Setelah menghabisi Trimoko Wardani langsung bergegas ke rumah Biyung Sumi dan Abah Warso.
" Aku sudah selesai aku harus segera datang menemui nenek pembohong itu, aku akan memberikan hadiah yang cocok untuk dirinya, hahaha...," Ucap Wardani dengan sinis
" Aku sudah berhasil membuat hancur keluarga Lurah Darso, dan sekarang tunggu untuk kelaurgamu," Ucap Wardani
Wardani bergegas untuk datang ke sana tanpa menunggu besok, Wardani tidak sabar juga melihat sesuatu yang terjadi pada keluarganya. Dengan cepat Wardani melangkahkan kakinya agar segera sampai kesana.
" Akhirnya kita sampai juga di rumah Den Hartono, aduh capek sekali," Ucap Paimin
" Lah dalah, Min kaki ku rasanya kejuh, capek dan rasanya berat," Jawab Paijo
" Sama Aku juga ini, buka kamu saja," Sahut Simbok Warsi
" Akhirnya kita selamat dari wanita itu, kalau tadi kita kenal pasti kita juga habis," Ucap Simbok Marni
" Sudah, kita sudah disini ayo segera bertamu ke rumah Den Hartono, sebelum terlambat," Ucap Simbok Denok
Dan tidak menunggu lama Mereka semua bertamu di rumah Hartono.
" Assalamualaikum, Den," Ucap Paimin
" Waalaikumsalam, sebentar," Jawab Hartono
" Kalian semua ada apa ini, ayo silahkan masuk," Ucap Hartono
" Permisi Den, " Jawab Paijo
" Masuk semua ayo, sebentar aku ambilkan makanan dan minuman," Ucap Hartono
" Baik banget Aden Hartono, sudah ganteng, manis lagi," Ucap Simbok Denok
" Hust ingat umur Mbok," Sahut Simbok Warsi
" Iya Mbok Denok kayak tidak pernah muda aja, " Jawab Simbok Marni
" Tidak apa, masalah buat kamu," Ucap Simbok Denok
" Ayo dimakan dan minum, ada apa kalian semua datang kemarin, seperti kalian kecapekaan dan takut sepertinya," Ucap Hartono
" Betul itu Den, kami capek banget tadi naik pagar belakang rumah Lurah Darso yang tinggi," Sahut Paijo
" Hust Paijo, ngomong yang penting aja kenapa, maaf Den," Sahut Simbok Denok
" Begini Den, tadi di rumah Lurah terjadi perkelahian serta pembantaian Den, yang merebut kan Den Wardani, dan sekarang dia saling berkelahi Satu sama lain, dan saling membuat kami takut, den Wardani yang baik awalnya menjadi sangat ganas, Den Rani, Rindu dan Simbok Darmi dia bunuh dengan tangan nya sendiri bahkan Lurah Darso juga di bunuhnya, dan setelah itu tidak tau keadaan den Trimoko dengan Den Laksono, mungkin Den Hartono bisa melihat dan Meng chek ke sana sebelum terjadi pembunuh," Ucap Paimin
" Iya Den kalau kami tidak bisa membayangkan itu semua," Jawab Para Simbok
" Mungkin Wardani sudah di penuhi rasa dendam dan di pengaruhi oleh setan, yang membuat Wardani menjadi labil, bahkan dia berani melakukan semua itu," Batin Hartono
" Ya sudah kalau begitu, Simbok kalian ke rumah Sahabat Wardani yaitu Ningsih dan Suwarni bahwa mereka kesini dan menunggu aku dan yang lain kembali, aku bersama Paimin dan Paijo akan melihat apakah perkelahian masih ada tidak," Ucap Hartono
" Baik Den, kami berangkat," Jawab Simbok
" Ayo kita juga berangkat," Ucap Hartono
" Mari Den," Jawab Paimin
Mereka berangkat sesuai dengan tugas ya masing-masing. Wardani sampailah di kediaman Biyung Sumi dan Abah Warso.
