
Setelah Wardani dan Arya masuk ke gua Anoman, iya sudah merencanakan untuk membunuh Nenek Ayu, setelah sarapan pagi selesai Wardani dan Arya mencari informasi tentang tempat perpustakaan di gua Anoman.
" Bagaimana pendapat kalian tentang hidangan tadi yang aku berikan kepadamu, " Ucap Nenek Ayu
" Sungguh enak dan sangat banyak sekali Nek, " Jawab Wardani
" Lebih dari cukup,Terima kasih Nek, " Sahut Arya
" emangnya aku akan tertipu sikap baik mu Nek, " Batin Wardani
" aku kesini ingin mencari kunci kematianmu, apa kelemahan mu Nek, " Batin Arya
" Ini hidangan spesial buat kaliam, karena kalian berdua berkunjung ke gua Anoman ini yang pernah menjadi tempat kalian menuntut ilmu, jadi Aku suruh dayang-dayang menyiapkan makanan dan minuman seenak ini, " Ucap Nenek Ayu
" Terima kasih banyak Nek, atas semuanya, kami berdua sangat spesial sekali, " Jawab Wardani
" Kenapa hatiku rindu dengan cantik sayangku, mengapa kau tak pernah menaruh hari untuk ini yang mencintaimu, " Ucap Trimoko di kamarnya
Suasana yang hening, dan lebih dengan lampu setelah redup yang membuat kamar seperti kamar yang hening.
" Ya sudahlah, paling sebentar lagi Wardani pulang ke rumah sini, tak sabar untuk berjumpa dengannya," Ucap Trimoko
Lurah juga merasakan rindu terhadap Wardani.
" kau lama sekali di sana, aku pengen denganmu, " Ucap Lurah
" Abah, " Sahut Bitung Maryam
" Kenapa Biyung, " Jawab dengan kaget
" Aduh, Biyung tadi mendengarkan kata yang aku ucap atau tidak ya, " Batin Lurah
" Suasana sudah malam, ayo masuk nanti Abah sakit," Ucap Biyung Maryam
" Syukurilah ternyata Biyung tak mendengar yang aku katakan, " Batin Lurah
" Iya Biyung, ayo masuk Terima kasih sudah perhatian sama Abah, " Jawab Lurah
" Ya sudah Nek Ayu, kami berdua mau menikmati taman gua Anoman di dalam gua sini bolehkah, " Ucap Wardani
" Silahkan menikmatinya, " Jawab Nenek Ayu
" Terima kasih Nek, oh iya Terima kasih ya dayang-dayang, " Sahut Arya
Mereka berdua meninggalkan ruang makan dan berjalan menuju taman di gua Anoman.
" Wardani kita kemana ini, " Ucap Arya
" Kita berjalan dulu sambil memikir apa yang kita rencanakan, " Jawab Wardani
" Kalian mau kemana, bisa saya bantu, " Sahut Dayang -Dayang yang selalu berjalan di gua Anoman
" Oh mau ke taman gua Anoman, bisa diantar, " Ucap Wardani
__ADS_1
" Mari ikut kami, " Ucap Dayang-dayang
Mereka berdua mengikuti dayang yang mengantarkan ke taman di gua Anoman.
" Silahkan ini tamannya, " Ucap Dayang-dayang
" Terima kasih Dayang, " Jawab Wardan
Dayang-dayang meninggalkan mereka berdua di taman.
" Terus apa yang harus kita lakukan, " Ucap Arya
" Sabar Arya, ini aku lagi berfikir coba kau juga cari cara, bagaimana kita tau dan tempat perpustakaan itu, " Jawab Wardani
" Dimana ya, " Ucap Arya
" Entahlah, karena perpustakaan itu rahasia tidak boleh ada yang tau siapapun, " Jawab Wardani
" Terus bagaimana, " Ucap Arya
" Kita harus mencari infomasi dahulu, " Jawab Wardani
Mereka berdua masih memikirkan Bagaimana cara menemukan Perpustakaan itu, sambil tinggal di gau Anoman untuk mencari pintu masuk perpustakaan.
