SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 28 KEMATIAN ARMAN


__ADS_3

Setelah keberhasilan Arya membunuh Sofyan, saatnya ia merencanakan pembunuhan kepada Arman.


Arya sudah memiliki rencana yang begitu matang, yang akan membuat Arman sakit dan sesakit-sakitnya.


Perlakuan yang tidak beradab kepadanya, membuat dendam Arya semakin panas, karena ia pernah membuat kecewa walaupun teman baik sebelum ia menfitnahnya


Melainkan ia juga meminta bantuan dari Wardani yang sangat berguna bagi Arya.


Keesokan harinya Wardani pergi ke pasar yang di antara oleh Arya, mereka sambil memikirkan apa yang cocok untuk menjalankan rencananya, akhirnya iya menemukai tempat yang cocok untuk menyiksa Arman, sebuah kuncen harja yang tidak jauh dari balai desa.


" Arya aku sudah menemukan tempat yang cocok untuk Kematian Arman, " Ucap Wardani


" Dimana Wardani, aku belum dapat menemukan tempat yang cocok buat Arman," Jawab Arya


" Kamu lupa ya di desa kita terdapat kuncen harja, yang dimana dahulu tempat penyiksaan para pembangkang lurah di desa sini, pastinya dia akan tau apa yang kita lakukan kepadanya, hahaha, " Ucap Wardani dengan sinis


" Hahaha menang kau pintar Wardani, aku saja lupa dengan sesuatu yang ada di desa sendiri, " Jawab Arya


" Dasar bodoh, kau Arya, " Batin Wardani


" Ya sudah kita belanja dulu, untuk kebutuhan Biyung dan Abah,tunggu di sini kau," Ucap Wardani


Ketika perjalanan pulang, kebetulan Arman pun melewati jalan yang searah dengan Wardani bersama Arya, dia pun melakukan rencananya.


" Wau pucuk dicinta ulam pun tiba, Arya... Lihat dari arah depan itu Arman, kamu tau apa yang kau harus lakukan," Ucap Wardani


" Tau lah, siap laksanakan," Jawab Arya


Brus.... Kesempret dibagian kaki Wardani oleh Arman


" Waduh tidak apa kau, maaf aku ya, aku tidak tau tiba-tiba kau didepanku langsung terjatuh, " Ucap Arman


" Dasar bodoh, memang rencana ku, aku seorang dikejar Arya ketika bawaan banyak seolah aku tak melihat jika ada motor jadi ya tushh jatuh, hahaha, " Batin Wardani


" Mari kita minggu dulu di sana, sambil berteduh dan aku carikan obat untuk meringankan lukamu," Ucap Arman


" Kamu kalau naik motor hati-hati kenapa, ni ulah kamu Kakak aku kena motor kau," Sahut Arya


" Sudah, sudah jangan berantem ini salah kakak tadi, " Ucap Wardani


" Bentar aku cari sesuatu kau tunggu di sini jangan kemana-mana, " Sahut Arman


" Arya kau sangat pintar sekali aku aja tadi bingung kau tau apa tidak yang aku inginkan ternyata kau tau juga apa yang aku maksudkan, " Ucap Wardani


" Harus pintar aku karena patner aku orang yang cerdik dan licik, " Jawab Arya


" Oke lah... Bisa di atur, " Ucap Wardani


" Ini aku bawakan obat merah dan pembersih luka, kau bersihkan ya, tahan, " Ucap Arman


" Auw... Auw..., " Jawab Wardani dengan sengaja menaruh tangannya ke pundaknya


" Ya Aku terasa gemetar, ketika kau pegang diriku, aku mulai suka kepadamu, " Batin Arman

__ADS_1


sambil melihat tangannya dipundaknya


" Tahan, sakit ya tahan bentar lagi ini bersih dan siap untuk ku obati dengan obat ini, " Ucap Arman


" Hahaha, Arman kau sangat lugu, dan baik hati tapi ajal mu akan berakhir nanti malam, " Batin Wardani


"Sudah semoga cepat sembuh, boleh kah aku mengantarmu," Ucap Arman


" Boleh, tetapi bagaimana dengan adikku, " Jawab Wardani


" Aku akan mengantar nya dahulu setelah itu aku menjeputmu, aku di sini dulu, " Ucap Arman


" Boleh, silahkan dek ikut Mas Arman, " Ucap Wardani


" Aku duluan ya kakkak, " Sahut Arya sambil memberikan kedipan mata isyarat


Arman mengantar Arya terlebih dahulu setelah ia menjemput Wardani untuk di antar pulang


" Maaf tidak lama kan, karena tadi aku berhenti membeli bensin untuk bahan bakar kotor ku, " Ucap Arman


" Tidak apa mas, " Jawab Wardani


" Ayo naik, pelan-pelan pegangan, " Ucap Arman


" Iya mas, Terima kasih sudah mau mengantarku, maaf jika merepotkanmu, " Jawab Wardani sambil sengaja memegang di perutnya


Pegangan yang membuat Arman seolah jatuh hati dan terasa semua yang di miliki dalam tubuh keluar secara sengaja, gejolak syahwatnya tak terbendung dan perasan cinta tumbuh.