Tok... Tok... Ketuk pintu
" Sebentar Biar Biyung Sumi yang membukakan Abah," Ucao Biyung Sumi
" Eh sayang, tumben malam-malam kok datang ke rumah, Ayo masuk," Ucap Biyung Sumi
Wardani yang tersenyum dan menyembunyikan semua yang ia ketahui dari Lurah Darso.
" Abah, Wardani ," Ucap Biyung Sumi
" Lho malam-malam kok kesini kenapa tidak besok saja, ini Udah malam sekali sayang," Sahut Abah Warso
" Tidak apa Abah, Wardani mau memberikan hadiah spesial," Jawab Wardani
" Jangan berlagak baik, dan perhatian kepadaku," Batin Wardani
" Ya sudah sebentar aku mau siapkan makan dulu, kamu disini sebentar dengan Abah, Biyung Sumi tinggal dulu ya, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung," Jawab Wardani
" Ini kesempatan aku harus mencari sesuatu di kamar Biyung Sumi agar aku tau apa yang terjadi dan aku harus mencari barang yang membuat dirinya kuat," Batin Wardani
" Abah Wardani mau ke kamar sebentar ya, Abah disini sendiri tidak apa," Ucap Wardani
" Iya tidak apa, silahkan kalau mau ke kamar dulu," Jawab Abah Warso
" Sebentar Abah mau lihat sesuatu," Ucap Wardani
Abah Warso tidak sadar bahwa Wardani mencari tahu semua di kamar Biyung Sumi.
" Aku harus menemukan sebuah petunjuk di kamar Biyung Sumi, dimana itu, dari tadi aku belum mengetahui apa pun," Ucap Wardani
Tidak sengaja Sebuah kotak terjatuh di dekat sofa yang membuat Wardani mengambil ketika mengambil Wardani melihat bahwa ada pintu di bawa kursi, Wardani mengeser kursi tersebut akhirnya Wardani bisa masuk ke ruang bawah tanah.
" Ternyata di sini, ruang rahasia nenek tua itu,aku harus segera mendapatkan semuanya," Ucap Wardani
__ADS_1
Wardani mencari dan mencari, dan di atas meja terdapat buku yang berisi foto Biyung Sumi dan Biyung Hayati, mereka adalah sahabat dari kecil.
" Apa ternyata dia sahabat masa kecilnya, jadi ibu kandungku Biyung Hayati, dia mengambil aku ketika aku masih kecil, Biyung Sumi merebut ku karena dia ingin mengunakan aku sebagai orang yang membalaskan dendamnya, Anak Biyung Sumi meninggal karena kesalahan sendiri ketika Lurah Darso saat itu kejam kepadanya karena tidak bisa memberikan uang, disaat itu Biyung Hayati minta uang tidak meminjamkan karena juga butuh untuk kehidupannya, sehingga Biyung Hayati di siksa, di hina bahkan selalu di salahkan hingga jatuh sakit," Ucap Wardani disaat membaca buku kenangannya
Setelah itu Biyung Sumi mencari anak laki-laki dari orang lain agar Wardani memiliki saudara laki-laki, agar tidak menjadi curiga dan buat Wardani ada temanteman serta saudara.
" Ternyata Biyung Sumi licik, tega-teganya dia melakukan itu kepada keluarga ku," ucap Wardani
" Aku segera mencari kelemahan nenek tua itu, Aku harus menemukan," Ucap Wardani
Simbok sudah menemui Sahabat Wardani dan menunggu di rumah Hartono, Hartono, Paimin dan Paijo telah tiba di kediaman Lurah Darso melihat semuanya Hartono merasa kaget atas semua kejahatannya.
