SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 72 MASUK PERANGKAP


__ADS_3

Setelah makan malam bersama yang berbarengan dengan penyambutan, Tiga saudara Lurah jatuh hati kepada Wardani.


Wardani yang begitu cantik membuat mereka jatuh kedalam pangkuan.


" Bagaimana tugas kalian berjalan dengan baik kah, " Ucap Lurah


" Alhamdulillah Kang Mas baik saja, dan akhirnya kita bisa pindah di dekat sini, dan kota bisa tinggal bersama kang Mas, " Jawab Amir


" Iya Kang, akhirnya aku bisa ketemu dengan mu Kang Mas, " Sahut Amor


" Apalagi kita bisa ketemu setiap Hari, " Sahut Amar


" Baiklah, kalian lebih banyak waktu tengah Kakangmu, " Jawab Biyung Maryam


" Oh iya sampai lupa bahwa aku mau mengenalkanmu, " Ucap Biyung Maryam


" Laki-laki itu Namanya Arya Suaminya Rindu Puteriku, yang Perempuan itu Namanya Wardani Kak dari Arya, dan laki-laki ini Ada sepupu Aku, " Ucap Biyung Maryam


" Oh dia kak Arya, " Batin Amor


" Oh, lah Rindu ke mana kok tidak kelihatan, " Jawab Amir


" Sudah kau makan dulu, nanti Ibu ceritakan, " Sahut Ibu Narni


" Iya bu, "Jawab Amir


" Kenapa sih meraka bertiga melihat ku seperti begitu, apa dia suka kepadaku, " Batin Wardani


" Jangan-jangan Paman semua sukan kepada Wardani, dilihat dari tingkah laku dan gerak-geriknya, " Batin Trimoko


" Aku harus main cepat sebelum Om semua memiliki Wardani, " Batin Renaldi


" Ini suatu drama baik sekali, dengan ini aku bisa mengadu domba mereka, agar semakin hancur keluarga Lurah, " Batin Arya


" Jika mereka suka kepadaku, jadi bagaimana dengan Lurah, jika tau maka akan marah, " Batin Wardani


" Aku harus berhati-hati dan menyelidiki Saudara ku, seperti mereka suka terhadap Wardani, " Batin Lurah


" Kalian semua kenapa berdiam ayo makan, " Sahut Biyung Maryam


" Iya Yunda, ini aku makan, " Jawab Amar


" Seperti mereka ada yang di sembunyikan dari ku, " Batin Biyung Maryam


" Trimoko kamu sudah punya calon, kapan mau nikah, " Ucap Amir


" Belum mau nikah paman, Masih menunggu calonnya menerima cintaku, kenapa Om, apakah Om sudah punya calon juga, " Jawab Trimoko


" Entah itu, belum mencari pendamping hidup, kapan Biyung tak tau, " Sahut Biyung Maryam


" Sabar Yunda, pasti masih mencari yang cocok dengan hati, " Sahut Amar


" Itu wajar Yunda, " Jawab Amor


" Aku terserah saja yang penting sepadan dengan kita, " Jawab Lurah

__ADS_1


" Tunggu tanggal mainnya saja Paman, " Ucap Trimoko


" Untuk Renaldi, apa belum punya calon, " Ucap Amar


" Oh sudah Om, tapi belum aku ungkapan rasa ini kepadanya, " Jawab Renaldi


" Beranikan dirimu sebelum dia jatuh hati kepada orang lain, " Sahut Amor


" Hahaha... Om bisa saja, " Jawab Renaldi


" Untuk kalian bertiga kapan nikah, " Ucap Ibu Narni


Sejenak semua berhenti dari makanya, dan merasa terdiam membisu mendengarkan Ibu mengatakan itu kepada Mereka.


Mereka belum memiliki calon untuk menjadi pendampingnya, tetapi mereka bertiga menyukai wanita yang sama sekaligus yaitu Wardani.


Mereka binggung ingin mengatakan dan kapan mereka berani memberitahukan kepada semuanya.