" Aku suka kepadamu, apakah kau mau menjadi kekasihku, " Ucap Arman


" Tak usah takut, aku milik mu, biar aku yang hadapi dia, " ucap Arman


" Ahhh aku jadi malu, aku ini orang biasa lho mas, kenapa kau suka kepadaku," Jawab Wardani


" Kamu sangat cantik, aku tergila padamu, aku rela untuk mu, aku akan menjadi kekasih untukmu, " Ucap Arman


" Kalau begitu nanti kita ketemuan mau mas di kuncen Harja, nanti kita bersenang-senang disana akan ku berikan tubuh mulus ini untukmu, Jawab Wardani


" Iya aku akan mengikutimu, walaupun kuncen itu sangat dilarang jika tidak ada yang melanggar ketentuan lurah, " Ucap Arman


" Baik aku tunggu ya Mas, " Jawab Wardani


Mereka berdua sampai di rumahnya dan siap untuk bertemu malam nanti.


Akhirnyaa malam pun tiba, Wardani di jemput okeh Arman untuk belangkat ke Kuncen Harja.


Suara klakson motor berbunyi


" Hey Mas sudah siap, begitu menawan, " Ucap Wardani


" Wau kau begitu cantik, menawan malam ini, aku sudah tidak tahan, " Jawab Arman


Akhirnya mereka pun berangkat.

__ADS_1


" Mas sudah sampai, buruan turun ayo sudah tidak sabar, " Ucap Arman


" Sabar aku baru saja siapkan tempat, malah kamu yang tidak sabar, " Jawab Arman


" Sudah, siap ayo, " Ucap Arman


" Sudah ayo Mas, " Jawab Wardani


" Auw...auw ..., apa yang kau lakukan terhadapku terasa tubuhku lemas, aku tak punya daya untuk melawan, " Ucap Arman


" Hay Arman aku adalah Wardani yang dulu kau mau persoka aku dan kau memfitnah ku, dan saat ini aku akan balas dendam kepadamu, " Jawab Wardani


" Jangan Wardani, Aku minta ampun aku khilaf, aku hanya mengikuti saran Bos Trimoko, jangan bunuh aku, " Jawab Arman sambil menguatkan untuk berlari


Arman mencoba lari danenguatkan untuk berlari ternyata dia terjatuh bluk.... Karena pukulan pelan Arya.


" Auw kau siapa?, " Tanya Arman


" Aku Arya sahabat yang kau fitnah, Hai sahabat baikku apakah kabar, baik dengan mu, " Jawab Arya


" Maafkan aku, aku sungguh menyesal dan terpaksa, " Ucap Arman


" Kau siap, kau akan mati di tanganku serta kau akan menyesal atas semua perbuatanmu, " Jawab Arya


Pukul kanan, kiri, ditendang perut dan dada serta terpental.


" Aaa ampun... " Ucap Arman


"Tiada ampun untukmu, aku sekarang sahabatmu ya sadis dan tega juga, seperti kelakuan mu sahabat, " Jawab Arya dengan menendang kembali


Darah dan lemas serta rasa kasihan telah membuat Arman menangis dan menyesali semua perbuatannya, serta ia hanya pasrah menerimanya.


Cambuk yang di lontarkan ke tubuhnya beberapa cambukan


" Sakit.. Ampun... Jangan kau sakitin aku, rasanya sangat sakit, " Ucap Arman


" Tapi ini masih tidak sakit, lebih sakit perlakuan kau yang kau lakukan kepada ku bahkan utama kepada Wardani, " Jawab Arya


"Terima ajal terakhir mu, selamat jalan sahabat,"ucap Arya


plup tusukan di dada dan perutnya berulang kali.


Darah mengalir dan muncrat ke wajah dan kesemua pakain Arya dan Wardani mereka segera menghisap darahnya, serta mereka meninggalkan mayat Arman di kuncen Harja.


Siapakah yang mengetahui mayat Arman?


###


Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.


Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.


Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan

__ADS_1


Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget.... Matur suwun salam oc ( ochim chim)


__ADS_2