" Ya Alloh, ini Laksono bukan," Ucao Hartono
" Iya Den, itu Den Laksono," Jawab Paimin
" Lah dalah Tuan, kasih dirimu," Ucap Paijo
" Ya Alloh, innalillahi," Sahut Hartono
" Den ayo kita lihat di kamar," Ucap Paimin
" Astagfirulloh, " Ucap Hartono
" Mbok, Den Rindu dan Rani, ya Alloh kasihan," Ucap Paimin
" Terus dimana Trimoko, " Ucap Hartono
" Paling di kamarnya Den coba kita lihat kesana," Ucao Paimin
Mereka menuju kamar Trimoko melihat Mayat Trimoko, semua kaget, yang tidak wajar, tangan dan kaki terima dengan tali, tubuhnya penuh cambukan dan tusukan didadanya.
" Astagfirullah, inalillahi," Ucap Hartono
" Den Trimoko, kasih sekali nasib mu," Jawab Paimin
" Ladalah seram sekali," Sahut Paijo
" Ya sudah ayo kita kembali ke rumah ku, kita harus segera selamat Biyung Sumi, karena setan itu akan membuat Wardani membunuhnya karena Wardani dalam Kendalinya dan sikap dendam Wardani yang sangat besar," Ucap Hartono
" Mari Den," Ucao Paimin
Hartono, Pain in dan Paijo kembali di rumahnya untuk segera membantu Biyung Sumi dan A bah Warso yang dalam keadaan bahaya.
Wardani terus mencari ketika Wardani berjalan di kedua Wardani menyenggol kotak kecil di atas lalu Wardani mengambil dan melihatnya, ternyata kelamahan Biyung Sumi adalah sama tusuk kondenya yang lama tersimpan di kita situ. Wardani langsung mengambilnya dan is masukkan ke dalam bajunya.
" Kotak apa ini, pasti ini yang aku cari-cari, ternyata tusuk konde juga, aku segera ambil dan kembali ke atas sebelum Biyung memanggilku aku harus sudah di atas, " Ucap Wardani sambil membuka dan memasukan saku bajunya
Wardani langsung berjalan naik ke atas, serta menuntup nya lagi, Wardani dengan keras nya ia mengembalikannya.
" Ah... Berat sekali, ah selesai juga aku harus keluar dari sini secepatnya," Ucap Wardani
Wardani menuju keluar melihat Buying Sumi menuju Abah, sejenak Wardani bersembunyi.
" Abah Wardani dimana, kok Abah sendiri," Ucap Biyung Sumi
" Oh dia katanya ke Kamarnya sebentar," Jawab Abah Warso
Dengan hati-hati Wardani seolah ingin keluar dari situ untuk menemuinya.
" Kenapa Biyung, maaf Aku tadi ke kamar sebentar," Sahut Wardani
" Oh begitu, udah magang, bisa makan ayo keburu dini harus lagi, ayo Abah makan sebentar," Ucap Biyung Sumi
" Iya Ayo, kita nikmati masakan yang enak dari Biyung Sumi," Jawab Abah Warso
" Iya Abah mari," Sahut Wardani
Mereka menuju ke ruang makan sambil menikmati makan, rencana di mulai oleh Wardani.
" Oh iya sayang emang Mau kasih kado spesial apa kok tumben, karena Abah atau Biyung bukan hari ulang tahun, " Ucap Biyung Sumi
" Hadiah buat Biyung dan Abah yang selalu terbaik kepada Wardani, bahkan Wardani sampai menjadi orang yang seperti ini, bahkan sebagai orang di manfaatkan dengan baik," Jawab Wardani dengan sinis
" Iya sama-sama sayang, tapi kenapa sayang bilang orang yang di manfaatkan, Abah tidak paham," Jawab Abah Warso
" Abah seorang anak harus melakukan tugas seorang anak, jadi di manfaatkan disini itu melakukan tugas anak dengan baik, bukan begitu," Ucap Wardani
" Iya sama-sama, Biyung Sumi dan Abah sangat berterima kasih, dan akhirnya dendam kita semua terbalaskan,dan makan ini salah satu hadiah dan pesta atas kemenangan kita," Sahut Biyung Sumi
" Iya Biyung, hahaha...," Jawab Abah Warso
Wardani mulai menentang Abah dari kursinya, hingga terjatuh.