" Hemm masih cari jodoh Ibu, sabar pasti kita akan segera memberikan kebahagiaan buat Ibu tercinta, " Ucap Amir


" Doakan saja, semoga segera mendapatkan jodoh, " Sahut Amor


" Kalau Amar sudah punya calon tapi belum bisa memberitahukan ke Ibu, " Jawab Amar


" Bagus itu yang penting kalian segera melakukan apa yang Ibu minta darimu, lihat kakang Mas mu sudah berumah tangga, " Ucap Ibu Narni


" Iya Ibu, " Jawab mereka bertiga


" Oh iya Wardani sudah nikah, atau gimana, maaf saya tanya, " Ucap Amir


" Kenapa Om bertanya seperti itu, " Batin Trimoko


" Pasti aku kekasih hatinya yang selama ini, " Batin Lurah


" Aku segera akan menjadi kekasihmu, walaupun kau sudah memiliki kekasih aku akan selalu berjuang mendapatkan cintamu, " Batin Trimoko


" Salah satunya aku yang akan mendapatkan cintamu," Batin Renaldi


" Aku akan mendapatkan cinta mu dan tubuhmu, ku akan menjadikan kau istri dari anak-anak ku, " Batin Amar


" Aku yang akan menjadi pendampingmu, " Batin Amar


" Tidak akan ku biar akan orang lain memiliki mu, selain aku, " Batin Amir


" Sekarang cintaku hanya untuk Mas Hartono," Batin Wardani


" Oh begitu ya, kapan mau ke batera rumah tangga, " Ucap Amir


" Oh itu nunggu Masnya sudah siap meminang Wardani, Om, " Jawab Wardani


"Oh iya semoga segera dipermudahkan ya, " Ucap Amir


" Aku akan segera melamarmu tunggu saja aku, " Batin Amir


" Ya sudah silahkan di lanjut makan dulu keburu dingin, " Ucap Biyung Maryam

__ADS_1


Mereka melanjutkan makan malam dengan nikmat sampai jamuan selesai dan waktunya untuk menuju ke kamar masing-masing atau melakukan semestinya.


" Aku akan menemui Wardani, " Ucap Amar


" Wardani berhenti, " Ucap Amar


" Iya ada apa Om, " Jawab Wardani


" Ada yang ingin Om katakan kepada mu, " Ucap Amar


" Apa, Om katakan saja, " Jawab Wardani


" Sebenarnya Om suka kepadamu mau kan kau menjadi istri Om, " Ucap Amar


" Kalau untuk itu aku belum bisa menjawab sekarang Om, berikan aku waktu untuk menjawabnya, " Jawab Wardani


" Iya, aku kasih waktu akkau suda ada jawaban bilang ke Om ya, kalau begitu aku pamit dulu, " Jawab Amar


" Iya Om," Ucap Wardani


Amar yang meninggalkan Wardani, yang tidak tau dan kebetulan bersama dan waktunya agak lama, mereka ingin mengungkapkan rasa kepada Wardani, Amar yang dari ruang makan langsung mengikuti ke kamarnya, dan Amor yang berjalan dari serambi ruang khusus menuju kamar Wardani dan bergantian dengan Amir yang bejalan dari arah taman belakang menuju kamar Wardani.


" Wardani, " Ucap Amor


" Iya Om, " Jawab Wardani tidak jadi masuk ke kamarnya


" Om langusng saja tak usah basa-basi, Jika Om suka kepadamu, mau kau kau menjadi kekasih Om, " Ucap Amor


" Bagaimana ya Om, aku belum bisa menjawab nya sekarang, " Jawab Wardani


" Ya sudah kau bisa memikirkan dahulu baru kau jawab permintaan Om, " Ucap Amor


" Iya Om, " Jawab Wardani


" Ya sudah aku kesana dulu ya, " Ucap Amor


Amor berjalan, dan Amir datang yang tak melihat dengan Amor karena tatanan Rumah yang begitu bagusnya dengan hiasannya.


" Wardani berhenti jangan masuk dulu, " Ucap Amir


" Itu Om Amir ada apa sih, " Batin Wardani


" Iya Om, " Jawab Wardani


" Ada yang ingin Om katakan kepadamu, " Ucap Amir


" Apa Om, " Jawab Wardani


" Dari pertama kali aku melihat mu aku sudah mulai suka dan jatuh hati padamu, maukah kau menjadi kekasih ku, " Ucap Amir


" Hem gimana ya Om, Wardani belum bisa menjawabnya, Beri Waktu untuk mejawabnya, " Jawab Wardani


" Ya sudah kau Pikir-pikir dahulu, nanti kalau sudah menemukan jawabannya kau kasih tau Om, " Ucap Amir


" Iya Om, ya sudah Wardani masuk kamar dulu ya, " Jawab Wardani

__ADS_1


" Iya, " Ucap Amir


" Yes aku yang pertama mengucapkan rasa ini terhadap Wardani.


__ADS_2