
Ternyata disaat Lurah menemui secara hati-hati di pergoki oleh Marno si antek Trimoko yang sangat curiga atas kelakuan Abah kepada Wardani.
Marno yang takut untuk mencari tentang keberannga itu, butuh waktu yang panjang untuk memutuskan dan di katakan kepada Trimoko.
" Abah datang ke kamar Wardani ada apa, masuk kamar sekaligus, Ini ada apa- apanya pastinya, aku kan selidiki sebelum aku lapor kepada Den Trimoko, " Ucap Marno di balik gang rumah
" Aku akan selalu mengikuti terus, " Ucap Marno
Setelah kejadian itu Marno semakin curiga apa yang terjadi terhadaterhadap Abah dan Wardani yang membuatnya bertanya-tanya.
Setelah kejadian itu Marno selalu mengikutinya ketika tidak terdapat pekerjaan yang ia lakukan.
Tidak di sangka ia memergoki Wardani dan Abah lagi ketika di taman belakang yang mau bermesraan.
" Sayang kau begitu cantik, kita bertemu setiap hari merasa diriku terbang melayang, seperti burung yang membawamu terbaik jauh bersenang-senang, " Ucap Lurah
" Melainkan aku juga Sayang, aku seperti langit yang siap menunggu kau untuk terbang keatas menemaniku, " Jawab Wardani
" Aduh Abah lagi berpegangan tangan, apakah aku lihat ini benar atau salah, aku harus bagaimana, " Batin Marno
" Aku makin curiga sebenarnya ada hubungan apa Abah dengan neng Wardani,aku harus mengikuti terus, " Ucap Marno
" Sayang aku takut nanti ada yang tau dengan hubungan kita, nanti Sayang di marahi oleh istri-istrimu, " Ucap Wardani
" Sabar tenanglah sayang, Abah akan menjaga dan tidak ada yang melawan Abah, " Jawab Lurah
" Ya sudah kita berpisah disini saja, nanti ketahuan Trimoko dan yang lainnya, " Ucap Wardani
Marno pun meninggalkan tempat itu dan Abah menuju ke dalam rumah untuk menghindari hal yang tidak di inginkan. Tiba-tiba Arya menghampiri Wardani di taman.
__ADS_1
" Wardani Lurah ternyata menaruh hati padamu, kau memang pintar, apa rencanamu selanjutnya, " Ucap Arya
" Itu memang tujuanku, lihat saja apa yang aku lakukan kepada keluarga ini, kau bersantai sajalah Arya dan kau pasti akan tau apa yang terjadi setelah ini, " Jawab Wardani
" Kau lakukan yang sidha menjadi tugasmu, " Ucap Wardani
"Siap Wardani, " Jawab Arya
" Kau segera menghamili Istrimu dan kita akan menggunakan bayi itu untuk kesuksesan kita, Arya, " Ucap Wardani
"Iya aku sudah tau apa yang harus aku lakukan, " Jawab Arya
Mereka berdua merencanakan sesuatu yang membuat keluarga ini semakin hancur.
Setelah itu Wardani dan Abah melanjutkan senang-senang, mereka berdua mencuri waktu untuk pergi ke negeri sebrang untuk bersenang - senang tenyata Marno mengikuti Abah dan terus mengikutinya.
" Aku tunggu di perbatasan kampung ya sayang, jangan telat sebelum semua orang keluar beraktifitas," Ucap Lurah
" Aku harus mengikuti Abah terus,agar kecurigaanku menemui kebenaran," Batin Marno
Mereka berangkat di gelap hari keadaan kampung sepi di malam hari mereka pergi untuk menikmati berdua bersenang -senang.
Bermesraan saja ia menghabiskan waktu bersama, sebelum mereka berniat untuk menikahinya.
Marno yang mengikutinya mulai mengetahui bahwa Wardani dan Abah memiliki hubungan kekasih secara diam-diam.
Tak disangka Wardani baru merasa ada yang selalu mengikuti dan yang coba menjadi mata-mata dalam rencananya, Ia mengetahui Marno yang mengintip di balik semak-semak, membuat geram Wardani tak sabar untuk menghabisinya sebelumnya ia memberitahukan kepada Trimoko.
" Ternyata kau biang keladinya nggak selalu mengikutiku, aku harus segera pulang dan mengabisimu sebelum terlambat," Batin Wardani
__ADS_1
" Sayang sebentar lagi kita pulang ya, jangan lama disini aku tak betah, aku takut nanti semakin lama dia makin curiga," Ucap Wardani
" Ya sudah kita pulang sekarang, " Jawab Lurah
" Jangan sekarang, kau menunggu apa yang aku katakan, " Ucap Wardani
Ia kembali ke tempat penginapan, dan Wardani memantau Marno yang sedang menginap juga, akhirnya ia melihat Marno masuk kedalam kamar dan Wardani dan Lurah segera pulang ke rumahnya.
"Tunggu aku di rumah, sayang Marno, " Batin Wardani
Pagi itu Wardani dan Lurah sudah sampai di rumah, mereka kembali seperti biasa yang tidak memiliki hubungan apa-apa, Wardani yang menunggu Marno di belakang teras untuk segara melakukan sesuatu.
" Marno kau dari mana, " Ucap Wardani
" Aku dari rumah saudara untuk menjenguk sebentar Neng, " Jawab Marno
" Oh ya sudah, setelah ini kau aku beri kerjaan ya, tolong bersihkan taman di belakang ambil alat di gudang dekat gudang yang tidak terpakai itu ya, " Ucap Wardani
" Siap neng, " Jawab Marno
" Aduh aku harus bilang ke Deng Trimoko atau aku lakukan perintah neng Wardani, " Batin Marno
" Aku tau kau pasti mau bertemu dengan Trimoko, sebelum itu kau akan menemui hari indahmu," Batin Wardani
" Hey sekarang Marno, sebentar saja, aku akan segera mengunakan untuk tempat santai sebentar, " Ucap Wardani
" Iya saya akan laksanakan, " Jawab Marno
Akhirnya Marno menuruti apa yang telah di minta neng Wardani, untuk menunda bertemu serta menceritakan kepada Den Trimoko.
__ADS_1
Apakah yang terjadi kepada Marno.