" Au sayang... Kenapa kau buat Abah jatuh," Jawab Abah Warso
" Wardani kenapa yang terjadi kepadamu," Sahut Biyung Sumi
" Dan ini pesta kemenangku, rasakan ini, " Ucap Wardani mengambil gelas dan Wardani memukul kan ke kepala Abah
" Ah Wardani hentikan apa yang kau lakukan," Sahut Biyung Sumi dan langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu untuk membantu Abah
Biyung dengan berusaha untuk masuk ke ruang bawah tanahnya untuk mengambil tusuk kondenya.
" Apa salahku, sayang Abah tidak tau jangan lakukan itu," Ucap Abah Warso
__ADS_1
" Jangan pura-pura aku bukan anak kandung Abah tapi Abah dan Biyung Sumi memanfaatkan diriku terima ini," Ucap Wardani sambil memukul berulang kalu sehingga Abah tidak bernafas lagi
Wardani segera mencari Biyung Sumi di kamarnya. dan segera untuk menghabisinya.
" Mas Hartono bagaimana keadaan di rumah Lurah Darso," Tanya Ningsih
" Semua tidak ada, dia susah meninggal dengan Travis, tapi sekarang kita harus segera datang ke rumah Biyung Sumi kita selamatkan semua dari jeratan setan, Paimin dan lainnya disini saja, biar Aku, Suwarni dan Ningsih yang ke sana," Jawab Hartono
" Iya Den, hati-hati," Jawab Paimin
" Ayo segera ke sana sebelum kita terlambat," Ucap Hartono
" Iya Ayo mas," Jawab bersama
" Dimana tusuk konde ku, tiba-tiba menghilang," Ucap Biyung Sumi
" Biyung sayang kamu di bawah ya," Sahut Wardani
Biyung Sumi yang bersiap untuk memukul Wardani di sempai kiri pintu.
" Biyung, Ini Wardani, Biyung Wardani sayang Biyung," Ucap Wardani sampai tanggal terakhir dan kena pukul terjatuh
" Au... Bluk," Ucap Wardani terjatuh dan di sengaja Wardani menjigal kaki Biyung Sumi terjatuh
" Au..., " Jawab Biyung Sumi terjatuh tengkurup
Biyung Sumi berusaha berdiri dan lari bersembunyi di bali-bali rak, kaki Biyung Sumi yang di orang dari bawah Wardani, Biyung Sumi mengerakan sampai terlepas dan terkenal wajah Wardani. Biyung Sumi langsung lari di selah-selah rak dan mencari tempat sembunyi.
" Awas Biyung kau berani main-main dengan aku," Ucap Wardani sambil bangun
" Aku harus bersembunyi sebelum Wardani menemukan ku, disitu aman," Ucap Biyung Sumi
" Biyung ku sayang, kamu dimana Wardani manger dengan mu, sini Wardani kasih hadiah sepesial," Ucap Wardani sambil berjalan mencari
" Bantu aku, aku takut bagaimana ini, tolong siapa yang ada di luar tolong," Batin Biyung Sumi
" Biyung sayang jangan sembunyi, kok kayak anak kecil sekali," Ucap Wardani
Wardani melihat baju Biyung Sumi diselah ia bersembunyi.