" Dayang-dayangku jangan ada yang tau dimana tempat perpustakaan yang ada di gua Anoman ini, karena didalamnya terdapat rahasia yang sangat besar, " Ucap Nenek Ayu
" Siap Ratu, kalau boleh kami bertanya, kapan Ratu bisa kesana bersama untuk melihat dan mengcheknya, " Jawab Dayang-dayang
" Siap Ratu, " Jawab Dayang-dayang
" Ya sudah ayo kita kembali ke kamar nanti ada yang tau kita menimbulkan curiga," Ucap Wardani
" Ya sudah ayo, " Jawab Arya
Mereka berdua menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
Tak disangka Ratu dan Dayang-dayang pergi secara bersembunyi untuk membersihkan dan melihat di dalam perpustakaan.
" Ayo Dayang-dayang ku, ikuti aku saatnya malam ini kita ke sana, dikarenakan semua tidur dan hanya kalian yang bertugas untuk perpustakaan, " Ucap Nenek Ayu
" Baik Ratu, " Sahut Dayang-dayang
" Kita mau kemana ini, jalannya begitu liku dan seram, ternyata perpustakaan itu berada di bawa gua Anoman, " Sahut Dayang-dayang
" Diam kalian ikuti saja, " Ucap Nenek Ayu
Dan tak disangka Wardani mengikuti Nenek Ayu.
" Ternyata Perpustakaan itu terletak di bawa gua Anoman, aku sudah tau, " Ucap Wardani dengan lirih
" Sungguh senang sekali, aku mendengarkan mereka saat mau perjalanan ke sini, dan aku cepat melihat di balik pintu dan mengikutinya, besok aku bisa kesana bersama Arya dan dapat kunci kematian Nenek Ayu, " Batin Wardani
" Dayang-dayang ku kunci masuk kedalam perpustakaan ini adalah lihat di atas pintu terdapat tanda Anoman kamu tinggalkan putar 3 kali dengan mantra sun welas, sun buka lan melu songko griyo, " Ucap Nenek Ayu
__ADS_1
" Siap Ratu, " Jawab Dayang-dayang
" Tapi jangan khawatir diatas ada pengawasan burung gagak, dia akan mati ketika dia melihat cahaya api, ayo masuk " Ucap Nenek Ayu
" Oh ternyata itu ya rahasiannya, tenang aku sudah tau semua, aku harus kembali ke kamarku, sebelumnya ada yang tau diriku disini, " Ucap Wardani
Akhirnya Wardani sudah mengetahui tempat perpustakaannya.
" Ini sungguh keberuntungan ku aku harus segera ke sana dan mencari didalam perpustakaan itu, " Ucap Wardani di kamar
" Ayo kita keluar dari sini dan silahkan kembali ke kamar kalian, " Ucap Nenek Ayu
" Baik Ratu, " Jawab Dayang-dayang
Malam pun berlalu, pagi datang Wardani dan Arya bertemu.
" Setelah ini ada rencana yang sangat kita tunggu, kau harus bersiap diri Arya, " Ucap Wardani
" Apa itu, " Jawab Arya dengan penasaran
" Sabar kau sudah siap, kalau sudah kita menjalankan misi, " Ucap Wardani
" Siap, " Jawab Arya
" Kalau begitu ayo kita mulai dari sekarang, " Ucap Wardani
Mereka berjalan menuju ke bawah gua Anoman, yang dalam perjalanannya terdapat dayang-dayang yang selalu berjalan berkerja sesuai dengan tugasnya, bahkan para dayang-dayang terus berjaga -jaga di ruang rahasia.
" Arya kita harus hati-hati kita menuju ke ruang bawah tanah tempat perpustakaan berada, " Ucap Wardani
" Arya hati-hati ada Dayang-dayang, " Ucap Wardani sambil menarik bersembuny
i
" Untung kita tidak ketahuan, kita lanjutkan, " Ucap Wardani
Semakin kedalam semakin gelap dan seram, hanya lilin yang menyala di pinggir dinding.
Tak tak disangka Dayang-dayang melihat.
" Kenapa kalian ke mari, " Ucap Dayang
" Arya kau tau apa yang kau lakukan, ayo bunuh dia, " Jawab Wardani
Crok... Crok...
Tusukan ke dada para dayang-dayang yang menganggu perjalanannya untuk masuk. Mayat yang di sembunyikan dengan menyeret ke bagian lubang yang berada di dekatnya.
" Kita sudah lewati semuanya, tapi ber hati-hatilah, masih ada satu pengawasan seekor gagak, " Ucap Wardani
" Terus bagaimana, " Jawab Arya
Mereka mencari sesuatu untuk membuat burung gagak mati, dia sebagai pengawasan.
__ADS_1