" Biyung ternyata kamu disini, hahaha, keluar," Ucap Wardani sambil menariknya
" Jangan tolong, Wardani maafkan Biyung, memang aku salah tapi berilah maaf untuk menebus semuanya," Jawab Biyung Sumi sambil jalan kelesotan
" Mau kemana Biyung, aku akan kasih ampun," Ucap Wardani sambil memukul berulang kali dengan tangannya
"Au.. Sakit sayang, maafkan Biyung," Sahut Biyung Sumi
" Sekarang tidak ada maaf bagimu kenapa tidak bilang dari kemari-marin, karena Biyung aku menjadi wanita yang jahat dan sekarang aku harus bunuh kamu sekalian daripada nanggung, dan ini balasan dari keluarga ku untuk Biyung Sumi, selamat jalan," Ucap Wardani
Tlup... Tusukan pertama
" Au... Wardani maafkan aku yang telah membuat keluarga mati, dan maaf Biyung telah memanfaatkanmu bahkan menghianatimu, Biyung Sumi minta maaf," Ucap Biyung Sumi dengan sedikit lemah dan kesakitan
" Akhirnya kita sudah sampai Mas, Ya Ampun Abah, sudah tidak ada," Ucap Ningsih
" Sekarang dimana Biyung Sumi dan Wardani," Sahut Suwarni
" Ayo pasti di ruang bawah tanahnya Biyung Sumi, aku pernah ke sini untuk mencari taunya," Ucap Hartono
" Iya Ayo mas," Jawab bersama
Mereka sampai dan langsung melihat Wardani yang diatas perut Biyung Sumi, dan di perut Biyung sudah ada darah yang bercucuran dan lemah.
" Wardani hentikan, kami bersama udah tau kamu siapa, berilah ampun dan mari perbaiki diri," Ucap Ningsih
" Iya sayang, kembali kejalan yang benar," Sahut Suwarni
" Kalian semua, maafkan aku sudah melakukan hal yang di larang, tapi jangan hentikan aku aku harus memberikan pelajaran untuk wanita biadap ini," Ucap Wardani
" Jangan Wardani, " Sahut Hartono
Tusukan berulang kali ke Biyung Sumi.
" Au... Au... Au... Aku minta maaf, selamat tinggal sayang, aku tetap mencintaimu," Ucap Biyung Sumi mulai tidak bernyawa
" Wardani sudah, lepaskan," Ucap Ningsih
" Kalian maafkan aku, aku sudah tidak bisa berfikir karena aku rasa dendam yang membuatku begini, dan aku sudah puas untuk balasan dendam, maafkan aku sahabatku dan Mas Hartono, jika kalian benci tinggalkan aku," Ucap Wardani
" Tidak aku dan kita semua selalu ada disampingmu, sekarang bertaubatlah," Sahut Suwarni
" Yang sudah biar berlalu, minta ampun kepada sang maha kuasa buanglah ilmumu yang membuatmu murka, " Ucap Hartono
" Iya Benar kata Mas Hartono kamu orang yang baik, semua bisa berubah,kembalilah ke Wardani nyang dahulu, walaupun wajah tetap cantik tapi buat sikap kamu seperti Wardani yang masa lalu, " Ucap Ningsih
" Wardani aku mau mendampingi dan membimbingmu, maukah kamu menjadi istriku," Ucap Hartono
" Apa mas, dari dulu aku mengejar cinta Mas Trimoko, Mas Hartono mencintaiku tapi aku menolaknya, tapi sekarang mas masih cinta kepadaku, tapi sekarang aku mulai suka mas ketika aku kembali ke sini dengan penampilan yang berbeda, tapi Wardani sudah berbuat tidak baik, apakah mas Hartono yakin bersanding dengan Wardani," Jawab Wardani
" Dengan senang hati, aku akan membimbing menjadi lebih baik," Ucap Hartono
" Ayo terima saja, mungkin Mas Hartono adalah jodoh yang akan merubah hidup menjadi lebih baik," Sahut Ningsih
" Iya sayang," Sahut Suwarni
__ADS_1
" Aku terima mas Hartono," Ucap Wardani
Akhirnya Wardani di Lamar Hartono untuk menjadi pendamping Hartono, dan membimbing Wardani menjadi orang yang baik dan seperti dahulu kalau yang memiliki sikap baik, walaupun dengan penampilan yang berbeda yang lebih cantik dan anggun.